Married With Mr. Arrogant

Married With Mr. Arrogant
Pesta tujuh bulanan


__ADS_3

Tiga bulan kemudian.


Semenjak kejadian tiga bulan yang lalu ketika Nerissa mulai menerima Adelia sebagai kakak iparnya, ia di izinkan tinggal di rumah Abraham oleh Reqy dengan syarat kalau Nerissa tidak akan di berikan uang atau pun barang – barang mahal, ia bahkan di suruh bekerja di perusahaan Abraham menjadi karyawan biasa seperti yang lainnya jika ingin tinggal di Mansion Abraham.


Mau tidak mau Nerissa harus menerima syarat yang di berikan Reqy. Itu karena ia tidak ingin meninggalkan rumah Abraham yang mengharuskan ia kembali ke luar negri, apalagi Mansion Abraham adalah tempat dimana ia tumbuh dewasa.


Dan sejak kejadian itu, hubungan Nerissa dan Adelia semakin baik. Lain halnya dengan Jeny yang sering datang ke sana dengan alasan pekerjaan. Ia tampak tak bersahabat dengan Adelia ketika mereka berdua tidak sengaja berpapasan. Jeny hanya menyapa dan tersenyum pada Adelia ketika bersama dengan Reqy.


***


Saat ini, Reqy mengadakan pesta syukuran atas kehamilan istrinya yang sudah berumur tujuh bulan. Ia mengadakan pesta besar – besaran di Mansion Abraham dengan mengundang beberapa tamu dari kalangan pengusaha yang sudah bekerja sama dengan perusahaan Abraham.


Adelia yang di balut gaun putih panjang sudah duduk di sofa bersama dengan Nerissa. Mereka duduk istirahat di sana setelah selesai menyapa beberapa tamu penting yang datang memberikan selamat atas kehamilan Adelia.


Tidak lama kemudian, Pak Ferdi, Bu Susan dan Darel datang setelah di jemput langsung oleh Emir asisten Adelia.


Mereka bertiga berjalan menghampiri Adelia yang duduk di sofa bersama Nerissa.


Nerissa langsung berdiri saat melihat mereka berjalan menghampirinya. Wajahnya tampak tersenyum senang melihat kedatangan sosok pria yang bertubuh tinggi dengan setelan jas yang ia kenakan. Ia memakai kaca mata baca yang menambah kesan tampannya di mata Nerissa. Sosok pria itu adalah Darel, kakak sepupu Adelia.


Nerissa memang pernah bertemu dengan Darel saat ia menemani Adelia mengunjungi keluarganya satu bulan yang lalu. Ia jatuh hati saat pertama kali melihat sosok ramah Darel kepadanya, apalagi saat ia menyaksikan sikap penyayang Darel yang di tunjukkan pada Adelia. Ia langsung menyukai sosok Darel yang menurutnya pria sempurna di matanya.


Adelia yang duduk bersama Nerissa, ikut senang ketika melihat kedatangan keluarganya itu.


“Aku sudah lama menunggu kalian.” Ucap Adelia saat melihat mereka bertiga sudah berdiri di depannya.


“Maaf Del, kami terlambat datang karena kakak baru selesai kerja. Banyak sekali pasien yang harus kakak tangani.” Jelas Darel sambil tersenyum.


“Tidak apa – apa kak. Aku pikir kalian terlambat karena terjadi sesuatu.” Ucap Adelia.

__ADS_1


“Tidak sayang. Paman dan bibi ingin datang bersama kakakmu jadi paman harus menunggu dia dulu baru ke sini.” Sambung Pak Ferdi sambil memengang tangan keponakannya.


“Iya paman. Aku hanya khawatir dengan kalian.” Balas Adelia sambil tersenyum manis di depan paman dan bibinya.


“Oh ya. Dimana suamimu, bibi belum melihatnya sejak masuk ke sini?” Tanya Bu Susan sambil melihat sekelilingnya, mencari keberadaan Reqy. Ia tidak melihat batang hidung Reqy di kerumunan tamu yang hadir di sana.


“Hubby tadi bicara dengan seseorang bi. Mungkin sebentar lagi datang ke sini.” Jawab Adelia sesaat setelah mendengar pertanyaan bibinya.


Tiba – tiba sosok laki – laki yang mereka bicarakan, berjalan tegak menghampiri mereka bersama Pak Osmar yang mengikutinya dari belakang. Saat itu, Pak Ferdi dan Bu Susan langsung tersenyum melihat Reqy yang berjalan tegak menghampirinya.


“Kalian sudah datang.” Reqy langsung menyapa keluarga Adelia saat berdiri di di samping istrinya.


“Kami baru saja datang nak.” Jawab Pak Ferdi sambil tersenyum melihat Reqy.


“Ayo, silahkan duduk.” Reqy mempersilahkan mereka duduk di sofa yang terlihat besar dan mewah itu. Suaranya terdengar tegas dan serius ketika berbicara pada Bu Susan, Pak Ferdi dan Darel.


“Terima kasih.” Balas Bu Susan dan Pak Ferdi secara bersamaan. Mereka pun duduk di sofa setelah mengucapkan terima kasih pada Reqy.


lengan istrinya. “Ayo duduk sayang.” Ia membantu istrinya duduk di sofa sambil


tersenyum pada Adelia dengan suaranya yang terdengar lembut.


Berbeda dengan Nerissa yang sejak tadi berdiri di dekat Adelia. Ia tak berhenti memandang Darel yang berdiri tak jauh darinya. Bahkan ia tidak sadar kalau semua orang duduk di sofa sementara ia masih berdiri di sana.


“Kenapa kau berdiri seperti orang bodoh?” Tanya Reqy saat melihat Nerissa yang hanya berdiri di sana. Ia mengerutkan keningnya melihat Nerissa yang menurutnya seperti orang bodoh.


Nerissa seketika sadar saat mendengar suara tegas Reqy. Ia langsung menarik kedua sudut bibirnya yang tersenyum ke arah Darel ketika Reqy menatapnya dengan tajam.


Ia kembali duduk di sofa, tepat di depan Darel.

__ADS_1


Sesaat setelah Nerissa duduk, Reqy mulai berbincang – bincang dengan keluarga Adelia. Itu pertama kalinya ia meluangkan waktunya untuk bicara pada keluarga Adelia semenjak pernikahan mereka berdua.


Selama ini, Reqy hanya menyapa sebentar ketika ia bertemu dengan keluarga Adelia. Tidak seperti sekarang, ia duduk lama di sana sambil mengobrol dengan paman dan bibi Adelia. Sesekali Reqy mengajak Darel bicara serius meskipun hanya sebentar.


Setelah puas mengobrol, mereka pun memulai acara tujuh bulanan Adelia dengan memotong kue tart setinggi tujuh tingkat yang sudah di bawah salah satu pelayan rumah Abraham.


Kuenya terlihat sangat mewah dan besar. Reqy memang sengaja memesan kue tujuh tingkat seperti umur kehamilan istrinya yang sudah berumur tujuh bulan. Apalagi hasil USG beberapa hari yang lalu menjelaskan kalau bayi yang di kandung Adelia adalah jenis kelamin laki – laki.


Dengan berita itu, Reqy sampai mengadakan pesta besar – besaran dan mengatakan pada semua orang tentang jenis kelamin calon bayinya sebagai penerus keluarganya kelak.


Adelia dan Reqy pun mulai memotong kue tartnya secara bersamaan diikuti tepuk tangan para tamu sesaat setelah mereka berdua selesai memotong kuenya.


Setelah memotong kuenya, Reqy dan Adelia saling menyuapi satu sama lain di depan banyak orang yang menyaksikan moment membahagiakan mereka.


Adelia kemudian menyuapi Pak Ferdi, Bu Susan, Darel dan Nerissa secara bergantian.


Dan sekarang waktunya para tamu yang merasakan kue tart mewah yang ada di depan mereka sesaat setelah Adelia dan keluarganya saling menyuapi.


Mereka semua merasakan moment membahagiakan Reqy dan Adelia, terbukti dari acara pestanya yang berjalan lancar tanpa hambatan apapun. Apalagi mereka yang hadir melihat Adelia dan Reqy saling mencintai satu sama lain bahkan Reqy selalu menunjukkan kepeduliannya dan rasa cintanya pada istrinya di depan umum, tanpa ada rasa malu sedikit pun yang ia tunjukkan di wajahnya.


Siapapun yang menyaksikan pasangan suami istri itu pasti akan merasa iri dengan kebahagiaan yang di tunjukkannya di depan umum. Seperti Jeny yang merasa iri melihat Reqy yang begitu menyayangi istrinya bahkan senyum pun tidak pernah ia dapatkan dari seorang Reqy yang sangat ia cintai.


Bersambung.


.


.


.

__ADS_1


Ingat tekan LIKE di bawah ya, harus. Tulis KOMENTAR positif kalian di bawah kolom komentar. Silahkan VOTE ya.


Terima kasih.


__ADS_2