
Seluruh penghuni Istana Navarre tengah berbahagia karena ada acara besar dan sakral yang akan berlangsung sore ini, setelah matahari tenggelam, di taman belakang istana. Para pelayan mempersiapkan semuanya dengan sumringah, para koki di dapur istana sibuk memasak makanan lezat yang akan dihidangkan.
Peristiwa ini tidak pernah terjadi. Pasangan dari luar kerajaan memilih untuk menyelenggarakan upacara pernikahan mereka di Kerajaan Navarre. Walaupun yang menikah sudah mengatakan bahwa mereka mau mengadakan upacara kecil, tapi Raja Lewis tentu saja ingin memberikan yang terbaik.
Tidak ada yang tau, dibalik kebaikan Raja Lewis, dia merasa kecewa dan cemburu karena wanita yang yang dia cintai pada pandangan pertama, harus menjadi milik orang lain. Tapi Raja Lewis tak berdaya. Dia hanya bisa menantikan pernikahan Chloe dengan senyuman palsu di wajahnya.
Di dalam kamar pengantin perempuan, Fiona memangku Dwayne yang sedang bermain kuda kayu kecil miliknya di atas sofa, melihat rambut panjang Nona Eliza dirias dengan bunga-bunga kecil berwarna-warni.
“Nona Eliza, maaf kalau saya lancang bertanya. Tapi mengapa anda memilih sore hari? Biasanya orang selalu menikah di pagi hari atau siang hari saat matahari masih terbit.”
Chloe dari cermin melihat Fiona dan tersenyum. “Matahari adalah simbol kekuatan dan api, sedangkan bulan adalah simbol kesejukan dan ketenangan. Aku ingin memiliki pernikahan dengan hubungan yang tenang dan sejahtera. Itu alasannya aku memilih malam hari.”
Sifat Chloe dan Dimitri sudah sangat melambangkan matahari. Mereka sama-sama kuat dan berapi-api. Chloe harap dengan diadakannya pernikahan mereka saat bulan menyinari, akan membuat hubungan mereka seimbang. Dia menertawakan dirinya sendiri. Mungkin cuma dia vampir di dunia ini yang percaya takhayul.
Fiona menganggukkan kepalanya dengan mata berbinar. “Wah, pemikiran nona sangat romantis.”
Setelah selesai merias rambutnya, Chloe memakai gaun yang ada di atas kasur. Dia tidak punya pilihan selain baju berwarna coklat muda sebagai gaun pengantinnya. Tiba-tiba pintu diketuk dan seorang pelayan membukanya.
“Maaf, saya datang untuk mengantarkan gaun pengantin Nona Eliza.” Seorang wanita masuk dengan memegang gaun putih di tangannya.
“Gaun pengantin?” tanya Chloe heran.
“Betul, nona. Ini adalah hadiah dari Raja Lewis untuk hari pernikahan anda. Silahkan dicoba, tapi dengan melihat postur anda saja, saya sudah dapat menjamin kalau gaun ini bisa dipakai. Saya membuatnya seharian dan tidak tidur.”
Chloe mengelus gaun pengantin yang sudah dibawakan oleh pelayan ke hadapannya. “Terima kasih banyak. Kamu sudah bersusah payah menyelesaikan gaun ini untukku.”
Tadinya Chloe ingin menolak pemberian Raja Lewis. Dia merasa mereka sudah banyak merepotkan dengan membuat acara pernikahan secara mendadak. Tapi melihat wajah letih wanita itu yang langsung berubah gembira, Chloe tidak tega untuk mengembalikannya.
Gaun putih itu benar-benar jatuh dengan indah di tubuh Chloe. Ekor gaun tidak terlalu panjang dan hiasan yang minimalis membuat gaun ini terlihat elegan.
“Bentuk tubuh nona sudah sangat bagus, jadi memakai gaun ini tidak menutup keindahan tubuh pemiliknya,” ujar seorang pelayan yang membantu memakaikan gaun.
__ADS_1
“Mama so pretty!” celoteh Dwayne di atas pangkuan Fiona dan mengayunkan kedua tangannya dengan girang.
“Thank you, baby boy. Nanti Fiona bantuin Dwayne ganti pakaian ya.”
“Baik, nona.”
Matahari sudah hampir tenggelam dan pintu kamar Chloe kembali diketuk. Edric masuk dan terperangah saat melihat putrinya. Matanya berair karena terharu.
“Chloe, kamu adalah pengantin paling cantik di dunia ini.” Edric ingin memeluknya, tapi mengurungkan niatnya karena takut merusak gaun Chloe.
“Papa, terima kasih sudah memberi restu atas pernikahanku dengan Dimitri. Aku tau papa pasti akan terbebani setelah ini untuk mencari pengganti Komandan Perang Azov.”
Edric menyeka satu air mata yang menetes. “Ah tidak perlu risau masalah itu, Chloe. Asalkan kamu bahagia, papa rela melepasmu pergi. Tapi…”
“Tapi kenapa, pa?”
Edric menarik napas, “Tapi kalau ingatanmu kembali dan kamu ingin berpisah dengan Dimitri, jangan segan untuk meminta bantuan papa. Selamanya kamu adalah anak perempuanku, Chloe Elizabeth Suarez.”
Chloe tersenyum. “Dimitri sudah menceritakan semuanya padaku, papa. Yang lalu biarlah berlalu. Aku dan Dimitri akan membuka lembaran baru sebagai pasangan suami istri dan aku ingin keluarga yang bahagia demi Dwayne.”
Chloe melihat anaknya lalu mengangguk pada Edric. “Aku sudah siap, papa.”
*
*
*
Chloe merangkul lengan Edric dan berjalan menuju taman belakang yang sudah dihias sedemikian rupa dengan lilin-lilin yang menambah keint*iman suasana.
Walaupun tidak banyak tamu yang menyaksikan, tetap saja Chloe berjalan dengan gugup menuju tempat diselenggarakannya upacara sakral itu.
__ADS_1
Semua mata tertuju pada pengantin bergaun putih yang berjalan perlahan menuju altar, namun manik hazel miliknya hanya tertuju pada seorang pria berjubah hitam yang sudah menunggu di ujung sana.
Oh, Chloe tidak salah pilih lagi atau mungkin Tuhan yang berbaik hati padanya karena menjadikan pria ini sebagai orang yang ditakdirkan untuk bersamanya dalam keabadian.
Edric memberikan tangan Chloe dalam genggaman Dimitri. “Jaga putriku baik-baik, Dimitri.”
“Pasti, Edric. Aku akan menjaganya dengan segenap jiwaku.”
Sebelum berdiri berhadapan, Dimitri menurunkan kepalanya dan berbisik di telinga Chloe. “Kamu terlihat sangat menawan memakai gaun ini, darling. Tapi sayang sekali, gaunmu tidak akan bertahan lama malam ini.”
Chloe tersipu dan dia melihat pendeta yang berdiri di tengah, menutup mulut dengan kepalan tangannya dan berdehem. Apa pendeta itu mendengar bisikan Dimitri? Wajah Chloe semakin panas.
“Teman dan saudara terkasih, kami menyambut dan berterima kasih atas kedatangan kalian di acara penting ini. Kita berkumpul bersama hari ini untuk menyaksikan dan merayakan pernikahan Chloe Elizabeth Suarez dan Dimitri D’Arcy.”
“Setiap insan memiliki keinginan yang dalam untuk mencintai dan dicintai. Cinta adalah pemersatu yang hebat, terlepas dari siapa kita, dari mana kita berasal atau apa yang kita yakini. Pernikahan adalah sebuah komitmen untuk berbagi hidup bersama.
“Pernikahan akan memperdalam cinta di antara kalian dan membuat kalian menjadi individu yang lebih baik lagi. Jadi, nikmati pernikahan kalian dengan bangun setiap pagi dan jatuh cinta lagi dan lagi.”
Setelah itu, mereka mengucapkan janji pernikahan. Berdiri berhadapan dengan mata saling menatap lekat, seakan dunia hanya milik mereka berdua.
Para tamu undangan tertawa, termasuk Raja Lewis yang juga ikut menyaksikan, saat Dwayne melangkah menuju altar dengan langkah kecilnya dan wajah penuh konsentrasi agar barang yang ada di tangannya tidak jatuh. Dia membawa potongan kayu berbentuk bulat, di atasnya ada dua cincin yang terbuat dari emas.
“Thank you, peanut.”
Dimitri mengambil cincin yang lebih kecil dan menyematkannya di jari Chloe. Begitu pula dengan Chloe. Mereka bertukar cincin di hadapan putra mereka.
“You may now kiss the bride.”
...----------------...
...Thank you semuanya yang uda setia support...
__ADS_1
... ♚ Mainan Tuan Dimitri ♚...
...Like, Vote, Favorit & Comment kalian sangat berarti 🤗🥺...