
Belum cukup umur baca awalnya saja karena ada penjelasan penting juga disini! 😳😳 Tapi setelah itu SKIPPP
...----------------...
Setelah memastikan seluruh tubuh kecil Dwayne terselimuti, Dimitri keluar dari kamarnya, sengaja tidak menutup penuh pintu itu agar mereka bisa mendengar kalau Dwayne terbangun.
Chloe tidak ada di dalam kamar mereka, namun pintu menuju balkon terbuka dan angin malam yang dingin menerpa masuk. Aroma air laut memenuhi penc*iumannya ketika dia menghampiri Chloe yang sudah mengganti pakaiannya dengan baju tidur, rambutnya dikepang satu.
Dimitri memeluknya dari belakang dan menci*um pelipisnya. “A penny for your thoughts, darling?”
(Arti: Apa yang sedang kamu pikirkan, sayang?)
“Saat aku menatap lautan, rasanya aku pernah berpikir untuk pergi jauh. Kamu janji akan menceritakan semuanya padaku.”
Dimitri mengeratkan pelukannya. “Kamu mau aku mulai menceritakannya dari mana?”
Chloe mengusap punggung tangannya. “Dari awal. Bagaimana kita bisa bertemu?”
“Kamu datang ke Kastil D’Arcy untuk bekerja sebagai pelayan tapi itu hanya samaran. Tujuan utamamu adalah membunuhku.”
Chloe terkekeh. “Oh ya? Sepertinya aku gagal karena kamu ada di sini memelukku.” Chloe mengangkat tangan Dimitri dan menciumnya, “Maafkan aku yang mencoba untuk membunuhmu. Tapi apa alasannya?”
Dimitri menceritakan semuanya tentang kakak tiri Chloe yang bekerja sama dengan Tuan Myres, lalu campur tangan Eden. Setelah itu, dia tidak melewatkan aksi berani seorang manusia membunuh Komandan Perang Azov.
“Kisah cinta Lazarus dan Charlotte sungguh tragis. Padahal mereka memiliki kesempatan untuk hidup bahagia selamanya dalam keabadian, tapi Charlotte lebih memilih mengakhiri hidupnya sendiri karena penyesalan.”
“Itu juga alasanku tidak mau mengubahmu menjadi manusia, Chloe. Aku takut kamu akan menyesal seperti Charlotte.”
Chloe menoleh ke belakang, kepalanya bersandar di dada Dimitri. “Apa aku pernah memohon padamu untuk mengubahku menjadi vampir?”
Dimitri mengangguk dengan ekspresi gelap. “Beberapa kali. Tapi aku selalu menolak. Kalau saja saat itu aku tau kamu bukan manusia biasa. Kalau saja aku tidak mengambil keputusan itu, mungkin kita tidak perlu berpisah selama dua tahun lebih dan hidup dalam penderitaan ini.”
“Keputusan apa yang kamu maksud, Dimitri?”
__ADS_1
Dimitri menatap matanya. “Kamu janji tidak akan marah kalau aku bilang dengan jujur?”
Chloe dapat merasakan tubuh Dimitri menegang. “Tergantung seberapa gawat perlakuanmu padaku, Dimitri. Mungkin kamu harus melewati malam ini dengan tidur di lantai!”
Dimitri mengelus pipinya. “Kalau hanya tidur di lantai, maka kamu terlalu berbaik hati, Chloe.” Dia kembali menatap lurus memandang lembah yang disinari rembulan.
“Setelah yakin bahwa kamu wanita yang ditakdirkan untukku, aku sengaja menghamilimu.”
Lalu Dimitri diam dan tidak melanjutkan perkatannya. “Itu saja? Kalau begitu saja, aku tidak bisa marah. Hasilnya membuat kita memiliki Dwayne. Kalau kamu terlambat membuatku hamil, mungkin aku tidak akan punya kesempatan untuk melahirkan.”
“Tidak hanya itu. Setelah Dwayne lahir, kamu tidak bisa melihat wajahnya. Tapi itu ada alasannya. Kamu mengerti kenapa aku tidak mau mengubahmu menjadi vampir? Karena merasa kamu pada akhirnya hanya seorang manusia yang bisa mati, aku menyuruh Eden untuk menghapus ingatanmu. Saat itu aku berpikir, lebih baik kamu cepat pergi dari kehidupanku sebelum aku semakin mencintaimu dan tidak bisa melepasmu pergi.”
Gantian Chloe yang hanya diam mendengar dan meresapi semua perkataan Dimitri.
“Dan aku menyesal, Chloe. Aku benar-benar menyesal karena aku tidak menyangka akan sesulit itu untuk melepasmu pergi. Aku hampir mengurungkan niatku dan mengembalikan ingatanmu, tapi kamu tidak memberiku waktu. Kamu pergi begitu saja.”
Dimitri semakin takut saat Chloe tidak merespon. “Chloe?”
“Apa aku tidak mengingat semuanya, karena sihir dari Eden?”
Chloe tidak tau harus merasakan apa karena ingatannya hilang, otomatis dia tidak merasa sedih atau terluka. Dia hanya merasa iba dengan dirinya yang dulu. Dia hanya manusia yang tidak berdaya. Berbeda dengan Chloe yang kuat dan bisa menghadapi badai sebesar apapun sekarang.
“Apa kamu bisa mengingatnya?”
“Tidak. Ceritamu sama sekali tidak membangkitkan ingatanku yang terkubur. Aku seperti mendengar kamu bercerita tentang wanita lain.” Dia tertawa pelan.
Dimitri memegang dagu kecilnya dan memutar kepala Chloe sampai bibir mereka bertemu. Satu ciu*man lembut dia berikan. “Maafkan aku, Chloe. Bisakah kamu memaafkan semua perbuatanku yang dulu?”
Chloe menji*lat bibirnya sendiri sambil menatap bibir Dimitri yang sudah tidak sabar untuk dia lahap. “Tergantung permainanmu malam ini. Kalau kamu bisa memuaskanku mungkin aku akan memaafkanmu.”
Dimitri mengerang dan menyerang bibir Chloe lagi. Chloe membalikkan tubuhnya dan lengannya melingkar di leher Dimitri tanpa melepas ciu*man mereka yang memabukkan.
“Aku tidak bisa hidup tanpamu, Chloe. I love you, my little rose.”
__ADS_1
Tangan Chloe sibuk menyingkirkan jubah dan baju Dimitri yang menghalangi sentuhannya.
SREEEKK!!
Karena tergesa-gesa dan tidak sadar Chloe terlalu kasar membuka baju Dimitri sehingga robek. Mereka tertawa bersama saat Chloe melanjutkan aksinya. Dimitri sama sekali tak keberatan dengan keganasan singa betina itu.
Dimitri mengangkat tubuh Chloe sampai dia duduk di atas pembatas balkon yang terbuat dari batu. Kolomnya besar, sehingga Chloe dapat duduk dengan nyaman. Gantian Dimitri yang merobek pakaian Chloe, tidak menghentikan kec*pan kecil yang dia layangkan di seluruh wajah dan leher jenjang Chloe.
“Dimitri, cepat berikan semuanya padaku…”
“Tidak, biarkan aku mencicipi kudapan malamku pelan-pelan.” Dimitri memainkan buah dadanya, menangkup dengan tangan kiri dan kanannya seakan menimbang mana yang lebih berat.
Angin malam menerpa kulit punggungnya, dan sentuhan dingin Dimitri malah kian membangkitkan has*rat dan membuatnya basah. Dimitri menurunkan kepalanya ke dada Chloe dan melahap puncak berwarna merah muda itu, sembari memberikan gigitan-gigitan kecil.
“Aahh! Dimitri… Jangan berhenti…” Chloe menekan kepalanya lebih dalam lagi. Dia hampir protes saat Dimitri berhenti.
“Pelankan suaramu, darling. Nanti anak kita terbangun.” Lalu Dimitri kembali melanjutkan siksaannya sedangkan Chloe harus menggigit bibirnya sendiri agar tidak menger*ang terlalu keras.
Setelah puas menghiasi buah dada Chloe dengan bekas gigitan sampai memerah—yang tentu saja segera hilang—Dimitri melanjutkan perjalanannya ke perut rata Chloe, bibirnya menggelitik, sampai dia bertemu dengan mahkota tersembunyi di antara paha Chloe.
Dimitri membuka kakinya sehingga dia bisa melihat milik Chloe yang tidak kalah indah dari pemandangan balkon istana Navarre.
“Mmhhh,” Chloe mende*sah saat sapuan lidah Dimitri membasahi mahkotanya dan masuk ke dalam celah rongga miliknya, membuat tubuh Chloe menge*jang.
Satu tangan menahan kepala Dimitri di tengah pahanya yang terbuka lebar dan satu tangan lagi mencengkeram pembatas balkon agar dirinya tidak jatuh.
Chloe menutup matanya. Persetan dengan masa lalu, persetan dengan semua kesalahan yang pria ini perbuat. Satu erang*an lolos dari mulutnya dan dia tidak berhenti menyebut nama Dimitri bagaikan doa.
...----------------...
...Buat semua pembaca setia MTD...
Bab selanjutnya wajib hadir & absen ya di pernikahan Chloe dan Dimitri 💗
__ADS_1
Kisah cinta mereka tidak akan sampai sejauh ini kalau bukan karena dukungan kalian
Thank you so much & sampai jumpa di bab berikutnya \~ XOXO