Married With Mr. Arrogant

Married With Mr. Arrogant
Ngidam masakan hubby


__ADS_3

Pukul 4:00 sore.


Adelia terbangun dari tidur siangnya ketika mendengar suara langkah kaki suaminya yang baru saja keluar dari kamar mandi menuju Ruang Gantinya.


Ia membuka matanya secara perlahan – lahan sambil mengucek – ngucek matanya melihat asal muasal langkah kaki yang ia dengar itu. Ia menggerakkan tubuhnya untuk bangun dari tempat tidurnya, kemudian berjalan pelan menuju Ruang Gantinya. Di sana ia melihat Reqy sedang sibuk memakai baju santainya.


“By....” Panggil Adelia sambil berjalan menghampiri suaminya.


Reqy langsung menengok ke arah istrinya. “Kau sudah bangun sayang,”


“Iya, sejak kapan hubby pulang. Kenapa aku tidak merasakan hubby masuk kamar?” Tanya Adelia. Saat itu, ia sudah berdiri di depan suaminya dengan wajahnya yang tersenyum menatap Reqy.


“Satu jam yang lalu sayang. Aku melihatmu tidur nyenyak, jadi aku sengaja tidak membangunkanmu. Kau pasti kelelahan karena bayi kita.” Ucap Reqy sambil memegang perut istrinya, mengelusnya di sana. “Semakin hari dia semakin membuatmu susah. Kalau saja aku bisa mengambil semua bebanmu itu, aku pasti akan sangat senang.”


“Dia bukan beban bagiku by, dia anugerah dari yang di atas. Aku sangat senang bisa memilikinya.” Balas Adelia sambil tersenyum.


Reqy kemudian memeluk istrinya di sana. “Terima kasih sayang. Aku sangat senang kalau melihatmu bahagia. Apapun yang kau minta, aku pasti akan melakukannya untukmu”


“Iya by.” Balas Adelia sambil membalas pelukan erat suaminya. Tiba – tiba ia tersadar dengan rambut basah suaminya ketika tetesan air rambut Reqy mengenai wajahnya. Ia melepaskan pelukannya di sana. “Berikan handuknya padaku,” Adelia meraih handuk kecil di tangan Reqy.


“Untuk apa?” Tanya Reqy bingung.


“Aku akan membantumu mengeringkan rambut. Nanti hubby sakit kalau tidak cepat kering.” Jawab Adelia.


“Baiklah.” Reqy tersenyum senang melihat istrinya begitu perhatian padanya dengan hal kecil seperti itu. Ia kemudian berdiri menyandarkan setengah tubuhnya di lemari panjang tempat barang – barang mewah yang tingginya setinggi pinggangnya, agar Adelia bisa dengan mudah menyentuh kepalanya.


Sesaat setelah Reqy duduk di meja, Adelia mulai mengusap – usap rambut basah suaminya.


Reqy kemudian bicara pada Adelia yang saat itu sibuk mengusap – usap rambutnya dengan handuk kecil yang di pegang Adelia.


“Kau sudah makan,”


“Belum. Aku tidak selera makan.”


“Kenapa, apa makanan di bawah tidak sesuai dengan lidahmu?” Tanya Reqy dengan serius.


“Tidak by. Rasanya aku cuma ingin makan masakan dari hubby sampai semua makanan di bawah tidak bisa ku makan. Mungkin ini namanya ngidam ya, ngidam masakan hubby.” Jawab Adelia. Memang sejak tadi Adelia tidak berselera makan. Ia hanya menginginkan masakan dari suaminya, meskipun Reqy tidak pernah memasak makanan untuknya. Ia ngidam makan makanan hasil masakan dari suaminya.


“Kalau begitu, aku akan masak sesuatu untukmu.” Ucap Reqy.


Adelia langsung menghentikan kesibukannya itu, kemudian menatap suaminya dengan wajahnya yang tersenyum senang. “Benar by.” Ia sangat antusias ketika mendengar Reqy ingin masak makanan untuknya.


“Iya, aku akan masak makanan terenak yang belum pernah kau makan sebelumnya.” Balas Reqy sambil tersenyum memegang pipi istrinya dengan lembut.


“Apa hubby bisa masak. Selama ini aku belum pernah melihat hubby memasak?” Tanya Adelia penasaran.


“Tentu saja bisa, semuanya bisa aku lakukan. Aku ini pria yang bisa melakukan segalanya untukmu. Kau ingin makan apa. Katakan saja. Aku akan masak semua makanan yang kau inginkan.” Reqy membanggakan dirinya sendiri di depan Adelia dengan wajahnya yang terlihat percaya diri.

__ADS_1


“Eem...” Adelia berpikir. “Aku ingin makan pangsit. Hubby bisa buat,”


“Tentu saja bisa. Aku kan sudah bilang kalau aku bisa memasak semua yang ingin kau makan.”


“Benar ya.”


“Iya sayang. Kau tunggu saja di sini, ya.” Ucap Reqy sambil tersenyum.


“Iya.”


Reqy kembali berdiri menegakkan tubuhnya di sana. “Kau tunggu saja disini sampai aku selesai masak, oke.” Ucap Reqy sambil memegang atas kepala istrinya.


“Iya.”


Reqy pun berjalan keluar dari kamarnya menuju lantai bawah rumahnya, sedangkan Adelia masih berada di kamarnya menunggu suaminya selesai memasak.


Di lantai bawah saat Reqy sudah keluar dari lift rumahnya, ia langsung di sambut oleh salah satu pelayannya. Ia tidak mempedulikan pelayan yang menyapanya itu, ia hanya berjalan menuju dapur rumahnya dengan langkah kaki tegasnya itu.


Ketika Reqy sudah berada di Ruang Makannya, ia juga di sambut beberapa pelayan dan koki pribadinya. Mereka langsung membungkuk hormat sambil menyapanya dengan kepala menunduk.


Reqy hanya berlalu pergi ke arah dapurnya tanpa membalas sapaan para pelayannya.


Setelah menyapa Reqy, para pelayan dan kokinya itu langsung mengikutinya ke arah dapur.


Ke empat pelayan dan koki pribadinya berdiri di belakang Reqy ketika Reqy sudah berada di dapur.


“Tidak usah. Aku tidak memerlukan bantuan kalian. Aku bisa melakukannya sendiri.” Tegasnya.


“Baik.”


Sesaat setelah koki pribadinya bicara, Reqy mulai membuka beberapa lemari yang ada di atasnya mencari bahan – bahan masakannya di sana.


“Sial....bagaimana cara masak pangsit?” Gumamnya yang terlihat bingung di sana sambil mengacak – acak semua isi lemarinya. Saat itu, ia kesal ketika tidak menemukan bahan – bahannya atau pun resep makanan di dalam lemarinya.


Ia kemudian membalikkan badannya ke arah para pelayannya itu.


“Hai....apa di sini ada resep pangsit?” Tanya Reqy dengan serius menatap koki pribadinya.


“Ada Tuan Muda. Saya akan carikan resepnya.” Ucap Koki rumahnya itu.


“Cepat kau carikan.” Perintahnya dengan suara tegasnya.


“Baik tuan muda.” Balas Kokinya sambil membungkuk hormat.


Koki pribadinya itu pun pergi mengambil salah satu buku resep yang ada di lemari khusus buku resep dekat dapurnya, kemudian memberikannya pada Reqy.


“Apa sebaiknya saya saja yang memasaknya tuan?” Tanya si koki pribadinya.

__ADS_1


“Istriku ingin makan masakanku. Dia tidak suka masakan jelekmu itu.” Ketusnya. Ia membanggakan dirinya sendiri di depan si koki pribadinya dengan ekspresi dinginnya.


Koki pribadinya hanya diam tak membalas ucapan tuan mudanya lagi. Ia hanya berdiri di sana menyaksikan Reqy yang sudah mulai melihat buku resep yang ia berikan tadi. Ia tidak berani membantah atau pun mengajarkan apa yang harus di lakukan Reqy untuk masak pangsit.


Setelah membaca resepnya, Reqy mulai masak sesuai yang ia baca di buku resepnya.


Beberapa menit kemudian, dapur yang tadinya bersih menjadi berantakan akibat perbuatannya yang membuat adonan pangsit, seperti yang tertulis di dalam buku resepnya. Bahan masakan berserakan di mana – mana, seperti tepung yang ada dimana – mana membuat seisi dapur menjadi sangat kacau.


Para pelayan dan koki pribadinya hanya bisa diam menyaksikan aksi Reqy yang menjadikan dapurnya berantakan, tanpa berani bicara sepatah kata pun.


Setelah membuat adonan pangsitnya, ia meletakkan pangsitnya tadi di atas kompor. Ia mulai menyalakan kompornya beberapa kali yang membuat ia terlihat kesal. Itu karena ia tidak tahu cara menyalakan kompornya.


Ya, memang ia tidak pernah menginjakkan kakinya di dapur, itu pertama kalinya ia berada di sana.


Bahkan Para pelayannya pun tak percaya melihat Reqy yang memasak di dapur, tapi mereka tidak berani menunjukkan reaksi tidak percayanya itu, dan hanya terlihat biasa di depan Reqy.


“Apa ini, kenapa kompornya tidak menyala?” Tanya Reqy saat tidak bisa menyalakan kompornya.


“Biar saya yang membantu Tuan Muda.” Koki pribadinya melangkah maju untuk menyalakan kompornya.


Reqy langsung mengerutkan keningnya ketika melihat koki pribadinya bisa menyalakan kompornya, tidak seperti tadi waktu ia ingin menyalakannya.


“Kenapa kalian membiarkan barang murah ini ada di rumahku. Apa kalian sudah bosan bekerja di sini?” Teriaknya dengan marah. Ia sangat kesal melihat dirinya yang tidak bisa menyalakan kompornya sendiri sampai menyalahkan pelayannya sendiri.


“Maaf Tuan Muda ini adalah kesalahan kami.” Balas Kokinya dengan ekspresi ketakutan melihat Reqy marah – marah di depannya.


“Aku mau kau mengganti semua barang – barang di sini dengan yang lebih mahal dan lebih bagus.” Perintahnya dengan tegas.


“Baik Tuan Muda.”


“Dasar tidak becus.” Kesalnya.


Reqy kembali melanjutkan kesibukannya tanpa mau di bantu para pelayannya atau pun kokinya, sedangkan koki pribadi dan para pelayannya hanya bisa diam menunduk.


Meskipun mereka tahu kalau kompor dan barang - barang yang ada di dapurnya adalah barang terbaik dan mahal, tapi mereka tidak berani membantah apa yang di katakan Reqy. Mereka hanya bisa menerima kekesalan Reqy dengan ekspresi diam menunduk.


Bersambung.


.


.


.


Ingat tekan LIKE ya, harus. Tulis KOMENTAR positif kalian di bawah kolom komentar. Yang punya koin and poin silahkan VOTE.....VOTE.....


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2