Mainan Tuan Dimitri

Mainan Tuan Dimitri
Menghapus Ingatan Chloe


__ADS_3

Akhirnya dengan keputusan yang sudah bulat, Dimitri mengambil Dwayne dari tangan ibunya.


“Aku akan memanggil Eden untuk menghapus ingatanmu.”


Chloe menahan Dimitri yang hendak pergi dengan mencengkeram bajunya, “Beri aku waktu, tuan… ASI-ku pasti akan lancar kembali dan aku bisa menyusui Dwayne! Aku mohon beri aku waktu, Tuan Dimitri!”


Pintu kamar terbuka dan Adreana masuk dengan wajah girangnya, “Dwaaayne… Onty dataaang..”


Lalu dia tersentak ketika melihat dua orang sudah berada di ruangan itu. Bayi mungil kesayangan Adreana berada di tangan Dimitri dan Chloe setengah berdiri dari sofa, menahan baju Dimitri.


Jubah mandinya terbuka sedikit dan sebelah p*yudaranya kelihatan. Chloe menggigit bibirnya sendiri seperti menahan tangis dan badannya bergetar, Adreana senang melihat penderitaan Chloe dan dia tertawa.


“Well, lihat siapa yang ada disini… Kenapa wajahmu begitu Chloe? Dimitri akhirnya akan mengusirmu pergi?” Adreana hanya asal menebak dengan nada sinis.


Chloe seakan tertampar dengan perkataannya dan senyum Adreana semakin mengembang.


“Memang sudah waktunya bagimu untuk pergi dari sini, Chloe. Setelah pesta pertunangan kami, Dimitri sudah berjanji padaku. Aku menyetujui permintaannya untuk memberi kamu waktu satu bulan saja terhitung dari saat itu. Kamu sudah melahirkan, kalau bukan karena Dwayne tidak bisa minum susu sapi, kamu pasti sudah tidak berada disini!”


Adreana selama ini hanya bersikap normal pada Chloe karena dia mengandung Dwayne. Setelah anak itu lahir, entah mengapa Adreana sangat membenci kehadiran Chloe di kastil D’Arcy.


Oh, Adreana sendiri dapat menendang Chloe keluar dari sini tapi Dimitri tidak membiarkan Adreana mendekati kamar Chloe atau menyentuh ujung rambutnya sedikit pun. Dimitri mengancam jika Adreana berani melakukannya, dia tidak dapat melihat Dwayne untuk selamanya.


Huh! Karena aku sudah terlanjur kepincut dengan anakmu, Dimitri, aku akan mengalah!


Tapi saat Adreana masuk dan melihat wajah murka Dimitri, dia jadi berani untuk berbicara kasar pada Chloe dan Dimitri tidak menghardiknya.


“Dwayne masih membutuhkan ibunya, Putri Adreana. Dan aku adalah ibu anak ini!” ucapan yang keluar dari mulut Chloe tegas tapi suaranya bergetar.


“Ya terserah saja apa katamu, Chloe. Yang pasti sih kamu tidak akan ingat pernah melahirkan seorang anak ke dunia. Ck ck, kasian sekali kamu, Chloe. Bagaimana wajah anakmu saja kamu tidak tau.”


Draven muncul dari belakang Adreana dan mendorong bahunya masuk ke kamar, “Hey guys, ada apa nih rame banget?”


Adreana menepis tangan Draven dari bahunya dan menoleh melihat wajah pria menyebalkan itu. Tapi mata Draven membesar saat melihat Chloe, dia bersiul jahil.


“Pagi-pagi aku sudah disuguhkan pemandangan yang menyegarkan. Sepertinya ‘itu’ mu semakin besar sejak melahirkan bayi lucu nan mungil… Aduh aduh…”


Adreana menjewer telinga Draven sebelum pria itu sempat menyelesaikan perkataannya dan Dimitri sudah melangkah di depan Chloe untuk menutup dirinya.


“Tutup bajumu dengan benar!” geram Dimitri.


“Kamu berani-beraninya berkata kotor di depan Dwayne?” Adreana mendesis sambil menarik telinganya lebih lebar.


“Aduhh ampun… Dwayne masih bayi dia tidak akan mengerti, lagipula dia juga suka… Atau mungkin kamu cemburu, Adreana? Kamu kan tidak bisa menghasilkan ASI seperti manusia biasa.”


Adreana terkesiap, “Aku vampir, Draven! Tentu saja aku tidak bisa melahirkan dan memberi ASI! Lagipula aku juga tidak mau!”


Wanita itu bergidik ngeri. Dia teringat dengan jeritan kesakitan Chloe saat melahirkan dan mengucap syukur dia diubah menjadi vampir saat berumur 17 tahun oleh mamanya 310 tahun yang lalu.


“Adreana, panggil Eden kesini. Draven, kamu pergi cari seorang wanita yang bisa menyusui dan katakan padanya aku akan memberi bayaran yang banyak kalau dia bisa tinggal disini dan memberi ASI-nya untuk anakku.”


Mereka berdua tersentak mendengar perintah Dimitri. Dwayne sudah tidak menangis lagi di tangannya dan tertidur.


“Tidaaakk!!”


Chloe muncul dari belakang Dimitri dan berlutut di depan pria itu.

__ADS_1


“Tuan Dimitri, jangan lakukan ini… Aku mohon… Kamu mau minum darahku? Aku tidak akan menolakmu lagi, tuan. Aku tidak akan melawan kalau kamu haus, tuan. Darahku, tubuhku, semuanya untukmu…”


Hati Draven teriris mendengar jeritan Chloe, dia ingin menggebuk Dimitri yang berdiri disana tanpa ekspresi melihat ke bawah. Seorang wanita sudah memberi dirinya secara cuma-cuma tapi Dimitri tidak tau diuntung.


‘Kalau saja kamu ditakdirkan untukku, kamu tidak akan begitu menderita, Chloe! Sialan kamu Dimitri!’ rutuk Draven.


Draven melangkah maju ke arah Chloe dan menyentuh kedua bahunya dari belakang untuk mengangkatnya berdiri.


“Chloe, dia tidak pantas untukmu. Masih banyak pria lain di dunia ini. Kamu bisa mendapat yang lebih baik dari dia.”


Adreana tertawa, “Baik siap laksanakan! Aku akan segera memanggil Eden kesini untuk menghapus ingatan Chloe. Draven! Cepat kamu cari ibu susu untuk Dwayne. Jangan sampai dia bangun dan kelaparan!”


Draven mendesis hendak melawan Adreana yang tukang ngatur tapi suara Dimitri menghentikannya.


“Draven, kamu bisa pilih berada di sisi Chloe atau kamu pergi mencari seorang wanita yang bisa memberi susu untuk Dwayne dan kamu dapat menjadi pamannya. Keputusan berada di tanganmu. Kalau kamu memilih Chloe, kamu bisa langsung angkat kaki dari sini dan jangan harap dapat melihat anakku untuk selamanya.”


Draven menggeretakkan rahangnya. Chloe hanya manusia biasa tapi Dwayne… Bayi itu kelak akan hidup dalam keabadian. Sama seperti mereka.


Pada akhirnya Draven melepas tangannya dari bahu Chloe dan berkata lirih, “Maaf, Chloe… Aku memilih untuk berada di sisi Dimitri. Tapi kamu jangan khawatir, aku akan memastikan Dwayne tumbuh besar dengan kasih sayang. Dia tidak akan kekurangan sesuatu pun, Chloe.”


Draven berdiri dan sebelum dia sempat keluar dari kamar, dia mendengar suara sendu Chloe.


“Kamu salah, dia akan kehilangan sosok seorang ibu dalam hidupnya.”


Draven menoleh tapi dia mengurungkan niatnya untuk melawan keputusan yang telah dibuat oleh Dimitri. Wajah Dimitri sangat murka melihat wanita yang masih terduduk di lantai kamar bayi itu.


Di lorong kastil, Draven bertemu dengan Adreana dan Eden yang bergegas ke arah kamar Dwayne. Dia menarik lengan Adreana saat wanita itu lewat di sampingnya dengan tidak acuh.


“Jaga perkataanmu, Adreana. Akhirnya apa yang kamu harapkan akan segera terjadi. Kamu tidak perlu menambah penderitaan Chloe. Mengerti?”


“Jangan sok mengatur hidupku, Draven! Ini mulutku jadi terserah dong aku berkata apa!”


Draven mengangkat satu alisnya ke atas, “Mulutmu pengen disumpel lagi ya, Adre…”


Wajah Adreana merah padam teringat apa yang dilakukan Draven semalam kepadanya.


“Jangan mimpi! Itu tidak akan terjadi lagi!”


Draven tertawa kecil, “Aku ragu, putri. Mungkin kamu yang akan datang memohon kepadaku.”


“Go to hell, Draven!!” Adreana menyentak kakinya dan menepis tangan pria menyebalkan itu dari lengannya.


Draven menepuk bagian belakang Adreana dan tertawa lalu pergi. Wajah wanita itu masih merah padam saat dia menyelinap masuk ke kamar Dwayne untuk menyaksikan penghapusan ingatan Chloe.


***


Dimitri sudah meletakkan Dwayne kembali ke box bayi dan mencium keningnya. Lalu dia menarik lengan Chloe yang masih terduduk di atas lantai saat Eden masuk ke kamar.


“Tuan Dimitri, anda memanggil saya?”


Mendengar suara Eden, Chloe langsung berontak dan lari dari tangan Dimitri yang tidak memegangnya begitu erat. Dengan keadaan tidak bisa melihat apa-apa, Chloe menuju box bayi dan hendak mengambil anaknya.


Belum sempat tangan Chloe menggapai bayi mungil yang tertidur itu, Dimitri sudah mencegahnya. Dengan mudah satu tangan Dimitri melingkar di pinggang Chloe dan satu lagi menahan kedua tangannya.


“Biarkan aku melihat Dwayne untuk pertama dan terakhir kalinya, Tuan Dimitri. Kalau memang aku harus melupakannya, tolong biarkan aku melihat anakku.”

__ADS_1


Chloe berontak dalam dekapan Dimitri, tapi sia-sia. Tenaganya tidak dapat menyaingi vampir berusia 1 milenium itu.


“Jadi sudah waktunya untuk menghapus ingatan Chloe, tuan?” tanya Eden ragu.


Dimitri mengangguk, “Chloe tidak bisa menghasilkan ASI lagi. Dia harus segera lupa tentang semuanya.”


“Eden, jangan lakukan ini kalau kamu masih punya hati nurani,” ucap Chloe lirih.


“Maaf, Chloe. Tapi aku harus menuruti perintah tuanku. Aku akan menghapus ingatanmu dari pertama kamu masuk ke kediaman Tuan Myres dan mengangkat hadiah yang kuberikan untukmu. Tanpa gigitan Tuan Dimitri, kamu akan kembali bisu. Kamu akan kembali menjadi Chloe yang dulu.”


Chloe ingin berteriak kalau dia tidak peduli dia dapat berbicara atau tidak. Dia hanya mau berada di sisi anaknya. Tapi seperti ada sesuatu yang menjegal kerongkongannya, terasa berat untuk berkata-kata.


“Semuanya akan baik-baik saja, Chloe. Kamu akan terbangun dari tidur panjangmu dan merasa kamu sedang bermimpi. Tapi kamu lupa mimpi itu. Kamu akan bahagia lagi, Chloe,” ucap Dimitri di telinganya.


Eden menyentuh kening Chloe dengan telapak tangannya yang berkeriput tapi gadis itu menggelengkan kepalanya panik.


Dimitri melepas badan Chloe tapi sebelum dia dapat lari, dengan cepat kedua tangan itu menahan kepala Chloe sehingga dia tidak dapat bergerak kemana-mana. Eden kembali meletakkan telapak tangannya dan mengucapkan mantra sihir.


Dari belakang, Dimitri berbisik sesuatu di telinga Chloe. Akhirnya dia berani untuk mengutarakan isi hatinya di saat Chloe akan lupa dengan semuanya.


“Kamu akan menyesal telah melakukan ini padaku, Dimitri. Aku bersumpah kamu akan hidup abadi dalam penyesalan.”


Setetes air mata membasahi pipi Chloe dan setelah itu dia jatuh dalam dekapan Dimitri, jatuh ke dalam lubang tergelap yang tak bisa digapai oleh siapa pun.


Tidak ada yang dapat menolongnya.


...----------------...


...Part Q & A...


Q: Chloe baru saja keguguran kok Dimitri bisa langsung tanam benih?


A: Jadi Chloe itu keguguran saat subuh dia terbangun, darah udah mengalir deras (Bab 20 - Hanyut dalam Kesedihan) karena di Bab 19 dia udah minum daun yang dipetiknya.


Daun ini ampuh banget untuk menggugurkan kandungan dan membersihkan rahim jadi bayi yang masih berupa gumpalan darah itu langsung mengalir keluar semuanya (daun ini cuma karangan author aja jadi jangan terlalu dibawa serius karna ini genre fantasi)


Chloe juga dah tau resikonya kalau dia terus-terusan minum teh ini. Makanya dia bilang lebih baik dia mati bersama bayi dalam kandungannya. Cuma dia nggak kepikiran kalau Dimitri bisa langsung tau bayi pertama mereka udah lenyap dari rahimnya.


Terus benih Dimitri ini memang tokcer sih… Sekali penanaman aja bisa langsung berhasil kan. Dan dia juga bisa langsung tau kalau Chloe hamil.


Please jangan terlalu dikaitkan ke dunia nyata ya. Stephenie Meyer sendiri (penulis novel Twilight) tidak dapat menjelaskan secara konkrit kenapa Bella bisa hamil.


Karna tidak akan masuk di akal, seorang vampir bisa menghamili manusia.


Sekali lagi ini genre : Romansa Fantasi


...Semoga bisa terjawab ya kebingungannya ...


...🙏🥰...


...Thank youu loh semuanya yang uda ...


...Like, Favorit dan Vote untuk MTD 🥺 ...


...Author terharu atas dukungan kalian dan jadi lebih semangat untuk nulis 🔥...

__ADS_1


__ADS_2