Mainan Tuan Dimitri

Mainan Tuan Dimitri
Nama yang Terdengar Asing


__ADS_3

...[Aula Kediaman Edric Suarez]...


Setelah mendapat kabar bahwa Alaric berhasil menangkap vampir baru yang berkeliaran bebas itu, Edric bergegas keluar dari ruang kerjanya menuju aula, diikuti oleh Stefan.


Di tengah aula yang besar dan megah itu, Alaric setengah menunduk pada kandang besi, tangan kanannya menggenggam erat segel perak. Berbicara pelan pada seseorang di dalam.


Lalu saat mereka menuruni tangga, Alaric membalikkan badannya dan berkata, “Lihat hasil buruanku hari ini, Edric.”


Edric memicingkan matanya, sinar matahari masuk menyinari ruangan dan tubuh wanita itu terkulai lemah di dalam kandang besi. Cahaya matahari tidak dapat membuat vampir baru mati, namun mereka akan sangat tersiksa.


Rambut panjang berwarna coklat menutupi wajahnya membuat Edric tidak dapat melihat jelas sosok perempuan itu.


“Kamu sudah gila, Alaric.”


Alaric menatapnya heran, “Kenapa? Kalau tidak ada yang mau bertanggung jawab untuk mengurus vampir baru ini, dia juga akan mati di tanganku.”


Ketua klan Children of the Night, Magnus, telah memberi titah untuk membunuh orang yang telah mengubah wanita ini dan juga dia jika tidak ada yang bisa menjinakkannya.


Walaupun begitu, Alaric tergoda untuk menyimpan vampir cantik ini untuk dirinya sendiri. Dia memiliki kastil sendiri dengan ukuran jauh lebih kecil dari kastil megah Edric, dilengkapi dengan penjara bawah tanah.


Kalau Edric Suarez lepas tangan dengan vampir baru ini, berarti dia adalah milik Alaric. Sangat disayangkan jika wanita secantik ini harus mati.


“Tutup semua jendela yang ada di ruangan ini!!”


Beberapa pelayan yang berdiri disana, tergopoh-gopoh menutup semua jendela besar.


Edric dengan sigap membuka kandang besi dan mengeluarkan tubuhnya yang ringan dan lemah. Tangan dingin Edric menyibak rambutnya ke samping dan betapa terkejutnya dia saat melihat siapa wanita yang berada di tangannya tersebut.


“Tuan, apa anda mengenal wanita ini?” tanya Stefan bingung saat melihat tuannya bergeming.


Banyak pertanyaan yang melintas di benak Edric. Namun dia tau persis jawaban dari pertanyaan Stefan.


Tentu saja aku mengenalnya. Dia adalah anakku, Chloe Isabel!


Mulut Edric kaku, dia tidak bisa mengeluarkan suara untuk menjawab. Hatinya pedih melihat wajah dingin dan pucat Chloe, berbeda dengan terakhir kali mereka bertemu.


Saat dia belum berubah.


Dari perut ratanya, Edric dapat melihat bahwa anak yang ada di dalam rahim Chloe telah keluar. Batu besar menjegal tenggorokan Edric, dia melemparkan kepalanya ke belakang dan menjerit hingga dinding pun bergetar.


Hanya ada satu nama yang harus bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada putrinya.


Dimitri!


“D-dia bangun.”


Suara Stefan menyadarkan Edric. Tangan besarnya menangkup pipi Chloe, satu air mata jatuh di atasnya saat mata merah vampir baru itu terbuka pelan, lalu melebar.


***


[Chloe’s POV]

__ADS_1


Sakit.


Haus.


Aku dimana?


Samar-samar aku dapat melihat seseorang, lalu sosoknya semakin jelas. Dia memiliki wajah yang ramah dan baik, namun dia sedang menangis. Kenapa?


Dia melepas sesuatu yang mengikat dan mencekik leherku, dan aku membuang napas lega. Aku ingin tidur lagi, tangannya di bawah kepalaku terasa nyaman. Aku tidak ingin berpindah tempat dan berada di sisinya.


Namun dia menepuk pipiku lagi dan aku membuka mataku kembali.


“Chloe…”


Aku mengernyitkan dahiku. Nama itu terdengar asing.


Tunggu. Aku tidak ingat siapa namaku!


Ketika aku masih keheranan dengan semua ini, terdengar percakapan mereka yang membuatku semakin bingung.


“Jadi kamu mengenalnya, Edric? Apa kamu yang sudah mengubah wanita ini dan membiarkannya begitu saja?”


Ah, itu suara yang kubenci. Dia yang sudah mengganggu waktu minumku, menarik leherku begitu kencang dan mengurungku di kandang besi.


“Bukan! Semua ini sulit untuk dijelaskan. Tapi satu hal yang pasti, dia adalah anakku.”


Apa? Orang ini adalah ayahku? Pantas saja aku merasa nyaman disini.


Pria yang menyebut dirinya adalah ayahku, memandang wajahku.


“Aku hanya punya satu anak yang benar-benar darah dagingku sendiri. Dia lahir dari rahim wanita yang kucintai.”


Dua pria lainnya terkesiap mendengar pernyataan Edric.


“Bagaimana bisa Edric? Sudah berapa lama kamu menyembunyikan hal ini? Kalau ketua klan tau, nyawamu akan terancam karena tidak melaporkan hal sepenting ini.”


Edric mengangkat kepalanya menatap pria itu dan mendesis, “Aku tidak mengabdi pada ketua klanmu, Alaric. Dan tidak ada peraturan yang kulanggar. Aku hanya menyembunyikan keberadaan anak ini dari keluargaku sampai dia berubah menjadi seperti kita.”


Mungkin aku mengerang karena dia berkata, suaranya berubah lembut, “Ssshh.. Kamu aman sekarang, Chloe. Tidak ada yang bisa menyakitimu lagi.”


Lagi-lagi dia memanggilku dengan nama itu. Karena aku tidak mengingat siapa diriku sendiri, aku membuka mulutku yang kering.


“Chloe?”


Suara yang keluar dari mulutku juga terasa asing. Edric seakan tertampar mendengar aku menyebut namaku sendiri.


“Chloe, kamu tidak ingat semuanya? Kenapa kamu bisa berada disini? Siapa yang membawamu kesini?”


Pertanyaannya membuatku kepalaku berdenyut. Aku mencoba untuk mengingat.


“T-tidak tau. Aku hanya ingat ingin pergi jauh ke suatu tempat yang lain. Tiba-tiba aku terbangun di tempat asing dan merasa haus. A-aku telah membunuh banyak orang.”

__ADS_1


Begitu perkataan itu keluar dari mulutku, aku sadar. Aku membunuh manusia lain!


Aku bangkit duduk dengan tegak, tubuhku masih lemah karena dahaga yang tidak bisa hilang. Tapi aku sekarang ingat apa yang kulakukan.


Aku merasa haus dan bau darah mereka memanggilku. Pria yang sedang mabuk itu adalah sasaran pertama. Dia mengganggu seorang wanita yang berjalan sendirian, aku menghampirinya dan menggigit lehernya. Lalu dia terkulai lemah dan tidak bangun lagi.


“Aku rasa mereka semua mati! Bagaimana ini, tuan?”


“Chloe, itu tidak penting sekarang. Apa kamu tidak ingat peristiwa sebelum itu?”


Aku mengernyitkan dahiku, “Tidak… Aku juga tidak ingat siapa kamu. Apa kita pernah bertemu sebelumnya?”


“Aku Edric Suarez, Chloe! Kita sudah pernah bertemu… Aku adalah ayahmu.”


Wajah pria itu panik namun dia berusaha untuk tetap tenang. Aku mengamati wajahnya begitu lama, namun aku merasa ini pertemuan pertama kami.


Pria bernama Alaric berkata, “Dia baru saja berubah dan tidak mengingat masa lalunya. Sepertinya aku tau apa penyebabnya.”


Kami semua melihatnya.


“Aku sudah banyak menangani kasus vampir baru. Ini tidak seratus persen benar, tapi ada kemungkinan terjadi. Dia menggunakan kekuatannya sendiri untuk menghilangkan ingatannya.”


Kekuatan? Aku punya kekuatan apa?


Seakan Edric tau apa yang membuatku bingung dia menjelaskan, “Setiap vampir memiliki kekuatan untuk memanipulasi dan menghilangkan ingatan manusia, Chloe. Maksud Alaric adalah kamu menghilangkan ingatan manusiamu saat kamu berubah menjadi vampir.”


Alaric menghela napas, “Kalau sudah begini apa yang akan kamu lakukan, Edric? Kalau kamu tidak mau bertanggung jawab, aku akan…”


“Mulai sekarang Chloe adalah tanggung jawabku. Tugasmu telah selesai. Kamu boleh pergi sekarang dan katakan pada Magnus bahwa aku akan menemuinya.”


Manik birunya menatapku begitu lama. Aku tidak suka dengan sorot matanya yang seakan mau menerkamku. Kalau tidak ada Edric disini, aku pasti sudah mencakar bola matanya keluar.


Alaric tertawa kecil seperti tau apa yang kupikirkan. “Well, karena tuan rumah sudah mengusirku tanpa rasa terima kasih padahal aku sudah menemukan putrinya, aku akan pergi. Kita pasti bertemu kembali, sweety.”


Aku merasa Edric hendak membuka mulutnya namun pria itu telah pergi dalam sekejap mata. Lalu tangan Edric memegang bahuku.


“Chloe, kamu adalah putriku dan ini adalah rumahmu sekarang. Mengerti?”


Aku mengangguk. Berada di sisi pria yang mengatakan bahwa dia adalah ayahku membuatku nyaman. Aku percaya padanya.


Aku tau dua hal penting sekarang.


Aku adalah anak Edric Suarez dan namaku adalah Chloe.


Namun aku tidak tau rencana apa yang ada dalam pikiran Edric Suarez serta nasibku ke depannya.


...----------------...


...Thank you uda Vote, Like, Favorit...


...♚ MTD ♚...

__ADS_1


__ADS_2