
Mengeluh capek dan ingin istirahat hanya alasan Kiara agar dia bisa menyelinap masuk ke dalam ruang rahasia di balik tembok itu. Kiara memastikan terlebih dahulu kalau Magnus sedang sibuk.
Tepat sekali saat ini Magnus mengajak Ansel berlayar dengan kapal barunya. Mungkin mereka mau sekalian memancing ikan atau naga laut. Kiara tak peduli. Yang penting dia bisa segera menyelesaikan misinya.
Memangnya enak menyamar jadi budak dan diperlakukan dengan rendah seperti ini? Kiara sudah muak.
Setelah meminum ramuan yang kemarin dia buat dan simpan sisanya ke dalam botol kecil agar vampir tidak dapat mencium aroma darahnya, Kiara mengikuti rute yang dia hapal dengan seksama.
Lorong gelap dan dingin itu tak membuat Kiara menghentikan langkahnya. Dia dikejar waktu. Jika misi ini terus menerus diundur, berarti Cyrus juga harus menderita lebih lama.
Kiara menemukan tembok rahasia itu, lalu mendorongnya. Terbuka!
Seorang gadis cantik berambut panjang berwarna coklat chestnut sedang duduk di atas kasur sambil bersenandung. Dia mengelus perutnya yang rata dan terkejut ketika Kiara masuk.
“Kamu siapa?” tanya gadis itu ragu.
“Jangan takut… Kamu Gwendolyn?” tanya Kiara yang masih berdiri di tempat. Dia tak mau menakuti Gwendolyn dan membuat wanita itu menjerit.
“Benar… Kamu siapa? Kenapa kamu bisa tahu namaku?” Gwen mengernyitkan dahinya.
“Namaku Kiara. Aku diutus oleh Hecate untuk menyelamatkanmu, Gwen.”
__ADS_1
“Hecate? Aku tidak mengenal nama itu. Mungkin kamu salah orang.” Gwen beranjak dari kasur dan mulai terlihat ragu.
Sial! Kiara sudah diperingatkan kalau ingatan Gwen kemungkinan sudah dihapus oleh Magnus agar gadis itu lebih penurut dan mengikuti perintah Magnus.
Kiara perlahan mendekatinya. “Gwen, apa kamu ingat tentang masa lalumu?”
Gwen tampak berpikir sebentar lalu menggelengkan kepalanya. “Magnus bilang aku kehilangan ingatanku karena kecelakaan. Aku juga tidak boleh keluar dari kamar ini. Tapi aku tidak tahu kenapa.”
Kamar kecil itu hanya berisi satu kasur dan sinar matahari bisa masuk dari celah sempit, yang bahkan lebih kecil dari kepala Kiara.
“Yang kamu ingat, Magnus itu siapa?”
Gwen tersipu malu. “Magnus… Dia suamiku. Dia mencintaiku dan aku hanya milik dia seorang.” Gwen seperti manusia yang sudah dicuci otaknya untuk mengatakan itu.
Wajah Gwen berubah pucat. “Kamu bohong… Itu tidak mungkin—“
Kiara terus melanjutkan, “Kamu tahu kamu berasal dari mana? Kamu dulunya tinggal di Kerajaan Sheadore bersama seorang wanita bernama Hecate. Dia yang membesarkanmu, Gwen. Kamu lupa semua itu?”
“Hecate? Sheadore?” Gwen memegang kepalanya dengan kedua tangannya. Wajahnya berkerut, berusaha mengingat masa lalunya yang telah dihapus.
“Apakah kamu tidak heran? Kalau kamu memang istri Magnus, kenapa dia tidak membiarkanmu keluar dari ruang sempit ini? Kenapa dia begitu tega meninggalkanmu sendiri di sini—“
__ADS_1
Gwen berteriak. Air matanya jatuh membasahi pipinya. “Berhentiii!! Kepalaku terasa mau pecah!”
“Itu karena apa yang aku katakan semuanya benar, Gwen. Kamu cuma diperalat oleh vampir sialan itu. Dia hanya menginginkan darahmu karena kamu spesial untuknya.“
Gwen terisak, “Kenapa kamu melakukan ini padaku??”
“Karena aku mau menyelamatkanmu, Gwen. Ikut denganku dan kamu bisa menghirup udara bebas. Kamu tidak perlu tinggal di ruang sempit ini lagi. Hecate bisa menyembuhkanmu. Kamu akan ingat masa lalumu.”
“Aku akan bertanya pada Magnus! Aku akan bertanya apakah yang kamu katakan itu benar!”
“Tidak! Magnus tidak boleh tahu kalau aku datang menemuimu…” Kiara memutar otaknya memikirkan cara agar Gwen yakin padanya. “Begini saja, lihat botol ini? Botol ini akan menjadi tanda kalau aku pernah menemuimu.”
Gwen masih tidak paham. Dia bingung melihat Kiara menyembunyikan botol kosong bekas ramuan itu ke bawah kasur.
“Kenapa kamu meninggalkan botol itu di sana?”
Kiara beranjak berdiri dan menepuk tangannya yang kotor dari debu. “Karena kamu akan lupa aku datang hari ini, Gwen. Sudah kubilang, dia menghapus ingatanmu.”
...----------------...
...Thank you semuanya yg udah ...
__ADS_1
...Like, Vote & Comment ...