
Namun Marsya meninggalkan orang tuanya dengan kesal dan cemberut
"Syaaaa.. kamu mau kemana?? Marsya dengerin dulu mama sama papa bicara. Marsyaa huuhh ya ampunn anak itu keras kepala" Ucap sang mama.
"Tuh liat anaknya jadi begitu kan? gara gara mama sering manjain dia jadi dia keras kepala seperti itu" Sahut papa Marsya
"Apaan sih pa? Papa kok nyalahin mama? Euuhhh.. udah lah mama capek" Lalu sang mama pun ikut ikut meninggalkan suaminya
Dikamar Marsya
"Apaan sih mama sama papa nyuruh aku buat berhenti ngelakuin apa yang aku suka? Egois! Mereka saja gak perduli sama aku. Kerja, kerja, kerja tanpa mikirin perasaan aku ninggalin aku sendirian dirumah gak pernah ada waktu buat aku juga" Marsya pun ngoceh sambil menangis sampai tertidur pulas
Beberapa hari berlalu
Malam Jumat Kliwon telah tiba saatnya Marsya dan sahabat sahabatnya melakukan ritual yang telah direncanakan beberapa hari lalu. Malam mulai gelap dan entah mengapa dari tadi pagi matahari tidak muncul mendung seakan akan mau turun hujan
(Tuutt.. tuutt) dering Telepon
" Hallo Vin kamu dimana? Aku jemput ya kita prepare buat nanti malem" Tanya Marsya
"Di rumah Sya, iya iyaa aku udah siap kok" Jawab Vina pada sambungan teleponnya
Setibanya disana, terlihat Vina sedang menunggu kedatangan Marsya dan buru buru masuk kedalam mobil Marsya
"Gimana Sya apa aja yang harus di bawa?"
"Jelangkung, senter, lilin, korek, bunga 7 rupa, tikar. Baru tikar, senter sama jelangkung aja yang udah dibawa ehh lilin korek udah juga sih tinggal bunganya." Jawab Marsya
"Ettt si Karin juga bawa Sya jangan lupa hahaha" Ejek Vina
"Oohh iyaa ya hayuu jemput si mata duitan itu" Ujar Marsya
Setelah menjemput Karin mereka langsung meluncur untuk membeli bunga di dekat pemakaman terdekat, hujan mulai rintik rintik tetapi hujan tak mematahkan semangat mereka, tak lupa mereka mencari rumah rumah kosong yang terbengkalai dan sudah ditinggal pemilik rumah beberapa tahun silam
"Kita sudah sampai dan akan melakukan ritual disini" Ujar Marsya
"Wawww angker ya kelihatannya" Sahut Karin
"Namanya juga mau manggil setan Rin, kalau mau manggil om om kaya raya di club sana banyak" celetuk Vina
"Udahh.. udahh ayoo kita siapkan semuanya" Ajak Marsya
Karena waktu sudah malam mereka bertiga pun sesegera mungkin menyiapkan semuanya. Menggelar tikar, menabur bunga 7 rupa, menyalakan lilin dan yang paling penting adalah jelangkungnya kemudian mereka pun duduk melingkar. Hujan semakin deras kilat dan petir saling menyambar membuat suasana semakin menegangkan.
"Emmm kalian sudah siap semuanya? Kalau sudah siap ayo kita mulai main jelangkungnya" Ujar Marsya
__ADS_1
Diberdirikannya jelangkung tersebut lalu mereka memulai pemanggilan arwah dengan mantra yang mereka yakini akan mendatangkan makhluk halus
"Jelangkung.. jelangkung disini ada pesta kecil kecilan, datang tak dijemput pulang tak diantar" Mereka mengulangi mantra tersebut sebanyak 3x, setelah menunggu beberapa menit tidak terjadi apa apa. Marsya pun mengulang kembali mantranya sebanyak 3x lagi, namun lagi lagi tak ada hasil.
"Hemmm tetep gak ada hasil.."
Saat Marsya mengeluh tak ada hasil tiba tiba di ruang yang gelap terdengar suara (Klotrak..) lumayan keras hingga membuat mereka bertiga terkejut.
"Hahhh su..suara apa itu kalian denger kan??" Ujar Marsya kaget
"Iihhh aku takut Syaa.." Sahut Karin
"Ayoo kita cek, kayanya diujung sana bawa senternya"
Dengan penerangan seadanya mereka pun melirik ke ruangan yang gelap dan menghampiri asal suara berbunyi, suara hujan yang begitu deras membuat suasana semakin menyeramkan. Semakin mendekat suara dari dalam ruangan semakin keras dan jelas
"Siapa disana..?" Tanya Marsya pelan
Pintu ruangan tersebut sedikit tertutup ketika Marsya membuka pintunya pelan tiba tiba ada sesuatu yang loncat
"Meeyyaww" tiba tiba kucing berwarna hitam pekat melompat kearah Marsya dan sahabat sahabatnya seakan kaget sampai mereka bertiga terperanjat
"Aaaaaa astagaa.." Teriak Marsya dan Vina
"Kupikirr setannnnnn jantungku hampir copott ya ampunn" Teriak Vina
"Huhh.." lirih Marsya memegang dada
"Ya sudahh kita balik lagi ketempat tadi yuk, kita harus fokus!" Ajak Marsya
Hujan petir beserta kilatnya masih belum reda, kian malam suasana disana kian terasa semakin dingin, saat Marsya melamun dan menengadahkan wajahnya kelangit langit rumah tiba tiba ia teringat lagu lingsir wengi
"Ahhh aku punya ide" Seru Marsya mengacungkan telunjuknya
"Ide apa Sya? Duhh dingin banget ya hujan malah semakin deras" Ujar Vina seraya menggosok lengan bagian atasnya karena kedinginan
"Lingsir wengi, aku mau nyanyiin lingsir wengi" Jawab Marsya
"Kamu yakin Sya? Kamu hafal lagunya?" Tanya Karin penasaran
"Hafal kok.. aku mulai nyanyiin lagu lingsir wenginya ya" Ujar Marsya
"Aduhhh kok bulu kudukku merinding ya" celetuk Karin seraya memegang pundaknya
"Kan belum mulai Rin nyanyinya.." Sahut Marsya
__ADS_1
"Aku mulai ya..
**Lingsir wengi sliramu tumeking sirno
Ojo tangi nggonmu guling
Awas jo ngetoro
Aku lagi bang wingo wingo
Jin setan kang tak utusi
Dadyo sebarang
Wojo lelayu sebet** "
(Duarrrr) Setelahh Marsya selesai menyanyikan lagu tersebut petir dan kilat seakan akan marah dan mengeluarkan suara yang begitu kencang, sehingga membuat Vina dan Karin kaget sampai sampai mereka berteriak dan berpelukan. Namun ada yang aneh dengan Marsya, Marsya terdiam menunduk dan matanya terpejam.
"Syaa.." Panggil sahabatnya, Karin. Marsya tak menjawab masih terdiam dan menunduk, Vina dan Karin pun saling memandang seakan ketakutan.
"Marsyaa.." Panggil Vina sekali lagi memastikan Marsya baik baik saja, lagi lagi Marsya tak menjawab.
Marsya yang terdiam menunduk dan memejamkan mata tiba tiba tertawa seperti kuntilanak, sangat jelas sangat kencang dan sangat menyeramkan.
"Hihihihiiiiii... hihihiii"
"Rinn.. Marsya Rin" Ucap Vina memegang tangan Karin ketakutan
"Kamu kenapa Syaa..?? Marsyaa sadarr" Lanjut Vina mencoba menyadarkan Marsya namun Marsya masih saja cekikikan
"Marsyaa ke..kesurupan Vin??" Tanya Karin gemetar
"ii.. i iyaa kali Rinn.. gimana ini Rin? aduhhh" Jawab Vina cemas, suasana kian mencekam hujan pun semakin deras Marsya terus saja tertawa dengan mata terpejam.
Saat Vina dan Karin cemas memikirkan bagaimana cara menyadarkan Marsya, tiba tiba Marsya tergeletak pingsan tak sadarkan diri. Karin dan Vina semakin cemas apa yang harus mereka lakukan ditengah malam seperti ini
"Marsyaaa.." Teriak Vina melihat Marsya tergeletak dan menghampirinya
"Marsya sadar Syaaa kamu kenapa?" Lanjutnya tapi Marsya tetap tidak sadar
"Ya ampuunn Marsyaa..sadar Syaa kalau terjadi apa apa sama Marsya gimana Vin? Kita harus minta bantuan sama warga sekitar, ayoo Vin" Ajak Karin cemas
"Rin masa kita ninggalin Marsya sendirian disini kalau dia kenapa kenapa gimana?" Sahut Vina
"Teruss gimanaa masa aku sendirian cari bantuan ditengah malam kaya begini? Disini sepi Vin ga ada orang, kita masukin Marsya ke mobil aja dulu selama kita cari bantuan terus kunci mobilnya, takut takut Marsya kesurupan lagi terus kabur" Ujar Karin disaat genting seperti ini Karin seakan akan menjadi orang paling pintar
"Pinter juga kamu Rin.. Ayoo kita masukin Marsya ke mobil dulu" ajak Vina
__ADS_1
Makasiii untuk kalian yang masih setia membaca😊.. mohon maaf kalo ada salah salah kata