Mainan Tuan Dimitri

Mainan Tuan Dimitri
Satu Kamar Honeymoon (21+)


__ADS_3

...Belum cukup umur? SKIPPP!!...


...----------------...


Tangan Chloe memegang pipi Dimitri, membuatnya melihat mata hazel miliknya.


“Sebenarnya Dwayne itu siapa?”


Rintik hujan mulai turun dari langit dan semua orang yang berada di pelabuhan itu segera membereskan pekerjaan mereka untuk pulang. Warung-warung kecil yang ada di sepanjang jalan St. Milway juga perlahan mulai menutup toko mereka.


“Aku hanya punya dua orang yang paling kucintai di dunia ini. Kamu dan Dwayne. Kalau aku disuruh memilih satu di antara kalian berdua, aku tidak akan sanggup, Chloe. Lebih baik aku yang pergi dari dunia ini.”


Chloe menurunkan tangannya dari pipi Dimitri.


“Apa yang kamu bicarakan, Dimitri! Aku tidak akan membiarkanmu pergi dari sisiku. Kamu kekasihku sekarang. Apa kamu lupa?” Chloe cemberut dan memeluk Dimitri dengan erat.


Sejak kapan ada sifat posesif di dalam dirinya? Chloe bahkan tidak tau dirinya bisa begitu. Dia tidak suka dengan perkataan Dimitri, seakan Dimitri benar-benar akan pergi dari sisinya.


Dimitri memeluk erat wanita itu dalam dekapannya. Walaupun pikiran dan hatinya berada jauh di ujung lautan, mengkhawatirkan nasib anaknya yang baru berusia dua setengah tahun lebih, namun keberadaan Chloe menenangkan badai yang berkecamuk di hatinya.




...- Hilde Inn & Tavern -...


Mereka memutuskan untuk menyewa kamar di salah satu penginapan di pelabuhan St. Milway. Semua mata tertuju pada dua orang asing yang datang ke penginapan itu. Pemilik penginapan adalah seorang kakek tua dengan senyuman ramah menyambut mereka.


“Selamat datang di penginapan dan bar Hilde. Perlu berapa kamar, tuan dan nona?”


“Berapa untuk satu malam?” tanya Chloe yang sebenarnya lupa mengambil kantong koinnya.


“50 perak untuk satu kamar biasa. 85 perak untuk kamar honeymoon.” Mata kakek tua itu memperhatikan pasangan di depannya.


“Aku akan mengambil dua kamar biasa.”


“Satu kamar honeymoon untuk satu malam. Simpan kembaliannya.” Dimitri melemparkan koin 100 perak ke meja kayu tua itu.


“Baik, terima kasih tuan. Kamar anda nomor 5 di lantai dua.”


Mereka naik ke lantai dua, menapaki anak tangga kayu yang berdecit. Dimitri membuka pintu kamar nomor 5.



“Yang begini dia bilang kamar honeymoon? Berarti kamar biasa lebih hancur lagi.” Chloe menahan tawanya.


Dia tidak bisa membayangkan wajah pengantin baru yang berharap lebih dari kamar honeymoon di penginapan tua ini.


Dimitri mengacak rambutnya yang basah dari air hujan lalu membuka jubah hitamnya dan menggantungnya di belakang pintu.


“Lebih baik daripada kita kehujanan di luar sana.”

__ADS_1


Chloe sudah berdiri di depan jendela untuk mengintip jalanan sepi di bawah, telah basah karena diguyur air hujan. Dia dapat melihat Dimitri berjalan mendekatinya dari pantulan kaca jendela.


Merasakan tubuhnya saat dia menempel pada punggung Chloe.


“Bagaimana kalau badai tidak kunjung reda besok?” tanya Chloe.


“Sebaiknya kita pulang ke kastil Edric terlebih dahulu. Dia pasti khawatir kalau tidak mendengar kabar darimu.”


Sebenarnya Dimitri tau bahwa badai ini tidak mungkin reda hanya dalam satu hari. Paling cepat mereka harus menunggu tiga sampai empat hari sebelum langit cerah.


“Ya, papa pasti khawatir.”


Dimitri menyibak rambut Chloe ke samping dan menghirup lehernya, lalu memberikan satu kecu*pan dalam disana.


“Apa kamu tidak lapar, Chloe?” Dimitri melingkarkan kedua lengannya di pinggang Chloe.


“Tidak terlalu karena semalam kita baru berburu. Aku bisa tahan selama tiga hari tanpa minum darah,” ucap Chloe bangga karena dia tau ada yang tidak bisa tahan selama itu.


“Bagaimana denganmu, Dimitri?”


“Aku? Aku pernah menahan dahaga selama hampir sebulan penuh dan aku hampir mati.”


“Kenapa kamu menyiksa dirimu sendiri?” Chloe menoleh untuk melihat wajah Dimitri.


“Itu saat aku kehilanganmu, Chloe. Kamu ingat saat aku bilang aku berhenti minum darah manusia karenamu?”


Chloe mengangguk. Dia percaya karena telah melihat dengan mata kepalanya sendiri ketika Dimitri minum darah hewan di hadapannya.


“Lalu apa yang membuatmu akhirnya bisa minum darah hewan?”


“Aku memikirkanmu, Chloe. Aku tidak bisa pergi dari dunia ini sebelum dia—tapi semuanya sudah berubah. Kamu ada disini… Diberkati dengan terlalu banyak kekuatan, dibebani oleh keabadian.”


‘Sebelum anak kita berumur 18 tahun dan berubah.’


Satu tangan Dimitri naik ke atas dan menangkup buah dadanya, membuat Chloe meleng*uh.


“Mengapa kamu melihat keabadian sebagai beban?” Chloe bertanya dengan napas berat.


Dimitri mulai membuka bajunya dari belakang. “Itu karena kamu belum hidup cukup lama di dunia ini, darling. Kamu belum pernah merasakan bagaimana melihat orang yang kamu kenal satu per satu meninggalkanmu.”


Baju Chloe sudah setengah turun ditarik Dimitri dan tangannya sibuk mere*mas kedua buah dadanya.


Apa dia bilang? Chloe tidak dapat konsentrasi lagi.


“Aku tidak akan meninggalkanmu, Dimitri.”


Chloe menyandarkan kepalanya di dada Dimitri, pria tinggi itu menurunkan kepalanya dan melu*mat bibir Chloe. Lidah mereka beradu, berperang satu sama lain untuk menunjukkan siapa yang lebih mendominasi.


Chloe menggigit bibirnya saat Dimitri hendak mendeklarasikan kemenangan atas adu lidah mereka, membuatnya tersentak dan akhirnya Chloe keluar sebagai pemenangnya.


Dimitri menggeram dan mendorong tubuh bagian atas Chloe turun hingga membentuk sudut 90 derajat. Tangan Chloe menempel pada jendela kaca itu, pasrah dengan apa yang dilakukan Dimitri.

__ADS_1


Rok panjang itu dia sibak ke atas, lalu Dimitri membuka celananya sendiri dengan cepat dan mengeluarkan sesuatu yang dapat membuat Chloe menjerit ketagihan.


“Cepat, Dimitri…” Chloe memohon, padahal dia baru saja dipuaskan tanpa henti semalam.


Dimitri tidak perlu mera*banya untuk tau bahwa Chloe sudah basah. Dia langsung mendorong seluruhnya masuk ke rongga sempit Chloe.


“Aaahhh!!” Walaupun Dimitri sudah berulang kali masuk ke dalam tubuhnya, Chloe tetap merasa penuh dengan kehadiran Dimitri.


Dimitri membekap mulut Chloe dari belakang. “Shh! Dinding penginapan ini sangat tipis.”


Chloe hendak menjerit bahwa dia tidak peduli kalau seluruh dunia mendengarnya ketika dorongan demi dorongan keras dilancarkan Dimitri. Satu tangannya menahan pinggul Chloe agar tidak bergerak terlalu liar.


Dengan posisi seperti ini, Chloe dengan cepat mencapai puncak kenikmatannya. Dia menjerit keras dalam bekapan tangan Dimitri, bola matanya berputar ke atas dan kakinya bergetar hebat saat dia menjepit Dimitri dengan erat.


“Ugh! Daa**mn. Kenapa kamu sempit sekali, Chloe?”


Dimitri juga tidak bertahan lama. Dia tidak dapat mengatur ritme masuk dan keluarnya lagi. Hanya beberapa kali dorongan, dia pun melempar kepalanya ke belakang dan menjerit tanpa suara.


Hujan masih mengguyur pelabuhan St. Milway, namun sepasang vampir ini tidak berhenti memuaskan has*rat mereka.


Chloe duduk di atas Dimitri sambil mencium lehernya, melakukan apa yang dia pelajari dari Dimitri. Satu tangannya mer*aba dada bidang Dimitri, dan satu lagi menyiksa senjatanya.


Membuat pria di bawahnya tidak tenang dan ingin membalik posisi mereka di kasur penginapan tua.


“Tahan dirimu, Dimitri. Berkali-kali aku yang harus menjerit di bawah siksaanmu. Jadi kali ini, kamu yang harus kusiksa.” Chloe terkekeh saat Dimitri mengeluarkan sumpah serapah.


“Chloe, kalau kamu tidak segera membenamkannya ke dalam tubuhmu, aku akan keluar di tanganmu. Chloe! Beneran aku akan—“


Chloe berhenti.


“Chloeee!” Dimitri menger*ang saat dia tidak jadi keluar. Dia merasa senjatanya sudah sangat bengkak dan keras karena disiksa tanpa henti oleh tangan kecil iblis ini.


Lalu Chloe mengarahkan milik Dimitri ke dalam mahkotanya dan melen*guh panjang saat perlahan-lahan dia menurunkan badannya, melahap milik Dimitri.


Dia menggerakkan pinggulnya naik dan turun untuk beberapa saat, Dimitri bermain dengan kedua buah dadanya yang berguncang hebat.


Dia membiarkan Chloe menemukan ritmenya sendiri walaupun tersiksa. Tidak butuh waktu lama, Chloe jatuh ke dada Dimitri setelah kembang api selesai meletus.


“Aku mau tidur,” ucapnya dengan tubuh mereka masih tergabung menjadi satu.


Dimitri meletakkan tangannya di bok*ng Chloe dan mengguncang badannya naik dan turun. Meneruskan apa yang tidak dapat diteruskan Chloe lagi.


“Tidurlah, aku akan menyelesaikan pekerjaanku. Selamat malam, bunga mawar kecilku.”


...----------------...


...Thank you semuanya yang uda setia support...


... ♚ Mainan Tuan Dimitri ♚...


...Like, Vote, Favorit & Comment kalian sangat berarti 🤗🥺...

__ADS_1


__ADS_2