
Satu hari sejak pertemuan Adelia dan Rian di parkiran galeri lukisannya, Adelia tidak pernah bertemu lagi dengan Rian atau pun dihubungi Rian.
Dan sejak kejadian itu pula, semua orang sudah tahu tentang kabar Rian yang hidup kembali setelah di anggap meninggal dua tahun lalu.
Kini Adelia baru saja selesai membersihkan dirinya di dalam kamar mandinya, kemudian berpakaian santai. Selesai berpakaian, ia melangkah untuk keluar kamarnya menuju kamar anaknya. Tiba – tiba Handponenya bergetar. Ia menghentikan langkahnya, kemudian berjalan mengambil HP-nya di atas meja nakas yang ia letakkan tadi.
Adelia melihat layar HP-nya, kemudian mengangkatnya saat ia melihat sejenak nomor baru yang masuk di layar Handphonenya itu. Entah siapa nomor baru yang tak di kenalnya mencoba menghubunginya?
“Halo.”
“Adelia...” Panggil seorang wanita di balik telfon.
“Siapa ini?” Tanya Adelia.
“Adelia. Kau masih kenal denganku kan. Aku Leta.....”
“Oh....iya. Ada apa?” Tanya Adelia.
“Adel. Aku baru sampai ke Indonesia tadi pagi, tapi aku tidak bisa menemukan dimana Rian berada. Tolong bantu aku?” Tanya Leta dengan suaranya yang terdengar gemetar.
“Leta....aku minta maaf, tapi aku mungkin tidak bisa membantumu. Saat ini aku belum pernah bertemu dengan Rian setelah acara galeri. Apalagi Kak Reqy melarangku untuk keluar rumah.”
“Adelia aku mohon bantu aku. Cuma kau yang bisa menyelamatkan Rian sekarang.” Ucap Leta di balik telfon. Ia memohon – mohon bantuan pada Adelia dengan suara gemetarnya. Pikirnya kalau Rian kembali diculik oleh Reqy, karena sejak turun dari pesawat, ia tidak bisa menghubungi Rian atau pun menemukan keberadaan Rian dimana?
“Apa maksudmu Leta?” Tanya Adelia dengan ekspresi bingungnya mendengar perkataan Leta.
“Kali ini aku harus mengatakannya padamu, demi keselamatan Rian.”
“Cepat katakan, apa yang terjadi pada Kak Rian?” Tanya Adelia dengan ekspresi yang mulai khawatir mendengar Leta.
“Adel....aku pikir, kalau Rian sekarang kembali di culik oleh Tuan Reqy seperti yang dia lakukan dua tahun lalu. Kumohon Adelia, tolong Rian. Aku mohon.” Ucap Leta memohon pada Adelia. Terdengar suara tangisan di balik telfonnya. Leta sangat khawatir kalau sampai terjadi sesuatu pada Rian seperti dua tahun lalu.
Seketika Adelia terkejut mendengar ucapan Leta, wajahnya sangat kaget mendengar perkataan Leta. Ia terlihat diam, namun ia masih belum sepenuhnya percaya dengan ucapan Leta.
__ADS_1
“Leta...apa kamu sadar dengan yang kamu katakan itu?” Tanya Adelia dengan nada yang terdengar keras.
“Aku sungguh mengatakan kebenaran. Hanya kamu yang bisa menghentikan suamimu. Aku mohon bantuanmu Adelia. Aku tidak bisa menemukan Rian sekarang. Aku mohon....”
“Tidak mungkin. Suamiku tidak mungkin menculik Rian. Kau pasti berbohong.” Ucap Adelia. Ia terlihat menggelengkan kepalanya, tidak terima tuduhan yang dikatakan Leta tentang suaminya.
“Adelia...aku tidak bisa bicara panjang lebar padamu di telfon. Intinya adalah suamimu menculik Rian di hari pernikahanmu dua tahun lalu, agar dia bisa menikahimu. Dia merencanakan pembunuhan untuk Rian sampai Rian kecelakaan. Sekarang aku yakin kalau Tuan Reqy pasti menculik Rian lagi untuk menutupi perbuatannya dua tahun
lalu. Kalau kau tidak percaya padaku, kau bisa tanyakan sendiri pada suamimu. Aku hanya memohon padamu untuk menyelamatkan Rian kali ini. Aku mohon, hanya kamu yang bisa menghentikan suamimu.” Jelasnya.
Tubuh Adelia gemetar setelah mendengar semua penjelasan Leta. Ia menjatuhkan tubuhnya di kasur. Ia duduk di sana dengan kedua tangannya yang gemetar. Ia terus memegang HP-nya dengan erat tanpa sadar kalau Leta masih ada di balik telfon. Leta berteriak memanggil Adelia di balik telfon, namun Adelia sama sekali tidak bergeming. Ia diam mencerna semua yang ia dengar tadi dengan wajahnya yang terlihat pucat. Bahkan kedua tangannya terasa dingin, jantungnya berdetak kencang.
“Tidak mungkin....suamiku tidak mungkin melakukan hal seperti itu.” Gumamnya sambil menggeleng – gelengkan kepalanya, tidak terima dengan kenyataan yang ia dengar.
Ia pun memaksakan tubuhnya untuk berdiri dari sana, kemudian berjalan keluar kamarnya mencari keberadaan suaminya.
Sementara di dalam ruang kerja Reqy, Pak Osmar melaporkan kegiatan yang ia lakukan sekarang.
“Tuan Muda, saya menyuruh orang untuk mencari keberadaan Rian, dan membungkam mulutnya agar tidak mengatakan hal yang tidak pantas pada nyonya.” Jelas Pak Osmar dengan serius.
“Apa saya siapkan keperluannya sekarang?” Tanya Pak Osmar.
“Emir sudah melakukan semuanya.” Jawab Reqy.
Dari luar, Adelia berjalan untuk masuk ke dalam ruang kerja suaminya. Ia langsung membuka pintu ruang kerja suaminya tanpa mengetuk pintu ruang kerjanya. Ia masuk ke dalam dengan langkah kaki cepat menghampiri Reqy yang tengah duduk di kursi kerjanya.
Pak Osmar dan Reqy kaget melihat Adelia berjalan masuk ke dalam, apalagi dengan wajahnya yang terlihat serius menatap Reqy. Pandangannya terus menatap Reqy, tanpa mengalihkan pandangannya ke arah lain. Reqy langsung berdiri saat Adelia sudah mendekatinya. Saat itu, Adelia berdiri di samping meja kerja Reqy, menatap suaminya dengan serius.
Reqy memegang kedua tangan istrinya. “Sayang...kebetulan kau datang. Aku mau beritahu padamu kalau sore ini, kita akan berangkat ke Inggris.”
“Ke Inggris.” Jawab Adelia menatap serius Reqy.
Reqy menganggukkan kepalanya. “Iya, kita akan tinggal di sana.”
__ADS_1
“Apa alasan hubby mau ke Inggris?” Tanya Adelia serius.
“Tentu saja untuk.....
“Apa karena hubby mau menghindari masalah?” Tanya Adelia memotong ucapan suaminya. Adelia tak ingin mendengar alasan apapun yang dikatakan Reqy. Ia langsung menebak maksud Reqy mengajaknya ke Inggris yang secara tiba – tiba.
Reqy mengerutkan keningnya, menatap bingung istrinya. “Apa maksudmu sayang. Masalah apa?” Tanya Reqy.
Adelia diam sejenak, kemudian tanpa sadar ia meneteskan air matanya melihat suaminya. Ia takut sekali kalau ucapan Leta benar adanya. Apa yang harus ia lakukan kalau memang benar? Ia tidak akan sanggup menerimanya. Kebenaran yang ia dengar dari Leta sudah membuatnya sakit hati, apalagi jika mendengar yang sesungguhnya di mulut Reqy. Ia pasti akan hancur, hatinya akan hancur kalau orang yang sudah menjadi suaminya, orang yang sangat ia cintai sekarang pernah menghancurkan hidupnya bahkan berencana membunuh mantan tunangannya.
Reqy kaget melihat istrinya menangis. “Sayang...apa yang terjadi padamu. Kenapa kau menangis?” Tanya Reqy menghapus air mata istrinya.
Saat itu, Adelia langsung menghempaskan tangan Reqy yang berusaha menghapus air matanya, kemudian kembali bicara pada Reqy.
“Apa hubby menyembunyikan sesuatu dariku?” Tanya Adelia menatap suaminya, tanpa menjawab pertanyaan suaminya tadi.
Reqy sudah terlihat khawatir melihat Adelia yang seperti itu, apalagi saat Adelia menyingkirkan tangannya dari pipinya tadi. “Aku tidak menyembunyikan apapun darimu sayang.” Jawab Reqy.
“Lalu kenapa hubby tiba – tiba mengajakku ke Inggris?” Tanya Adelia yang mulai meninggikan suaranya di depan Reqy.
“Disana juga rumah kita. Kau belum pernah ke sana kan melihat kediaman kakek.” Jawab Reqy mencari alasan agar Adelia merasa tenang.
Adelia terdiam sejenak melihat suaminya yang sejak tadi tidak ingin mengatakan sesuatu padanya. Apa mungkin yang Leta katakan adalah kebohongan. Namun, ia tetap harus memperjelas masalah yang ia dengar dari Leta. Ia harus mendengar penjelasan dari Reqy agar rasa ragu dalam dirinya hilang.
“Dua tahun lalu, apa hubby yang sengaja menculik Kak Rian di hari pernikahanku?” Tanya Adelia. Dengan keberanian yang berusaha ia kumpulkan dalam dirinya, ia harus menanyakan hal itu pada suaminya. Meskipun seluruh tubuhnya gemetar saat menanyakan itu pada Reqy.
Sontak saja Reqy terkejut mendengar pertanyaan istrinya. Ia terdiam dengan ekspresi kaget menatap wajah istrinya yang tak pernah mengalihkan pandangan darinya. Begitu pun dengan Pak Osmar yang masih berdiri tak jauh dari mereka berdua. Ia ikut kaget mendengar pertanyaan Nyonya Mudanya.
“Nyonya...Anda salah...
“Diam...”Teriak Adelia memotong ucapan Pak Osmar. Ia melihat Pak Osmar dengan pandangan tajam. “Aku sedang bertanya pada bosmu bukan padamu.” Tegasnya menatap serius Pak Osmar. Terlihat tatapan mata Adelia sudah mulai terlihat sangat marah saat Reqy hanya diam menatapnya.
Seketika Pak Osmar diam saat mendengar tatapan marah Nyonya Mudanya. Ia hanya bisa diam menunduk tanpa ikut campur lagi masalah mereka.
__ADS_1
Bersambung.