
Lalu siapa anak kecil yang Marsya tadi lihat?
Marsya sejenak termenung sambil sesekali meminum air "Ahh tidakk tidakkk" gumam Marsya dalam hati sesekali ia menggeleng gelengkan kepalanya, mungkin ia hanya halusinasi atau hanya salah lihat saja.
Lalu Marsya memutuskan untuk berangkat kuliah, tapi sebelum berangkat ia tentu harus mandi dan siap siap terlebih dahulu agar terlihat cantik. Baru setelah itu menjemput kedua sahabatnya siapa lagi kalau bukan Vina dan Karin.
"Vin..aku jemput kamu ya sama Karin kamu siap siap aja" Seru Marsya menelepon Vina sambil menyetir
Didalam Mobil
"Aku laper makan dulu yuk mau gak?? Belum sempet sarapan tadi soalnya ada kejadian aneh dan aku pengen denger pendapat kalian" Ujar Marsya
"Ya udah ayoo.."
"Iya ayoo aku juga laper" Sahut sahabat sahabatnya
Sesampainya di tempat kuliner, berjejer makanan mereka lihat tapi mata Marsya tertuju pada tukang bakso yang sangat ramai oleh pembeli, untung saja walaupun sangat ramai masih ada meja kosong untuk mereka bertiga. Mereka pun duduk dengan mata mencari seseorang yaitu pelayan tukang bakso
"Mang bakso ya 3 porsi" Pesan Marsya kepada amang tukang baksonya
Sambil menunggu baksonya tiba Marsya mencoba mencerna otaknya dari fikiran fikiran aneh yang ia alami dirumahnya tadi pagi.
" Sya tadi kamu minta pendapat, pendapat apaan? Oh iya gimana mata batin kamu apa kamu udah bisa liat sesuatu?" Tanya Vina
"Aku tadi...."
"Ini neng baksonya.." Baru saja Marsya mau bercerita ternyata baksonya sudah diantar oleh amang amangnya
"Ohh iya mang makasih" Seru mereka bertiga, si amang hanya mengangguk tersenyum lalu kembali kegerobaknya untuk melayani yang lainnya
Saat Marsya hendak melahap suapan pertama ia seperti melihat air menetes netes kemangkoknya, Marsya yang merasa aneh pun menelusuri sumber air yang menetes ke mangkok bakso yang hendak ia lahap itu dengan bola mata sedikit memutar keatas dan astagaaaa ternyata air liur makhluk halus yang sangat aneh bentuknya
"Aaaaa..." Marsya teriak terkejut sampai sendoknya terjatuh melihat makhluk halus yang ternyata bukan hanya dimangkoknya saja, mereka ada di setiap mangkok pembeli yang ada disana
__ADS_1
"Sya kamu kenapa?" Tanya Vina dan Karin, Marsya tidak menjawab hanya diam mematung menyaksikan apa yang terjadi saat ini
"Makhluk apa itu? Apa yang mereka lakukan? Mengapa air liur mereka menetes di setiap mangkok pembeli?" Batin Marsya bertanya tanya sambil melihat kesetiap mangkok pembeli
Marsya seperti gemetar ketakutan boro boro memakannya melihatnya pun ia sangat mual, melihat Vina dan Karin begitu lahap memakannya Marsya pun menyuruh mereka untuk berhenti makan dan langsung pergi kekampusnya
"Sya kamu kenapa sih? Kamu teriak jadi pusat perhatian lalu tiba tiba kamu nyuruh kita berhenti makan bakso, baksonya enak banget tau ga" Protes Karin
"Udah pokoknya kalian harus pergi dari sini nanti aku ceritain, ayoo cepetan pergi" Ajak Marsya memaksa kedua sahabatnya dengan cemas dan panik
"Iyaa iyaa.." Sahut mereka
Didalam mobil pun Marsya masih saja panik dengan memegang keningnya dan nafas tersengal sengal
"Marsya kamu kenapa sih Syaa kita ga paham iya kan Rin? Kamu tiba tiba teriak lalu nyuruh berhenti makan bakso terus kamu panik kaya gini kenapa? Ada apa?" Kata Vina panjang lebar
"Harusnya dibungkus tu bakso enak banget, tapi Marsya nih gak jelas" Sahut Karin cemberut
"Hah??? Setann??" Ucap Vina dan Karin bersamaan
"Kalian ngerti gak sih itu setan air ludahnya netes netes tau gak kemana netesnya??? ke mangkok bakso! Mungkin itu yang bikin enak" Lanjut Marsya melotot
"Ihhh kamu serius Sya? (Huekkk huekkk)" Tanya Karin seraya mual sedangkan Vina masih saja mangap kaget
"Seriusann ihhh dan kalian selahap itu makannya aku jijik pengen muntah" Ujar Marsya bergidig
"Kamu udah bisa liat setan Sya?" Tanya Vina penasaran
"Gak tau itu makhluk mukanya seremmm gendut tapi pendek banget telinganya runcing, itu setan bukan?? Kalian liat gak?" Tanya Marsya mendekatkan wajahnya kearah Karin dan Vina bergantian
"Apa itu yang namanya penglaris ya Sya?? Pantesan rame banget" Ucap Vina, Marsya tak menjawab ia langsung saja menjalankan mobilnya seakan takut melihat makhluk itu lagi
__ADS_1
"Ihhhh kita makan ludah setan itu dong Syaaaa idihhhh..." Seru Karin sambil menjulur julurkan lidahnya dan di kipas kipas seakan jijik
Ternyata benar Marsya sudah bisa melihat makhluk halus namun sepertinya belum 100 persen, Marsya hanya terdiam sambil menjalankan mobilnya lalu berfikir "Mungkin saja yang dirumah itu juga hantu ya?" Seru Marsya dalam hati, namun pemikiran itu seperti dibuang jauh jauh dan diganti dengan pikiran positif "Ah mungkin aku salah liat" Ujarnya lagi. Baru satu hantu yang ia lihat namun Marsya bisa sepanik itu, bagaimana dengan hantu hantu yang lebih seram lainnya.
(Jebrukkk..) Marsya seperti menabrak orang, dengan segera Marsya pun menepikan mobilnya
"Aduuhh Sya kok rem mendadak sih? Bahaya tau" Ujar Vina dan Karin protes karena Marsya ngerem mobilnya mendadak
"Ya ampun aku nabrak orang" Sahut Marsya panik
"Hah nabrak?" Tanya Vina, lalu Marsya buru buru turun dan mengecek siapa yang ia tabrak. Tapi tak ada orang disana bahkan Marsya sudah memutari mobilnya dan melihat ke kolong mobilpun tak ada orang
"Syaaa kamu kenapa?" Tanya Vina dan Karin menghampiri
"Ayoo masuk jangan ngaco" Seret Karin
Karin dan Vina mengajak Marsya masuk dan bertanya sebenernya apa yang terjadi
"Aku nabrak orang tadi makanya aku rem sampe mental lhoo apa kalian ga lihat?? Tapi orangnya gak ada gimana dong kalo orangnya mati aku bisa di penajara kalian gimana sih" Ujar Marsya emosi dan panik
"Syaa kenapa sih? Sadar Syaa sadar, kamu gak nabrak apa apa Marsya Anjani Pratiwi. aku sama Karin gak lihat apa apa kamu gak nabrak orang, kamu aneh deh hari ini" Oceh Vina
"Terus aku tadi nabrak apa dong?" Tanya Marsya
" Hah jangan jangannnnn..." Seru Karin tapi Marsya tiba tiba menancap gasnya menuju kampus
"Gak mungkin aku nabrak hantu siang bolong begini" Sahut Marsya
"Tapi kan mata batin kamu udah dibuka Syaa jadi mungkin aja" Pungkas Karin
"Iyaa Karin bener" Dukung Vina
Marsya hanya diam ia bergelut dengan pemikirannya tidak mungkin disiang bolong ia melihat hantu 3 sekaligus, akan ada makhluk seperti apa lagi yang akan Marsya temui nanti? Marsya merasa panik namun inilah konsekuensi yang harus Marsya terima, karena inilah yang ia inginkan. Marsya berfikir untuk menemui pak Broto lagi dan menceritakan semua yang ia alami, apakah benar mata batin Marsya sudah terbuka? dan apakah benar yang Marsya temui itu adalah makhluk halus? ~~~~~
__ADS_1
Bersambung********