Mainan Tuan Dimitri

Mainan Tuan Dimitri
Penjara Noxus


__ADS_3


Name: Alaric


Position: Utusan Magnus


Clan: Children of the Night


Job: Menangkap vampir baru lahir yang berkeliaran bebas


[Third POV]


Suara ketukan pintu membuat tiga vampir itu menoleh dan melihat Jack, kepala pelayan Edric, berdiri disana.


“Maaf, Nona Eliza. Tuan Alaric mencari anda, dia sudah berada di aula.”


“Alaric? Untuk apa utusan Magnus datang kesini?” tanya Draven sambil mengikuti Chloe dan Dimitri keluar menuju aula.


Pria paling menyebalkan yang hidup di dunia dan terus mengejar Chloe berdiri dengan tangan terbuka lebar.


“Hello, sweety. Kita bertemu lagi! Apa kabarmu, sweety?


Tangan Alaric sudah hampir memegang pipi Chloe ketika pedang Dimitri sudah berada tepat di leher Alaric.


“Satu jari saja dan lenganmu akan kutebas.”


Alaric menurunkan tangannya dan menaikkan satu alisnya ke atas. “Oh, kamu pasti Dimitri D’Arcy dari Kerajaan Rudolmuv. Aku harus menyampaikan rasa terima kasih dari Magnus karena kamu telah ikut berpartisipasi dalam mencegah serangan bala tentara Nelson di pantai Sardinia. Tapi aku tidak tau apa hubunganmu dengan anak Edric Suarez.”


“Dia kekasihku,” jawab Chloe singkat yang membuat tiga pria disana terkejut.


Lebih baik dia mengatakan bahwa Dimitri adalah kekasihnya daripada harus berurusan dengan utusan Magnus yang bodoh ini. Chloe masih membencinya karena telah menangkapnya dan mengurungnya di kandang besi dua setengah tahun yang lalu.


Dimitri tersenyum angkuh dan menyimpan pedangnya, “Kamu dengar sendiri. Aku adalah kekasihnya.”


“Hatiku sangat sakit, Chloe. Kamu tau aku selalu mengejarmu selama ini dan kamu baru saja bertemu dengannya tapi… Oh, apa karena dia berada di sampingmu untuk bertarung bersamamu?”


Kepala Chloe pening mendengar ocehannya.


“Ada urusan apa kamu kesini, Alaric? Apa kamu sudah selesai membereskan masalah Nelson?”


“Ahh, itu dia alasanku mencarimu, Chloe. Nelson telah menghilang dari Kastil Sisilia saat aku tiba kesana.”


“Apa maksudmu?” tanya Dimitri tidak sabaran.


“Nelson melarikan diri dari sel bawah tanah dan meminum darah mereka satu per satu lalu pergi dari sana. Bryce Sardinia dan seluruh prajuritnya tewas.”


“Sialan!!”


Chloe dan Dimitri saling bertukar pandang satu sama lain. Seorang vampir baru yang haus darah pasti membuat keributan di tengah masyarakat.


“Jejak yang kamu dapatkan setelah itu?” tanya Chloe.


“Dia berhasil lari dan bersembunyi di hutan Sardinia dan membajak sebuah kereta kuda. Empat pengawal yang mendampingi kereta itu semuanya tewas dengan gigitan vampir dan tubuh tercabik jadi aku sangat yakin itu kerjaan Nelson.”


Tiba-tiba Draven bertanya, “Apa lambang keretanya?”


“Berwarna biru gelap dengan lambang bunga Lily.”


Wajah horor Draven tidak sebanding dengan badai yang bergemuruh di wajah Dimitri.

__ADS_1


“Apa ada seorang wanita dan anak kecil di dalam kereta itu?” tanya Dimitri pelan.


Alaric menggelengkan kepalanya dengan yakin. “Tidak ada. Kereta itu kosong. Kenapa kalian tau ada anak kecil? Memang ada mainan anak kecil berbentuk kuda yang terbuat dari kayu tergeletak di dalam.”


“Dwayne!!”


Sudah kedua kalinya Chloe mendengar nama itu.


Sebenarnya siapa Dwayne yang mereka sebut-sebut?


“Dimitri, kamu mau kemana?” tanya Chloe saat Dimitri sudah hampir keluar dari kastil.


“Aku akan pergi ke hutan Sardinia untuk mencari keparat itu!”


Draven juga pergi mengikuti Dimitri. Chloe mengernyitkan dahinya, kedua pria ini sudah tidak bisa berpikir sehat.


“Tunggu! Kalian mau pergi menyelamatkan mereka tanpa rencana? Itu sama saja dengan membahayakan teman kalian kalau memang Nelson menangkap mereka.”


“Kita bisa memikirkannya setiba disana!” seru Draven.


Sewaktu mereka menunggu kuda mereka dikeluarkan dari kandang, kereta Edric datang dan dia menyapa para tamu yang ramai berdiri di depan kastilnya.



Tapi wajah mereka semua sangat tegang.


“Papa, aku akan pergi ke hutan Sardinia. Nelson berhasil lolos dan menangkap dua orang dari Kerajaan Rudolmuv.”


Edric melihat Dimitri dan Draven. “Dua orang dari Kerajaan Rudolmuv? Siapa?”


“Adreana dan Dwayne.”


“Kamu baik-baik saja?” Chloe semakin heran karena Edric tiba-tiba lemas saat mendengar nama yang diucapkan Draven.


“Sepertinya aku tau dimana Nelson berada.” Edric berusaha menenangkan dirinya.


“Penjara Noxus.”


“Noxus? Penjara yang terkenal karena disana tempat berkumpulnya penjahat paling keji yang sedang menunggu waktu eksekusi mereka?” tanya Alaric.


Edric menganggukkan kepalanya. “Aku pergi mendadak semalam karena mendengar kabar ada beberapa penjaga penjara Noxus yang berhasil meloloskan diri. Mereka bilang kalau penjara itu sudah diambil alih seorang pria bermata merah. Dia membawa seorang wanita dan anak kecil bersamanya.”


“Sungguh bodoh! Aku tidak menanyakan ciri-ciri wanita dan anak kecil itu!” Edric memukul dadanya sendiri.


“Papa! Ini bukan salahmu. Kamu mana mungkin bisa tau kalau mereka adalah Adreana dan Dwayne.”


Tiba-tiba dada Chloe merasa sesak sendiri ketika dia mengucapkan nama itu. Dwayne.


Masing-masing kuda mereka sudah tiba dan satu per satu naik ke atasnya.


“Aku juga ikut pergi dengan kalian!” seru Edric.


“Papa, kalau kami tidak kembali dalam waktu setengah hari, kamu harus segera mengumpulkan prajurit.”


Edric mengangguk dan empat kuda melesat pergi dari hadapannya.


***


__ADS_1


...- Penjara Noxus -...


Jeritan para kriminal yang tertahan di sel besi ruang bawah tanah tidak sebanding dengan indahnya jeritan wanita yang berada di aula penjara Noxus.


Nelson mendapat tempat sempurna untuk tawanannya yang cantik.


“AAARGGHHHH!!!”


“Aku sudah melakukannya sepanjang hari, apakah kamu masih bisa merasakan sakit? Nelson terkekeh.


Dia sedang mencabut kuku wanita yang tidak berdaya itu dengan tang besi. Namanya saja sangat indah, Adreana Petrova, dan dia memiliki wajah yang cantik.


Jari-jarinya tidak berdarah dan kuku baru segera tumbuh. Namun Adreana masih saja menjerit ketika Nelson mencabut kuku jari manisnya. Dia mencoba untuk meronta namun rantai besi mengikat tubuhnya di atas kayu berbentuk lambang X.


“Aku sungguh beruntung bisa menemukanmu di tengah hutan, Adreana…” Nelson mengelus pipinya.


Adreana memalingkan wajahnya dengan jijik. “Dimana Dwayne?”


“Oh, anak kecil itu? Hmm… Aku tidak tega untuk menyakitinya dan penjara bukan tempat yang bagus untuk tumbuh kembangnya jadi aku sudah membawa Dwayne pergi dari sini.”


Adreana menatap Nelson, “Kemana? Kamu membawanya kemanaaa?! Keparat!! Kamu tidak akan hidup lama kalau aku berhasil bebas!!”


Adreana berusaha untuk tidak terlelap. Kekuatannya sudah habis karena meronta sepanjang hari tanpa henti. Kalau terjadi sesuatu pada Dwayne, dia juga lebih baik tidak hidup lagi.


Dirinya sungguh bodoh karena marah pada Draven. Adreana membawa Dwayne melarikan diri untuk bertemu Dimitri di Kerajaan Azov. Dia juga hanya membawa empat pengawalnya ikut pergi. Lalu saat mereka berada di tengah hutan Sardinia, jalur terdekat untuk sampai, mereka malah disergap oleh seorang vampir liar.


Empat pengawalnya tewas mengenaskan dan dia menahan Dwayne sehingga Adreana tidak dapat melawan. Dia juga tidak tau caranya bertarung atau menggunakan pedang.


Adreana yang saat itu terlalu takut tidak berpikir bahwa kekuatan Dwayne akan melindungi dirinya sendiri. Nelson tidak akan sanggup untuk menyakiti Dwayne.


“Nelson, kamu membawanya kemana? Aarrgggh!!”


Dia kembali mencabut kuku di jari kelingking Adreana. Wanita itu lebih memilih mati daripada disiksa dan tidak bisa mati!


“Tenang saja, anak itu akan aman di negaraku. Saat ini mungkin dia sudah mengarungi lautan lepas.”


Adreana masih sempat mendengus. Pria jelek ini selalu mengatakan kalau dia adalah seorang Raja di Kerajaan Navarre. Tentu saja Adreana tidak percaya karena vampir tidak boleh menjadi seorang raja.


“B**tchhh! Kamu mengejekku?”


Dia hendak mencabut kuku Adreana lagi namun tiba-tiba berhenti. Terdengar benda berat menghantam gerbang penjara.


BRUK!! BRUK!!


Berkali-kali suara tubrukan itu berusaha menjebolkan gerbang tak berpengawal.


Nelson menggeram. “Siapa yang berani mengganggu waktu santaiku?!”


...----------------...


...Karakter Nelson dari awal memang nggak direncanakan untuk menjadi rival cinta Dimitri hehe 😆...


...Ada seseorang lebih berpengaruh yang akan merebut Chloe dari Dimitri....


...Thank you semuanya yang uda setia support...


... ♚ Mainan Tuan Dimitri ♚...


...Like, Vote, Favorit & Comment kalian sangat berarti 🤗🥺...

__ADS_1


__ADS_2