
"Aku ga boleh egois.. aku harus memutup kembali mata batinku, semua rasa penasaran aku sudah terbayar dan ternyata begini hasilnya temen temen aku ketakutan juga. Aku ga boleh menyerah ini udah setengah jalan aku harus ke kampung Cimalaka untuk menemui pak Broto dan menutup semua hal hal tentang makhluk halus" Gumam Marsya dalam hati, bersiap untuk menginjak gas
"Huftttt..." Marsya menghela nafas panjang sebagai tanda persiapan diri.
Tekad Marsya kuat untuk melanjutkan perjalanannya menuju rumah Pak Broto meskipun teman temannya merengek minta pulang. Sebelum menginjak gas Marsya melirik kedua sahabatnya masih meringis ketakutan apalagi Vina sampai menutup kedua wajahnya dengan tangan dan gemetar.
"Udahh kalian tenang ya..mungkin aja itu orang yang berbeda" Ujar Marsya
"Ngga Sya.. itu jelas jelas orang yang sama kamu liat baju, rambut, semua sama" Ujar Vina menunjuk nenek tua itu
"Kalian lupaa usaha kita selama ini? Usaha kita melakukan ritual ritual pemanggilan arwah, nahh sekarang hantunya udah keliatan kenapa kalian
takut kaya gini?" Kata Marsya, padahal dalam hatinya ia pun ketakutan namun tak ingin terlihat oleh teman temannya
"Ayoo sekarang kita lanjut kerumah pak Broto ya.. kita hapus memory memory tentang makhluk halus, kalian jangan liat nenek tua itu kalau kalian takut! Baca doa mudah mudahan kali ini kita sampai" Lanjutnya
Kali ini Marsya menginjak gas nya dengan ucapan basmallah, mata Vina tetap saja melirik nenek tua itu walapun dia ketakutan nenek tua itu menatap Vina dengan tajam seperti orang yang sangat dendam langsung saja Vina memejamkan matanya lagi.
Perasaan lega menyertai hati Marsya dan kedua sahabatnya, ya.. akhirnya mereka sampai dikampung Cimalaka, cepat cepat mereka turun dari mobilnya menuju rumah pak Broto. Ada yang aneh, setelah sampai dirumah pak Broto rumahnya nampak usang kotor banyak rumput liar seperti rumah yang sudah lama tak dihuni oleh manusia padahal hanya selang 4 hari mereka tidak kerumah pak Broto sangat tidak mungkin rumput liar tumbuh secepat ini.
"Hahh kenapa rumahnya kaya rumah kosong?" Gumam Marsya dalam hati
"Syaa kok rumah pak Broto kaya rumah kosong? Kemaren kita kesini rumahnya rapi bersih kok tiba tiba angker begini ya" Ujar Vina
"Iya Sya anehh sih ini" Sahut Karin
Marsya hanya diam dan berfikir bagaimana bisa rumah pak Broto jadi seperti ini, hati Marsya penasaran dan memutuskan untuk memanggil pak Broto
(Tokk.. tokk..tokk) ketuk pintu
"Permisiiii..." Teriak Marsya, banyak debu dimana mana Marsya, Vina dan Karin hanya bisa menggibas gibaskan tangan dan menutup hidungnya karena memang sangat kotor
"Permisii pakkk.. buuuuk..." Teriak Karin sekali lagi tapi tak ada jawaban meskipun Marsya dan teman teman sudah berteriak berulang kali
Tiba tiba ada seorang pemuda tampan menghampiri mereka dengan heran
__ADS_1
(Ridwan Khaizan Abrar)
"Maaf teh, kalian sedang apa disini? Mencari siapa?" Tanya lelaki itu dengan logat khas sunda
"Maaf a kita sedang mencari pak Broto dan ibu Suti tapii kayanya mereka gak ada, rumahnya kosong lagi, aa tau mereka kemana?" Sahut Marsya
"Pak Broto? Bu Suti teh siapa ya da saya mah baru denger? Coba kalian pastikan dulu namanya, soalnya saya baru denger nama Broto dan Suti" Tanya lelaki itu sekali lagi
Keanehan mulai bermunculan dibenak Marsya dan sahabat sahabatnya mereka termenung sejenak dan menggaruk garuk kepala yang tidak gatal, memutar mutar bola matanya seakan bertanya tanya
"Gak mungkin aku salah tempat jelas jelas mereka tinggal disini" Ujar Marsya dalam hati
"Ini kampung Cimalaka kan mas?" Tanya Vina
"Iya betul" Jawabny singkat
"Tapi saya tidak pernah dengar yang namanya Broto dan Suti" Lanjutnya
Semakin aneh ketika lelaki itu memanggil temannya dan bertanya nama Suti dan Broto tetapi temannya itu juga tidak mengenali nama tersebut dan tidak pernah mendengar nama Suti dan Broto, lelaki itupun menyarankan Marsya, Vina dan Karin kerumahnya terlebih dahulu untuk menemui neneknya siapa tau nenek dari lelaki itu mengenal nama yang mereka cari.
"Iya a makasih saya Marsya"
"Vina"
"Karin"
"Ya sudahh kaliann santai aja anggap rumah sendiri" Ucap Ridwan tersenyum
Tiga gelas minum disuguhkannya oleh perempuan setengah baya yang sepertinya asisten rumahnya Ridwan
"Silahkan diminum non" Ujar wanita paruh baya itu lalu pergi
"Terima kasih bu.." Sahut mereka bertiga membalas senyuman
__ADS_1
Mata Marsya tak henti hentinya melirik kanan kiri seolah bingung dengan kejadian ini "Kemana pak Broto dan bu Suti kenapa rumah mereka jadi aneh?" Pertanyaan pertanyaan itu muncul dibenak Marsya
Kemudian datanglah seorang wanita paruh baya memekai kebaya dengan elegan, wanita itu duduk bergabung dengan Marsya dan kawan kawan. Ia menatap kedepan dengan menjaga image nya lalu memutar kepala beserta matanya menatap kearah Marsya.
"Maaf.. kalian siapa? Kenapa mencari Broto dan Suti??" Tanya wanita itu menatap tajam
"Emmm iya bu kita ada keperluan sama pak Broto dan bu Suti" Sahut Marsya
"Saya Wiratni dan mereka teman saya" Jawabnya singkat
"Ohhh iya bu.. maaf kalau boleh tau pak Broto kemana ya? Kok rumahnya jadii seperti itu" Ujar Marsya
"Mereka sudah meninggal 20 tahun yang lalu"
Degggg...
Bagai disambar petir disiang hari mata Marsya terbelalak Vina dan Karin pun sangat terkejut mendengar pernyataan bu Wiratni, 4 hari yang lalu mereka bertemu dengan pak Broto dan bu Suti bagaimana bisa kalau mereka ternyata sudah tiada 20 tahun yang lalu.
"Gak mungkin" Ujar Marsya
"Syaaa...." Ujar Vina merengek
"Bu.. kami bertiga bertemu mereka 4 hari yang lalu bagaimana bisa mereka sudah tiada, apa mungkin pak Broto yang ibu maksud itu berbeda dengan orang yang kita cari?" Tanya Marsya bingung
Bu Wiratni terdiam tidak menjawab pertanyaan Marsya, lalu masuk kedalam rumahnya beberapa saat dan keluar dengan membawa sebuah foto lalu ditunjukannya kepada Marsya, Vina dan Karin.
"Ini yang kalian cari kan?" Tanyanya singkat
"Ta..tapi bagaimana bisa bu? Ya aampun jadi siapa orang yang kita temuin kemaren? Bahkan sampai dua kali" Ucap Karin bertanya tanya
"Bu... baru saja 4 hari yang lalu kita bertemu dengan beliau, lalu siapa yang kita temui itu?" Tanya Marsya, Vina hanya terdiam mematung
"Desa ini terkenal angker dan tidak boleh sembarangan" Tiba tiba Ridwan keluar dari dalam rumah dan duduk disebelah neneknya
"Mungkin kalian melakukan kesalahan besar ditempat ini" Lanjutnya
__ADS_1
"Cucu saya benar, apa yang kalian lakukan didesa kami sehingga membuat arwah arwah disini bangkit seperti ini?" Tanya bu Wiratni dengan mengkerutkan dahinya
Bersambung~