Mainan Tuan Dimitri

Mainan Tuan Dimitri
Pencapaian Terbesar


__ADS_3

“Mama cuma lupa, Dwayne. Mama tidak ingat kalau dia pernah melahirkan seorang anak menggemaskan ke dunia ini.”


Merdunya kicauan burung langsung menghilang dari pendengaran Chloe, seakan dunianya menyempit, hanya fokus pada pria dan anak kecil di depannya.


Apa maksudnya Dimitri? Aku yang melahirkan Dwayne? Aku ternyata seorang ibu?


Tapi kebingungan itu langsung sirna. Hati Chloe hanya dipenuhi rasa bahagia yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya. Atau dia tidak ingat kalau dia pernah sebahagia ini dulunya.


Seakan menjadi seorang ibu adalah pencapaian terbesar dalam hidupnya. Melebihi statusnya sebagai Komandan Perang, melebihi pencapaiannya dalam memenangkan setiap peperangan.


“Dia benar-benar anakku, Dimitri?”


Dimitri mengangguk pasti dan tersenyum, “Anak kita, Chloe.”


Chloe langsung menyelimuti badan kecil anak itu dalam pelukannya, Dwayne juga tidak ragu untuk melingkarkan tangannya di leher Chloe.


“Maaf, Dwayne. Maaf, mama lupa…”


Dimitri sedikit terkejut saat mendengar Dwayne memanggil Chloe dengan sebutan mama, padahal Dwayne tidak pernah tau ibunya itu siapa. Namun Dwayne mengurangi sedikit beban Dimitri. Chloe tampaknya bisa menerima kalau dia seorang ibu sekarang.


Hati Dimitri pedih melihat ibu dan anak yang akhirnya bertemu. Dia memeluk keluarga kecilnya dengan erat. Mulai dari sekarang dan selamanya, dia akan melindungi dan membuat mereka bahagia.


“Ughh… Dwayne kedinginan…” ucap anak itu polos.


Chloe dan Dimitri langsung melepas pelukannya, sadar kalau dua vampir sekaligus memeluknya pasti dia kedinginan. Mereka terkekeh melihat raut wajah Dwayne.


“Jadi mulai sekarang mama bisa tinggal sama kita, pa?”


“Coba Dwayne tanya mama.”


Dwayne bertanya dengan ragu. “Mama mau ya tinggal dengan papa dan Dwayne?”


“Sebentar. Mama mau tanya papamu dulu.” Chloe mendekatkan bibirnya ke telinga Dimitri untuk berbisik, membuat Dwayne tertawa geli.


“Dimitri! Apa sebelumnya kita sudah menikah? Kenapa kamu tidak bilang!!” desisnya.


Gantian Dimitri yang berbisik di telinga Chloe. “Aku tidak bilang karena takut kamu syok karena kita belum menikah tapi sudah punya anak duluan!”


Chloe membelalak. Kalau tidak ada Dwayne di tangannya, Dimitri pasti sudah tersungkur di atas rumput.


“Tapi karena kita sudah berkumpul kembali, kita bisa secepatnya menikah. Bagaimana?”


Dwayne menepukkan kedua tangannya. “Yay! Papa dan mama menikah!”


“Memangnya Dwayne mengerti apa itu menikah?” tanya Chloe yang sedikit bingung dengan kepintaran anaknya.

__ADS_1


“Onty Adre sering bilang kalau dia mau menikah dengan Om Draven!”


Dimitri mengelus kepala Dwayne. “Bagaimana, Chloe? Kita bisa segera menikah di sini saja.”


“Apa? Kenapa terburu-buru?”


Tentu saja Dimitri ingin segera mengikat Chloe menjadi miliknya, sebelum wanita itu berubah pikiran.


“Aku rasa tidak ada yang perlu ditunda lagi. Atau kamu mau pulang sekarang untuk merayakan pesta di Kerajaan Azov?”


“Tidak juga. Aku cuma sedikit terkejut dengan semua ini. Aku tidak mempermasalahkan akan menikah dimana.”


Chloe menatap wajah Dwayne yang bersinar. Dia tidak ada alasan untuk menolak ajakan Dimitri. Demi Tuhan, mereka sudah punya seorang anak!


“Kalau begitu aku akan meminta izin pada Lewis untuk menggelar upacara pernikahan di istananya.” Dimitri mengambil Dwayne dari tangan Chloe.


Dia langsung merasa hampa saat dipisahkan dari Dwayne, tapi anak kecil itu sudah menguap ngantuk dan merebahkan kepalanya di pundak papanya. Chloe tidak jadi mengambilnya kembali.


Kenapa aku merasa kalau dulunya aku dipisahkan dengan anakku sendiri?


Dia menyingkirkan perasaan aneh di hatinya. Tidak ada yang bisa memisahkan Dwayne darinya lagi karena Dwayne adalah darah dagingnya sendiri.


Mereka kembali masuk ke istana untuk menidurkan Dwayne di kamar yang telah disediakan Raja Lewis. Chloe tidak bisa lepas dari sampingnya untuk memandangi wajah tenang anaknya yang tertidur pulas.


Tok! Tok!


“Maaf mengganggu, nona. Raja Lewis meminta anda untuk menemuinya di bawah.”


“Oh, aku tidak bisa turun.” Chloe menoleh ke belakang untuk melihat Dwayne membalikkan tubuhnya dan kembali tidur. “Anakku sedang tertidur dan aku tidak mungkin meninggalkannya.”


“Saya bisa membantu anda untuk menjaganya, nona. Selama Tuan muda tinggal di sini, saya pengasuhnya.”


“Oh begitu. Siapa namamu?”


“Nama saya Fiona, nona.” Dia memberi hormat.


“Baiklah kalau begitu. Tolong jaga Dwayne sebentar ya, Fiona.”


“Dengan senang hati, nona.”


Setelah memastikan Dwayne masih terlelap, Chloe segera turun ke bawah untuk menemui Raja Lewis. Dia masih memakai baju sederhana yang praktis untuk bepergian, tidak terlalu mewah tapi tetap menunjukkan kelasnya.


Di bawah tangga, seorang pelayan sudah menunggunya dan menuntunnya untuk menemui Raja Lewis. Dia membuka satu ruangan besar yang berisi beberapa sofa, perapian dan piano besar berwarna hitam di salah satu sudut, menghadap langsung ke taman.


__ADS_1


Raja Lewis duduk di atas piano itu dan memainkan satu lagu dengan alunan lembut. Chloe bukan pecinta musik, jadi dia tidak tau apa yang dimainkan oleh pria itu.


Ketika Chloe masuk, dia menghentikan permainannya dan beranjak dari kursi piano untuk mendekat.


“Ah, kamu sudah datang. Terima kasih karena mau turun untuk menemuiku.”


Chloe memberi hormat, “Ada keperluan apa Yang Mulia mencariku?”


“Kamu adalah anak perempuan Edric Suarez, benar?” Raja Lewis memandangnya dari atas ke bawah, membuat Chloe tidak nyaman.


“Betul, Yang Mulia.”


Dia berjalan mengelilingi Chloe. Kalau dia bukan seorang raja, Chloe pasti sudah mencongkel matanya keluar. Tapi Chloe hanya diam menahan amarahnya karena sejauh yang Lewis tau, dia adalah anak Edric Suarez.


“Tadi Dimitri D’Arcy meminta izin untuk menggunakan taman belakang istana sebagai tempat pernikahan kalian. Dia juga sedang pergi ke luar setelah bertanya dimana toko perhiasan ternama di kerajaan ini.”


Setelah mengitari Chloe, dia berhenti di hadapannya. “Dwayne itu anak kalian?”


“Betul, Yang Mulia. Dwayne yang dibawa lari oleh orang utusan saudaramu, Nelson, adalah anak kami.”


“Hmm… Tapi kamu kelihatannya terkejut saat Dwayne memanggilmu mama?”


“Itu bukan urusanmu, Yang Mulia. Apa interogasimu sudah selesai?” Chloe mengangkat kepalanya untuk menatap mata Raja Lewis lurus.


Dia tidak terlalu tinggi seperti Dimitri. Tinggi Chloe hampir seimbang dengannya. Raja Lewis memiliki wajah yang tampan, bisa dikatakan manis dan babyface. Bukan tipe Chloe sama sekali. Dia lebih suka pria yang maskulin dengan tatapan menusuk, seperti Dimitri.


“Woah, woah. Maaf apa aku menyinggungmu? Sepertinya kamu salah paham. Aku bertanya seperti itu untuk memastikan Dwayne tidak diambil pergi oleh orang yang tidak dia kenal.”


Chloe memicingkan matanya. “Tadi kamu dengar sendiri kalau dia memanggil Dimitri dengan sebutan ‘papa’. Dia juga memiliki ciri-ciri kami berdua di wajahnya dan itu terlihat jelas. Apa yang perlu kamu ragukan lagi?”


“Maaf, ini salahku karena tidak bisa gampang percaya dengan orang lain. Aku tidak mau mencari musuh dari Kerajaan Azov, apalagi bermusuhan dengan wanita cantik sepertimu. Maukah kamu memaafkanku?”


Chloe menahan dengusannya. Pria ini sungguh lancar berbicara manis.


“Baiklah. Maaf kami mengganggu ketenangan anda, Yang Mulia. Kalau kamu tidak setuju kami menggelar upacara pernikahan di sini, kami akan segera pergi setelah matahari terbit besok.”


Chloe memberi hormat dan membalikkan badannya untuk pergi, namun lengannya ditahan oleh Raja Lewis.


“Tunggu…,”


...----------------...


...Thank you semuanya yang uda setia support...


... ♚ Mainan Tuan Dimitri ♚...

__ADS_1


...Like, Vote, Favorit & Comment kalian sangat berarti 🤗🥺...


__ADS_2