
...Kediaman Edric Suarez...
[Third POV]
Semua pelayan di kastil telah mendapat perintah dari Tuan Suarez bahwa kamar besar dengan perabotan feminim yang selama ini dibiarkan kosong dan tidak pernah tersentuh harus dibersihkan dan dianginkan.
Kabar yang terdengar adalah putri kandung Tuan Suarez dari hasil hubungan gelap dengan wanita simpanannya sewaktu ditugaskan di Kerajaan Rudolmuv akan menetap disini.
Dia telah menyembunyikan keberadaan anak ini selama 18 tahun lebih. Para pelayan bergidik ngeri membayangkan bagaimana reaksi Nyonya Suarez dan anaknya ketika mereka pulang dari liburan nanti dan tau bahwa suaminya telah berselingkuh.
Chloe Elizabeth Suarez.
Pesan dari Tuan Suarez adalah semua harus memanggilnya Nona Eliza.
“Siapkan air panas untuk Nona Eliza mandi.”
Suara kepala pelayan, Nancy, menghentikan obrolan dua orang pelayan yang lebih muda. Mereka menundukkan kepalanya dan bergegas mempersiapkan air panas untuk nona baru mereka.
Edric memperlihatkan kamar yang selama ini dia persiapkan untuk menyambut anaknya. Impiannya telah menjadi kenyataan saat Chloe menginjakkan kakinya masuk ke ruangan dengan nuansa baby blue yang elegan.
“Kamu suka dengan kamar ini, Chloe? Mulai sekarang kamu tidur disini. Sudah lama aku mempersiapkan kamar ini untukmu.”
Chloe melihat sekeliling ruangan itu dan mengangguk. Ini lebih nyaman dibandingkan dengan tinggal di kastil terbengkalai di tengah hutan.
Lalu dia teringat mangsanya sebelum diganggu dengan kehadiran Alaric dan Stefan.
“Aku harus kembali ke sana. Ada urusan yang belum selesai.”
Edric terkejut, dia kira ingatan anaknya telah kembali dan menahan lengan Chloe yang hendak pergi keluar kamar.
“Urusan apa, Chloe? Mungkin aku bisa membantumu.”
Tapi wajah anaknya sangat santai dan tenang, tidak ada emosi di dalamnya.
“Darah pria itu belum kuminum habis. Aku harus pergi sekarang sebelum yang lain menemukannya.”
Edric menahan tawa melihat wajah serius anaknya.
“Chloe, mulai sekarang kamu tidak akan minum darah manusia lagi.”
Chloe mengernyitkan dahinya tidak mengerti. Sekarang saja dia sudah merasa haus.
“Lalu aku minum apa?”
Seorang pelayan mengetuk pintu dan masuk dengan bak mandi besar, dibantu oleh temannya. Mereka meletakkan bak mandi itu di tengah ruangan.
“Permisi, Tuan Suarez, Nona Eliza. Apa nona mau mandi sekarang? Air panas sudah tersedia.”
Edric memperhatikan anaknya dari kepala sampai kaki. Pakaiannya sangat kumal, rambutnya berantakan.
“Dia mandi sekarang juga.”
“Baik, Tuan Suarez.”
__ADS_1
Lalu sebelum Chloe mengamuk karena keinginannya untuk minum dihalangi, Edric dengan cepat menenangkan anaknya.
“Kamu harus mandi dulu, Chloe. Setelah itu aku berjanji akan membawamu pergi cari makan. Lagipula matahari masih terik begini.”
Chloe melirik ke arah jendela yang sudah tertutup rapat oleh gorden. Dia menuruti perkataan Edric dan pria itu memberinya senyuman hangat.
“Setelah matahari terbenam, aku akan kembali.”
Satu orang pelayan sibuk menuangkan air panas ke dalam bak mandi, satu lagi membantu Chloe membuka pakaiannya.
“Nona Eliza, tubuhmu sangat indah dan mulus sekali,” katanya memuji.
Chloe melihat ke bawah dan yang pertama dia lihat adalah dua bukit besar. Dia bergerak ke arah cermin yang tersedia di kamar itu dan melihat pantulan seorang wanita berambut coklat gelap, manik berwarna merah dengan tubuh yang proporsional.
Dia mera*ba tubuhnya, merasa sangat asing dengan dirinya sendiri. Kelakuannya yang aneh membuat dua pelayan itu saling bertukar pandang.
Hmm… Jadi ini bentuk wajah dan tubuhku? Aku bahkan tidak ingat.
Lalu Chloe membalikkan badannya dan terkejut saat ada kelopak bunga mawar di punggungnya.
Aku bahkan ada tanda lahir!
Setelah beberapa saat melihat pantulan dirinya sendiri, Chloe masuk ke dalam bak mandi dan menghela napas panjang. Badannya terasa rileks saat pelayan mulai menggosok tubuhnya dan mencuci rambutnya.
Setelah itu, Chloe memakai baju dengan bahan sutra. Kedua pelayan tersenyum puas karena Nona Eliza jadi lebih kelihatan sebagai seorang nona dengan memakai baju yang sudah disediakan Tuan Edric.
Mereka duduk di depan perapian sambil menyisir dan mengeringkan rambut panjangnya. Bau darah kedua manusia ini tidak menggugah seleranya. Chloe lebih suka bau darah pria.
Dia sudah tidak sabar dan terus mengintip dari seberkas cahaya yang menyelinap masuk melalui jendela. Menandakan langit masih terang.
Mata Chloe hampir tertutup. Terbuai dengan sisiran lembut pelayan dan badannya juga sudah bersih dan wangi ketika dia mendengar ketukan dari balik pintu.
Dia terlonjak dari kursinya saat Edric masuk ke ruangan.
Edric masih tidak percaya kalau Chloe benar-benar ada di rumahnya. Dia mengira ini semua hanyalah mimpi dan menahan napasnya saat membuka pintu.
Tapi gadis yang sudah memakai baju biru polos berbahan sutra itu berdiri di hadapannya.
“Kamu sungguh cantik, Chloe.”
Seperti ibumu.
Edric telah berpikir panjang setelah meninggalkan Chloe untuk mandi tadi. Kalau Chloe secara tidak sadar menghapus ingatannya sendiri saat berubah menjadi vampir, berarti ada sesuatu yang tidak beres dengan kehidupannya yang lama.
Suatu tragedi yang menyakitkan hati putrinya sampai dia tidak ingin mengingatnya kembali. Untuk saat ini, Edric belum berencana untuk memberitahu apapun pada Chloe.
Dia harus mendapat kabar dari mata-matanya di Kerajaan Rudolmuv baru dia bisa mengambil langkah selanjutnya.
Untuk saat ini, dia hanya senang karena Chloe telah kembali padanya.
Dua orang pelayan menunduk sebagai tanda hormat dan pergi dari kamar.
“Ada beberapa hal penting yang ingin kusampaikan, Chloe. Namun yang paling penting adalah kamu harus mengontrol nafs*mu akan darah. Kamu tidak boleh sembarangan membunuh manusia. Itu akan jadi tugas paling susah.”
Chloe mengangguk saja karena dia sudah tidak sabar. Edric menahan senyumnya karena Chloe pasti akan kecewa saat dia tau apa jenis makanan yang mulai sekarang dapat dia konsumsi.
__ADS_1
***
Edric membawanya ke hutan luas yang berada di belakang kastil. Sisa Matahari terbenam menghasilkan warna kuning oranye di angkasa.
Tangannya sudah menggenggam busur dan anak panah diselempangkan pada bahu.
“Aku selalu mencari mangsa disini, Chloe. Kamu bebas memilih mulai dari yang paling kecil sampai besar. Ada kelinci, rusa, kijang, serigala dan yang lain. Tapi santapan yang paling enak adalah harimau.”
Edric berkata dengan bangga, memamerkan persediaan makanannya di hutan luas itu.
“Darah.”
“Ya, kamu bebas menyantap semua darah hewan, Chloe.”
Bibirnya tertarik ke belakang, menunjukkan kedua gigi taringnya pada Edric.
“Darah manusia!”
“Tidak boleh, Chloe. Mulai sekarang kamu hanya minum darah hewan. Ini adalah cara tercepat untuk mengontrol dirimu menjadi vampir yang tidak haus darah.”
Chloe memiringkan kepalanya ke samping.
“Tenang saja, kamu akan terbiasa dengan darah hewan. Aku sudah mempraktikkannya selama puluhan tahun dan masih hidup sampai sekarang.”
Lebih tepatnya sudah 18 tahun Edric hidup dengan minum darah hewan. Sejak mama Chloe pergi dari hidupnya, Edric tidak tahan minum darah wanita lain.
“Aku akan menunjukkan caranya padamu. Setelah kamu kenyang, aku juga akan mengajarimu memanah.”
Seekor rusa berada tidak jauh dari mereka dan Edric menarik busurnya, menargetkan bidikannya pada leher rusa itu.
Sebelum anak panah yang dia lepaskan menancap di leher mangsanya, rusa itu sudah terjatuh ke tanah, dengan Chloe di atasnya.
THUD!
Bulu anak panah itu bergoyang saat tertancap di batang pohon, meleset dari targetnya.
Edric melihat ke samping tempat Chloe berdiri sedetik yang lalu, tidak percaya akan matanya sendiri.
Chloe sangat cepat, bahkan tidak ada angin yang menyapu badan Edric saat dia berlari melintasinya.
Tidak. Edric yakin Chloe bukan berlari.
Anaknya sibuk menikmati rasa darah hewan segar pertamanya hari ini, tidak memperdulikan Edric yang sudah berada di sampingnya mengamati, karena dia tau Edric bukan ancaman.
“Chloe…” panggilnya dengan suara pelan.
Chloe menengadahkan kepalanya, bibirnya penuh dengan darah rusa dan perlahan manik merahnya yang berkilau berubah warna menjadi coklat hazel.
“Jangan-jangan kekuatanmu adalah teleportasi?”
...----------------...
...Thank you semuanya yang uda setia support...
... ♚ Mainan Tuan Dimitri ♚...
__ADS_1
...Like, Vote, Favorit & Comment kalian sangat berarti 🤗🥺...