Mainan Tuan Dimitri

Mainan Tuan Dimitri
DAD (Extra Chapter)


__ADS_3

Dwayne Ansel D’Arcy tumbuh besar dengan siraman cinta dan kasih sayang orang tuanya—Chloe dan Dimitri. Dia juga memiliki kakek dan nenek yang memanjakannya, paman dan bibi yang tidak bisa menolak keinginannya.


Saat berusia 3 tahun, dia sudah mahir menunggangi kuda poni tanpa dituntun orang dewasa. Namun dia tidak puas dan iri ketika Papanya dan Paman Draven dapat menunggangi kuda besar.


“Beberapa tahun lagi kamu akan cukup tinggi untuk menunggangi kuda besar. Nanti kamu bisa memilih keturunan kuda terbaik di kerajaan ini.” Dimitri mengusap kepala Dwayne yang cemberut.


“Kamu terlalu memanjakannya, Dimitri. Ini, Dwayne makan sayur dulu biar cepat tumbuh tinggi dan besar. Walaupun Mama sebenarnya masih ingin kamu menjadi bayi Mama.” Chloe meletakkan satu piring penuh sayuran ke hadapan anaknya.


Dari semua yang ada di dalam hidup Dwayne, mamanya yang paling tegas, seakan terkadang dia bisa memblokir kekuatan Dwayne.


Ya, terlahir dari rahim manusia membuat Dwayne memiliki kekuatan yang tidak biasa. Semua orang yang melihatnya pasti langsung jatuh hati padanya.


Saat berusia 5 tahun, menunggang kuda adalah makanannya sehari-hari dan bahkan keahliannya sudah melampaui orang yang berkuda berpuluh-puluh tahun lamanya. Bukan hanya itu, dia juga sudah memulai latihan pedang.


Paman Draven yang setelah menikah memilih untuk membeli sebuah kastil kecil tidak jauh dari Kastil D’Arcy pasti akan datang setiap hari untuk melatih Dwayne.


TRAAANG!!


Pedang Draven terpelanting. “A-apa? Aku dikalahkan bocah ini?”


Adreana tertawa sambil menepukkan tangannya. Dia menyaksikan bagaimana tubuh Dwayne yang lebih pendek dan kecil, namun gesit dan lincah, mengalahkan Draven.


“Onty Adre! Lihat Paman bilang aku bocah.”


Adreana memberi tatapan tajam pada Draven. “Tenang saja, Paman tidak akan dapat ‘makan’ malam ini.”


“Hei, aku bercanda. Aku bangga karena aku adalah gurunya. Lihat perkembangan mengerikan anak ini padahal baru setahun yang lalu dia mulai latihan. Please, Adre… Jangan hukum aku.”


Dwayne terkekeh melihat wajah memelas Pamannya.


Saat berusia 13 tahun, Dwayne lebih memilih dipanggil Ansel. Oleh sebab itu, nama Dwayne hanya disebutkan oleh keluarga terdekatnya. Untuk orang lain, dia dipanggil Tuan Ansel.


Ansel mulai menunjukkan ketertarikannya terhadap wanita saat dia menemani orang tuanya menghadiri pesta di Istana Rudolmuv.


Dia tidak suka dengan keramaian, dia bahkan tidak ingin datang kesini kalau bukan karena dijanjikan pedang baru yang terbuat dari meteorit.


Ansel keluar dari ruang dansa yang pengap. Dia berjalan tanpa arah dalam gelapnya taman belakang istana yang memiliki labirin. Dia masuk ke dalam dan sayup-sayup terdengar era*ngan seseorang.


Dia penasaran karena suara itu seperti suara yang dia dengar saat melewati lorong kamar-kamar pelayan di rumahnya, hanya saja suara ini lebih berat seperti dikeluarkan dari mulut seorang pria.


“Ahhh….”


Ansel melihatnya dengan jelas bagaimana pria itu dipeluk, kepalanya miring ke samping, seseorang sedang menghi*sap lehernya.


Dia tau tentang vampir, penyihir dan segala hal gaib yang ada di dunia ini. Papa dan mamanya sudah menjelaskan hal ini saat dia berulang tahun yang ke-13. Mereka bilang agar dia bisa mempersiapkan diri dan tau apa yang akan terjadi saat dia berumur 18 tahun nanti.


Tapi Ansel tidak pernah menyaksikan langsung seorang vampir meminum darah manusia! Bloody hell!


Sepatunya menginjak satu ranting kering dan dia berhenti bernapas saat mata berwarna merah milik wanita itu menatapnya.


Sungguh indah, beracun dan membuatnya terpikat.

__ADS_1


Dia tidak berhenti minum. Malah semakin bersemangat menghis*ap darah si pria yang erang*annya terdengar semakin lemah, tidak melepas tatapan matanya pada Ansel.


Ansel menyunggingkan senyuman. “Kamu bisa membunuh manusia itu.”


Wanita berambut pirang madu itu langsung melepaskan gigitannya. Dia menjilat bibirnya, tanpa malu di hadapan Ansel.


Dia menjentikkan jarinya dan seketika itu juga si pria langsung ambruk ke tanah.


“Siapa namamu?” tanya Ansel santai.


“Gianna Laurence. Putri dari Timothy Laurence dan biasa dipanggil Gigi.”


Laurence. Dari pakaiannya Gigi sudah dapat dipastikan adalah anak bangsawan. Ansel akan bertanya pada orang tuanya tentang keluarga Laurence.


Namun itu tidak penting sekarang.


Gigi menjentikkan jarinya, tapi tidak terjadi apa-apa. Dia mengernyitkan dahinya. “Kamu siapa? Kenapa kamu tidak mempan dengan kekuatan vampir?”


“Perkenalkan, nama saya Ansel D’Arcy.”


Mulut Gigi membentuk O besar. Sepertinya nama Ansel D’Arcy sudah terkenal di kalangan vampir.


“Nona Gianna Laurence, kamu akan menjadi milikku.”


Gigi tersentak, lalu dia tertawa. Suaranya saja begitu indah, mewakili rupanya.


“Tuan Ansel, kamu tau umurku berapa? 442 tahun! Bukannya aku menolak tapi kamu bisa datang kembali saat kamu sudah matang.” Gigi memperhatikannya dengan mata sayu.


Gigi mendekatinya dan menempelkan tubuhnya ke dada Ansel yang bidang.


“Kalau begitu cium aku untuk mengikat janji kita.”


Ciuman pertama Ansel yang bercampur dengan rasa darah manusia, diambil oleh seorang wanita yang baru saja dia temui di labirin istana yang gelap.


...----------------...



Hello mau promosi dulu nih karena ada karya kedua yang kontrak di pf lain.


Judul: Satu Syarat Sandra


PF: G*o*o*d*N*o*v*e*l


Rate: 21+



Sandra menganggukkan kepalanya dan setuju dengan pernikahan terencana ini. Dia tidak tau apa yang akan dikatakan teman-temannya kalau mereka tau dia menikah dini.


“Moses, kamu tau tidak kalau Sandra sangat pandai bermain piano? Dia bahkan memiliki banyak piagam penghargaan saat mengikuti kompetisi,” ucap Pritta, ingin mengalihkan situasi yang tegang menjadi lebih santai.

__ADS_1


“Mama!” pekik Sandra malu.


Moses mengangkat alis kirinya ke atas. “Oh ya? Di sana ada sebuah piano. Mungkin kamu mau memainkan sebuah lagu untukku?”


Dia ingin mendengar Sandra bermain! Hal ini bahkan membuatnya lebih bersemangat daripada saat mendapatkan piagam penghargaan.


Moses mengikutinya berjalan ke arah Grand Piano berwarna hitam yang ada di sudut depan restoran itu. Saat Sandra duduk di bangku, Moses berdiri di belakangnya. Samar-samar dia dapat menghirup aroma parfum woody dan maskulin, seperti wangi cedarwood.


Tangannya mulai memainkan Fur Elise ciptaan Ludwig van Beethoven. Alunan nadanya lembut namun tidak akan membuat para tamu restoran mengantuk. Kalau bukan karena puluhan tahun tangannya menari di atas tuts, dia pasti sudah tidak bisa memainkannya dengan sempurna karena gugup.


“Kamu punya lagu dengan tempo lebih cepat dan keras?”


Sepertinya musik dengan alunan lembut bukan selera Moses. Jadi Sandra berkata, “Baik, mungkin kamu akan suka ini.”


Dia menutup Fur Elise dan dilanjutkan dengan Moonlight Sonata. Simfoni ini terdiri dari tiga movement dan Sandra memainkan third movement yang paling cepat dan energik.


Moses menundukkan kepalanya, “Aku ingin kamu menjawab pertanyaanku. Tapi jangan berhenti bermain.”


Sandra mengangguk. “Apa yang ingin kamu tanyakan?”


“Apa kamu punya pacar saat ini?” Dia bertanya dengan sangat pelan.


“Tidak ada. Aku masih single,” jawab Sandra sambil mengulum senyum.


“Dengarkan aku baik-baik. Teruslah bermain dan tersenyum.”


Sandra menurutinya namun senyuman itu hilang. Ada alarm yang berbunyi di kepalanya bahwa perkataan Moses selanjutnya akan mengubah seluruh hidupnya.


“Ini hanya pernikahan terencana. Aku menikah denganmu demi menyelamatkan perusahaan ayahku. Aku bukan menikah karena cinta.”


Satu nada meleset, namun tidak akan ada yang tau karena Sandra meneruskan permainannya yang cepat dan pelik. Sepertinya keahliannya dari bertahun-tahun kursus piano terbayarkan.


“Boleh aku bertanya?” tanya Sandra.


“Silahkan.”


“Apa kamu terpaksa menikah denganku?”


Aneh. Kenapa dia masih bisa bermain setenang ini padahal dunia di sekelilingnya sedang runtuh.


“Aku tidak punya pilihan lagi,” jawabnya. “Jangan berharap banyak dari pernikahan ini karena aku sudah mencintai wanita lain. Sebaiknya kamu juga tidak jatuh cinta padaku. Mengerti?”


...ღ SSS ღ...


Judul \= Satu Syarat Sandra


Bisa dibaca di \= Good*novel


Instagram \= @misscapri._


Bisa dibaca pakai koin gratis.

__ADS_1


Silahkan review & taburkan bintang ya kalau suka 😆😆


__ADS_2