Married With Mr. Arrogant

Married With Mr. Arrogant
Tidak Bisa Tidur


__ADS_3

Jangan Lupa Like And Komentnya. Vote-nya juga ya.


🌹SELAMAT MEMBACA🌹


Reqy mendatangi istrinya itu sambil menatap dengan wajah datarnya. Ketika berdiri di depan Adelia, ia menatap istrinya dengan pandangan tak sukanya karena melihat Adelia yang terus memegang vas bunga di tangan satunya.


“Apa wanita ini ingin memukulku dengan vas bunga. Huh....berani sekali dia mau melakukan itu padaku?” Dalam hati Reqy.


Ia kemudian menendang pelan kaki Adelia yang ada di depannya.


“Hei....bangun.” sambil menendang – nendang kaki Adelia dengan pelan.


Adelia seketika bangun dengan ekspresi kaget. Ia langsung melihat Reqy yang tengah berdiri di depannya.


Ia kemudian menunduk karena tak suka melihat wajah dingin Reqy kepadanya.


“Maaf...aku tertidur.” Dengan suara pelan.


“Kalau mengantuk tidur sana di kasur. Kenapa tidur di sini?” Dengan suara sedikit keras.


Adelia hanya diam mendengar ucapan Reqy dengan wajahnya yang menunduk.


“Kenapa kau menunduk seperti itu. Apa aku akan memakanmu?” Dengan wajahnya yang terlihat kesal melihat Adelia yang terus menunduk di depannya.


“A-ku.....tidur di sini saja.” Balasnya dengan suaranya yang gagap karena takut mendengar suara Reqy yang terdengar kasar.


Reqy semakin kesal mendengar penolakan Adelia yang paling tidak ia sukai.


“Hei....aku paling tidak suka di bantah atau di tolak ya. Cepat berdiri dan tidur sana di kasur.” Perintahnya dengan tegas.


Adelia langsung berdiri dari tempat duduknya sampai kepalanya membentur dagu Reqy dengan keras.


“Aa.” Suara Reqy yang kesakitan karena benturan kepala Adelia di dagunya.


Adelia langsung memegang kepalanya yang kesakitan sambil melihat Reqy dengan wajahnya yang terlihat kaget.


Wajah Reqy terlihat sangat marah melihat tingkah Adelia yang seperti itu padanya.


“Kau sengaja melakukannya.”


Adelia langsung membungkuk. “Maaf....aku tidak sengaja melakukannya.”


Berdiri dan membungkuk lagi. “Maaf. Aku benar – benar tidak sengaja.”


Reqy menghela nafasnya karena melihat Adelia yang membungkuk hormat padanya sambil minta maaf.


“Sana tidur.” Tegasnya.

__ADS_1


“I-ya.” Balasnya dengan gugup.


Adelia langsung naik ke kasur. Ia duduk sambil menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya.


Sedangkan Reqy berjalan ke sisi sebelah tempat tidurnya dan melepaskan baju mandinya.Ia duduk di tepi tempat tidurnya dan hanya memakai celana pendek tanpa memakai baju. Tubuh kekarnya terlihat jelas membuat Adelia malu sampai memalingkan wajahnya.


“Maaf....bisakah Anda memakai baju Anda. Saya masih di sini.” Tanpa melihat ke arah Reqy.


“Hei...aku tidak suka di perintah – perintah. Aku memang biasa tidur seperti ini.” Sambil berbaring di samping Adelia yang masih duduk di kasurnya.


Ia menarik selimut menutupi sebagian tubuhnya. Ia memejamkan matanya di sana sedangkan Adelia menggeser – geser tubuhnya sampai di pinggir kasur. Ia tak berani berbaring karena waspada pada Reqy yang akan melakukan hal buruk padanya. Apalagi ia tidak siap di sentuh oleh pria asing yang sudah menjadi suaminya itu.


Reqy yang merasakan istrinya hanya duduk di kasur tanpa berbaring langsung membuka matanya menatap Adelia dengan tatapan datarnya.


“Hei...” Panggilnya membuat Adelia terkejut.


“Astaga...orang ini kenapa belum tidur?” Dalam hati Adelia yang berbalik melihat Reqy di sampingnya.


“Kenapa kau tidak tidur?” Tanya Reqy dengan datarnya.


Adelia hanya diam menunduk mendengar ucapan Reqy. Reqy kemudian tersadar dengan istrinya yang duduk menjauhinya. Ia langsung bangun menatap dingin istrinya yang menunduk tanpa melihatnya.


“Kenapa kau duduk jauh di sana hah. Apa kau jijik tidur denganku?” Teriaknya.


Adelia langsung berbalik dengan kaget. “Tidak...aku tidak begitu. A-ku hanya belum mengantuk saja.” Balasnya dengan gagap.


“Aku belum mengantuk.” Balasnya dengan pelan.


“Oooo....kau belum mengantuk ya. Kau mau aku membuatmu tidak tidur sampai pagi.” Sambil tersenyum seringai.


Adelia kaget mendengar ucapan Reqy. Ia kemudian berbaring membelakangi Reqy yang masih duduk melihatnya.


Wajah Reqy terlihat sangat kesal melihat tingkah istrinya itu.


“Dasar wanita merepotkan.” Dalam hati Reqy.


Ia kemudian berbaring kembali sambil menarik selimutnya menutupi setengah badannya sedangkan Adelia masih terjaga di sana.


“Aku tidak bisa tidur. Kalau dia melakukan sesuatu padaku bagaimana?” Dalam hati Adelia.


Ia berbalik ke arah suaminya. Memastikan suaminya apakah masih terjaga atau sudah tidur. Dan tentu saja, dia sudah memejamkan matanya di sana dengan posisi menghadap ke Adelia.


“Dia pasti belum tidur. Ya tuhan....kenapa aku harus menikah dengan orang ini.” Dalam hati Adelia.


Ia kembali berbalik membelakangi suaminya yang sudah memejamkan matanya.


“Apa salahku sampai tuhan membuatku menikah dengan orang yang sama sekali tidak ku kenal. Aku ingin sekali pergi dari sini. Waktu terasa begitu lama. Aku ingin sekali pergi mencari Kak Rian. Aku ingin meminta penjelasan darinya, kenapa dia meninggalkan aku di pernikahan sampai paman harus menikahkanku dengan orang seperti ini?” Dalam hati Adelia.

__ADS_1


Seketika Adelia menangis di sana. Ia menutup mulutnya untuk menahan suara tangisannya. Ia takut kalau Reqy sampai mendengar tangisannya. Dan tentu saja, Reqy sadar dengan Adelia yang masih tidak tidur, tapi masih tak sadar dengan Adelia yang menangis di sana.


Ia langsung membuka matanya sambil menghela nafasnya dengan kasar. Ia kemudian menarik tubuh istrinya dan menggerakkan tubuhnya sampai berada di atas Adelia.


Adelia sangat kaget dengan tingkah Reqy yang tiba – tiba menariknya sampai tubuh suaminya berada di atasnya.


Sedangkan Reqy yang melihat wajah Adelia yang di penuhi air mata, langsung membuat wajahnya kaget. Ia memegang kedua tangan istrinya dan mencengkram kedua tangan istrinya di sisi kanan kiri kepala Adelia.


“Kau tidak tidur karena menangis. Berani sekali kau tidak menuruti perintahku tadi. Kau benar – benar membuatku jengkel.” Kesalnya.


“Maafkan aku. Aku hanya merindukan keluargaku.”


Reqy kesal, ia langsung mencium bibir Adelia dengan paksa.


“Mmm....mmm....mmm” Suara Adelia yang berusaha melepaskan ciuman dari Reqy.


Reqy semakin mencium bibir Adelia sampai memasukkan lidahnya di sana. Sedangkan Adelia semakin menangis karena Reqy yang mencium paksa dirinya.


Tak lama kemudian, ia melepaskan ciumannya. Ia melihat Adelia yang semakin menangis.


“Itu akibat karena kau berani membantahku. Kalau kau membantahku lagi, aku bisa melakukan hal yang paling ku inginkan.” Dengan wajah dinginnya. “Apa kau mendengarnya?”


“I-ya.” Balasnya dengan gagap.


Reqy melepaskan tangannya di kedua tangan istrinya dan kembali memejamkan matanya. Ia membelakangi Adelia yang masih berbaring terlentang.


Adelai mengusap bibirnya dengan punggung tangannya. Ia kemudian menarik selimutnya menutupi tubuhnya sampai ke dadanya. Ia ikut membelakangi suaminya dan mulai memejamkan matanya. Ia takut kalau ia tidak tidur, Reqy melakukan hal itu lagi padanya. Ia sangat takut melihat perlakuan Reqy tadi padanya.


Meskipun ia tidak bisa tidur, tapi ia berusaha untuk memejamkan matanya di sana. Dengan begitu, ia tak akan menerima perlakuan seperti tadi oleh suaminya.


Sedangkan Reqy yang memejamkan matanya terlihat tak bisa tidur karena habis mencium Adelia tadi. Perasaannya terlihat gelisah mengingat ciumannya pada Adelia.


“Sial...aku sudah tidak bisa tidur karena mencium gadis merepotkan itu. Kenapa aku bernafsu sekali saat menciumnya tadi.” Dalam hati Reqy yang terlihat gelisah.


Ia sangat bernafsu ketika mencium Adelia tadi. Ia ingin melanjutkan haknya sebagai suami tapi ia hentikan karena merasa tak pantas melakukan hal itu di hari pertamanya dengan Adelia yang sama sekali menganggapnya sebagai lelaki asing.


Ia kemudian bangun dari tempat tidurnya. Ia berdiri dari sana dan meraih baju mandinya yang ia letakkan tadi di sofa. Ia memakai baju mandinya dan mengikat tali baju mandinya di perutnya. Ia berjalan ke arah pintu kamarnya dan membuka pintu kamarnya. Ia keluar dari sana dan melangkahkan kakinya menuju Ruang Kerjanya. Sedangkan Adelia sama sekali tak bergerak ketika Reqy masih ada di kamarnya tapi ketika Reqy keluar, ia langsung bernafas lega.


“Akhirnya dia keluar juga. Aku bisa tidur dengan tenang.” Gumamnya.


Ia kembali memejamkan matanya sedangkan Reqy yang berada di Ruang Kerjanya, langsung mengambil rokok di laci meja kerjanya. Ia merokok di sana karena rasa gelisahnya dan nafsu lelakinya yang naik ketika mencium Adelia tadi.


Dia memang pria yang normal yang langsung bernafsu ketika mencium seorang gadis apalagi Reqy tak pernah melakukan hal seperti itu pada seorang gadis. Itu pertama kali baginya. Tentu saja ia sangat bernafsu.


Ia berdiri menatap langit malam di jendela Ruang Kerjanya sambil menghisap rokoknya secara perlahan. Ia berusaha menghilangkan gairah lelakinya di sana agar ia bisa kembali tidur di kamarnya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2