
Adelia sangat gelisah menunggu suaminya yang tidak kunjung datang. Ia pun bergegas turun ke lantai bawah menggunakan lift rumahnya dengan rasa penasaran dengan suaminya yang tak kunjung selesai memasak.
Ketika berada di lantai bawah, ia langsung berjalan menghampiri suaminya yang masih berada di dapur.
“By...” Panggil Adelia yang membuat Reqy dan beberapa pelayan langsung menengok ke belakang.
Beberapa pelayannya itu tidak menyadari kedatangannya, karena fokus dengan Reqy yang memasak di depannya. Begitu pun dengan Reqy. Dengan cepat ia berjalan meninggalkan masakannya, kemudian menghampiri istrinya yang berdiri di meja makan. Letak meja makannya itu sedikit jauh dari dapurnya, jadi Adelia belum menyadari dengan keadaan dapurnya yang berantakan.
“Kenapa kau bisa di sini?” Tanya Reqy dengan wajahnya yang kaget melihat kedatangan istrinya.
“Aku khawatir karena hubby belum selesai masak sampai sekarang.” Jawab Adelia.
“Baru selesai. Aku baru mau mengantarnya ke atas.”
“Oh begitu. Aku pikir terjadi sesuatu pada hubby.” Ucap Adelia.
“Tidak sayang...aku baik – baik saja.” Balas Reqy sambil tersenyum.
“Terus...mana masakan hubby?” Tanya Adelia sambil berjalan masuk ke dalam dapur untuk melihat hasil masakan suaminya.
“Ada di dalam sayang. Aku baru selesai memasaknya.” Jawab Reqy.
Saat di dalam, Adelia sangat kaget ketika melihat dapurnya yang sangat berantakan. “Apa yang terjadi?” Tanya Adelia bingung dan kaget.
“Oh...ini karena para pelayan yang menggangguku masak, jadi hasilnya berantakan begini.” Jawab Reqy dengan serius.
Ia kembali menyalahkan para pelayannya yang sama sekali tidak pernah membantunya tadi. Mereka hanya berdiri melihat Reqy sibuk memasak tanpa berani mengganggunya.
Seketika para pelayan dan koki pribadinya mengangkat kepalanya melihat nyonya dan Tuan Mudanya.
“Sejak kapan kami mengganggu Tuan Muda. Kami hanya terus berdiri diam di sini bahkan Tuan Muda memarahi kami hanya karena tuan tidak bisa menyalakan kompor tadi. Sekarang Tuan Muda malah menyalahkan kami di depan nyonya. Mau membantah, resikonya kami pasti akan di pecat. Kami hanya bisa diam menerima apapun yang di katakan tuan dari pada di pecat?” Dalam hati koki pribadinya yang mengeluh dengan kelakuan Reqy.
Mereka hanya bisa mengatakan semua keluhannya dalam hati tanpa mengeluh langsung di depan Reqy. Sungguh nasib ironis bagi para pelayan rumahnya itu yang dengan pasrah menerima semua perlakuan majikannya.
Mereka semua hanya bisa diam menatap Reqy dan Adelia tanpa berani mengatakan sesuatu yang akan membuat Tuan Mudanya itu marah – marah seperti tadi. Dengan terpaksa mereka menerima kesalahan yang tidak pernah mereka lakukan.
Reqy kembali bicara saat melihat para pelayan dan kokinya mengangkat kepalanya melihat ke arahnya.
“Jangan cuma melihatku, bersihkan kekacauan yang kalian buat.” Perintahnya dengan tegas.
“Baik Tuan Muda.” Sahut secara bersamaan para pelayannya.
Reqy menyalahkan sendiri pelayannya karena merasa malu pada Adelia jika tahu kalau ia sendiri yang membuat semuanya menjadi seperti itu.
Ia kembali fokus melihat Adelia sesaat setelah bicara pada pelayannya.
“Ayo....kau duduk dulu di sana.” Ajak Reqy dengan suaranya yang terdengar pelan sambil menuntun istrinya menuju meja makannya.
__ADS_1
Ia menarik kursinya, kemudian membantu Adelia duduk di sana.
“Kau duduk dulu sebentar ya, aku akan bawa pangsit yang sudah kumasak untukmu.” Ucap Reqy.
“Ya by.”
Setelah Adelia duduk di sana, Reqy kembali ke dapur membawakan pangsit yang ia masak tadi. Ia kembali menghampiri istrinya yang tengah duduk di ruang makannya setelah mengambil pangsit buatannya. Ia langsung meletakkan mangkok yang berisi pangsit hasil buatannya sendiri, tepat di depan Adelia.
“Ini pangsitnya.” Ucap Reqy sambil duduk di samping Adelia.
“Terima kasih by.” Balas Adelia sambil tersenyum menatap suaminya.
“Eem.”
“Aku coba ya.” Ucap Adelia.
“Oke.”
Adelia mulai menyendok pangsit buatan suaminya di sana, sedangkan Reqy terus menatap istrinya dengan penuh penasaran mendengar pendapat Adelia mengenai masakannya itu.
“Bagaimana, apa rasanya enak?” Tanya Reqy ketika melihat Adelia memasukkan pangsitnya tadi ke mulutnya.
Adelia langsung menengok melihat suaminya sambil menguyah pangsit buatannya.
“By, kau yakin bisa masak,” Adelia bertanya ketika ia sudah merasakan masakan pertama suaminya.
“Tentu saja bisa. Apa sih yang tidak bisa kulakukan. Memang kenapa sayang?” Tanya Reqy. Ia kembali membanggakan dirinya di depan istrinya dengan ekspresi percaya dirinya.
“Benarkah,”
Adelia menganggukkan kepalanya melihat Reqy. “Tapi masakan hubby enak kok.” Pujinya sambil tersenyum.
“Tentu saja enak. Kan aku yang memasaknya. Bukan koki bodoh itu. Kalau hambar, ini semua gara – gara para pelayan itu yang terus mengajakku bicara, jadi aku lupa memberikannya garam. Apa kau mau aku buatkan yang baru?” Tanya Reqy dengan serius.
Lagi – lagi Reqy menyalahkan semuanya pada para pelayannya yang sudah berdiri di belakang mereka setelah membersihkan dapur yang letaknya sedikit jauh dari ruang makannya itu. Mereka tampak diam mendengar kata – kata majikannya dengan wajah yang pasrah.
“Tidak usah. Aku makan ini saja.” Balas Adelia dengan santai.
Meskipun masakan Reqy hambar, tidak seperti yang ia bayangkan, tapi ia tidak ingin membuat Reqy merasa kecewa dengan pendapatnya, apalagi ia melihat Reqy sudah bersusah payah memasak makanan untuk pertama kalinya.
Adelia kembali melanjutkan memakan pangsit yang ada di depannya itu, sedangkan Reqy hanya melihat istrinya dengan wajahnya yang tersenyum senang. Ia merasa bahagia melihat Adelia bisa menikmati hasil masakannya tadi.
Adelia yang sibuk makan, tersadar dengan tatapan suaminya. Ia kemudian menengok ke arah Reqy yang sedang tersenyum kepadanya. Saat itu, Reqy menyandarkan kepalanya menggunakan tangannya yang bertumpu di atas meja dengan posisi miring ke arah Adelia.
“Kenapa hubby terus melihatku begitu, apa ada yang salah dengan ku?” Tanya Adelia penasaran.
“Aku baru sadar kalau kau itu cantik.” Pujinya.
__ADS_1
Seketika Adelia langsung tersedak makanan ketika mendengar pujian suaminya. Reqy dengan sigap memberikannya air, kemudian membantunya minum sambil mengusap – usap belakang punggung istrinya.
“Pelan – pelan sayang. Makannya jangan buru – buru begitu. Kau sampai tersedak kan.” Ucap Reqy dengan serius.
Adelia menggerakkan kepalanya melihat Reqy yang tengah duduk sambil terus mengusap punggungnya.
“Ini bukan karena aku terburu – buru makan, tapi karena hubby tiba – tiba bilang begitu. Aku kaget sampai tersedak.”
“Bilang apa?” Tanya Reqy bingung.
“Apa hubby pura – pura bodoh. Hubby tadi bilang aku cantik kan?” Tanya Adelia
“Aah.” Reqy kaget mendengar ucapan istrinya. Ia baru sadar dengan kata – katanya tadi yang menurutnya biasa saja. “Kenapa kau sampai meresponnya begitu. Aku kan mengatakan yang sebenarnya. Aku baru sadar kalau istriku cantik?”
Adelia menghentikan makannya, kemudian menatap serius suaminya.
“Jadi, alasan hubby mencintaiku karena apa?” Tanya Adelia yang tiba – tiba penasaran dengan pendapat Reqy tentang dirinya.
“Kenapa kau tiba – tiba menanyakan alasan aku mencintaimu?” Tanya Reqy. Ia tidak menjawab pertanyaan istrinya malah bertanya yang lain. Ia penasaran dengan Adelia yang tiba – tiba menanyakan hal itu padanya.
“Aku Cuma penasaran saja, karena kemarin hubby bilang mencintaiku. Terus baru sekarang hubby sadar kalau aku cantik.”
Reqy tampak berpikir sejenak tentang alasan ia sampai jatuh cinta pada istrinya. “Apa ya?” Sambil berpikir. “Kalau cantik bukan, masih banyak gadis cantik di luar sana.” Ia kemudian melihat tubuh istrinya dari bawah ke atas. “Tubuh apalagi. Kenapa aku bisa jatuh cinta denganmu yang biasa – biasa ini?” Reqy tampak santai bicara pada istrinya.
Lain halnya dengan Adelia yang terlihat cemberut mendengar ucapan suaminya itu.
“Terserah, aku selesai makan. Mau kembali ke atas.” Kesalnya. Ia lalu berdiri dari tempat duduknya dengan ekspresi cemberut.
Reqy dengan sigap berdiri, kemudian memeluk istrinya dari belakang.
“Kau marah ya, aku Cuma bercanda sayang. Kau wanita terbaik yang pernah ku temui. Tidak ada yang bisa menggantikan istriku dengan wanita manapun. Biarpun ada wanita yang sangat sangat cantik, tidak ada yang bisa sepertimu. Aku tidak butuh alasan untuk mencintaimu sayang. Itu karena aku memang tidak tahu alasan, kenapa aku bisa jatuh cinta denganmu.” Reqy kemudian membalikkan badan istrinya menghadap dirinya. Ia menarik tangannya, lalu menempelkan tangan Adelia di dadanya, tepat di jantungnya.
“Kau pasti merasakan detaknya kan. Kau sudah ada di sini sejak pertama kali kita bertemu. Aku tidak perlu alasan apapun untuk mencintai dan menyayangimu. Tapi....aku akan bilang padamu, kalau aku hanya menyukai senyummu itu. Aku tidak butuh yang lain. Aku hanya butuh istriku.” Jelasnya sambil tersenyum.
Adelia kemudian memeluk suaminya sesaat setelah mendengar penjelasan Reqy yang membuatnya sampai tak sadar meneteskan air matanya.
“Aku mencintai hubby.”
"Aku juga mencintaimu." Balas Reqy sambil mengusap lembut belakang kepala istrinya.
Bersambung.
.
.
.
__ADS_1
Ingat tekan LIKE, harus ya readers tercinta dan tersayang. Tulis KOMENTAR kalian di bawah kolom komentar. Punya poin dan koin silahkan VOTE Reqy and Adelia ya.
Terima kasih. love love buat kalian semua