
[Third POV]
Dwayne sedang tertidur lelap di kamarnya ketika Dimitri membuka pintu kamar Chloe. Sebuah bak mandi dengan air yang tak lagi mengepul berada di tengah ruangan. Seorang pelayan mengeringkan badan Chloe yang sedang menatap dirinya sendiri di depan cermin dengan tatapan kosong.
Begitu terhanyut dia dalam pikirannya sendiri sampai dia tidak menyadari bahwa Dimitri memperhatikannya dari atas ke bawah. Tubuh Chloe menjadi sedikit berisi sejak kehamilannya.
Setitik air jatuh dari leher ke p*yudaranya yang membesar dan Dimitri menelan ludah dari pemandangan yang membuatnya ter*ngsang.
Pelayan duluan sadar kalau majikannya berada di pintu dan memberi hormat, “Tuan Dimitri.”
Chloe tersentak saat mendengar nama itu dan dia langsung menarik jubah mandi berwarna putih dari lengan pelayan.
Dimitri memberi sinyal dengan kepalanya, menyuruh pelayan itu keluar dari ruangan.
“Permisi, nona. Permisi, Tuan Dimitri.”
Rambut panjang coklatnya masih basah dan Chloe baru saja selesai mengikat tali jubah mandinya di pinggang saat Dimitri berdiri di belakangnya. Melihatnya dari pantulan cermin.
Dimitri meletakkan tangan kanannya di bahu Chloe yang tegang, dia dapat melihat ekspresi takut pada wanita yang ditakdirkan untuknya.
“Kamu sangat cantik, Chloe. Matamu, hidungmu, mulutmu, semuanya begitu indah,” tangan Dimitri menyentuh wajahnya lembut, tangan kirinya melingkar di pinggang wanita itu.
“Aku bisa terus memandangmu dan tak pernah bosan…”
‘Tapi kamu hanya manusia biasa, Chloe. Aku tidak bisa melihatmu untuk selamanya, dalam keabadian. Lebih baik aku merelakanmu sekarang, sebelum aku lebih terikat denganmu. Maaf, Chloe.’
Saat melihat wajah Chloe di depan cermin, mata wanita itu bengkak. Sepertinya dia menangis seharian dan bagian bawah matanya hitam seperti kurang tidur. Sarapan yang dibawa pelayan juga tidak habis.
Chloe menyibak rambutnya ke samping, memperlihatkan lehernya. Bekas gigitan Dimitri masih membekas dan pria itu mengeraskan rahangnya, menahan diri untuk tidak menggigit Chloe saat itu juga.
“Ubah aku jadi vampir, Tuan Dimitri. Aku bisa menjadi milikmu untuk selamanya. Aku tidak peduli kalau aku hanya mainanmu… Kamu bisa menikah dengan Putri Adreana dan aku tidak akan menentang kalian. Permintaanku hanya satu, tuan. Jangan pisahkan aku dengan anakku.”
Mata Chloe terasa terbakar dan dia menutup matanya saat dia tidak sanggup untuk melihat wajah dingin Dimitri dari pantulan cermin.
‘Aku rela melakukan apapun untuk bersama dengan Dwayne bahkan melihat Tuan Dimitri menikah dengan wanita lain pun aku rela. Lagipula, aku membenci ayah dari anakku dengan segenap hatiku. Tak terhitung sudah berapa kali dia membuatku menderita. Aku hanya akan bertahan demi Dwayne.’
“Kamu tidak mengerti, darling. Aku hanya membutuhkan darahmu. Tanpa darah, kamu tidak berarti bagiku, babu kecil.”
Sekilas Chloe dapat melihat wajah Dimitri yang kesakitan saat dia mengatakan kata-kata dingin yang tidak mungkin dapat ditarik kembali. Tapi dengan cepat Dimitri memalsukan ekspresinya.
Chloe bahkan tidak tau kalau hatinya yang sudah hancur berkeping-keping dapat terinjak lagi menjadi butiran yang tidak mungkin disatukan kembali.
Dimitri mengambil sehelai kain sutra putih di atas meja dan mengikatnya ke kepala Chloe, menutup matanya.
__ADS_1
“Dwayne akan bangun sebentar lagi. Kamu bisa menyusuinya di kamar yang sudah kubuat untuk Dwayne.” Dimitri menggenggam tangan Chloe dan wanita itu mengikutinya.
“Dwayne punya kamar sendiri, tuan?”
Saat Chloe hamil, Dimitri tidak pernah mengatakan kalau dia sudah mempersiapkan kamar untuk calon bayi mereka. Dari awal, Dimitri memang sudah berencana untuk mengeluarkan Chloe dari hidup mereka.
‘Pertama, nama anak dan sekarang kamarnya. Chloe, kamu benar-benar buta. Selama ini Dimitri sudah mengelabuimu,’ hati Chloe menjerit.
“Hm. Hanya beberapa perabotan yang diperlukan.”
CEKLEK!
Dimitri membuka pintu kamar dengan pelan. Chloe dapat menghirup wanginya kamar bayi itu dan hatinya penuh dengan kerinduan.
Dimitri menuntunnya masuk. “Disini ada lemari untuk menyimpan popok, baju bayi dan beberapa keperluan lainnya.”
Tangan Chloe menyentuh lemari yang tingginya hanya sepinggang itu, sangat halus dan dikerjakan dengan bagus. Lalu Dimitri menuntunnya ke ujung ruangan dekat jendela.
“Disini ada sofa yang nyaman untuk kamu menyusuinya, Chloe.”
Chloe dapat merasakan lembutnya sofa panjang itu, dia dapat menaruh kakinya di atas sofa sambil duduk menyusui anaknya. Chloe tersenyum kecil saat membayangkan dirinya melakukan itu.
Dimitri terkesiap saat melihat senyuman kecil yang tersimpul di wajah Chloe. Dia tidak tau kalau dia merindukan senyum dan tawa Chloe sampai dia melihatnya. Dimitri ingin menangkupkan tangannya di wajah Chloe dan mencium bibirnya yang pucat.
“Ini box bayi Dwayne. Aku memilih bahan yang terbaik untuknya. Hari pertama dia lahir ke dunia, sebenarnya aku ingin dia tidur dalam dekapanku, tapi suhu tubuhku terlalu dingin,” Dimitri tertawa kecil.
“Bahkan Draven dan Adreana tidak bisa berhenti memuji dan mengerubunginya. Aku sampai harus mengusir mereka.”
Chloe hanya dapat membayangkan box bayi itu dengan sentuhan tangannya.
“Dwayne pasti terlihat lucu tertidur di box bayi ini. Aku ingin menggendongnya, tuan,” ucap Chloe meminta persetujuan Dimitri.
Seakan Dwayne tau bahwa ibu dan sumber ASI-nya berada di sampingnya, bayi itu terbangun dan langsung menangis dengan jeritan kuat. Senyum Chloe semakin merekah saat mendengar suara anaknya.
Dimitri mengangkat tubuh kecil Dwayne dan meletakannya di lengan Chloe, “Kamu bisa?”
Chloe mengangguk dan menggendongnya. “Sshh… Anak mama pasti sudah lapar ya?”
Dimitri menuntun Chloe ke sofa panjang itu, satu tangan di bahunya dan satu tangan di bawah lengan Chloe, menahan bayi mereka.
Chloe langsung duduk dan membuka jubah mandinya ke samping, mendekatkan bibir mungil bayi itu ke pu*tingnya. Dwayne terdiam dan langsung menghisap beberapa kali tapi kemudian dia melepas bibirnya dan menjerit.
__ADS_1
Chloe mengerutkan keningnya dan mengarahkan pu*tingnya ke mulut Dwayne sekali lagi, tapi setelah dia menghisap, Dwayne kembali menjerit.
“Kenapa, sayang?” tanya Chloe cemas kepada bayi yang belum bisa bicara itu.
Chloe terkesiap saat tangan besar Dimitri mere*mas p*yudaranya.
“Chloe. ASI-mu tidak keluar.”
Pikiran Chloe kosong, dia tidak bisa memikirkan apa-apa. Seperti dia baru saja mendengar vonis dokter bahwa dia mengidap penyakit serius.
Wanita itu mengerang dan mendekap anaknya erat, “Tidak mungkin, Dimitri…”
“Lihat saja dirimu sendiri, Chloe! Kamu pucat seperti mayat hidup. Matamu bengkak dan hitam. Kamu pasti tidak istirahat dengan baik dan pelayan selalu membawa turun nampan yang masih terisi penuh dengan makanan. Kamu tidak makan habis semuanya! Bagaimana kamu bisa sehat dan menghasilkan ASI untuk Dwayne?!”
Bibir Chloe bergetar mendengar amukan Dimitri. Dia tidak bisa tidur semalam, pikirannya diselimuti rasa gelisah dan takut karena ancaman Dimitri. Perutnya juga menolak untuk makan. Dia terlalu depresi karena dipisahkan dengan anaknya.
“Jadi untuk apa lagi kamu disini? Aku sudah bilang tugasmu hanya memberikan Dwayne ASI dan kamu tidak dapat melakukannya lagi!”
Tangisan Dwayne semakin kuat.
“T-tuan, mohon beri aku waktu… Aku pasti bisa memproduksi ASI lagi, tuan… Aku janji akan makan dan istirahat. Tolong jangan usir aku, Tuan Dimitri!!”
Dimitri mengepalkan kedua tangannya begitu erat. Dia tidak menyangka akan berpisah dengan Chloe begini cepat.
‘Sialaaan!! Tapi kamu harus pergi, Chloe. Maaf, jika aku mempertahankanmu lebih lama aku mungkin tidak akan mampu melepasmu untuk selamanya. Saat kamu mempersembahkan lehermu dan mengatakan bahwa kamu ingin berubah menjadi vampir, aku hampir membuat keinginanmu menjadi kenyataan. Tapi tidak bisa, Chloe!! Kamu tidak boleh berubah menjadi vampir atau aku takut kamu akan menyesal!’
Dimitri pernah membunuh seseorang yang menyesal telah berubah menjadi vampir demi pria yang dicintainya. Kalau suatu saat Chloe menyesal dan dia meminta Dimitri untuk membunuhnya dengan tangannya sendiri, Dimitri tidak akan sanggup.
Apalagi melihat orang lain yang melakukan itu. Lebih baik Chloe tetap sebagai manusia sampai ajal menjemputnya. Lebih baik Dimitri memutus tali hubungan mereka, sebelum semuanya terlambat.
Akhirnya dengan keputusan yang sudah bulat, Dimitri mengambil Dwayne dari tangan ibunya.
“Aku akan memanggil Eden untuk menghapus ingatanmu.”
...----------------...
...Guys, karena ada pertanyaan yang author lihat beberapa kali ditanya di kolom komentar, sebaiknya author jawab disini saja ya....
Q: Chloe sudah berumur 18 tahun tapi kenapa belum berubah menjadi vampir?
A: Chloe memang sudah berumur 18 tahun tapi berubahnya bukan TENG pas 18 tahun langsung berubah say…
Tanda-tanda perubahan uda dijelaskan seperti luka cambukan yang cepat sembuh itu.
__ADS_1
Lalu di bab ini, Chloe tidak selera terhadap makanan manusia dan ASI-nya berhenti. Itu sebenarnya karena dia sudah mau berubah. Tapi mereka pikir karena Chloe depresi.
...Sekian ya, pertanyaan lainnya akan dijawab di bab selanjutnya ( ˘͈ ᵕ ˘͈♡)...