
"Ingat ya.. kalian kalau melihat penampakan berdoa, sayaa sekarang cuman bisa memagarinya saja supaya makhluk itu ndak ngisengin kalian" Ujar pak Broto mengingatkan
Pak Broto kembali membacakan mantra di media air
"Silahkan di minum, bismillah dulu.."
Marsya, Karin serta Vina bergiliran meminum segelar air dari pak Broto, lalu disuruh pulang oleh pak Broto mereka pun manut dan berpamitan, tak lupa berterima kasih pada pasangan suami istri itu.
Diperjalanan pulang
"Vin, aku boleh nginep di rumah kamu gak?" Ujar Marsya
"Boleh lah..mama sama papa kamu belum pulang emangnya Sya?" Sahut Vina
"Ada..tapiii lagi kesel aja sama mereka" Lanjut Marsya cemberut
"Ya udahhh nginep aja lagian aku juga takut sendirian entar di datengin kunti lagi" Celoteh Vina
"Iihhh aku mau ikut dong Vin aku juga takut di kost sendirian" Ujar Karin dengan nada manjanya
"Iyaa Rin boleh, lebih rame lebih seru" Sahut Vina
Karin, Vina dan Marsya telah sampai dirumah dan waktu menunjukan pukul 3 pagi. Lalu mereka membersihkan diri meraka masing masing dan berbincang soal kejadian tadi.
"Ehh aku mau nanya deh sama kalian" Ujar Vina membuyarkan lamunan teman temannya yang sedang terbaring
"Emang kalian bener lihat kuntilanak?" Lanjut Marsya sambil duduk
"Benerrr Sya kita liat, Vina aja liat iya kan Vin?" Tanya Karin
"Iyaaa Sya bener seremmm banget dia terbang sambil cekikikan ketawa terus ilang, kapokk ga mau lagi lagi main kaya gituan" Jawab Vina geleng geleng kepala
__ADS_1
"Yahh tapii aku masih penasaran kalian jangan kapok dong, aku kan belum liat apa apa" Kata Marsya sambil merajuk
"Mending kamu minta bantuan aja sama pak Broto Syaa sumpah kita udah kapok serem banget matanya merah rambutnya panjang mukanya ancurrr" Seakan masih ketakutan Vina menceritakannya dengan bergidig
"Udah ah aku cape Sya ngantuk mau tidur" Ucap Vina, Marsya hanya cemberut mendengar perkataan Vina dan masih sangat penasaran
"Tapi aku haus pengen minum anterin dong Vin, Sya aku takut" Rajuk Karin
"Ya ampun gak usah takut Rin kata pak Broto juga berdoa kalo liat penampakan, aku ngantuk" Sahut Marsya sambil membaringkan badannya, Vina pun pura pura ngorok agar Karin tak minta diantar olehnya
Karin pun turun kedapur untuk mengambil minum, sambil celingak celinguk dan melangkah pelan Karin pun jalan menuju dapur
"Aduhhh takut mana gelap lampunya dimatiin" Oceh Karin lalu Karin menoleh kebelakang matanya menoleh kiri dan kanan
"Huhhh gak ada apa apaa.. gak ada" Karin mengelus dada terus mengoceh sendirian, lalu lari menuju dispenser air buru buru menuangkan air kedalam gelas
" Ya allohhh... ya alloohhh takutt astagfirullohhh ya allohhh ya Rohmannn ya Rohiimmm" Ucap Karin memejamkan matanya, baru saja Karin menengguk air nya saat membuka sekilas ia melihat di pantulan cermin ada penampakan kuntilanak lalu menghilang
"Karinn ada apa?" Tiba tiba Vina dan Marsya turun karena mendengar Karin berteriak dan mendengar suara ada yang pecah, namun mereka tak menemukan Karin dimana mana
"Kariinnn kamu dimana Rin?" Tanya Marsya dan Vina panik karena Karin tidak afa didapur, seketika ada suara menangis di kolong meja makan, langsung saja Marsya dan Karin menengok kebawah meja
"Ya ampuunn Karin kamu kenapa? Ngapain dikolong meja?" Tanya Marsya
"Huhuhuuu adaa kunti Syaaa aku takut" Karin memeluk Marsya
"Serius kamu Rin?" Tanya Vina
Lalu Marsya dan Vina membawa Karin kekamar atas dan menenangkannya hingga mereka tertidur pulas karena memang mereka belum tidur sama sekali malam itu
Ditempat lain
__ADS_1
Pak Broto cemas dengan makhluk yang ada di rumah angker itu sekarang mulai kembali bergentayangan dan akan mengganggu warga sekitar lagi. Seperti sebelum sebelumnya, kuntilanak itu gentayangan menampakan diri dimana mana menakuti warga kampung Cimalaka
"Pakk.. sepertinya kita harus melakukan ritual lagi supaya kunti itu masuk sumur dan nda bisa keluar menghantui warga sini" Ujar istri pak Broto
"Nggeh bu kalau tidak nyi kunti itu bisa mengganggu warga sekitar lagi" Sahut pak Broto
"Padahal kemarin kita sudah tenang" Lanjutnya
Beberapa jam kemudian
Saat diperjalanan bunyi telepon milik Marsya berdering, orangtuanya terus menelepon namun Marsya tak menghiraukannya, ia masih sangat kesal dan akan menyelesaikan apa yang menurutnya lebih penting. Ia terus menyetir mobil menuju kampung Cimalaka untuk bertemu pak Broto, Vina dan Karin yang heran pada Marsya mengapa ia tak mau mengangkat telepon dari orangtuanya padahal ia belum pulang sehari semalaman, sudah jelas orangtuanya pasti khawatir.
"Syaa.. kok ga diangkat?" Tanya Karin
"Gak apa apa udahh santai" Jawab Marsya
Saat sampai dikampung Cimalaka, mereka langsung turun dan bergegas menuju rumah pak Broto. Seperti biasa mereka disuguhkan minum oleh istri pak Broto. Marsya menceritakan apa yang dialami oleh Karin, namun ia juga bertanya kenapa dirinya tidak mengalami apa yang teman temannya alami. Pak Broto langsung mengatakan betapa bahayanya kuntilanak ini dan menceritakan mengapa ia meninggal.
Namanya Sumarni akrab disapa Marni, beberapa puluh tahun silam ia adalah bunga desa Cimalaka, ia sangat cantik anggun dan pendiam namun ramah tamah. Marni turunan orang berada namun pacaran dengan orang biasa, bahkan bisa dibilang kurang mampu. Orangtua Marni tak menyetujui hubungan anaknya dengan laki laki yang hanya tukang cangkul disawah, merekapun menjodohkan Marni dengan laki laki pilihannya. Tak terima dengan ini semua Tejo, kekasih Marni murka dan memperkosa Marni bersama 6 temannya hingga akhirnya Marni hamil.
Orangtua Marni sangat marah dan malu lalu mengusir Marni dari rumah, Marni sangat prustasi dan memutuskan bunuh diri dengan gantung diri dalam keadaan sedang hamil di pohon beringin itu. Rumah kosong itu adalah tempat tinggal kedua orangtua Marni, sampai sekarang tak ada yang berani menempati rumah itu karena selalu dihantui oleh Marni, Hantu Marni ini sangat dendam pada siapapun. Sungguh sangat tragis mendengar cerita Marni ini sampai sampai bulu kuduk Marsya berdiri dan gidik.
"Jadi yang menghantui Karin dirumah Vina juga Marni pak?" Tanya Marsya
"Iyaa betul" Jawab pak Broto
"Kalian manggil hantu dengan main jelangkung ditempat itu, tapi pas dihantui kok kalian malah pada ketakutan? kok iso?" Lanjutnya
"Pak saya sudah gak mau diganggu lagi pak saya takut" Ujar Karin
"Tapi saya belum melihat apa apa pak, jujur saya sangat penasaran dan ingin bisa berkomunikasi dengan makhluk halus itu" Ujar Marsya
__ADS_1