Mainan Tuan Dimitri

Mainan Tuan Dimitri
S2 - Nyawa Dibayar Nyawa


__ADS_3

“Anda harus menyelamatkan seorang wanita bernama Gwendolyn.”


Kiara mengernyitkan dahinya. “Apa maksudmu menyelamatkan? Apa yang terjadi pada wanita bernama Gwendolyn ini?”


Wanita tua dengan wajah berkeriput itu melihat sekelilingnya sebelum menceritakan semuanya. Gwendolyn diculik oleh seorang vampir bernama Magnus. Dia disembunyikan di suatu tempat dan karena Gwendolyn seorang manusia, ingatannya kemungkinan dihapus.


Tugas Kiara adalah membawa Gwendolyn kembali pulang ke Kerajaan Sheadore dengan selamat.


“Bagaimana, Tuan Putri? Anda bisa menyanggupinya?“ tanya Hecate saat Kiara hanya diam.


Tiba-tiba Kiara tertawa. “Apa? Vampir?” Dia tak percaya dengan cerita Hecate.


“Saya tidak bercanda, Tuan Putri.”


Kiara berdehem. Sudah lama tak ada yang membuatnya tertawa seperti ini. “Jadi kamu mau menyerang vampir ini dengan prajuritku?”


“Bukan, Putri. Prajurit anda tidak akan bisa mengalahkan Magnus. Namun anda sendiri yang harus pergi ke kastil Magnus.”


Dari wajah Hecate, wanita itu sangat serius.


“Lihat. Aku tak bisa langsung mempercayai ucapanmu begitu saja. Maaf tentang apa yang terjadi pada Gwendolyn. Tapi aku tidak mungkin pergi meninggalkan kerajaan di saat krisis seperti ini. Lagipula, belum tentu kamu benar-benar bisa menyembuhkan Cyrus.”


“Antarkan saya menemui Pangeran Cyrus dan saya akan membuktikannya padamu.”


Kiara berpikir untuk sesaat. Apakah dia bisa mempercayai perkataan wanita tua ini? Bagaimana kalau dia mau mencelakai Cyrus?


“Anda tenang saja. Saya ingin menyelamatkan Gwendolyn sama seperti anda ingin menyelamatkan Putra Mahkota. Musim dingin akan terus berlanjut di tahun ini.”

__ADS_1


“Baiklah. Tapi kalau terjadi sesuatu pada Cyrus, kamu akan menanggung akibatnya. Dan jangan pikir kamu bisa lari dari kastil ini.”


***


“Siapa dia, Kiara?” tanya Cyrus lemah. Dia duduk di dekat jendela, demi mendapatkan sedikit sinar matahari.


“Hecate. Dia akan menyembuhkanmu, Cy.”


Cyrus mengerang. “Aku sudah muak mencoba semua obat-obatan. Tidak ada yang dapat menyembuhkanku.”


“Kalau tidak dicoba, kita mana tahu bisa sembuh atau tidak.” Kiara membujuk.


Hecate mengeluarkan botol kecil berisi ramuan berwarna hijau kehitaman dari kantong jubahnya. “Minum ini dan ruam merah di kulitmu akan hilang.”


Sebelum Cyrus meminumnya, Kiara mengendus aroma ramuan itu terlebih dahulu. Baunya seperti orbat herbal biasa dan tak terlalu menyengat.


“Come on, Cy… Kamu bilang mau berkuda dan berburu bersamaku. Aku janji begitu kamu sembuh, kita akan melakukan semua yang kamu mau. Bagaimana?”


Cyrus mengerutkan wajahnya kemudian dengan sekali tegukan, ramuan itu habis. Semuanya terdiam menunggu sesuatu.


Perlahan, Cyrus bangkit dari kursinya dan melangkah maju. Kiara mau membantunya karena Cyrus masih lemah. Dia harus dibantu untuk berjalan. Namun Cyrus menolak.


“Aku merasa… Badanku lebih baik dari sebelumnya.” Kemudian Cyrus mengangkat lengan bajunya ke atas. “Lihat! Ruam merah jelek itu sudah hilang! Aku sudah sembuh!”


Kiara tak percaya bahwa ramuan Hecate begitu ampuh. Kulit Cyrus membaik dalam sekejap seperti dia tak pernah sakit. Wajah Cyrus juga perlahan tidak sepucat tadi.


“Kamu sembuh! Kamu akhirnya sembuh, Cy!” Kiara memeluk Cyrus dan menangis.

__ADS_1


“Terima kasih, Hecate. Terima kasih sudah menyembuhkan Cyrus.”


“Aku mau pergi ke luar sekarang.” Cyrus sudah tidak sabar untuk menginjak tanah lagi. Dia sudah terlalu lama mendekam di kamar ini.


Mereka menemani Cyrus ke lapangan kerajaan. Kiara tak berhenti tersenyum melihat Cyrus begitu bahagia bisa berlari, merasakan terpaan angin.


“Saya sudah membuktikan bahwa saya bisa menyembuhkan Pangeran Cyrus. Namun ramuan itu hanya akan bertahan sementara.”


Kiara melebarkan matanya. “Apa?! Kamu bilang—“


“Besok Cyrus akan kembali sakit karena dosis yang saya buat adalah dosis paling rendah.”


Mengepalkan tangannya, Kiara menahan diri untuk tidak menjerit. “Kamu berbohong, Hecate!!”


“Tidak. Saya memang bisa menyembuhkan Cyrus kalau dosisnya dibuat sesuai. Dia bisa lepas dari penyakit itu. Tapi itu akan saya berikan setelah anda membawa Gwendolyn kepada saya.”


Napas Kiara memburu. Betapa lancang Hecate sudah memberi harapan palsu pada Cyrus! Apa yang akan Kiara sampaikan pada Cyrus besok? Dia pasti bingung kalau sakitnya tiba-tiba kambuh lagi.


“How dare you!” desis Kiara.


“Nyawa dibayar nyawa, Tuan Putri. Bukankah kita sudah sepakat?”


*End of Flashback*


...----------------...


...Thank you semuanya yg udah ...

__ADS_1


...Like, Vote & Comment ...


__ADS_2