
Reqy duduk di ruang tunggu operasi menunggu istrinya keluar dari ruangan operasinya. Bahkan ia belum melihat bayinya sebelum ia melihat istrinya baik – baik saja.
Meskipun dokter mengatakan kalau istrinya baik – baik saja, namun ia sama sekali tidak ingin meninggalkan istrinya disana.
Sementara Pak Ferdi, Bu Susan dan yang lainnya berada di kamar bayi saat dokter mengatakan kalau bayi Tuan Reqy dan Nyonya Adelia sudah di pindahkan di kamar bayi. Mereka langsung melihat bayi yang baru lahir itu di sana.
Tak lama kemudian, para dokter yang menangani Adelia sudah keluar sambil mendorong brankar Adelia.
Seketika Reqy berdiri dari tempat duduknya saat para dokternya keluar. Ia dengan sigap, menghampiri istrinya, memegang tangannya dengan ekspersi yang sangat khawatir melihat Adelia terbaring lemah tak sadarkan diri. Saat itu, Dokter menghentikan langkahnya ketika Reqy datang menghampiri mereka. Ya, Reqy memang pernah mengatakan kalau istrinya harus dibius total agar ia tidak merasakan sakit apapun. Meskipun dokter mengatakan padanya kalau itu tidak boleh, namun ia sangat kekeh. Dan akhirnya ia menyesal ketika melihat Adelia terbaring lemah. Ia sangat khawatir sekarang.
“Sayang, aku di sini.” Ucap Reqy sambil memegang tangannya, menatap wajah Adelia yang terpasang selang oksigen di kedua lubang hidungnya.
“Tuan Muda, nyonya akan kami bawa ke kamar VIP dulu.” Sahut salah satu Dokter Kandungan yang mengoperasi Adelia tadi.
“Apa istriku baik – baik saja?” Tanya Reqy menatap dokternya dengan serius.
“Tenang tuan, nyonya baik – baik saja. Kita tunggu beberapa menit lagi agar nyonya bangun dari pengaruh obat biusnya.” Jawab dokternya.
Para Dokternya kembali mendorong brankar Adelia menuju kamar VIP yang letaknya tak begitu jauh dari tempatnya tadi.
Setelah berada di dalam kamar VIP, mereka memindahkan tubuh Adelia secara pelan di kasur yang terlihat besar nan mewah.
Sesaat setelah Adelia sudah berada di atas kasur pasiennya itu, para dokter tadi berpamitan pada Reqy. Salah satu Dokter mengatakan akan selalu datang mengontrol keadaan Adelia setiap jam, kemudian keluar dari sana.
Tak lama kemudian, salah satu dokter masuk ke dalam kamar VIP membawa bayi Reqy dan Adelia. Dokternya itu datang bersama Pak Ferdi, Bu Susan dan yang lainnya.
Dokter yang membawa bayinya, langsung berjalan menghampiri Reqy yang berdiri saat melihat kedatangannya.
“Tuan Muda, ini adalah bayi Anda. Anda bisa memegang dan menggendongnya,”
Reqy tampak tersenyum senang melihat bayi mungilnya yang bergerak – gerak dengan kondisi mata yang masih tertutup.
“Ini bayiku, bayiku dengan Adelia,” Tanya Reqy sambil mengangkat kepalanya melihat semua orang di depannya.
Bu Susan berjalan mendekatinya. “Dia adalah bayi pertama kalian nak. Bibi mengucapkan selamat karena kalian sudah menjadi orang tua. ”
Reqy kembali fokus melihat bayinya dengan wajahnya yang tersenyum bahagia. Ia menggerakkan tangannya untuk menyentuh tangan mungil bayinya. Seketika Reqy kaget saat bayinya langsung menggenggam erat jari telunjuknya.
Reqy kembali melihat orang – orang di depannya. “Kalian lihat, dia memegang tangaku, dia memegang tangaku,” Dengan wajahnya yang tersenyum senang. Ia begitu senang melihat tangan anaknya merespon sentuhannya.
Semua orang hanya bisa tersenyum melihat tingkah Reqy yang baru pertama kali mereka lihat. Lelaki arogan itu sangat bahagia sampai bertingkah tak biasa, menurut mereka.
“Apa Anda mau menggendongnya tuan?” tanya Dokter yang menggendong bayinya.
Reqy kaget. “Apa, kau gila menyuruhku menggendongnya. Dia terlihat kecil. Kalau aku salah menggendongnya bagaimana?” Tanya Reqy dengan wajah seriusnya.
Nerissa langsung tersenyum melihat kakak sepupunya yang terlihat ketakutan, begitu pun dengan yang lainnya, mereka ikut tersenyum melihat tingkah Reqy yang ketakutan menggendong bayinya.
__ADS_1
“Kakak, gendong saja. Kami tadi sudah menggendongnya, tinggal kakak yang belum menggendongnya. Dia sangat lucu.” Sahut Nerissa.
“Aku tidak tahu cara menggendongnya.” Balas Reqy.
“Bibi akan mengajarkan kamu bagaimana cara menggendong bayinya, nak.” Sambung Bu Susan.
“Baiklah. Ayo berikan padaku” Reqy mengulurkan kedua tangannya di depan Dokternya.
Bu Susan mulai mengarahkan Reqy dengan menahan leher bayinya di lengan besarnya itu, kemudian memegang bayinya dengan kedua tangannya. Bu Susan menyuruh Reqy untuk tidak terlalu memakai kekuatannya untuk memegang bayi mungilnya, saat melihat lelaki kekar itu terlihat serius menggendong bayinya.
Reqy sudah mulai asyik menggendong bayinya di sana sambil tersenyum menatap putra pertamanya.
“My prince, ini ayah. Ayah yang sudah membuatmu nak. Apa kau tahu kalau ayah sudah sangat menantikan kelahiranmu. Apa kau tahu kalau ayah sudah berusah payah membuatmu, ibumu apa lagi?” Reqy berbicara pada bayinya sendiri dengan wajahnya yang terus tersenyum.
Semua orang tersenyum mendengar ucapan Reqy, tanpa berani menyela pembicaraannya dengan bayinya. Bagi mereka kalau Reqy sekarang sangat bahagia.
“Tuan Muda benar – benar, kenapa harus mengatakan hal itu pada seorang bayi. Semua orang juga tahu kalau Anda dan nyonya yang membuatnya. Tidak perlu memperjelasnya, apalagi di depan Tuan Muda kecil.” Dalam hati Emir sambil menggeleng – gelengkan kepalanya melihat tingkah Reqy yang asyik dengan bayinya.
Saat itu, Emir berdiri sedikit jauh dari Reqy yang tengah asyik bicara dengan bayinya. Ia berdiri di sana bersama Pak Osmar dan yang lainnya.
Pak Ferdi yang berdiri melihat Reqy menggendong bayinya, ikut bicara.
“Nak Reqy.” Panggilnya
Reqy langsung mengangkat kepalanya melihat Pak Ferdi.
“Apa Anda sudah memiliki nama yang bagus untuk bayinya?” Tanya Pak Ferdi.
“Oh...aku sudah memberikannya nama pak. Namanya Ikrar Abraham.” Jawab Reqy.
“Nama yang bagus sekali.” Sahut Bu Susan.
Reqy kembali menatap wajah mungil bayinya.
“Iya, dia mewakili cinta kami.”
Semua orang merasa terharu mendengar nama yang diberikan Reqy pada putra pertamanya. Mereka berdoa agar keluarga kecil mereka selalu bersama seperti sekarang ini.
Tiba – tiba, Adelia mulai membuka matanya secara perlahan – lahan.
“By.” Panggil Adelia tanpa melihat suaminya. Ia belum bisa melihat dengan jelas semua orang yang ada di depannya.
Seketika Reqy duduk di samping tempat tidur istrinya sambil menggendong bayinya tadi.
“Aku disini sayang. Kau sudah sadar ya.” Ucap Reqy sambil mencium kening istrinya. “Terima kasih banyak, kau memberikan hadiah paling berharga di dunia ini. Aku mencintaimu.” Reqy tanpa sadar meneteskan air matanya di sana.
Saat itu, Adelia menggerakkan tangannya untuk menghapus air mata di pipi suaminya.
__ADS_1
“Kenapa hubby menangis?” Tanya Adelia.
“Aku menangis karena kau seharian membuatku jantungan. Aku takut sekali kalau melihatmu tidak sadar. Aku sangat senang sekarang karena melihatmu tersenyum.” jawab Reqy saat melihat senyuman di bibir istrinya.
“Aku baik – baik saja by.”
Semua orang yang menyaksikan moment mereka, ikut menangis. Mereka menangis bahagia melihat Reqy dan Adelia. Padahal proses caesar yang dilakukan Adelia berjalan lancar, namun entah kenapa mereka terharu melihat kebahagiaan Adelia dan Reqy?
Reqy kemudian menunjukkan bayi yang di gendongnya pada istrinya. “Kau lihat, ini adalah anak kita. Dia tampan kan.”
Adelia mengangguk tersenyum melihat bayinya, kemudian memegang tangan mungil bayinya.
“Bayi yang sangat mungil. Akhirnya kamu lahir nak. Anak ibu.” Ucap Adelia menyentuh wajah bayinya.
Reqy kembali mencium kening istrinya.
“Terima kasih, kau sudah bekerja keras selama sembilan bulan, bahkan sudah bersusah payah melahirkannya sayang.”
“Iya by, aku bahagia aku bisa melahirkannya dengan baik. Meskipun aku tidak bisa melahirkannya dengan normal.” Balas Adelia.
“Maaf sayang. Ini semua kulakukan demi kebaikanmu. Aku tidak mau melihatmu semakin menderita karena bayi kita.” Jelas Reqy.
Adelia memang ingin melahirkan secara normal, namun Reqy bersikeras untuk tidak membiarkan istrinya melahirkan secara normal. Ia tidak ingin melihat istrinya semakin menderita. Operasi caesar saja membuatnya panik tadi. Apalagi kalau Adelia normal, bisa – bisa Reqy memarahi semua orang mendengar teriakan istrinya yang kesakitan.
.
Bersambung.
.
.
.
Tekan LIKE ya. Tulis kOMENTAR positif kalian di bawah kolom komentar. VOTE, kakak2 cantik, ganteng, manis, lucu.
Reqy: Kalian harus VOTE aku, kalau tidak, kuhancurkan kalian semua. huh...
Adelia: Sabar by, anak kita baru saja lahir. Kamu jangan marah - marah terus dong. Kasihan mereka kalau kamu marah - marah.
Reqy: Iya sayangku, aku tidak marah kalau mereka VOTE. Kamu tidak lihat kalau sekarang kita turun rangking lagi.
Emir: Tuan Muda memang tidak bisa bersyukur. Sudah bagus ada yang VOTE malah minta lebih. Ini yang namanya dikasih jantung malah minta ampela. Hadeehhhh (dalam hati Emir)
AMAN YA, YG BAB NYASAR SUDAH HILANG, NGGA GANGGU KALIAN LAGI😥😥😥😥, NGGA BUAT LINGLUNG LAGI🙏🏻🙏🏻
Bambang:🙄🙄🙄🙄😏😏😏😏😒
__ADS_1