
1 Tahun Kemudian…
...[Perbatasan Utara Kerajaan Rudolmuv]...
Suara terompet perak membahana di dataran hijau yang luas, membuat 100 prajurit Raja Rudolmuv bergegas memakai atribut mereka dan menaiki kuda, membentuk barisan horizontal dengan sistematis.
Komandan perang mereka, Jenderal Dimitri, duduk di atas kuda hitamnya menatap gerombolan pasukan yang kian mendekat.
“Aku penasaran bagaimana tampak komandan perang Raja Azov yang terkenal selalu menang dalam peperangan,” ucap Raja Rudolmuv yang berada di sampingnya.
Geoffrey, perwira menengah yang turut ikut menemani rajanya berkata dengan nada mencemooh, “Pasti hanya berita yang dilebih-lebihkan untuk membuat komandan mereka terlihat sangar dari yang sebenarnya.”
“Tapi selama dua tahun mereka berperang dengan Navarre, Azov selalu menang.”
Raja Rudolmuv semakin penasaran sosok yang ada dibalik baju zirah itu. Tidak ada yang tau siapa dan bagaimana tampang komandan perang Raja Azov.
Pertemuan dua kerajaan digelar untuk membicarakan perihal ancaman Kerajaan Navarre yang semakin menjadi-jadi.
Bendera hijau gelap dengan lambang tanduk rusa milik Kerajaan Azov diterpa oleh angin kencang.
“Raja Azov telah tiba!”
Kedua kerajaan itu saling berhadapan dengan bala tentara mereka masing-masing. Bendera merah dengan lambang kepala serigala menghadap utara.
Dimitri melajukan Onxy dengan derap kaki perlahan maju, begitu pula dengan komandan perang Kerajaan Azov. Ini dilakukan sesuai dengan tata cara yang telah ditetapkan karena pertemuan dua kerajaan ini bukan untuk berperang.
Mata Dimitri tidak lepas dari pria berbaju zirah itu. Dia mendapat nama panggilan God of Death karena kebrutalannya membunuh di medan perang. Tidak ada yang pernah selamat dari tebasan pedangnya.
God of Death, huh? Ternyata dia memiliki tubuh yang kecil.
Di seberang sana, Chloe menatap pria dengan atribut dari atas ke bawah semuanya berwarna hitam. Dia tidak memakai baju zirah. Rambut hitamnya tertiup angin saat dia melajukan kudanya pelan, mata hitamnya yang menusuk tidak lepas dari Chloe membuat dia sedikit jengkel.
The Destroyer.
Chloe tau sedikit tentang pria bertubuh tinggi dan tegap ini. Prajurit yang tidak pernah kalah saat bertempur dan selalu berada di barisan depan. Menolak untuk diangkat sebagai komandan perang sampai 2 tahun yang lalu akhirnya dia dinobatkan.
Sang penghancur namanya? Aku ingin lihat apa kamu bisa mengalahkanku.
Mereka bertemu di tengah namun tidak berhenti. Sebelum ‘sang penghancur’ itu melewatinya, Chloe menangkap satu senyuman tipis darinya yang membuat hati Chloe panas.
Berani-beraninya dia memandangku sebelah mata!
Chloe ingin membalikkan Stormy dan memberi pria itu pelajaran yang tidak bisa dia lupakan untuk selamanya. Namun dia mengurungkan niatnya.
Dia sampai di hadapan Raja Rudolmuv, begitu pula dengan Dimitri. Mereka sama-sama memberi hormat pada raja lalu berbalik kembali.
“Sungguh tidak sopan, memberi hormat tanpa membuka helmet zirahnya. Yang begini lolos sebagai komandan perang Raja Azov? Tubuhnya sangat kecil.”
__ADS_1
Angin membawa suara yang berkata pelan itu ke telinga Chloe. Pria yang duduk di samping Raja Rudolmuv yang mengatakan itu. Dari lencana yang tersemat di dada kirinya, dia adalah seorang perwira.
Setelah memberi hormat dan Raja Rudolmuv memberinya satu anggukan, Chloe membalikkan kudanya dan melaju dengan cepat. Begitu pula dengan Dimitri yang sudah selesai memberi hormat pada Raja Azov.
Mereka berdua hampir bertemu di tengah saat Dimitri melihat tangan pria itu menggenggam pegangan pedangnya yang berwarna putih, lalu dia menarik pedang itu dari sabuknya.
CLANG!!
Pedang mereka saling beradu. Dalam jarak yang sangat dekat, Dimitri dapat melihat manik coklat pria itu. Dia sedikit terkejut karena mata pria itu sungguh indah, dengan bulu mata yang lentik.
Namun tak ada emosi yang dapat dibaca oleh Dimitri dari sorot matanya yang tajam.
Mereka saling menahan pedang mereka, mengadu kekuatan. Lalu gesekan pedang itu terdengar saat mereka sama-sama menarik kembali.
Chloe dapat melihat Edric dengan wajah khawatir menghampiri mereka dari kejauhan, memacu kuda itu dengan cepat. Seharusnya ini tidak terjadi!
“Apa maksudmu, dewa kematian?”
Chloe tanpa sadar menelan ludahnya saat mendengar suara bariton pria itu.
“Tanya saja pada perwira rajamu.”
Geoffrey! Dia pasti sudah mengucapkan sesuatu yang menyinggung perasaan komandan perang Raja Azov.
“Maaf, dia memang orang yang blak-blakan.”
“Kamu baik-baik saja?” tanya Edric khawatir dan melirik punggung Dimitri.
Chloe tidak menjawab Edric dan memacu kudanya kembali. Edric hanya bisa menatap kedua insan yang saling membalikkan badan satu sama lain. Seharusnya ini menjadi pertemuan manis Chloe dan Dimitri setelah 2 tahun lebih mereka berpisah.
Dimitri tidak tau kalau Chloe masih hidup dan Chloe tidak tau siapa Dimitri. Edric selama ini masih bungkam meskipun dia sudah sering mengunjungi cucunya.
Dia akan tetap bungkam karena jika Chloe membuka ingatannya kembali, hati anaknya pasti hancur.
Lebih baik mereka bertemu seperti ini. Tidak mengenal satu sama lain.
Tenda besar telah digelar di tengah untuk pertemuan dua kerajaan ini dalam membahas masalah Kerajaan Navarre.
Para prajurit sibuk mendirikan tenda-tenda yang lebih kecil di sekitarnya untuk tempat mereka bermalam, beberapa api unggun kecil sudah dinyalakan untuk memasak makanan.
Raja Azov dan Raja Rudolmuv sedang berembuk di dalam tenda. Mengesampingkan keegoisan mereka karena ancaman yang lebih besar akan melanda.
Ada Dimitri, Edric, Geoffrey, namun tidak ada sang dewa kematian disana.
“Kenapa komandan perangmu tidak ikut berkumpul dengan kita, Azov?” tanya Rudolmuv pada pria berbadan agak gempal itu.
__ADS_1
“Oh, semua masalah politik diserahkan pada duta perdamaianku, Edric.”
Rudolmuv mengangkat satu alisnya, heran dengan kesan misterius sang dewa kematian. Tidak biasanya seorang komandan perang tidak dilibatkan dalam pembicaraan serius.
“Tugasnya adalah membawa kemenangan untukku di medan perang, Rudolmuv. Kembali pada topik kita tentang Navarre.”
Kerajaan Navarre telah membentuk bala tentara vampir secara diam-diam. Sudah ratusan warganya yang diubah menjadi vampir sebagai alat perang.
“Jika ini dibiarkan, tentara kita bisa kalah dengan mereka walaupun kita memiliki jumlah yang lebih banyak,” ucap Edric.
“Bagaimana dengan tanggapan Klan Children of the Night? Apa kalian mendengar kabar tentang mereka?” tanya Geoffrey sambil menyesap anggurnya.
“Tidak. Mereka masih bungkam sampai saat ini.” Edric berdiri dari duduknya, terlalu gelisah untuk duduk.
Dimitri yang sedari tadi berdiri di ujung tenda, berkata, “Karena tidak ada peraturan yang Navarre langgar. Semua vampir yang baru lahir diatur dan tidak membuat onar.”
“Ya, betul. Tidak ada peraturan bahwa kita tidak boleh membentuk bala tentara vampir,” sahut Raja Rudolmuv.
Raja Azov mendengus, “Ini sungguh tidak adil. Apa kita juga harus ikut-ikutan membentuk bala tentara vampir untuk melawan Navarre?”
“Tidak boleh. Salah mengambil satu langkah saja, kerajaan kita bisa musnah. Ingat dengan kejadian 100 tahun lalu yang membuat Kerajaan Baratheon musnah?” tanya Raja Rudolmuv.
Mereka semua mengangguk. Kerajaan Baratheon adalah kerajaan yang telah musnah karena membentuk pasukan vampir dan menyerang negara lain. Mereka tidak memperhitungkan sifat vampir yang tidak suka wilayah mereka terganggu, akhirnya sesama vampir saling membunuh satu sama lain karena kekurangan bahan makanan.
“Navarre benar-benar berani mengambil resiko demi menghancurkan kerajaanku. Kalau sampai dia berhasil, maka kerajaanmu adalah target selanjutnya.”
Rudolmuv menangguk setuju dengan pernyataan Azov. Itu sebabnya dua kerajaan yang secara turun temurun terus berperang, akhirnya duduk di meja yang sama karena jika mereka tidak bersatu dalam menghadapi Navarre, mereka bisa kalah.
“Kapan dia akan menyerang kerajaanmu lagi, Azov?” tanya Rudolmuv.
Navarre tidak menyerah untuk merebut daerah kekuasaan Azov walaupun telah gagal beberapa kali.
“Secepatnya dua minggu lagi. Dari segi jumlah prajurit dan pasokan bahan makanan, kami sudah siap. Namun kalau dia mengerahkan bala tentara vampir…” Azov menggelengkan kepalanya.
“Aku mengerti, Azov. Aku setuju untuk bertemu denganmu karena jika kamu kalah dalam perang ini, maka prajuritmu yang hidup akan diubah menjadi vampir juga. Membuat kekuatannya semakin hebat. Aku tidak mungkin membiarkan ini terjadi.”
Rudolmuv lebih baik membantu Azov sekarang sebelum semuanya terlambat.
“Aku akan meminjamkan 500 orang prajuritku…”
Lalu Rudolmuv melirik orang kepercayaannya, “Dan komandan perangku, Dimitri D’Arcy.”
...----------------...
...Thank you semuanya yang uda setia support...
... ♚ Mainan Tuan Dimitri ♚...
__ADS_1
...Like, Vote, Favorit & Comment kalian sangat berarti 🤗🥺...