Mainan Tuan Dimitri

Mainan Tuan Dimitri
Hukuman Cambuk untuk Pencuri Berlian


__ADS_3

Suara Tuan Petrova menggema, “Tidak ada yang boleh keluar dari ruangan ini sebelum kalung itu ditemukan. Pengawal, cepat tutup semua pintu akses keluar. Pasti ada seorang penyusup di antara para bangsawan terhormat ini… Maaf, tuan dan nyonya sebaiknya kalian menjaga barang kalian, karena pencuri pasti masih berada disini.”


Aku dan Tuan Draven saling melihat satu sama lain, dengan ekspresi terkejut dan bingung.


Pencuri di pesta pertunangan Tuan Dimitri?


Pembawa acara buka suara, “Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini, tuan dan nyonya sekalian. Tapi untuk menghindari kecurigaan satu sama lain, kita harus menggeledah baju dan tas kalian.”


Satu ruangan menjadi gaduh, ada yang mengangguk setuju dan ada yang protes tidak setuju. Tapi pada akhirnya petugas bergerak untuk menggeledah kantong jas para tamu pria dan tas tangan wanita.


Tuan Dimitri berdiri di samping Putri Adreana yang sedang menangis dan tampak berusaha menenangkannya.


Seorang petugas menghampiriku dan Tuan Draven. Dia menggeledah kantong celana Tuan Draven tapi tidak ada apa-apa. Lalu aku menyerahkan tas tangan kecilku yang aku tau persis hanya ada kalung inisial berbahan titanium yang akan kuberikan pada Tuan Dimitri.


Petugas itu tersentak ketika melihat isi tasku, lalu dia melihat wajahku kembali, dan melihat ke dalam lagi.


“Tuan, saya sudah menemukan kalung berlian yang hilang disini.”


Aku membelalakkan mata tak percaya, merampas tas tangan dari petugas itu dan melihat ke dalam. Benar saja, ada kalung berlian persis seperti yang kulihat dipakai oleh Putri Adreana.


Tuan Draven juga ikut melihat dan dengan nada tak percaya berkata, “Tidak mungkin Chloe yang mencurinya!”


“Bawa dia kesini!!” kata Tuan Petrova.


Aku menggelengkan kepalaku saat petugas itu menarik tanganku dengan paksa.


“Sumpah, tuan. Aku tidak mencurinya! Aku bukan pencuri…”


Aku diseret ke hadapan Tuan Petrova, pria dengan wajah menyeramkan itu merampas tas tanganku dan mengambil keluar kalung berlian, dia melempar kalung titanium itu ke lantai setelah melihatnya dengan sinis.


Kalung hadiah untuk Tuan Dimitri!


Aku langsung berlutut di lantai dan menggenggam erat kalung itu di dadaku, tapi Tuan Petrova salah tafsir.


“Kamu keponakan Dimitri kan? Kamu langsung berlutut ingin mohon ampun? Jadi ternyata kamu yang sudah mencuri kalung berlian ini!”


Aku melihat ke atas, “Tidak, Tuan Petrova. Bukan saya yang mencuri kalung berlian itu. Saya juga tidak tau kenapa kalung itu bisa berada di tas saya.”


“Jelas-jelas ini berada di tasmu dan kamu mau berkilah? Bagaimana ini, Raja Rudolmuv? Saya tidak menyangka seorang pencuri berani menyusup ke acara pesta yang kamu selenggarakan.”


Tuan Dimitri berjalan menuju ke arahku, “Dia keponakanku. Dan aku akan bertanggung jawab atas kesalahannya. Chloe, mengakulah jika kamu yang mencuri berlian itu dan semua akan termaafkan.”


Apa? Bahkan Tuan Dimitri juga meragukanku?


“Tidak, Tuan Dimitri. Bukan saya yang mencuri berlian itu, saya berani bersumpah atas nama ibu saya yang telah meninggal!”


“Chloe!” dia meninggikan nadanya. “Akui perbuatanmu sekarang juga atau kamu akan menerima hukuman!”


SNAP!


Aku mendengar ada seseorang yang menjentikkan jarinya. Pasti orang yang menjebakku adalah vampir, dan dia ingin aku mengakui perbuatan yang tidak kulakukan.


Mataku menangkap wajah Putri Adreana yang terkejut. Ah, ternyata dia orang yang ingin menjebakku. Tapi dia tidak tau kalau aku kebal dengan kekuatan vampir.


“Dimitri, dia pasti tidak senang dengan kabar pertunangan kita. Semalam dia menumpahkan anggur merah ke gaun baruku dan tadi dia juga berbicara dengan nada yang tidak sopan padaku, padahal aku telah baik merekomendasikan makanan padanya.”


“Omong kosong! Chloe adalah wanita paling baik yang pernah aku temui,” Tuan Draven pasang badan.


Aku hampir menangis karena kebaikan Tuan Draven, walaupun dia suka iseng tapi dia membelaku. Berbeda dengan Tuan Dimitri si brengsek itu.


“Baik? Ya, mungkin dia hanya baik pada cowok saja!” ujar Putri Adreana.


“Raja, apa hukuman yang pantas untuk seorang pencuri? Yang aku tau, seorang pencuri harus dihukum cambuk.”


Aku terkesiap, “Hukuman cambuk?”


Tuan Dimitri berlutut di hadapanku dan menggenggam lenganku erat, wajahnya berubah geram, “Cepat akui perbuatanmu dan minta maaf!”

__ADS_1


Bibirku bergetar, “Aku tidak akan mengakui perbuatan yang tidak kulakukan, tuan.”


Aku menutup mataku, menerima nasib karena semuanya pasti akan lebih percaya dengan perkataan Putri Adreana.


Tuan Dimitri bangkit dan menghadap raja, “Chloe adalah keponakanku dan aku akan menerima hukuman sebagai gantinya. Tuan Petrova, Adreana, aku minta maaf atas perbuatan keponakanku.”


Aku mengepal kalung itu dengan erat. Tuan Dimitri rela menerima hukuman demi aku!


Tuan Petrova tertawa sinis, “Tidak bisa. Dia harus diberi hukuman karena telah berani mencuri. Petugas, ambilkan cambuk untukku. Aku yang akan menghukumnya dengan tanganku sendiri.”


Petugas dengan cepat memberikan cambuk kepada Tuan Petrova.


Aku bertanya lirih, “Kamu akan mencambukku disini, tuan? Di hadapan semua orang?”


“Iya, biar kamu tau malu, kecuali kamu minta maaf, aku akan mengubah pikiranku,” tangannya menyusuri tali cambuk yang menyeramkan itu.


Aku sudah pernah melihat seorang pencuri yang dicambuk 100 kali di punggung hanya karena mencuri sepotong roti. Apalagi kalung berlian? Aku menelan ludah, jantungku berdegup kencang dan keringat dingin membasahi tubuhku.


“Panggil pelayan wanita untuk membuka bajunya!”


Aku mulai panik, “Tuan Dimitri! Sumpah, aku tidak mencuri kalung itu…”


Seseorang membuka bajuku dari belakang dan aku menoleh, melihat Dorothy yang membuka tali pengikat gaunku.


“Maaf, nona… Aku hanya akan membuka baju bagian punggungmu sedikit.”


Aku menangkupkan tanganku di depan dada agar gaun itu tidak jatuh, masih dalam posisi berlutut di lantai, merasakan hawa dingin menusuk punggungku yang terbuka untuk dilihat oleh semua orang.


Tuan Petrova tersenyum jahat dan hendak mengitari tubuhku ketika Tuan Dimitri menghentikannya.


“Tunggu, aku sendiri yang akan menghukum keponakanku.”


Tuan Petrova mengangkat alisnya, “Baiklah kalau kamu sendiri yang mau mendidik gadis ini. Raja, menurutmu berapa cambukan yang harus kita berikan pada pencuri yang tidak mau jujur?”


Raja berpikir sebentar lalu berkata dengan wajah kasihan, “Dia hanya seorang gadis kecil. Lagian kalung itu juga ditemukan dalam keadaan utuh. Aku rasa hukuman yang adil adalah 20 kali cambukan.”


Tuan Dimitri mengambil cambuk itu dari tangan Tuan Petrova dan berjalan mengitari tubuhku. Semua orang berdiri membentuk lingkaran untuk melihat hukuman yang akan dijatuhkan pada si pencuri.


Aku benci kamu, Dimitri!


Aku tidak menjawabnya dan pasrah. Seseorang berkata dengan lantang, “Lihat! Dia bahkan punya tato di punggungnya. Mana ada seorang gadis berstatus memiliki tato?”


Ruangan kembali ribut karena semua orang mempertanyakan tato bunga mawar yang terdapat di punggungku.


Lengkap sudah. Aku di cap sebagai pencuri dan juga gadis murahan.


CTAR!!


Aku menjerit kaget saat cambuk itu menyambar punggungku dengan cepat. Rasanya pedih hanya dengan 1 kali sentakan, aku tidak tau apakah akan sanggup menanggung 19 lainnya.


CTAR!! CTAR!!


Air mataku mulai membasahi pipi, badanku bergetar. Tapi aku menahan jeritan kesakitan dengan menggigit bibirku. Aku tidak akan memberi mereka kepuasan dengan mendengar jeritanku.


Aku tidak tau sudah berapa kali Tuan Dimitri menyambar punggungku dengan cambuk, kepalaku mulai berputar, pandanganku kabur. Mungkin aku akan pingsan sebentar lagi.


Aku sudah tidak bisa berlutut dan kedua tanganku mendekap dadaku, aku menekuk tubuhku dan menangis. Akhirnya aku tidak dapat menahan jeritan lagi saat aku merasa kulitku koyak dan tersobek.


“Aaarrrghhh!!”


***


[Third POV]


Dimitri sudah tidak tahan melihat goresan luka panjang berwarna merah yang menghias punggung Chloe. Dia berusaha untuk mencambuk sepelan mungkin, tapi kulit wanita itu terlalu sensitif.


Cambukan demi cambukan Chloe menahan jeritannya walaupun Dimitri tau gadis itu sudah tidak tahan, tubuhnya gemetar hebat. Dimitri sangat takut akan terjadi sesuatu pada kandungannya.

__ADS_1


Tapi Chloe terlalu keras kepala! Walaupun bukan dia yang mencuri kalung berlian itu, jika dia mau melunak dan minta maaf, pasti Tuan Petrova tidak punya alasan lain untuk tidak memaafkannya.


CTAR!!


Ini adalah cambukan ke-19 dan Chloe berteriak, “Aaarrrghhh!!”


Suara jeritan kesakitan itu bergema ke seisi ruangan, Dimitri tidak tahan lagi dan ingin segera memeluknya. Tangannya mulai gemetar saat ia mengangkat cambuk itu untuk menyambar punggung Chloe.


Chloe, bertahanlah! Hanya sisa 1 cambukan lagi!


“Tunggu!! Berhenti!”


Edric Suarez melangkah maju dengan kalung berlian itu di tangannya. Seorang pelayan tua bungkuk ikut di sampingnya.


“Ada sesuatu yang tidak beres. Saya berani membuktikan kalau kalung berlian ini tidak asli!”


Semuanya tersentak dengan klaim Edric Suarez. Chloe terjatuh ke lantai dengan posisi miring.


“Chloe!” Dimitri berteriak dan segera mengangkat kepala gadis itu perlahan.


Matanya tertutup rapat tapi dia masih bernapas. “Dia pingsan.”


“Kalian sudah menghukum orang yang tidak bersalah! Kalung yang berada di dalam tas gadis malang ini adalah palsu!”


Para tamu semakin heboh dengan pernyataan Tuan Suarez.


“Apa buktinya kalau kalung itu palsu? Apa motif pelaku yang menjebak gadis ini?” tanya Petrova.


Raja angkat suara, “Edric, bagaimana kamu bisa tau kalung berlian itu palsu?”


“Raja, tanpa mengurangi rasa hormat berikan aku waktu untuk menjelaskan. Pelayan yang ikut dengan saya, dia adalah orang yang bekerja sebagai pengrajin berlian sebelum mengabdi pada saya. Dia tau betul bagaimana membedakan berlian asli dan palsu.”


Pria tua bungkuk itu berkata, “Mudah saja membedakan berlian asli atau palsu.”


Dia menghembuskan napas ke berlian itu, “Lihat, kabut pada berlian ini bertahan lama. Coba kalian tes pada berlian kalian sendiri, apakah saat kalian menghembuskan nafas ke berlian, kabutnya bertahan lama atau tidak.”


Semua tamu undangan sibuk membuktikan ke berlian mereka masing-masing.


“Punyaku menghilang dengan cepat!” seru seseorang.


“Punyaku juga!”


“Nah itu berarti berlian kalian asli. Tapi berlian yang ada di kalung ini, kabutnya bertahan lama. Dapat saya pastikan ini palsu!”


Edric Suarez menambahkan, “Kalau kalian masih ragu, sebaiknya kita membawa kalung ini ke toko berlian. Kalian sudah menghakimi seorang gadis tak bersalah.”


Semua yang ada di ruangan itu terdiam dan menatap dengan iba pada gadis yang sudah hilang kesadaran itu.


“J-jadi kalung berlian asliku dimana?” pekik Adreana.


“Nona, apakah kamu memiliki musuh? Pasti ada yang tidak suka dengan Chloe atau denganmu sehingga menciptakan drama seperti ini.”


“Maaf, aku akan membawa Chloe ke kamarnya dulu. Kalian selesaikanlah masalah ini. Yang penting keponakanku terbukti tidak mencuri kalung berlian itu. Permisi.”


Draven membantu Dimitri membopong tubuh Chloe pergi keluar ruangan.


Edric Suarez menggeretakkan rahangnya menahan amarah saat dia melihat punggung Chloe.


Dia ingat betul lambang bunga mawar di punggung gadis itu. Itu adalah lambang keluarga Suarez!


Anakku, Elizabeth, akhirnya aku menemukanmu.


Ya, Chloe Isabel adalah anak Edric Suarez yang dilahirkan dari rahim manusia biasa dan secara diam-diam disembunyikan keberadaannya.


Bunga mawar di punggung Chloe mungkin akan menjadi pengubah takdir dua kerajaan dan juga takdir Chloe Isabel sendiri.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...Sedikit lagi akan terkuak misteri bunga mawar di punggung Chloe ya! ...


...Tapi sebelum next, Like dulu bab ini \~...


__ADS_2