Mainan Tuan Dimitri

Mainan Tuan Dimitri
Bertemu dengan Raja


__ADS_3

Seorang pelayan raja membantuku memakai pakaian untuk makan malam. Gaun itu berwarna hijau emerald dengan bordiran daun kecil menjalar ke bawah, berlengan sabrina dan bagian atas buah dadaku dapat kelihatan sedikit.


“Hmm.. Maaf tapi pinggangnya kekecilan, nona.”


Duh gawat! Tadi siang aku makan kebanyakan. Aku harus ingat untuk mengontrol diriku nanti.


Dengan susah payah pelayan itu menarik risletingnya ke atas. Aku sampai menahan napasku agar bisa memakai gaun yang indah dan elegan ini.


Pelayan yang bernama Dorothy itu menata rambutku, mengikatnya ke atas dengan cekatan dan dia melihat leherku.


“Nona? Ini tanda lahir ya?”


Aku menutup bekas gigitan Tuan Dimitri dengan telapak tanganku, “Ah, ini digigit hewan. Sebaiknya rambutku digerai saja, jangan diikat, Dorothy.”


“Tidak bisa, nona. Ini sudah menjadi aturan di kerajaan kalau wanita yang belum menikah, rambutnya tidak boleh digerai ke bawah.”


Aku melihat ke dalam kotak perhiasan, mencari sesuatu yang dapat menutup leherku dan menemukan sebuah choker berwarna hampir mirip dengan gaunku.


“Sini kubantu memakaikannya, nona.” Dorothy mengambilnya dari tanganku dan melingkarkan choker hijau itu ke leherku.


“Nona sangat cantik!” pujinya dan aku tersenyum melihat diriku sendiri di pantulan cermin.


Tuan Dimitri pasti akan senang dengan penampilanku.


“Sudah berapa lama kamu kerja disini Dorothy?” tanyaku ketika dia sedang konsentrasi membetulkan rambutku.


“Ehmm.. Dari aku berumur 12 tahun, nona. Ibuku telah melayani raja sebelumnya dan aku juga ingin mengabdi pada raja. Biasanya Tuan Dimitri juga aku yang melayani.”


Aku mengernyitkan dahi.


“Ah, maaf nona. Gadis bangsawan sepertimu pasti tidak tau kalau laki-laki itu butuh servis lebih dari wanita… Ummh! Sebaiknya aku menutup mulutku, maaf nona. Aku telah berbicara lancang pada keponakan Tuan Dimitri!”


Keponakan? Oh jadi Dimitri bilang pada semua orang bahwa aku keponakannya? Okayyy.


“Tidak, Dorothy.. Aku penasaran kapan terakhir kalinya kamu ‘servis’ Tuan Dimitri?” pancingku.


Dorothy tersipu malu, “Terakhir itu sekitar tiga minggu yang lalu, nona… Dia begitu kasar padaku, menggunakan tubuhku dari malam sampai matahari hampir terbit. Tapi aku suka, nona. Tuan Dimitri memang jago di ranjang.”


Aku menggeretakkan gigiku dan tanganku terkepal begitu erat.


Sialan! Jadi itu alasannya kenapa leherku terasa gatal dan terbakar saat Tuan Dimitri pergi selama seminggu! Ternyata dia sedang menghisap darah Dorothy dan juga lebih! Awas kamu Dimitri!


“Maaf nona pasti terkejut ya. Tapi nona juga sebentar lagi akan tau apa yang ku maksud.”


“Kenapa begitu Dorothy?”


“Dengar-dengar gosip sih akan ada pesta pertunangan besok malam, bertepatan dengan ulang tahun Tuan Dimitri. Tapi belum tau siapa yang akan bertunangan, nona. Saya pikir itu nona…” Dorothy tersenyum masam.


Apakah raja merestui hubunganku dengan Dimitri? Dia ingin kami menikah?


Aku terlalu girang dengan kemungkinan yang dapat terjadi sampai tidak sadar bahwa Dorothy telah selesai. Aku mengucapkan terima kasih dan menunggu Dimitri di kamarku sendirian, berharap dia akan menjemputku.


Tapi setengah jam berlalu dan tidak ada yang memanggilku, acara makan malam sudah dimulai 15 menit yang lalu. Akhirnya aku turun ke bawah sendiri.


Seorang pengawal mengarahkanku ke sebuah ruangan yang besar, bangku-bangku sudah terisi penuh dan semua mata tertuju padaku ketika pintu itu dibuka.

__ADS_1



DEG!


Aku ternyata sudah terlambat dan harus malu ketika dilihat oleh semua orang. Mataku mencari keberadaan satu orang, dia duduk di antara meja makan yang panjang dan besar, dengan seorang gadis muda di sampingnya.


Dimitri bangkit dari kursinya, “Maaf semuanya. Itu keponakan saya, Chloe Isabel.”


Aku melemparkan senyuman kikuk, mataku hanya fokus pada Tuan Dimitri yang berjalan ke arahku. Aku tersenyum lega ketika Tuan Dimitri berdiri di hadapanku.


“Maaf, tuan, aku…”


“Chloe, aku sudah bilang jaga tata krama. Telat itu tidak ada di dalam kamus,” bisik Tuan Dimitri di telingaku.


Aku berkeringat dingin mendengar nada sinisnya tapi kupertahankan senyuman di wajahku.


Seorang pria bertubuh kurus dan tinggi dengan rambut pirang panjang sebahu. “Oh, jadi kamu yang namanya Chloe? Aku sudah tidak sabar ingin bertemu denganmu.”


Aku memberi hormat sesuai yang telah diajarkan Eden, “Selamat malam, Raja Rudolmuv. Nama saya Chloe Isabel. Senang bertemu denganmu, raja.”


“Duduk lah, kita akan ngobrol setelah makan malam. Ayuk yang lain, lanjut makan malamnya.”


Tuan Dimitri bergerak pergi dari sampingku dan aku mengikutinya seperti anak ayam yang takut kehilangan induknya.


Tapi tidak ada lagi tempat duduk di barisan Tuan Dimitri.


“Maaf, nona muda. Sepertinya kamu harus duduk di sana.”


Seorang gadis paling cantik yang pernah kulihat, menunjuk pada kursi kosong di ujung meja, sangat jauh dengan Tuan Dimitri.


Tapi Tuan Dimitri mengabaikanku dan melanjutkan makan malamnya. Karena tidak mau terlihat bodoh dengan berdiri bengong, aku pun berjalan ke kursi kosong yang terletak di ujung meja.


Seorang pelayan membantuku menarik kursi dan makanan dihidangkan di hadapanku. Aku terus melirik ke arah Tuan Dimitri, berharap matanya akan melihatku dan menenangkanku.


Tapi Tuan Dimitri dan gadis cantik itu berbincang dengan asyik. Aku melihat makanan mewah di piringku dan tidak berani memakannya. Aku takut perutku akan membuncit.


“Nona kecil, kenapa kamu termenung?”


Suara itu memecahkan lamunanku. “Ah, maaf… Aku hanya berpikir bagaimana cara koki memasak makanan seenak ini.”


“Enak? Tapi kamu belum mencicipinya satu sendok pun,” pria di sampingku berkata.


Dia memiliki rambut coklat yang tersisir rapi ke samping, hidungnya mancung dan kulitnya putih bersih.


Apa dia vampir juga?


Aku melihat sekeliling meja itu tapi tidak ada yang dapat kubedakan antara vampir atau manusia biasa yang tergabung di meja makan itu. Sungguh menyeramkan!


Tuan Dimitri tertawa dengan lepas bersama gadis cantik itu dan tanpa sadar aku bertanya, “Siapa gadis itu? Dia sangat cantik.”


Pria di sampingku dengan baik hati menjawab, “Oh, dia adalah Putri Adreana Petrova. Anak salah satu bangsawan tajir di kerajaan ini. Ayahnya memiliki kekayaan melimpah dan kekuatan prajurit yang besar.”


Aku manggut-manggut lalu tersadar, “Maaf… Aku lupa mengenalkan diri padamu.”


Pria itu tersenyum ramah, “Aku sudah kenal kamu, Chloe Isabel. Namaku Edric Suarez dari kerajaan Azov.”

__ADS_1


Aku menelan ludah, “Tuan Suarez, kamu dari kerajaan Azov? Kenapa kamu bisa ada disini, tuan? Aku pikir kedua negara saat ini sedang berperang? Maaf aku tidak tau apa-apa tentang politik.”


Tuan Suarez tertawa dan menyesap anggurnya, tangan kanannya dipenuhi cincin berbatu besar.


“Bisa dikatakan aku adalah duta dari kerajaan Azov yang ditempatkan di sini karena kedua kerajaan sedang gencatan senjata, artinya tidak dalam posisi perang. Tapi jika perang pecah, maka aku dijamin akan kembali ke kerajaan Azov dengan selamat. Kamu bisa mengerti, nona kecil?”


Aku sedikit tau apa maksud Tuan Suarez jadi aku mengangguk.


“Ya, tuan. Aku harap apa yang kuperbuat tidak akan mengancam kedamaian kerajaan,” bisikku pada diri sendiri.


“Tenang saja, Dimitri sudah menceritakan kisah yang sebenarnya kepadaku. Aku akan kembali ke Azov beberapa hari lagi, aku harap Raja Azov tidak murka.”


Aku mendelik dan melihat wajah Tuan Suarez dengan lekat.


“Apa maksud tuan, tau semuanya?”


Tuan Suarez mengerlingkan matanya dan berbisik, “Bahwa kamu telah membunuh seorang vampir, Chloe.”


DEG!


Ternyata Tuan Suarez adalah seorang vampir juga!


Makan malam berakhir dan perutku keroncongan karena aku hanya minum air putih. Aku meletakkan tanganku ke atas perut.


Peanut, jangan tendang mama dulu ya. Setelah acara selesai, mama akan makan yang banyak, nak!


Aku tersenyum kecil ketika anakku seakan bisa mendengar perkataan mamanya dan dengan patuh tidak menendang lagi.


Tuan Dimitri muncul di hadapanku, “Kenapa? Perutmu sakit?”


Aku belum bilang pada Tuan Dimitri kalau anaknya sudah bisa menendang di dalam perut.


Anakmu akan menjadi pemain sepak bola yang hebat, Dimitri!


Aku hendak menceritakannya pada Tuan Dimitri, ketika Putri Adreana yang cantik merangkul tangan ayah anakku.


“Dimitri, raja bilang dia ingin bertemu dengan keponakanmu,” suaranya sangat manis dan sedikit manja.


“Chloe, Raja Rudolmuv hanya ingin berbincang sebentar. Aku harap kamu bersikap dengan baik.”


“T-tuan Dimitri, kamu tidak menemaniku pergi menghadap raja? Aku takut sendirian…”


Putri Adreana tertawa, “Tidak usah takut gadis cilik. Seharusnya kamu lebih takut pada pria yang duduk di sampingmu tadi.”


Aku hendak mengatakan bahwa Tuan Suarez adalah pria yang ramah dan baik tapi Tuan Dimitri sudah menggelengkan kepalanya dan menyuruhku segera menghadap raja.


Tanganku bergetar saat aku menghadap Raja Rudolmuv di singgasana emasnya.


“Selamat malam, Raja Rudolmuv.”


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Figuran baru yang penting dan bakal muncul di bab-bab selanjutnya:


♚ Putri Adreana Petrova

__ADS_1


♚ Tuan Edric Suarez


__ADS_2