Mainan Tuan Dimitri

Mainan Tuan Dimitri
S2 - Darahmu Menggodaku


__ADS_3

“Kamu kedinginan?”


“Tentu saja aku kedinginan sampai menggigil karena aku harus terjebak dalam badai di tenda kecil ini bersama seorang vampir.”


Ansel tidak tahu kenapa dia bertahan di dalam tenda ini bersama Kiara. Dia bisa saja keluar dari sini. Kehadirannya hanya membuat Kiara semakin kedinginan.


Namun Ansel merasa tertantang dengan bau darah budak itu. Dia ingin melihat berapa lama dia bisa bertahan.


Bau darah Kiara sungguh unik dan berbeda dengan bau darah manusia lainnya, terutama wanita.


Ansel berpikir mungkin ini karena dirinya sedang kesal. Sudah empat hari berlalu sejak terakhir kali dia berburu. Gigi taringnya sudah semakin panjang karena haus. Bau darah Kiara memenuhi seluruh tenda ini.


“Kamu belum menjawab pertanyaanku tentang hal yang membuatmu menjadi budak.”


Dengan nada sesekali bergetar, Kiara menjelaskan, “Aku adalah putri dari seorang tukang kebun di kediaman keluarga bangsawan. Tuan Milford menaruh hati padaku dan gelagatnya mulai terendus oleh istrinya. Nyonya Milford akhirnya mengusirku dan menjualku pada agen budak.”


Kiara hanya menatap ke bawah, bulu matanya yang panjang seakan menghalangi Ansel untuk melihat kebenaran dari penjelasannya itu.


Ansel dapat merasakan bahwa wanita itu sedang berbohong.

__ADS_1


“Kamu dari kerajaan mana? Azov? Rudolmuv?”


“Sheadore…”


Ansel memiringkan kepalanya ke samping. “Kerajaan itu cukup jauh dari sini. Berminggu-minggu jaraknya dengan berlayar.”


“Ya, satu bulan satu minggu kalau tidak terjadi kerusakan pada kapal dan berlayar lancar. Kapan badai ini berhenti?! Aku bisa mati kedinginan!” rutuk Kiara.


“Aku bisa menghangatkan tubuhmu.”


“Jangan bercanda. Kamu itu vampir dan tubuhmu sedingin es di kutub utara. Mana mungkin kamu bisa menghangatkanku.”


Kiara berteriak dan segera menjauh. “Dasar setan! Jangan dekati aku!” Badannya semakin bergetar hebat.


“Aku bukan setan. Aku hanya ingin menolongmu. Kamu bisa mati kedinginan.”


“K-kamu mau apa?!”


“Ketika vampir menghi*sap darah manusia, tubuh manusia akan memanas. Lagipula aku juga sudah sangat lapar… Jadi sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui.”

__ADS_1


Kiara menutup lehernya dengan telapak tangannya sendiri. “Kamu mau menghi*sap darahku?! Tapi kamu bilang, kamu tidak minum darah manusia!”


Wajah Ansel semakin mendekat. “Aku memang belum pernah minum darah manusia. Tapi darahmu menggodaku.”


Wajah Kiara memanas tapi dia tidak akan tergoda dengan wajah tampan dan rayuan manis setan ini!


Kiara dengan cepat merangkak ke pintu tenda untuk melarikan diri. Namun sebelum dia sempat membukanya, Ansel sudah menahan gadis itu.


Dia menjatuhkan tubuh Kiara ke atas lantai dan mengungkungnya. “Peraturan pertama jika berhadapan dengan predator. Jangan membalikkan punggungmu, jangan lari.”


Ansel menurunkan kepalanya dan membenamkan gigi taringnya ke kolom leher wanita yang meronta-ronta di bawahnya.


Tubuh Kiara serasa terbakar. Api yang menjalar di seluruh tubuhnya meredam rasa dingin menusuk tadi. Lalu ada sesuatu yang aneh terjadi dalam dirinya.


Kiara tidak lagi meronta. Dia mengerang dan tanpa sadar mengangkat pinggulnya ke atas. Suara Ansel menghi*sap darahnya semakin membangkitkan gairah Kiara.


Ini salah! Sangat salah! Kenapa aku menikmatinya? Tapi tubuhku tidak bisa menuruti perintah otakku! Aku ingin lebih…


Ansel mengangkat kepalanya dengan bibir masih bersimbah darah. “Mulai sekarang, kamu makananku.”

__ADS_1


__ADS_2