Married With Mr. Arrogant

Married With Mr. Arrogant
Sangat Berlebihan


__ADS_3

🌹SELAMAT MEMBACA🌹


Adelia sudah sampai di sebuah gedung pertemuan amalnya. Ia masuk ke dalam bersama Emir.


“Tegakkan tubuh Anda nyonya.” Ucap Emir yang berjalan mengikutinya dari belakang.


“Oh..baiklah.” Balas Adelia tanpa menengok melihat Emir di belakangnya. Ia hanya berjalan terus menghampiri ruangan tempatnya berkumpul.


Terlihat puluhan wanita sedang berdiri di dekat kursi tempatnya duduk ketika mereka melihat Adelia berjalan ke arah mereka. Saat Adelia berada di dekat mereka, mereka semua membungkuk hormat dan menyapa Adelia dengan sopan.


Emir langsung menarik kursi yang ada di depan para kursi wanita yang berjejer di samping kiri kanan meja panjang yang ada di depannya. Adelia duduk di sana dengan perasaannya yang sedikit canggung dan merasa tidak enak melihat mereka semua yang kebanyakan lebih tua dari pada dirinya.


“Mereka semua rata – rata seumuran dengan bibi, apa tidak masalah aku tidak membungkuk juga pada mereka?” Dalam hati Adelia. Adelia melirik ke samping, memberikan kode pada Emir yang berdiri di sampingnya.


Emir membungkukkan dirinya di dekat telinga nyonya mudanya itu.


“Santai saja nyonya, nyonya hanya perlu tersenyum sedikit. Tidak perlu terlalu sopan. Nyonya juga tidak perlu banyak bicara, Anda hanya mengawasinya saja.”Bisiknya.


“Oh...baiklah.”


“Maaf nyonya, apa kami bisa mulai pengumpulan dananya?” Tanya seorang wanita paruh baya yang duduk di samping kirinya.


“Oh....silahkan bu.”


“Terima kasih.”


Wanita paruh baya itu merupakan orang yang mengatur semua dana yang akan di kumpulkan para wanita yang ada di sana.


Mereka pun memulai mengumpulkan semua dana yang mereka ingin sumbangkan. Adelia hanya diam memperhatikan mereka yang saling mengobrol satu sama lain tentang uang yang akan mereka berikan kepada semua panti asuhan yang ada di Indonesia. Sesekali ada seorang wanita yang meminta pendapat Adelia setiap kali mereka memiliki pendapat lain. Adelia hanya memberikan keputusannya pada mereka tanpa menolak pendapat yang mereka berikan.


Selama dua jam, acara mereka pun selesai. Mereka semua tak lupa menyalami Adelia dan mengucapkan selamat atas pernikahannya dengan Tuan Reqy. Adelia hanya tersenyum melihat mereka semua tanpa banyak bicara seperti yang di katakan Emir padanya.


Adelia pun kembali pulang bersama Emir. Adelia berjalan keluar dari gedung dengan perasaan leganya. Ia masuk ke dalam mobil setelah Emir membuka pintu mobilnya. Emir menyusul masuk saat melihat Adelia masuk ke dalam mobilnya. Ia melajukan mobilnya kembali pulang ke rumahnya.


Kediaman Abraham.


Kini Reqy tengah duduk tegak di kasurnya. Ia sedang di periksa oleh Dokter Berry, di sana juga terlihat Dokter Lumi dan Pak Osmar berdiri di depannya. Seisi rumah di buat heboh dengan berita penyakit jantung yang di katakan Pak Osmar saat menghubungi Dokter Berry.


Para pelayan rumah berdiri di luar pintu kamar Reqy. Mereka berdiri berjejer, menunggu apa yang harus mereka lakukan. Mereka semua mengira kalau Tuan Mudanya tengah sakit parah. Itu semua karena kepanikan Pak Osmar yang mengatakan jika Reqy tengah sakit jantung. Tentu saja membuat semua pelayan heboh sendiri.

__ADS_1


Reqy yang tengah di periksa Dokter Berry, terus melihat Pak Osmar dengan kesal.


“Paman” Panggilnya dengan suara tegasnya.


“Iya tuan.”


“Kenapa sampai membuat seisi rumah heboh. Aku ini tidak akan mati, apa perlu paman sangat berlebihan seperti itu?”


“Maaf tuan, meskipun Anda tidak sakit parah tapi jantung Anda sakit. Saya hanya ingin mereka semua menjaga Anda dengan baik.” Jawabnya sambil menunduk sopan.


“Siapa yang bilang aku sakit jantung, aku kan hanya bilang tidak normal seperti biasanya?” Dengan wajah dinginnya.


“Maafkan saya tuan, ini adalah kesalahan saya.” Pak Osmar membungkuk, meminta maaf.


Dokter Berry pun selesai memeriksa Reqy, ia kembali berdiri tegak di samping Reqy.


“Maaf tuan, jantung Anda baik – baik saja. Tidak ada masalah.” Jelas Dokter Berry sambil berdiri sopan di depan majikannya.


“Terus kenapa tadi siang aku mengalami hal seperti itu. Jantung ku tiba – tiba tidak normal. Detaknya lebih cepat sampai aku bisa mendengarnya sendiri?” Tanya Reqy sambil mengerutkan keningnya karena penasaran.


“Apa sudah lama seperti itu tuan?” Tanya Dokter Berry.


“Apa Anda melakukan sesuatu yang mengakibatkan jantung Anda tidak normal?” Tanya Dokter Berry kembali.


“Aku tidak melakukan apa – apa dan hanya duduk di kursi.”


“Biar saya jelaskan tuan, banyak sekali yang menyebabkan seseorang mengalami hal seperti Anda bukan karena akibat penyakit parah. Jantung Anda sekarang baik – baik saja, tidak ada masalah yang serius. Anda bilang, tiba – tiba saja Anda mengalami hal seperti. Detak jantung tidak normal yang Anda sebutkan itu adalah hal yang normal, tuan.” Jelasnya.


“Bagaimana kau bisa mengatakan hal seperti itu, aku tidak berolahraga, stress atau pun kelelahan. Tapi tiba – tiba saja aku mengalaminya, itu berarti tidak normal.” Ucap Reqy dengan wajahnya yang terlihat serius. Reqy masih tidak mengerti maksud perkataan Dokter Berry tadi.


“Ada salah satu penyebab jantung seseorang tiba – tiba tidak normal seperti yang Anda bilang” Balas Dokter Berry.


“Apa?”


“Jika seseorang menyukai dengan lawan jenisnya. Biasanya jantung berdetak kencang secara tiba – tiba.”


“Apa maksud ucapanmu?” Tanya Reqy dengan wajahnya yang mulai kesal.


“Jika Anda melihat seorang wanita yang Anda sukai atau mengingat dirinya biasanya jantung berdetak cepat. Itu bisa di katakan jatuh cinta, tuan.”

__ADS_1


Reqy langsung berdiri. “Apa...kau bilang aku jatuh cinta?” Teriaknya dengan wajahnya yang tiba – tiba marah mendengar ucapan Dokter Berry.


Dokter Berry, Lumi dan Pak Osmar kaget melihat Reqy yang tiba – tiba berdiri dengan marah. Apalagi mendengar ucapan Reqy. Reqy tak terima dengan ucapan Dokter Berry padanya yang seakan mengatakan padanya kalau ia sedang jatuh cinta.


“Maaf tuan, saya tidak bilang kalau Anda jatuh cinta. Saya hanya mengatakan semua penyebab jantung tidak normal.”


“Pergi sana. Aku tidak butuh di periksa oleh kalian. Dasar tidak becus.” Teriaknya dengan wajah dinginnya.


Dokter Berry dan Lumi menunduk takut. “Maafkan kami tuan.” Ucap Dokter Berry


“Keluar.” Teriaknya yang semakin membuat mereka takut.


“Baik.” Sahut Berry dan Lumi bersamaan.


Dokter Berry dan anaknya keluar dari kamar Reqy sementara Pak Osmar masih berdiri melihat tuannya yang masih berdiri tegak dengan ekspresi dinginnya. Ia masih bingung dengan keadaan yang di alami tuannya itu.


“Tuan, apa benar Anda tidak apa – apa?” Tanya Pak Osmar yang masih khawatir dengan Tuan Mudanya.


“Tidak apa – apa. Paman keluar saja, dan suruh semua pelayan di luar itu bubar.” Balas Reqy dengan datar tanpa melihat ke arah Pak Osmar karena ia masih merasa kesal dengan yang terjadi tadi.


“Baik tuan.” Balas Pak Osmar sambil membungkuk hormat di depan Reqy.


Pak Osmar pun keluar dari kamar tuannya. Di luar, ia langsung menyuruh semua para pelayan pergi dari kamar pribadi tuannya.


 


 


Bersambung.


.


.


.


.


Ingat tekan LIKE di bawah ya, harus. Tulis KOMENTAR kalian juga sebagai penyemangat Author. Terserah mau berkomentar apa, yang penting positif. Kalau punya kelebihan poin, silahkan VOTE untuk mendukung karya Author ini.

__ADS_1


Terima kasih.


__ADS_2