Married With Mr. Arrogant

Married With Mr. Arrogant
Aku rela melepaskanmu


__ADS_3

Pukul 7:00 pagi.


Nerissa berlari mencari keberadaan kakak sepupunya ketika ia mengetahui kalau Adelia sudah meninggalkan rumahnya. Pikirnya kalau Adelia akan meninggalkan Reqy selamanya setelah ia mendengar Adelia menerima telfon dari seseorang yang tidak ia ketahui. Saat itu, Adelia menerima telfon dari Darel yang mengatakan kalau Rian berencana melaporkan suaminya atas tuduhan pembunuhan berencana. Tentu saja membuat Adelia sangat syok mendengar itu semua. Ia tidak akan tega kalau sampai melihat Reqy masuk penjara, meskipun ia sangat membenci perbuatan yang dilakukan suaminya.


Tentu saja Reqy menjadi panik jika Adelia pergi meninggalkannya bersama Rian saat Nerissa mengatakan kalau Adelia pergi dari rumah.


Kini Adelia sudah berada di rumah Rian. Ia terlihat berlutut di sana sesaat setelah ia berhadapan dengan Rian dan kedua orang tua Rian. Saat itu, Rian berdiri bersama kedua orang tuanya dan juga Leta di sana.


“Adelia....apa yang kamu lakukan. Kenapa kamu berlutut seperti itu?” Tanya Rian sambil memegang kedua bahu Adelia, membantunya berdiri, namun Adelia sama sekali tak ingin berdiri dari tempatnya. Ia terus berlutut di sana sambil menundukkan kepalanya di depan Rian dan kedua orang tua Rian.


Adelia terlihat menangis di hadapan Rian. “Aku datang kesini untuk memohon pada Kak Rian.” Ucap Adelia tak mau melihat wajah mantan kekasihnya itu. Ia merasa malu untuk menatap wajah Rian, mengingat kalau ia datang ke sana untuk memohon tentang masalah suaminya.


“Adelia....cepat berdiri. Aku tidak suka melihatmu seperti ini.” Pinta Rian dengan suara kerasnya.


Adelia tidak peduli dengan ucapan Rian. Ia masih kekeh berlutut di sana. Dengan cepat ia mengatakan maksudnya datang ke rumah Rian. “Aku mohon, jangan penjarakan suamiku.”


Rian kaget mendengar permohonan Adelia padanya begitu pun dengan kedua orang tuanya yang mendengar itu semua.


Rian kemudian berusaha berjongkok di depan Adelia, memegang kedua pipi wanita yang ada di depannya itu, kemudian mengangkat wajahnya untuk melihat jelas wajah Adelia yang sudah di penuhi air mata.


“Adel, apa kau sadar dengan semua yang kau katakan. Aku melaporkannya atas perbuatan yang sudah dia lakukan?” Tanya Rian menatap serius wajah Adelia.


Adelia menyatukan kedua tangannya saling menggenggam, memohon di hadapan Rian.


“Maafkan aku sudah menjadi orang yang egois. Aku tahu kalau dia sudah salah. Aku tidak meminta Kak Rian untuk memaafkannya. Aku hanya memohon kalau Kak Rian bisa menarik kembali laporannya. Aku mohon..” Ucap Adelia memohon dengan isak tangisnya di depan Rian.


Bu Rani sudah terlihat kesal melihat Adelia yang memohon di depan anaknya, demi pria kejam yang sudah membuat anaknya sampai cacat. Ia melangkah maju mendekati Adelia, dan langsung menampar Adelia di sana.


“Ibu...apa yang ibu lakukan?” Tanya Rian menatap ibunya dengan marah ketika melihat ibunya menampar Adelia.


“Aku sedang memberinya pelajaran. Kamu masih saja membela perempuan tidak tahu di untung ini. Dia datang ke sini memohon untuk suaminya. Apa kau masih saja membelanya?” Bu Rani begitu marah dengan Adelia. Ia tidak terima melihat Adelia memohon demi lelaki yang sudah membuat anaknya menderita.


Rian kembali berdiri, kemudian memegang kedua bahu ibunya.


“Ibu tenang dulu. Biarkan aku bicaranya dengannya. Hem...” Ucap Rian mencoba menenangkan amarah Bu Rania.


Bu Rani hanya memalingkan wajahnya, tak mau melihat anaknya yang membela Adelia di depannya.

__ADS_1


Rian hanya bisa menghela nafasnya melihat ibunya seperti itu. Ia kemudian melepaskan tangannya dari kedua bahu Bu Rani. Dan kembali berjongkok di depan Adelia yang masih berlutut dengan kepala menunduk. Ia memegang kedua bahu Adelia, memaksanya untuk berdiri.


Setelah mereka berdiri berhadapan, Rian kembali bicara pada Adelia. “Aku akan menuruti permintaanmu itu untuk melepaskan suamimu.” Ucap Rian sambil memegang kedua bahu Adelia.


“Rian....apa kau sudah gila. Kau membiarkan penjahat itu bebas?” Teriak Bu Rani tidak terima mendengar ucapan anaknya.


Rian menoleh. “Ibu diam lah sebentar. Aku mohon...” Ucap Rian memohon pada ibunya dengan suara yang terdengar rendah.


Pak Amar berjalan menghampiri istrinya, menarik istrinya disana. “Biarkan mereka menyelesaikan masalahnya dulu Bu.” Ucap Pak Amar memberikan pengertian pada Bu Rani.


Rian kembali menatap Adelia sesaat setelah ibunya sudah menjauh darinya. “Aku akan membebaskan suamimu, tapi aku punya syarat Del,”


“Katakan....syarat apa. Aku akan melakukan semuanya asalkan Kak Rian bisa menarik tuntutannya?” Tanya Adelia mengerutkan keningnya menatap Rian.


“Ceraikan dia, dan kembalilah bersamaku. Kita bisa memulai kembali seperti janji kita dulu.” Jawab Rian.


Sontak saja membuat Adelia kaget mendengar syarat yang diberikan Rian. Ia diam sejenak di sana melihat wajah mantan kekasihnya. Ia merasa tidak percaya dengan syarat yang di berikan Rian padanya. Namun, ia harus memperjelas perasaannya sekarang.


“Aku bisa menerima syarat untuk berpisah darinya, tapi meskipun aku sudah berpisah dengannya, aku tidak akan bisa kembali pada Kak Rian. Tolong jangan paksa aku.”


Rian terdiam sejenak, menatap dalam – dalam mata Adelia, kemudian bicara kembali pada wanita berambut panjang itu. “Kau mencintainya,”


“Tolong maafkan aku Kak Rian. Maaf...hanya itu yang bisa kulakukan padamu untuk menebus semua yang sudah terjadi.” Jawab Adelia diiringi isak tangisnya.


Rian menghela nafasnya mendengar jawaban yang di berikan Adelia. Meskipun Adelia tidak mengatakan langsung mengenai perasaannya, namun mendengar permintaan maaf Adelia membuatnya mengerti kalau ia sudah tidak ada di hati Adelia. Ia ingin sekali menangis, namun ia tidak ingin memperlihatkan pada semua orang kalau ia meneteskan air matanya, dan akhirnya ia mengangkat kepalanya ke atas untuk tak membiarkan air matanya jatuh. Ia memejamkan matanya di sana.


Setelah diam sejenak, Rian kemudian menarik paksa tangan Adelia keluar dari rumahnya.


“Kak Rian, apa yang mau kamu lakukan?” Tanya Adelia merasa bingung dengan Rian.


Rian menghentikan langkahnya, kemudian menoleh melihat Adelia. “Kamu bilang kalau kamu akan berpisah dengan suamimu bukan. Aku ingin melihat sendiri kamu memutuskan hubunganmu dengannya.”


Rian kembali melangkah keluar dari rumahnya sambil menarik tangan Adelia setelah ia bicara tadi. Sementara kedua orang tuanya dan Leta hanya bisa diam menyaksikan kejadian itu tanpa berusaha mengikuti mereka berdua. Apapun yang dilakukan Rian, tidak ada yang bisa ikut campur mengingat penderitaan yang selama ini dialami Rian. Selama itu bisa membuat Rian merasa tenang.


Rian berjalan menuju mobilnya sambil terus menarik Adelia. Dari arah seberang jalan, terlihat mobil Reqy yang baru saja mau memutar mobilnya ke arah jalan depan rumah Rian, namun ia tiba – tiba menghentikan mobilnya saat melihat Adelia mau masuk ke dalam mobil Rian.


Reqy dengan sigap, keluar dari mobilnya. “Adel....” Teriak Reqy dari arah seberang jalan. Ia berdiri di sana melihat istrinya yang baru saja mau masuk mobil. Pikirnya kalau Adelia akan pergi meninggalkannya bersama Rian.

__ADS_1


Adelia menoleh, melihat Reqy. “By...” Gumamnya sambil melihat Reqy dengan ekspresi sedihnya. Ia kembali menangis melihat suaminya, rasanya ia tidak tega harus berpisah dengan lelaki yang sangat di cintainya itu. Namun, ia memang harus melakukannya demi kebaikan semua orang.


Adelia berdiri menatap sejenak suaminya disana, begitu pun dengan Reqy yang hanya berdiri menatap Adelia di tempatnya itu. Pikirnya kalau Adelia benar – benar akan meninggalkannya dan kembali pada Rian.


Sementara Rian menghela nafasnya melihat kedua orang itu saling bertatapan dengan ekspresi sedih. Ia tidak tega ketika ia melihat Adelia yang terus menangis. Hatinya sangat sakit melihat tangisan wanita berambut panjang itu. Ia memejamkan matanya di sana mencoba menerima semuanya. Ia tidak tega melihat wanita yang sangat di cintainya bersedih. Apalagi ia sudah mengetahui kalau Adelia sudah tak mencintainya lagi. Dengan berat hati, ia menggerakkan bibirnya untuk bicara kembali pada Adelia.


“Pergilah.” Terdengar suara gemetar dari Rian menyuruh Adelia menghampiri suaminya.


Adelia menoleh melihat Rian dengan ekspresi bingungnya.


Rian kembali bicara. “Kau mencintainya bukan. Pergilah pada suamimu. Aku tidak akan memaksamu untuk berpisah dengannya. Tapi kalau kau memintaku untuk memaafkannya, aku tidak bisa untuk memaafkan perbuatannya Del. Maafkan aku....” Ucap Rian dengan ekspresi sedih menatap Adelia.


Adelia langsung berjalan menghampiri Rian, kemudian memeluknya dengan erat.


“Hiks....hiks.....hiks.....hiks....terima kasih banyak.” Ucap Adelia berterima kasih atas semua yang dilakukan Rian. Ia menangis di pelukan Rian di sana, sedangkan Reqy berdiri menatap mereka dengan ekspresi sedihnya. Tak tahu apa yang mereka bicarakan. Ia benar – benar mengira kalau Adelia sudah kembali pada Rian.


Saat itu, Rian menangis sambil memegang erat kepala Adelia. Ia tidak bisa menahan air matanya yang ingin jatuh. Ia tidak rela melepaskan semuanya, namun rasa cintanya pada Adelia membuat ia terpaksa harus melakukannya. Ia hanya ingin melihat Adelia bahagia sekarang tanpa paksaan apapun. Meskipun rasanya sangat berat ia melepaskan wanita yang sangat di cintainya, namun ia tidak bisa memaksa Adelia untuk kembali jika Adelia hanya menderita.


“Aku rela melepaskanmu. Meskipun rasanya sangat berat, asalkan kamu bisa bahagia Del.” Dalam hati Rian.


Bersambung.


.


.


Bambang: Thor...kalau up date tuh jangan dikit - dikit, bikin emosi deh loh. Sekalian up sampai tamat dong. es mosi gua sama loh. Gantung mulu deh.😡😵😵


Lamintang: Emosi bambang bukan es mosi😉😉


Bambang: Tersrah gua, gua lagi kesel nih. Penasaran dengan Reqy. Masuk penjara atau enggak tuh orang. mau banting HP deh kalau baca part ini. Untung HP gua tahan banting.😛😛


Author: Sabar dong bambang. Sabar, tenangkan pikiran. Jangan emosi - emosi terus. Sebentar lagi ceritanya juga bakal kelar.🤧🤧🤧


Halimah: Bambang perlu minum jus semen atau kalau perlu makan batu kayaknya biar hatinya tahan banting. kayak HPnya yang tahan banting.😆😂😂


Bambang: Banyak ngomong luh Halimah....emangnya luh nggak sedih apa🙄🙄

__ADS_1


Halimah: Sedih bambang tapi hati gua sudah tak kasih jus semen.😌😔


__ADS_2