
[Third POV]
Mata Chloe tidak bisa lepas dari leher Ulrich, sebutir keringat jatuh melintasi leher kokohnya ke balik baju menambah ketertarikannya. Tiba-tiba Chloe merasa haus.
Bau darah Ulrich seakan memanggilnya. Chloe mengernyitkan dahi dengan bingung.
‘Darah? Aku bisa mencium aroma darah!’
“Nona Chloe? Nona…” Ulrich memanggil wanita di depannya yang tidak konsentrasi terhadap perkataannya.
Chloe tersentak dan menggelengkan kepalanya beberapa kali seperti sedang membersihkan pikirannya.
{Maaf, Ulrich. Kamu bilang apa tadi?}
Ulrich menatapnya khawatir, “Nona, anda baik-baik saja? Anda perlu ke dokter? Saya akan mengantar anda sekarang juga.”
Chloe dan kakaknya, Sierra mengalami kecelakaan. Kereta kuda yang ditumpangi mereka secara tidak sengaja ditabrak oleh kereta kuda milik Tuan Dimitri. Mereka sampai harus terbaring tidak sadarkan diri selama beberapa waktu.
Sebagai ganti rugi, Tuan Dimitri mengizinkan mereka tinggal di salah satu rumah di tanah miliknya. Kebetulan adik Ulrich sudah cukup umur dan membutuhkan pekerjaan jadi Tuan Dimitri mempekerjakan Ulyrisa untuk membantu Chloe dan Sierra disini.
Chloe menggelengkan kepalanya dan memegang leher sebelah kirinya sendiri. Sejak dia terbangun dari koma, ada luka aneh seperti dua titik di sana yang tidak bisa hilang. Hanya itu saja luka yang menggores tubuhnya.
“Kalau begitu, mengenai ajakan saya tadi untuk ke perayaan thanksgiving… Apa nona berkenan untuk pergi dengan saya?”
Ulrich menggaruk kepalanya yang tidak gatal, wajah pria itu tersipu malu melihat gadis cantik di depannya yang langsung memikat mata Ulrich sejak pertama dia datang ke rumah ini, jantungnya berdegup keras sampai dia pikir akan meloncat keluar jika menunggu jawaban Chloe lebih lama lagi.
Chloe mengangguk dengan senyuman kecil di wajahnya, membuat Ulrich semakin jatuh hati. Dia hendak mengatakan jam berapa dia akan menjemput Chloe ketika ujung matanya menangkap sosok pria duduk di atas kuda hitam.
‘Tuan Dimitri!’
Chloe menoleh untuk melihat apa yang diperhatikan Ulrich, tapi pria itu sudah membelokkan kudanya sehingga Chloe hanya bisa melihat punggungnya. Dia memakai jubah hitam, rambutnya hitam legam. Dari pakaian dan kuda yang dia tunggangi, pria itu pasti dari kalangan bangsawan.
{Kamu kenal dengannya, Ulrich?}
Ulrich mengalihkan pandangannya ke Chloe, “Oh, dia majikanku, nona Chloe. Tuan Dimitri D’Arcy. Dia tidak datang untuk mengunjungi anda sejak kecelakaan itu?”
{Aku tidak pernah melihat sosok Tuan Dimitri, Ulrich.}
Chloe menoleh ke belakang, melihat rumah yang mereka tinggali sekarang.
{Tuan mu pasti sangat baik. Dia bertanggung jawab dengan memberikan kami tempat tinggal untuk sementara waktu bahkan mempekerjakan Ulrysa di rumah ini.}
Bukan hanya sementara waktu, tapi Tuan Dimitri D’Arcy memberi pesan bahwa mereka bisa tinggal selama yang mereka mau. Mereka tidak perlu pusing dengan biaya hidup, karena dia yang akan membayar semua keperluan mereka.
Tapi Chloe tidak mau bergantung pada kebaikan orang lain. Wanita itu sudah berencana untuk meninggalkan Kerajaan Rudolmuv. Semakin dia memikirkannya, semakin bulat keputusan Chloe untuk pergi jauh dari tanah kelahirannya.
“Tentu saja, nona. Semua yang bekerja padanya atau menyewa tanahnya, akan berpendapat yang sama. Dia sosok yang misterius tapi tidak pernah kasar, nona.”
Chloe hanya menganggukkan kepalanya. Tidak terlalu memikirkan sosok Tuan Dimitri itu. Dia lebih fokus pada bau darah Ulrich yang membuat giginya gatal.
Akhirnya dengan berat hati, Ulrich pamit pulang setelah memastikan kembali bahwa hari sabtu Chloe mau pergi dengannya ke perayaan Thanksgiving.
Chloe melihat kereta barangnya melintas dan melambai dari depan pagar lalu masuk kembali ke dalam rumah, melanjutkan kegiatan yang tidak lagi menarik perhatiannya.
***
__ADS_1
Seperti malam-malam sebelumnya, Chloe tersentak bangun dari tidurnya. Matanya terbuka lebar, air mata mengucur deras dari kedua pelupuk mata membasahi bantal di bawah kepalanya, mulutnya menganga lebar seperti menjerit sesuatu.
Mimpi buruk yang sama. Chloe yakin dia memimpikan hal yang sama setiap kali dia terbangun dengan rasa sakit yang menyayat hatinya. Dia mencoba untuk mengingat apa yang dia mimpikan, tapi seakan memorinya terhapus, seakan dia tidak pernah bermimpi.
Dia lelah terbangun seperti ini. Chloe beranjak dari kasurnya dan berhenti di depan cermin untuk melihat dirinya sendiri.
Kosong. Dia seperti cangkang kosong yang tidak memiliki jiwa.
Chloe memperhatikan luka dua titik di lehernya dari cermin, lalu terkejut saat melihat matanya berubah warna merah. Dia mengedip tak percaya, lalu manik coklat yang dia kenal dengan baik menatapnya kembali dari cermin.
Mungkin dia hanya berhalusinasi. Chloe pun mengganti bajunya untuk berkuda. Elfin terbangun saat dia masuk ke kandang kuda dan memakaikan pelana di punggung Twinkle.
Elfin bingung dengan kebiasaan aneh nonanya yang selalu berkuda jam segini, tapi tidak pernah protes ataupun melapor pada Tuan Dimitri. Elfin dapat melihat ekspresi sedih yang selalu menghiasi wajah gadis muda itu, meskipun dia sedang tersenyum.
Saat dia berbicara, dirinya seakan berada di dunia lain yang tidak dapat dijangkau oleh siapa pun.
“Hati-hati, nona Chloe!” seru Elfin saat Twinkle mulai berderap membawanya pergi.
Chloe memacu Twinkle lebih cepat lagi dan lagi. Lolongan serigala disambut dengan lolongan yang lain, malam terasa mencekam, bulan bersinar penuh dan terang di atas langit.
“Ahh!”
Chloe memegang lehernya, bekas luka itu tiba-tiba panas dan berdenyut. Dia tidak pernah merasakan ini sebelumnya. Chloe menyelipkan tangannya ke dalam kerah baju dan menghela napas saat tangannya yang dingin sedikit mengurangi denyutan itu.
Chloe menggerakkan rahangnya. Ada rasa tidak nyaman di bagian atas giginya. Jantung yang biasanya memompa kencang saat dia berkuda menjadi lambat. Dia tidak terengah-engah saat melajukan Twinkle dengan kencang.
Penglihatannya meningkat tajam, dia dapat melihat sekelilingnya dengan jelas di malam yang hanya diterangi oleh cahaya bulan. Matanya menangkap seekor burung hantu bergantung di atas pohon yang berjarak 8km jauhnya.
Chloe menghirup bau darah tapi itu bukan darah yang dia suka. Tidak seperti bau darah Ulrich dan Elfin.
Tapi sebelum Chloe sempat melihat wajahnya, pikirannya beralih ke saat satu tangan dingin menangkup pipinya dan air matanya jatuh di tangan besar pria itu. Chloe yakin dia seorang pria, tapi wajahnya…
Chloe menggelengkan kepalanya, mencoba untuk mengingat wajah itu. Twinkle meloncati sebuah batang pohon besar yang jatuh di tanah, dan kejadian aneh terbersit lagi di kepalanya.
Seperti dia sedang menyaksikan adegan reka ulang di mana pemerannya adalah dirinya sendiri. Tapi semua perasaan itu nyata, dia benar-benar menjalani kehidupan itu.
Seseorang mengungkung dan bergerak di atas tubuhnya, lengan Chloe melingkar di leher pria itu dan dia menjerit saat dia dibawa terbang ke langit tertinggi dan dihempas begitu cepat dari ketinggian.
Twinkle meringkik keras saat Chloe tiba-tiba menarik tali kekangnya, kedua kaki depan Twinkle terangkat ke atas, hampir menjatuhkan badan Chloe.
Keringat dingin membasahi tubuhnya.
‘Tidak mungkin! Semua itu tidak pernah terjadi!’
Semakin bingung dengan perubahan di dalam dirinya, Chloe memacu Twinkle kembali dan melewati jalan terjal, lalu berhenti di ujung tebing.
Dia turun dari punggung Twinkle dengan badan yang terasa ringan. Bahkan Chloe tidak merasa dia menggunakan tenaganya sama sekali. Dia berjalan ke tepi tebing dengan perasaan berkecamuk.
‘Apa yang terjadi padaku?’
Lehernya masih berdenyut, gigi taringnya memanjang lalu pikirannya membawanya ke tempat yang lain lagi.
Sakit!
Dia merasakan punggungnya tercabik-cabik saat cambuk itu menyambar kulitnya. Berurai air mata deras dia menggenggam sebuah kalung di tangannya.
Spontan, Chloe mengeluarkan kalung yang dia pakai dan mencabutnya dari leher. Terasa terbakar saat memegangnya, dia buang kalung itu ke tanah.
__ADS_1
Chloe melihatnya dengan dendam menyelimuti hatinya lalu suatu peristiwa melintas lagi di pikirannya.
Seorang pria menundukkan kepalanya di perut besar Chloe, mengelus perutnya dan berkata dengan lembut.
“Papa sudah tidak sabar untuk melihatmu, peanut.”
Chloe tersentak dan mundur satu langkah, matanya terbuka lebar menatap laut luas dari ujung tebing.
Lalu dia melihat dirinya terbaring lemah di atas kasur, keringat membasahi dirinya, darah menghiasi kain di bawah pinggulnya. Tangannya terangkat ke atas hendak menggapai sesuatu.
Sesuatu itu berada dalam dekapan seseorang, tapi dia hanya menolehkan kepalanya dengan seringai jahat.
“Kamu tidak akan pernah melihat anakmu, babu kecil.”
Chloe menjerit dengan begitu keras, suaranya memecah keheningan malam. Dia memegang kepalanya yang serasa mau pecah dengan kedua tangannya.
‘Aku tidak mau memikirkannya! Aku tidak mau ingat! Sakit, hatiku sangat pedih! Aku tidak tahan… Tuhan, aku tidak mau mengingat semuanya!!’
Tapi seakan Tuhan tidak mendengar permohonannya, dia dibawa kembali ke tempat yang menyiksa dirinya.
Sepasang tangan menahan kepalanya dengan erat, membuatnya tak bisa bergerak. Pria itu berdiri di belakangnya dan berbisik di telinganya, begitu lembut namun merobek luka di hatinya lebih dalam.
“Aku mencintaimu, Chloe Isabel.”
Lalu Chloe ingat semuanya, dengan jelas dan berurutan setiap peristiwa yang terjadi. Dia tidak koma karena kecelakaan.
‘Penipu!’
Suara desiran ombak yang menghantam bebatuan di ujung tebing seakan memanggilnya, memekakkan telinga.
Chloe tidak tahan lagi dengan semua ini. Semuanya terjadi begitu mendadak, dia tidak dapat mengontrol emosinya.
Tanpa dia sadari, kakinya sudah berada di tepi tebing. Dia mengangkat kakinya, satu langkah saja.
Lalu dia jatuh dari ketinggian. Aneh, hatinya merasa tenang. Tak ada keraguan atau rasa takut saat dia mengambil langkah itu.
Chloe hanya ingin tertidur dan tak pernah bangun lagi. Dia tidak mau merasakan sakit ini lagi. Dia memejamkan matanya saat menghantam air dibawah, menyelimuti tubuhnya.
Selamat tinggal kehidupanku yang lama.
Selamat tinggal, Chloe Isabel.
...----------------...
...⛔️WARNING!! Ini hanya FIKSI...
...tidak untuk ditiru ⛔️...
...----------------...
...Thank you semuanya yang uda setia support...
... ♚ Mainan Tuan Dimitri ♚...
...Like, Vote, Favorit & Comment kalian sangat berarti untuk penulis pemula seperti author 🤗🥺...
__ADS_1