Mainan Tuan Dimitri

Mainan Tuan Dimitri
Murahan dan Rendah


__ADS_3

[Chloe’s POV]


“Oh, hai suamiku. Aku hampir lupa bagaimana rasanya darah manusia. Kenapa aku menyiksa diriku dengan minum darah hewan? Kamu mau mencicipinya? Oh, aku lupa. Kamu tidak minum darah pria.”


Aku menji*lat leher Raja Lewis dari setitik darah yang mengalir turun. Ugh! Perutku ingin memuntahkan semuanya kembali, tapi apa yang kulakukan terbayarkan. Ekspresi Dimitri di ambang pintu membuatku puas telah melakukan ini.


Aku ingin berteriak. Bagaimana rasanya saat melihatku menghi*sap darah dari pria lain? Hmm, mungkin aku harus membuat Raja Lewis melakukan apa yang dulu Dimitri dan Gladys perbuat di hadapanku.


Wajahnya menegang, kedua tangannya mengepal begitu erat dan dia meninju pintu di sampingnya sampai berlubang. Raja Lewis terlonjak kaget, aku masih duduk di pangkuannya dan menenangkannya.


“Tidak apa-apa Lewis, suamiku menangkap basah perbuatan kita. Tapi dia tidak akan marah, ya kan Dimitri?”


“Cukup, Chloe!” bentaknya sambil berjalan ke arahku, “Caramu sungguh murahan! Apakah kamu harus membalaskan dendammu dengan kelakuan rendahan seperti ini?”


Dia menarikku berdiri dari paha Raja Lewis dan menjentikkan jarinya untuk menghapus seluruh ingatan pria itu.


Satu kali jentikan terdengar. “Pergi keluar, kamu tidak pernah bertemu dengan kami di ruangan ini.”


Raja Lewis melangkah keluar meninggalkan kami berdua tanpa protes karena menuruti setiap perkataan Dimitri.


Dimitri hendak memegang bahuku namun aku langsung pindah ke ujung ruangan. “Murahan? Rendah?” Aku melempar kepalaku ke belakang dan tertawa.


“Bagaimana rasanya, Dimitri? Apa kamu merasa kesal dan cemburu? Itu yang aku rasakan saat kamu melakukannya dengan Gladys!! Dan aku ingat malam saat aku terjun dari tebing Ashridge, leherku berdenyut dan merah! Kamu sedang menghi*sap darah wanita lain. Kamu sama sekali tidak menyesal telah menghapus ingatanku!”


Dimitri mengacak-acak rambutnya, kelihatan frustasi. “Itu berbeda, Chloe! Dulu kamu hanya seorang pelayan yang mencoba untuk membunuhku. Tapi aku suamimu sekarang! Tentu saja aku marah!”


Dia melangkah maju tapi aku menghentikannya dengan jari telunjukku. “Jangan mendekat.”


“Saat itu aku tidak bisa berhenti memikirkanmu. Aku sangat haus akan darahmu. Aku pikir aku bisa meminum darah wanita lain dengan mudahnya seperti dulu sebelum aku pernah merasakan nikmatnya darahmu. Tapi aku tidak bisa. Tidak ada yang dapat menggantikanmu.”


Wajah Dimitri penuh dengan kesakitan. Hatiku tidak tega untuk melihatnya begini. Pikiran rasionalku berkata untuk memaafkan pria yang sudah berusaha sebaik mungkin untuk berubah. Aku dapat melihat ketulusannya.


Demi Tuhan! Dia sudah berumur 1 milenium dan itu tidak mudah untuk mengubah seluruh kebiasannya, sikap dingin dan egoisnya.


Aku sudah berpikir banyak semalaman. Mengulang setiap kejadian demi kejadian yang terjadi, dan terhenyak ketika aku sadar bahwa aku ‘bisa’ memaafkannya.


Tapi pertanyaannya adalah, apa aku mau?


Bahunya yang tegang, melemas. Seperti sudah pasrah. “Jadi apa keputusanmu, Chloe? Aku harap keputusan yang kamu ambil tidak akan menyakiti anak kita.”


“Karena kita sudah terlanjur mengikat janji sehidup semati di atas altar dan di hadapan Dwayne, aku memutuskan untuk tidak berpisah.”

__ADS_1


Dimitri mengangkat kepalanya dan menatapku tak percaya, lalu seluruh ketakutannya sirna. “Terima kasih, Chloe. Aku janji akan membahagiakanmu seumur hidupku, darling. Jadi kamu sudah mau pulang sekarang? Aku akan ke pelabuhan malam ini juga untuk menyewa kapal.”


Aku menahan tawaku. Dia pikir penderitaannya sudah berakhir.


“Belum, suamiku. Aku baru saja menemukan mainan baru di sini. Aku akan pulang setelah puas dengan darah Raja Lewis. Kalau kamu mau pulang duluan, aku tidak melarang. Silahkan pergi, tapi jangan bawa Dwayne.”


Aku melangkah keluar, membuka pintu dengan lubang yang menganga lebar akibat perbuatan Dimitri.


“Chloe!” dia berteriak dari belakang. Tapi aku sudah menghilang dari hadapannya.


*


*


*


Pagi itu, Raja Lewis mengajakku berkuda. Setelah mengacuhkan Dimitri dan menitipkan Dwayne pada Fiona, aku pergi dengan alasan ingin mencari angin segar. Di hadapan Fiona, dia tidak berani melarangku.


“Chloe, semalam setelah berbincang denganmu di ruang pertunjukan, apa yang kita lakukan selanjutnya?” tanya Raja Lewis yang sudah mengejarku dari belakang dan berkuda di sampingku.


Aku menghirup udara segar yang bercampur dengan aroma air laut. “Hanya berbincang, Lewis. Mungkin kamu kebanyakan minum anggur semalam.”


“Oh ya?” Dia tertawa kikuk karena sudah salah paham.


“Kalau dia juga ikut, tidak ada yang menjaga Dwayne. Dia bukan suami yang posesif, Lewis.”


Raja Lewis semakin mendekatkan kudanya dan kuda yang kutunggangi mendengus.


“Kalau aku punya istri secantik dirimu, aku pasti akan marah kalau ada pria lain yang mendekatinya.”


Risih dengan ketertarikan Raja Lewis, aku ingin mengatakan padanya bahwa dia hanya mainan untuk memuluskan pembalasanku. Aku masih butuh dia untuk membuat Dimitri panas.


Sangat kekanakan memang, tapi hanya ini cara yang dapat kupikirkan. Murahan dan rendah katanya. Namun luka yang dia goreskan masih membekas, tidak tau apakah luka itu akan sembuh seiring waktu atau akan tetap ada.


“Aku tersanjung dengan pujianmu, Lewis. Pasti wanita yang menjadi istrimu kelak adalah wanita paling beruntung di dunia.”


Wajahnya tersipu malu saat aku memberinya satu senyuman dan memacu kudaku.


Seperti biasa, aku duduk di samping Raja Lewis saat makan malam. Dimitri memilih untuk tidak turun bergabung. Langkah yang bijak! Dengan begitu dia tidak melihatku melancarkan serangan yang sengaja kulakukan.


Aku sedikit geram dengannya. Padahal sudah banyak rencana di dalam benakku untuk membuatnya panas. Aku membuka pintu kamar dan melihatnya sedang membaca buku di atas kasur, Dwayne bermain di sampingnya.

__ADS_1


“Mama!” Dwayne langsung minta digendong, dan aku mendaratkan satu kecu*pan di pipi mulus dan lembut anakku.


“Suamiku, aku merindukanmu. Kenapa kamu tidak turun ikut makan malam?” tanyaku dengan nada manis yang dibuat-buat.


Dimitri hanya menggerakkan matanya untuk melihatku, wajahnya masih menghadap buku sialan itu. Apa yang sedang dia baca sehingga buku itu lebih penting daripada kehadiranku?


“Tidak selera.” Dia kembali membaca.


Aku duduk di atas kasur sambil menggendong Dwayne di tanganku. “Lihat, papa cuek sekali dengan mama.”


Dwayne tertawa geli. “Papa marah karena tadi pagi mama pergi dengan Lewis. Kenapa mama meninggalkan kami berdua?”


Aku membelalakkan mataku dan menatap Dimitri dengan tidak percaya. Dia berani meracuni pikiran anakku? Bukannya yang dia katakan itu salah, namun perkataan seperti ini tidak seharusnya keluar dari mulut anak kecil.


Dwayne merangkak turun ke kasur untuk melanjutkan mainannya, dua ekor kuda dan beberapa prajurit yang terbuat dari kayu.


Dimitri menurunkan bukunya saat menyadari tatapan tajamku. “Bukan aku yang bilang. Fiona hanya bilang kamu pergi berkuda dengan Lewis dan anakmu terlalu pintar untuk membaca keadaan.”


Dia kembali mengangkat buku itu ke hadapannya dan mengacuhkanku. Sebal karena seharusnya aku yang bersikap dingin padanya, aku menarik buku itu dari tangannya.


“Kamu baca apa sampai begitu serius, suamiku?”


Aku menutup buku dengan sampul merah tua itu dan membaca judulnya.


...1001 CARA MENGHADAPI ISTRI YANG BERSELINGKUH...


...----------------...


...Thank you semuanya yang uda setia support...


... ♚ Mainan Tuan Dimitri ♚...


...Like, Vote, Favorit & Comment kalian sangat berarti 🤗🥺...



Komen-komen kalian semakin membuat seru cerita ini 🤣🤣



__ADS_1



__ADS_2