
Chloe memberi hormat dan membalikkan badannya untuk pergi, namun lengannya ditahan oleh Raja Lewis.
“Tunggu… Jangan pergi, Nona Eliza. Aku memang sangat keterlaluan tadi dan aku sadar telah menyinggung perasaanmu. Aku sama sekali tidak melarang kalau kalian ingin menggelar upacara pernikahan di Kerajaanku. Malahan aku tersanjung.”
Dia melepas tangan Chloe tapi berdiri di hadapannya dengan senyuman memelas mohon ampun.
“Bagaimana kalau aku mengajakmu melihat-lihat indahnya pemandangan dari Istana kecil ini? Kamu pasti takjub.”
“Terima kasih, Yang Mulia. Tapi sebaiknya aku segera ke atas untuk menemani anakku yang sedang tidur.”
“Oh, tidak perlu khawatir. Sejak kedatangan Dwayne kesini, dia dijaga oleh Fiona kalau aku atau Jerrick tidak bisa mengawasinya. Dia akan bangun setengah jam lagi. Aku sudah hapal jam tidur dan bangun anak itu.”
Chloe tertegun. Dia sebagai ibunya bahkan tidak tau tentang detail sekecil itu. Banyak yang harus dipelajari Chloe untuk mengejar ketinggalannya sebagai ibu yang baik. Dia mengangguk menyetujui ajakan Raja Lewis.
Mereka berjalan dan ngobrol tentang hal ringan seputar bagaimana dirinya bisa menerima Dwayne masuk ke istana dan menjadi akrab dengan anak itu.
“Tidak tau mengapa, aku langsung jatuh hati dengan Dwayne. Semua yang bekerja di sini juga merasakan efek itu. Tidak ada yang tega menyakitinya. Bahkan saudaraku yang bengis, memilih untuk mengirimnya kesini. Aku tidak tau apa yang dipikirkan Nelson sehingga berbohong seperti itu.”
“Terima kasih karena kalian sudah menjaga dan merawat Dwayne selama beberapa hari ini.”
“Tidak perlu segan. Aku akan merasa kesepian saat Dwayne pergi. Aku harap kalian tidak pergi secepat itu. Setelah upacara pernikahan kalian dilaksanakan, tinggallah lebih lama di sini. Ada beberapa daerah yang bagus sebagai tempat kalian honeymoon.”
Mereka berjalan di sepanjang tepi laut, memandangi lembah hijau yang membentang. Kerajaan Navarre memang dianugerahi oleh keindahan alamnya dan sering dijadikan tempat rekreasi dan honeymoon untuk para turis.
Lalu Chloe terkekeh mengingat kamar honeymoon yang ada di penginapan Hilde di Pelabuhan St. Milway.
“Kenapa kamu tertawa?” tanya Lewis heran.
“Ah, tidak. Aku hanya berharap kalian juga menyediakan penginapan yang berkelas.”
Wajah Lewis memerah, “Oh ya tentu saja aku bisa merekomendasikan penginapan mana yang bagus.”
__ADS_1
Setelah itu mereka berdua cuma diam sambil menikmati pemandangan dengan udara sejuk. Chloe memang tidak ingin begitu cepat balik kembali ke Kerajaan Azov. Dia tidak tau kapan bisa menikmati waktu santai seperti ini. Apalagi lengkap dengan kehadiran Dwayne dan Dimitri. Dua orang yang tiba-tiba masuk ke dalam hidupnya dan begitu cepat sudah mengambil hatinya.
“Nona Eliza, maaf kalau aku lancang bertanya… Apa yang membuatmu jatuh cinta pada calon suamimu?”
Chloe berhenti, matanya menatap jauh ke atas lembah. Raja Lewis dengan sabar menunggu jawabannya.
“Aku tidak tau. Mungkin cinta itu tidak butuh alasan.”
Chloe sudah memutar otaknya untuk menjawab pertanyaan Lewis. Tapi dia tidak bisa menemukan jawabannya. Mungkin yang membuatnya jatuh cinta adalah cara Dimitri menatapnya, atau karena dia mengalahkannya saat duel yang membuat Chloe tertarik pada pria yang kuat dan bisa diandalkan.
“Cukup dengan Dimitri berdiri di sampingku saja, dia bisa membuat jantungku berdegup kencang. Apakah itu bisa disebut cinta?” tanya Chloe tanpa sadar.
Sudah dua tahun lebih, jantungnya berhenti berdegup. Tapi rasa itu mungkin tertinggal ketika dia masih seorang manusia dan merasakannya kembali ketika bertemu dengan Dimitri.
Ada api cemburu di mata Lewis yang tidak dilihat Chloe. “Jadi maksudmu adalah jantungmu tidak berdegup kencang sekarang saat aku berada di sampingmu?”
Chloe tertawa melihat wajah cemberutnya. “Tentu saja tidak, Yang Mulia. Aku baru saja bertemu denganmu dan tidak tau apa-apa selain namamu.”
Chloe memiringkan kepalanya ke samping. “Tentu saja, Yang Mulia.”
“Tuh kamu memanggilku Yang Mulia lagi.” Dia menarik napas panjang lalu berkata, “Ibuku adalah istri kedua dari Raja Navarre, membuat Nelson menjadi saudara tiriku karena dia lahir dari istri pertama ayah kami. Sejak kecil, aku dilatih dan diajarkan menjadi penerus Kerajaan karena pada saat itu Raja Navarre belum bisa memutuskan siapa yang akan menjadi penerusnya.”
“Nelson terlalu berambisi, sedangkan aku terlalu santai. Saat Raja meninggal, aku tidak berada di sampingnya. Nelson adalah orang terakhir sebelum dia menutup mata. Dia berkata pada semua orang bahwa keinginan Raja Navarre adalah mengangkatnya menjadi raja yang baru. Tidak ada yang dapat menentang.”
Lewis menundukkan kepalanya pada Chloe. “Maaf kalau aku telah menyebabkan keributan di kerajaan Azov dan membuatmu tidak bisa hidup tenang.”
“Kamu tidak perlu minta maaf padaku, Yang Mulia. Aku masih bisa hidup nyaman, namun aku melihat saat turun dari pelabuhan, bahwa perang ini berdampak pada rakyat kecil di kerajaanmu. Aku harap kamu bisa lebih memperhatikan mereka.”
Lewis mengangkat kepalanya dan tersenyum hangat, “Terima kasih atas masukanmu, Nona Eliza. Aku masih belajar untuk menjadi raja yang baik dan adil untuk rakyatku. Aku percaya bahwa kerajaanku akan bangkit kembali dari keterpurukan ini.”
Chloe membalas senyuman Raja Lewis. “Di tangan raja yang baik sepertimu, Navarre pasti bisa bangkit kembali.”
Lalu mereka bertukar pikiran apa saja langkah selanjutnya yang bisa Lewis ambil untuk memajukan perekonomian kerajaannya. Setelah beberapa saat mereka berbincang, akhirnya Chloe pamit untuk pergi kembali ke kamar.
__ADS_1
“Nona Eliza, tidak disangka gadis sepertimu bisa tau banyak hal tentang ekonomi dan politik. Sangat menyenangkan bisa bertemu denganmu, dan semoga kita bisa menjadi teman akrab.”
“Kamu terlalu menyanjungku, Yang Mulia.” Chloe memberi hormat sebelum pergi.
“Aku menunggu kehadiranmu di perjamuan makan malam nanti, Nona Eliza.”
Chloe hanya membalasnya dengan satu senyuman kecil dan berlalu pergi. Dia tidak bisa janji karena dia lebih memilih untuk menemani Dwayne. Anak kecil tidak dibolehkan untuk bergabung dengan acara makan malam orang dewasa.
Setelah masuk kembali ke dalam istana, dia membuka pintu kamar dan melihat Dwayne sudah berada di pelukan Dimitri. Dia menepuk-nepuk punggungnya sambil menatap ke luar jendela, melihat jernihnya air laut Navarre.
“Fiona sudah pergi?”
Dimitri membalikkan badannya. “Fiona?”
“Iya, pelayan muda yang tadi bertugas di sini menjaga Dwayne.” Chloe menutup pintu kamar.
“Oh, pelayan itu namanya Fiona? Dia sudah kusuruh pergi tadi.”
“Maaf, Dwayne sudah bangun dari tadi ya? Sini mama gendong.”
Dwayne dioper ke tangan Chloe, anak kecil yang masih belum sadar sepenuhnya karena baru bangun, langsung membenamkan wajahnya di bahu Chloe.
“Kamu dari mana saja? Aku pikir akan kembali ke sini untuk melihatmu bersama Dwayne.”
“Itu karena Raja Lewis memanggilku ke bawah.”
...----------------...
...Thank you semuanya yang uda setia support...
... ♚ Mainan Tuan Dimitri ♚...
...Like, Vote, Favorit & Comment kalian sangat berarti 🤗🥺...
__ADS_1