Main Dukun

Main Dukun
Eps. 10


__ADS_3

"Nggak.. nggak, bu mas.. ga mungkin kemaren kita bertemu dengan beliau lhoo empat hari yang lalu, jadi gak mungkin kalau mereka sudah meninggal dua puluh tahun yang lalu, pak Broto dan bu Suti kayanya mereka manusia bukan setan"


Seakan tak percaya Vina menjelaskan dengan panjang lebar pada bu Wiratno dan Ridwan dengan hati yang penuh kebingungan dan keanehan, bu Wiratni menatap Vina dengan wajah datarnya sekian detik


"Coba jelaskan apa yang kalian lakukan di disini sebelum bertemu dengan Broto?" Masih dengan tatapan yang sama Wiratni menunggu jawaban dari mereka bertiga


"Maafkan kami bu.. kamiiii melakukan ritual pemanggilan arwah dengan media jelangkung dirumah kosong yang dekat dengan pohon beringin" Jelas Marsya


Marsya menjelaskan apa yang terjadi disana sehingga teman temannya bertemu dengan pak Broto, bahkan pak Broto sempat membuka mata batin Marsya. Jika dia hantu yang bergentayangan lalu tujuan beliau apa membuka mata batin Marsya? Lalu bu Wiratni menjawab semua teka teki yang ada dipikiran Marsya serta sahabat sahabatnya.


Pak Broto ternyata seorang dukun sakti terkenal, banyak orang orang datang untuk berobat dengan penyakit aneh aneh yang tidak terbaca oleh medis, bukan itu saja memasang susuk, memelet lawan jenis, penarik rezeki, bahkan santet pun serta jika ada yang ingin kaya raya dengan memuja siluman ia bisa kabulkan. hebat bukan?


Seketika Marsya berfikir mengapa pak Broto melakukan ini semua? Padahal beliau sudah meninggal dan jawabannya adalah arwah pak Broto belum bisa diterima oleh bumi karena ilmunya, ia akan tenang jika ilmunya hilang dengan cara diturunkan kepada seseorang.


Deggg..


Tiba tiba Marsya lemas dan menyenderkan tubuhnya ke punggung kursi "Jadi pak Broto ingin menurunkan ilmunya sama saya?" Kata Marsya


"Lalu jika pak Broto memang sudah tiada, mengapa ia bisa meninggal diusia yang terbilang masih muda?" Tanya Vina mengkerutkan dahi


"Broto dan Suti tidak takut siapapun, semua tamu ia layani dengan baik sebagai gantinya ia di bayar dengan upah yang tinggi. Banyak para tamu yang datang karena merasa tersaingi atau ingin balas dendam dengan menyantetnya, dan saat itu banyak korban yang meninggal" Bu Wiratni berhenti sejenak menghembuskan nafas dalam dalam mengingat masalalu desanya yang kelam


"Ada pula yang menjadi siluman **** ngepet tuyul kera dan masih banyak.. **** ngepet yang sedang mencuri uang terpergok oleh warga ia babak belur saat di tanya siapa tuan dan gurunya ia menjawab Broto. Saat itu lah ia dihakimi warga ia digantung dan tewas seketika, Suti yang mendengar suaminya tewas dihakimi warga dengan cara digantung pun sangat shok dan depresi hingga akhirnya ia memutuskan untuk bunuh diri..." Lanjutnya


Semua orang hening mendengar cerita bu Wiratni yang begitu tragis


"Lalu bagaimana ibu tau bahwa arwah pak Broto tidak diterima oleh bumi?" Ujar Marsya


"Semua orang didesa ini pernah didatangi oleh arwah Broto dan meminta tolong agar ilmunya dikeluarkan, Siapa disini yang dibukakan mata batinnya oleh Broto?" Tanya bu Wiratni

__ADS_1


"Saya" Sahut Marsya menunjuk dirinya sendiri


"Masih untung kamu tidak bertemu dengan Broto, jika kamu bertemu dengannya kamu akan mati suri.."


"Tapi... mata batinmu itu tidak bisa ditutup kembali. Seudah sore lebih baik kalian pulang" Kata bu Wiratni yang kemudian ia berdiri dan berjalan masuk kedalam rumahnya


"Lalu bagaimana dengan cerita dirumah kosong yang dekat dengan pohon beringin itu??" Cegat Marsya berdiri dan mengajukan pertanyaan


"Sumarni" Lanjutnya


Seketika bu Wiratni menoleh kearah Marsya dan menengadahkan wajahnya keatas sambil menghela nafas


"Sumarni tewas akibat disantet oleh Broto" Sahut bu Wiratni seraya melanjutkan langkahnya kedalam rumah


"Ta..tapi bu kata pak Broto...." Ucap Marsya mencoba mengejar bu Wiratni, tapi bu Wiratni tidak menggubris ucapan Marsya ia masuk kedalam rumahnya dan menutup pintu rapat rapat.


Ridwan menghampiri Marsya menyuruhnya tenang dan duduk, sementara Vina dan Karin masih mematung kebingungan dengan kejadian ini. Mereka masih tidak percaya bahwa pak Broto dan bu Suti sudah tiada bahkan mata batin sahabatnya Marsya tidak bisa ditutup lagi.


"Sudahhh.. kalian tenang dulu atuh ya.. maafkan nenek saya yang memang sikapnya agak tegas dan tertutup. emm Marsya mungkin untuk saat ini kemampuan indera ke enamnya harus dikuasai terlebih dahulu kalau misalnya melihat hantu tenangkan dulu pikirannya coba komunikasi anggap semua ini kelebihan yang harus kamu miliki, insya alloh saya bantu cari orang pintar yang bisa bantuin kalian" Ujar Ridwan dengan tersenyum manis


"Sok atuh punten nya, lebih baik kalian pulang saja ini sudah sore ga baik" Lanjutnya


Masya menghela nafas seraya memejamkan matanya, Karin mengajak Vina dan Marsya untuk bergegas pulang. Mereka pun berencana menginap dirumah Marsya karena Marsya hanya sendirian dirumah.


Ketiga gadis ini pamit kepada Ridwan tak lupa mengucapkan terima kasih dan menitipkan salam untuk neneknya Ridwan


Didalam mobil mereka hening melamun dan mematung tak ada obrolan sepatah katapun semua ini aneh dan terasa mimpi. Dalam kasus ini Marsya yang sangat ketakutan mata batinnya tidak bisa di tutup kembali, ia akan melihat hal aneh apalagi setelah ini "Argghhh bodoh" teriak Marsya menyesali semua perbuatan yang ia lakukan bersama sahabat sahabatnya. Rasa penasaran yang dulu menggebu gebu kini menjadi mala petaka bagi mereka bertiga


"Pokoknya kita harus cari orang pintar buat nutup mata batin Marsya" Ujar Karin

__ADS_1


"Iya Rin bener.. ya tuhannn apa yang udah kita lakuin coba semua malah menjadi mala petaka" Sahut Marsya


"Ambil hikmahnya ambil positifnya.. kalau ada setan coba kamu komunikasi ya Sya" Kata Vina


Reflex Marsya menoleh dan mengkerutkan dahinya, berfikir Vina ini aneh bahkan rasa takut itu terlalu besar untuk Marsya.


"Boro boro komunikasi liat setan aja aku kabur" Sahut Marsya


"Dicoba Sya.. kita temenin"


"Aku belum bisa kuasain semuanya" Jawab Marsya


Mobil Marsya meluncur dengan cepat, Marsya takut tersesat lagi seperti saat ia berangkat. Tapi tiba tiba ia mengerem mobilnya mendadaj dan menoleh kanan kiri


"Ada apa Sya?" Tanya Karin


"Denger gak sih ada yang manggilin namaku? Makanya aku berhenti, jelas banget"


"Dihh tuli gak ada orang, gak ada yang manggilin" Sahut Vina


"Kalian yang budeg.. kan kalian yang gak denger jelas banget lhoo suaranya gak asing"


"Udahh ayo jalan..!" Seru Vina


Dengan terpaksa Marsya menjalankan mobilnya padahal ia masih penasaran siapa yang memanggilnya begitu jelas. Ia menjalankan mobilnya dengan kepala yang masih tengok kanan dan kekiri siapa tau memang Vina dan karin yang tuli, tapi memang tidak ada orang padahal kepala Marsya sudah mendongak keluar jendela mobil


"Ahh mungkin aku memang salah dengar" Ujar Marsya dalam hati


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2