Married With Mr. Arrogant

Married With Mr. Arrogant
Aku tahu semuanya


__ADS_3

Rian melepaskan pelukannya, kemudian memegang kedua bahu Adelia, menatapnya sambil tersenyum. Meskipun senyumannya itu hanya lah senyum paksa yang ia tunjukkan di depan Adelia, namun ia tidak ingin membuat wanita yang di depannya itu merasa bersalah padanya.


“Pergilah...” Ucap Rian sambil mengusap air mata Adelia di pipinya.


“Kak Rian, sekali lagi aku berterima kasih banyak, karena sudah melakukan hal besar untuknya.”


"Aku tidak melakukan ini bukan untuknya, tapi aku melakukannya untukmu. Aku hanya ingin melihatmu bahagia." Ucap Rian.


"Terima kasih banyak."


Rian menganggukkan kepalanya. “Eem....pergilah, sebelum aku berubah pikiran.” Pintanya.


Adelia kembali menoleh ke arah suaminya, melihat suaminya dengan isak tangis yang masih terdengar di sana. Ia melangkah pelan untuk menghampiri Reqy yang berada di seberang jalan. Adelia sesekali menoleh ke arah Rian yang terus tersenyum kepadanya.


Ia sangat berterima kasih atas semua yang sudah dilakukan Rian kepada suaminya, meskipun Rian masih belum bisa memaafkan Reqy, namun itu sudah cukup bagi Adelia. Selama ia bisa melihat Reqy tidak masuk penjara, ia tidak mempermasalahkan kalau Rian tidak bisa memaafkan suaminya.


Sementara Reqy tersenyum saat melihat istrinya tengah berjalan ke arahnya. Ia ikut berjalan pelan beberapa langkah untuk mendekati Adelia, namun Adelia sudah tidak bisa menahan untuk bisa memeluk suaminya yang membuatnya berjalan cepat untuk menghampiri Reqy. Cintanya pada Reqy, menghilangkan semua amarahnya pada suaminya itu. Ia menjadi wanita egois demi melihat Reqy tidak menderita. Ia tahu kalau selama ini Reqy hidup kesepian sampai  bisa melakukan hal itu pada orang lain. Tidak ada salahnya kalau ia memberikan kesempatan kedua pada Reqy untuk bisa berubah.


Seketika Adelia berlari kencang menghampiri Reqy ketika lelaki arogan itu membentang kan tangannya sambil tersenyum.


Tanpa Adelia sadari, sebuah mobil truk melaju cepat dari arah samping kanannya. Begitu antusiasnya ia sampai berlari ke arah suaminya tanpa melihat laju mobil yang sangat cepat.


“Adelia....awas.” Rian dan Reqy secara bersamaan meneriaki Adelia.


Adelia syok melihat mobil yang sudah berada di depan matanya sampai ia menghentikan langkahnya.


"Aaaaaaaa....." Ia berteriak dengan kedua lengannya menutupi wajahnya, takut melihat mobil yang melaju ke arahnya.


Saat itu, Rian dan Reqy secara bersamaan untuk berlari menyelamatkan Adelia, namun Rian sama sekali tidak bisa berlari cepat seperti Reqy, mengingat kakinya yang cacat sebelah. Hingga akhirnya Reqy lah yang hanya bisa menjangkau Adelia. Reqy langsung mendorong istrinya menjauh dari sana sampai ia sendiri yang tertabrak mobil. Reqy tak sempat lagi untuk menarik tangan Adelia di sana, yang bisa ia lakukan adalah mendorong Adelia di sana mengingat mobil truknya melaju cepat.


Adelia terjatuh ke aspal, sedangkan Reqy langsung terhempas di tengah aspal setelah tertabrak truk.


“Aaaaaa.....byyyyyy” Teriaknya dengan ekspresi syoknya melihat suaminya tertabrak truk. Adelia dengan sigap berdiri menghampiri suaminya yang sudah terbaring lemah di tengah jalan.


Rian dan supir truknya yang menyaksikan itu ikut syok melihat Reqy tertabrak truk menggantikan istrinya. Supir truknya tadi langsung turun untuk melihat keadaan orang yang tidak sengaja ia tabrak itu. Begitu pun dengan Rian yang langsung berjalan dengan tongkatnya menghampiri Reqy untuk melihat keadaannya.


Semua orang yang menyaksikan kecelakaannya, ikut mendatangi mereka untuk melihat keadaan orang yang tertabrak mobil.


“By.....by.....bangun. Hiks....hiks....hiks....by...aaaaaahh...hiks...hiks...” Teriak Adelia berusaha memegang kepala suaminya, memeluk kepala suaminya di sana. Ia merasakan darah di belakang kepala suaminya yang membuat tangannya sampai gemetar ketakutan.


Ia kembali histeris melihat darahnya yang semakin banyak. Apalagi Reqy tidak sadarkan diri.


“By....Aaaaaahhhh....byyyyy.”


“Kak Rian tolong dia. Kumohon tolong dia.” Ucap Adelia memohon pada Rian yang saat itu berjongkok memeriksa nadi Reqy.


“Adel....kita harus membawa suamimu ke rumah sakit secepatnya. Dia masih bernafas.” Balas Rian.

__ADS_1


Beberapa orang kemudian berusaha membantu mengangkat tubuh Reqy ke mobil Rian tanpa menunggu ambulance datang.


Rian langsung melajukan mobilnya dengan cepat mendatangi sebuah rumah sakit yang letaknya tak begitu jauh dari tempatnya tadi. Dengan kaki cacatnya itu, ia berusaha melajukan mobilnya agar bisa sampai ke rumah sakit tepat waktu.


Saat di dalam mobil, Adelia hanya bisa menangisi suaminya sambil memegang kepala suaminya yang sudah bersimbah darah. Ia gemetar ketakutan melihat suaminya bersimbah darah. Ia terus memegang bagian belakang kepala Reqy yang terus mengeluarkan darah atas permintaan Rian tadi. Bahkan semua pakaian Adelia di penuhi darah suaminya karena terus memeluk kepala Reqy.


Setelah sampai di rumah sakit, Rian langsung keluar dari mobil dan berlari masuk memanggil seseorang untuk membantunya mengangkat tubuh Reqy. Dengan cepat, beberapa dokter keluar membawa brankar untuk membawa Reqy masuk ke dalam rumah sakit.


Beberapa dokter mengangkat tubuh Reqy ke brankar, kemudian mendorongnya masuk ke dalam. Mereka langsung membawanya ke Ruang Operasi. Saat itu, Adelia memegang tangan suaminya, mengikuti kemana brankar itu dibawa oleh dokternya.


Saat berada di depan ruang operasi, para dokter yang membawanya, langsung mendorong masuk brankar tanpa membiarkan Adelia ikut masuk.


“Maaf nyonya. Anda tunggu disini saja...” Ucap salah satu dokternya menahan tubuh Adelia yang ingin ikut masuk ke dalam.


“Kumohon selamatkan dia dok. Selamatkan suamiku.” Ucap Adelia memohon di depan dokternya itu dengan suara tangisannya.


“Tenang nyonya. Kami akan berusaha menyelamatkannya. Anda tunggu saja kami disini.”


Adelia hanya menganggukkan kepalanya dengan tangisan yang tiada hentinya.


Dokternya pun kembali masuk ke dalam untuk mulai menyelamatkan Reqy. Sementara Rian yang baru saja menghubungi keluarga Adelia, langsung menghampiri Adelia yang masih berdiri di depan ruang operasi tanpa beranjak dari sana.


“Adel....tenang lah. Suamimu pasti baik – baik saja. Duduklah dulu.” Pinta Rian ketika melihat Adelia terus menangis.


“Tidak, aku mau menunggunya di sini. Aku mau disini.”


Adelia pun menuruti kemauan Rian untuk duduk di ruang tunggunya. Ia duduk di sana dengan perasaan gelisah menunggu keadaan suaminya. Tangannya terus gemetar dengan posisi saling menggenggam. Ia menundukkan kepalanya di sana dengan perasaan khawatirnya.


Sementara Rian hanya bisa duduk diam di samping Adelia, tanpa mau mengganggu Adelia meskipun ia tak sanggup melihat Adelia yang terus menangis sedih di sana. Tidak ada yang bisa ia lakukan pada wanita berambut panjang itu kecuali menemaninya.


Tak lama kemudian, semua keluarga Adelia datang ke rumah sakit setelah mendengar kabar kecelakaan Reqy begitu pun dengan Nerissa dan Pak Osmar yang mendengar kabar itu. Mereka semua berlari menghampiri Adelia yang tengah duduk di ruang tunggu sambil terus menangis.


Ketika Adelia melihat kedatangan mereka, Adelia langsung memeluk Bu Susan dengan erat. Menangis di pelukan wanita paruh baya itu sambil terus menyalahkan dirinya. Bu Susan berusaha menenangkan keponakannya sambil terus mengelus punggung keponakan tersayangnya itu. Ia mengatakan pada Adelia kalau sesuatu yang terjadi adalah sebuah takdir tuhan. Tidak perlu untuk di sesali atau pun menyalahkan diri sendiri.


Dan tanpa di duga, Pak Osmar tiba – tiba saja berlutut di depan mereka, yang membuat semua orang terlihat syok.


Adelia langsung melepaskan pelukannya dari Bu Susan, kemudian menatap Pak Osmar dengan heran.


Pak Osmar pun bicara di depan Adelia dan semua orang.


“Nyonya, saya mau mengatakan sesuatu pada Anda. Meskipun waktunya tidak tepat, tapi melihat semua orang ada disini, saya harus mengatakannya dengan jelas. Kecelakaan Rian dua tahun lalu itu adalah rencana pembunuhan yang sengaja saya lakukan. Tuan Muda sama sekali tidak mengetahuinya. Tuan Muda tidak tahu apa – apa sama sekali. Tolong jangan salahkan Tuan Muda. Tuan tidak salah sama sekali, nyonya. Hari ini saya akan menyerahkan diri setelah saya melihat keadaan Tuan Muda. Saya hanya memohon pada Anda untuk tidak meninggalkan Tuan Muda. Tuan hanya membutuhkan Anda.” Jelas Pak Osmar secara langsung di depan mereka.


Adelia kemudian berjongkok di depan Pak Osmar, memegang kedua bahu Pak Osmar.


“Aku tahu paman. Aku tahu semuanya. Meskipun paman tidak memberitahuku, aku tahu kalau dia tidak akan pernah bisa membunuh orang.” Ucap Adelia sambil menangis di depan Pak Osmar.


Rian dan Darel hanya bisa menghela nafasnya mendengar pengakuan dari Pak Osmar, begitu pun dengan yang lainnya. Namun, Rian masih belum bisa memaafkan Reqy atas penculikan yang dilakukan Reqy padanya, meskipun ia merelakan Adelia bersama suaminya.

__ADS_1


Di tengah – tengah pembicaraan Adelia dan Pak Osmar, tiba – tiba saja dokter keluar dari ruangan operasinya. Adelia langsung berdiri, dan berlari menghampiri dokternya itu dengan  ekspresi khawatirnya.


Tampak diwajah Dokternya sangat lesu.


“Dok...bagaimana keadaan suamiku. Dia baik – baik saja kan?” Tanya Adelia dengan panik. Dokternya tampak diam menatap Adelia.


Semua orang ikut khawatir ketika melihat dokternya hanya diam membisu.


"Dok...katakan sesuatu. Suamiku baik - baik saja kan." Ucap Adelia dengan mata melotot melihat dokternya.


Dokter langsung menjawab. “Maaf nyonya. Kami tidak bisa menyelamatkan Nyawanya.”


.


.


.


Bersambung.


.


IKLAN


Bambang: Kurang ajar....kok Reqy meninggal sih thor. Tadi pas adegan Adelia berlari ke Reqy. Gua kira bakal lihat adegan film india, tapi pas di tabrak mobil ternyata lihat adegan sinetron Ambosiar. Benar - benar author kurang ajar suka mengaduk perasaan gua.🤒🤕😷. Gua rasanya sudah mau kehilangan nyawa baca part ini.


Udin: Adegannya seperti sinetron azab yang selalu di tonton bini gua nih.😏😏😏


Juminten: Indosiar bambang bukan Ambosiar. Luh tinggal di planet mana sih sebenarnya.😌😌😌


Halimah: Ambosiar itu siaran Tv yang mana bambang. Kasih tahu dong.🤔🤔🤔


Bambang: bacot luh pade. Gua kesel nih. Reqynya meninggal. Lama - lama gua santet online juga nih author resek.😡😡


Author: Sabar....sabar dong bambang. Jangan bully gua terus dong. Kemarin kan gua bilang harus siapin hati di episode2 terakhir ini. Gentel dong gentle🤧🤧🤧


Halimah: Jangan bilang Reqy nanti lupa ingatan deh.😒😒


Author: kalian semua pada suudzon ya. Ikutin ajah sih kalau perlu skip sampai tamat. Masa gua harus ubah alurnya gara2 kalian.😤😤🤧


Udin: ikutin ajalah gua. Pasrah lah gua.😌😌


La mintang: Gua gak neko2 thor, cuma mau nanya. Ini happy end atau sad end.


Author: Happy end ajah lah.


Bambang: Ini nih, jawabannya kayak begini.😵😵happy end ajah lah😡.

__ADS_1


Author:😌😌😌🤧🤧🤧🤧🤧haaa...auh ah.


__ADS_2