
"Kalian harus segera dimandikan agar tidak ketempelan makhluk lain" Ujar Pak Broto
"Tapi pak, bapak gak lupa kan sama permintaan saya?" Tanya Marsya
"Ya alloh nak, apa kamu yakin seyakin yakinnya?" Tanya pak Broto meyakinkan Marsya
"Saya yakin" Sahut Marsya singkat
Pak Broto mengangguk anggukan kepalanya seakan sangat mengerti apa yang diinginkan Marsya dan menghela nafas, lalu pergi kebelakang rumahnya melalui dapur untuk mengambil sebuah gentong besar tak lupa pak Broto mengisinya dengan air serta menaburkan bunga 7 rupa kedalamnya.
"Mari nak Karin sama nak Vina ikuti saya.." Ujar bu Suti
"Iya bu.. ayo Rin" Ajak Vina kepada Karin
"Buka baju kalian lalu kenakan ini yo.." Ujar bu Suti sambil memberikan 2 helai kain panjang (kain jarik) untuk Vina dan Karin
Setelah mereka selesai mengenakan kainnya, Karin dan Vina disuruh untuk menghampiri pak Broto. Dengan ajian yang pak Broto miliki ia membaca mantra pada air yang sudah ditaburi bunga 7 rupa itu lalu menyiramkan airnya pada tubuh Karin dan Vina.
"Sudah selesai, silahkan kalian memakai baju kalian kembali dan tolong panggilkan nak Marsya!" Ucap pak Broto
"Baik pak.." Sahut Vina dan Karin
Kemudian dipanggilkannya Marsya oleh Vina dan Karin, Marsya pun segera bangkit dan menghampiri pak Broto. Namun Marsya hanya melihat pak Broto dari kejauhan ia berdiri didepan pintu dapur tak berani menghampirinya, Marsya merasa ragu takut takut pak Broto marah karena permintaannya yang sedikit ngawur itu
"Sini nduk.. ngapain kamu berdiri disana?" Kata pak Broto seakan tau bahwa Marsya memperhatikannya dari balik pintu
"Ehhh iya pak.." Sahut Marsya
Marsya pun membuka lebar lebar pintunya lalu menghampiri pak Broto dan duduk disebelahnya
"Nduk kamu serius mau membuka mata batinmu? Siap dengan konsekuensinya??" Tanya pak Broto
"Konsekuensi seperti apa pak kalau boleh tau?" Tanya Marsya penasaran
"Yoo sawan" Jawab pak Broto singkat
__ADS_1
"Kan kamu belum pernah to liat hantu?? Nanti pas lihat pertama kalinya yo kamu bakal sawan dan ketakuan seperti teman temanmu itu" Lanjut pak Broto
"Saya siap pak, kalaupun saya ketakutan saya nanti tinggal minta ditutup lagi sama bapak hehehe" Ucap Marsya cengengesan
"Ealahh ndukk hantu kok dibikin lelucon" Kata pak Broto sambil membakar kamenyan dan mempersiapkan sesajennya dengan mengacung ngacungkan keris panjang
"Pejamkan matamu" Suruh pak Broto, Marsya manut dan memejamkan matanya
Pak Broto melempar pelan tanah kuburan ke kelopak mata Marsya dengan mantra dan ajian tertentu, terdengar jelas pak Broto membaca mantra dengan bahasa jawanya lalu pak Broto seperti menaruh kerisnya di mata wanita yg berusia 23 tahun itu seraya meniup niupnya
"Sudah selesai, apapun yang terjadi kamu harus menyelesaikannya sendirian. Dan lebih baik kalian pulang yaa ini sudah mau pagi takutnya orangtua kalian khawatir" Ujar pak Broto
"Iya pak.."
Seperti biasa Marsya, Vina dan Karin berterima kasih untuk segala pertolongan pak Broto serta bu Suti. Lalu mereka bertiga pun pulang pukul 5 pagi, Vina dan Karin diantarkan oleh Marsya, hari ini Marsya memilih untuk pulang karena badannya terlalu lelah setelah melewati banyak hal.
"Aku belum liat apa apa padahal kan mata batinku udah dibuka sama pak Broto" Ujar Marsya berbicara sendirian didalam mobilnya
(jebruukk) suara pintu
"DARI MANA SAJA KAMU?" Teriak sang mama dengan nada tinggi, tak ada jawaban dari mulut sang anak ia masih menatap langit langit dengan tenang
"APA KAMU TIDAK MENGANGGAP SAYA SEBAGAI MAMA KAMU? SAMPAI KAMU TIDAK MENGHARGAI SAYA? SAYA SAMA PAPA KAMU NUNGGU KAMU, TELEPON KAMU, KHAWATIR SAMA KAMU, TIDAK TIDUR SEMALAMAN CARI CARI KAMU ANAK MACAM APA KAMU?" Lanjutnya
"Sejak kapan mama peduli sama aku?" Marsya mulai menjawab terbangun dari tidurnya dan menatap sang mama
"Sadar gak mama sama papa cuman sibuk kerja kerja kerja tanpa mikirin aku disini kesepian? Aku butuh perhatian kalian, kalian kemana? Aku disini cuman ditemenin sama mbak yang sibuk dengan pekerjaan rumah. Setiap aku ngeluh kesepian kalian bilang kan ada Mbak, jangan salahin aku kalau aku juga sibuk diluar rumah, aku juga punya keinginan buat ngisi hari hari aku yang sepi" Jawab Marsya panjang lebar
"Mama kerja cari uang berjuang buat kamu buat masa depan kamu. Kamu ini kenapa sih? Ga bisa kamu diem diem aja dirumah jadi anak yang baik? Kamu ini perempuan!"
"Mama sama papa cuma mikirin uang uang uang tanpa mikirin perasaan aku, aku capek ma aku mau istirahat mama kerja aja gak usah mikirin aku! Aku udah biasa sendirian" Keluh Marsya dan menyuruh mamanya keluar lalu segera Marsya menutup pintunya
"Marsyaaa" Teriak mamanya dari luar kamar masih terdengar seperti mengoceh
__ADS_1
Bagi Marsya pertengkaran seperti ini sudah biasa terjadi, jadi hal ini sudah tidak terlalu menyakiti hatinya. Marsya terduduk melamun memikirkan hidupnya yang semrawut tanpa adanya perhatian dari sang mama, sesaat mata Masrya seperti mengantuk ia pun memilih untuk tidur dari pada memikirkan orang tuanya yang selalu sibuk bekerja
Samar samar saat Marsya sudah tidur beberapa jam, terdengar seperti suara tawa anak kecil di depan kamar Marsya hingga membuatnya bergumam kecil (suara siapa itu?) namun belum sadar sepenuhnya dengan mata masih terpejam. Suara tawa itu semakin jelas hingga membuat Marsya sadar dan mengucek ngucek matanya, dilihatnya jam dinding ternyata masih jam 8 pagi
"Hoammmm" Marsya menguap tandanya ia masih mengantuk
"Hahahahahah" Suara tawa dengan langkah kaki makin membuat Marsya penasaran
(Tokkk tokk tokk) Suara pintu diketuk Marsya pun reflex menengok kearah pintu, siapa yang mengetuk pintu? Mama sama papanya pasti sudah berangkat kerja. Ahhh iya pasti mbak (yang bekerja dirumah ini).
Masya pun jalan kearah pintu kamarnya, membuka pintu perlahan tapiii tak ada satu orang pun, ia merasa heran kepalanya memutar kiri dan kanan mencari seseorang tapi ternyata sepi
"Mbaakkkk.. mbakk" Panggil Marsya
"Iya non ada apa?" Tanya mbak Novi yang muncul tiba tiba
"Mbak Novi tadi mengetuk pintu kamar saya ya ada apa?" Tanya Marsya
"Ngga non saya lagi masak didapur, memangnya ada yang mengetuk pintu?"
"Iya mbak tadi ada yang ngetuk pintu jelas banget pas saya tidur" Sahut Marsya
"Walah mungkin non iki mimpi ya hahaha non ada ada saja" Kata mbak Novi dengan khas jawanya yang kental lalu pergi begitu saja karena memang lagi masak mungkin takut gosong
Marsya hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil mengkerutkan dahinya
"Itu jelas jelas ada yang ngetuk pintu, itu bukan mimpi deh kayanya" Seru Marsya dalam hati lalu masuk lagi kekamarnya tanpa menutup pintu dengan rapat
Saat Masya memainkan handpone nya, sekilas ada anak kecil berambut panjang yang lewat didepan kamar Marsya, Marsya yang sadar dan melihatnya walau sekilas pun menengokkan kepalanya dan berjinjit keluar kamar mengintip
"Itu siapa ya? Apa ada ponakan yang main? tapi si Dira mah rambutnya ga sepanjang itu perasaan" Batin Marsya bergumam
Marsya memutuskan untuk turun ke meja makan sambil menemui mbak Novi dan bertanya apa ada ponakannya Dira yang main kesini, namun jawaban mbak Novi lagi lagi gak ada siapa siapa.
Lalu siapakah anak kecil itu~~~~
__ADS_1