
🌹SELAMAT MEMBACA🌹
Reqy meneguk semua anggur di gelas yang ia pegang. Ia kemudian memberikan gelasnya pada Pak Osmar.
“Paman urus tamu di sini. Aku ingin naik ke atas dengan Adelia.” Ucapnya dengan dingin.
“Baik tuan.” Balas Pak Osmar sambil membungkuk hormat di depan tuan mudanya.
Reqy berjalan ke arah Adelia yang masih bercanda dengan temannya. Ia berjalan dengan wajahnya yang semakin kesal melihat Adelia terus tersenyum dan tertawa pada Hana.
Ketika ia sampai di depan istrinya, seketika Adelia dan Hana menghentikan tawanya dan diam melihat Reqy yang menatap mereka dengan tatapan dinginnya.
Adelia langsung menunduk ketika melihat Reqy menatapnya dengan dingin begitu pun dengan Hana yang terlihat takut pada Reqy yang berdiri tegak di depannya.
Reqy sudah sangat marah melihat istrinya tak ingin melihatnya, ia meraih tangan Adelia, menariknya dari sana dengan kasar. Ia menarik Adelia menuju lift rumahnya, Reqy masuk ke dalam lift sambil menarik tangan Adelia masuk ke dalam sana. Sementara Hana dan para tamu hanya berdiri melihat kepergian mereka.
Adelia yang berada di dalam lift terlihat takut melihat ekspresi suaminya yang hanya diam dari tadi tanpa bicara padanya. Sedangkan Reqy terus menggenggam erat tangannya sampai membuat tangan Adelia kemerahan.
“Kak, kita mau kemana. Bukan kah pestanya belum selesai?” Tanya Adelia yang berdiri di belakangnya.
Reqy tidak menanggapi istrinya, ia hanya berjalan keluar dari lift sambil menarik Adelia.
“Kak, kita mau kemana?” Tanya Adelia kembali dengan wajah takutnya.
Reqy menghentikan langkahnya lalu mennegok ke belakang melihat Adelia.
“Apa kau sudah lupa, kalau kau harus memberikanku keturunan. Hari ini kau harus memuaskanku dan memberikanku anak.” Ucap Reqy dengan wajah dinginnya.
Adelia sangat kaget mendengar ucapan suaminya. Ia lupa kalau harus menyerahkan tubuhnya untuk lelaki yang sudah memaksanya menikah.
Adelia masih belum siap untuk menyerahkan tubuhnya pada lelaki arrogant itu. Ia masih butuh waktu untuk bisa merelakan dirinya di sentuh Reqy.
“Bisa kah....Kak Reqy memberiku waktu.”
Adelia mencoba memberikan pengertian pada suaminya jika dirinya belum siap. Ia ingin di berikan waktu untuk menyesuaikan dirinya.
Reqy langsung memegang dagu istrinya, menatapnya dengan dingin.
__ADS_1
“Apa bedanya memberikanmu waktu. Aku maunya sekarang, kau tahu kan kalau aku tidak suka di tolak. Siap tidak siap, kau harus memenuhi kewajibanmu sebagai istri.” Tegasnya.
Adelia hanya diam saja melihat suaminya yang berkata seperti itu. Ia terlihat takut apalagi Reqy menatapnya dengan dingin.
Reqy melepaskan tangannya di dagu istrinya dan kembali menarik tangannya dengan paksa. Adelia tidak ingin menggerakkan tubuhnya, ia tidak ingin menuruti suaminya. Reqy berbalik melihat istrinya yang tak ingin bergerak.
“Apa kau tidak ingin melakukan kewajibanmu pada suamimu sendiri?”
Adelia diam dengan tangannya yang gemetar, tubuh dan hatinya sangat berat. Ia tak rela memberikan tubuhnya pada lelaki yang ada di depannya itu. Meskipun lelaki itu adalah suaminya sendiri.
Reqy semakin kesal di buatnya, ia langsung menggendong Adelia di bahunya.
“Apa yang Kak Reqy lakukan, tolong lepaskan aku. Aku mohon.” Teriaknya sambil mencengkram jas di punggung suaminya berusaha untuk melepaskan diri.
Reqy tak menanggapi ucapan istrinya, ia hanya mempercepat langkahnya menuju kamarnya.
Ia masuk ke dalam kamarnya dan langsung melempar tubuh Adelia di kasur. Dengan sigap, Adelia bangun dan mundur ke belakang sampai tubuhnya bersandar di dinding kasur.
“Aku mohon, jangan lakukan. Kak Reqy, aku mohon.” Adelia memohon dengan matanya yang mulai meneteskan air matanya.
“Berani sekali kau tersenyum pada orang lain, dan sekarang kau malah menangis di depanku. Apa kau begitu membenciku sampai kau tidak ingin aku menyentuhmu?”
“Tidak, bukan begitu.” Balas Adelia yang semakin ketakutan melihat suaminya sudah tidak memakai bajunya dan hanya memakai celana panjangnya.
Reqy langsung menarik kedua kaki istrinya agar mendekat dengannya. Ia mengunci kedua paha istrinya dengan kedua lututnya tak membiarkannya bergerak.
“Kak Reqy...aku mohon, jangan lakukan sekarang. Aku mohon, hiks....hiks....hiks.” Adelia memohon dengan suara tangisannya.
Reqy memegang kedua tangan Adelia dan meletakkannya di sisi kanan kiri kepala istrinya. Ia menekan kedua tangan istrinya di sana sampai Adelia tidak bisa menggerakkannya.
“Kau tidak membiarkanku menyentuhmu, apa karena kau ingin kabur dari sini mencari pria yang kau sukai. Hah...” Teriak Reqy sambil menatap istrinya dengan marah.
“Tidak, bukan begitu.” Balas Adelia yang masih menangis di depan Reqy.
 Reqy langsung mencium bibir Adelia dengan paksa.
“Mmm....mmm.....mmm.” Suara Adelia yang berusaha melepaskan ciuman Reqy darinya. Ia menggelengkan kepalanya untuk melepaskan ciuman kasar dari lelaki arrogant yang sudah menindih tubuhnya itu.
__ADS_1
Reqy semakin mencium Adelia, ia sangat menikmati ciumannya di sana. Gairah dan nafsu lelakinya semakin naik membuatnya sampai mengeluarkan suara desahan serak darinya ketika mencium Adelia.
Memang sejak kemarin, ia berusaha menahannya sedangkan Adelia hanya menangis di sana. Reqy tidak peduli, ia semakin mencium bibir Adelia, memasukkan lidahnya di mulut istrinya itu. Ia kemudian melepaskan ciumannya dan menegakkan tubuhnya. Ia melepaskan kancing dan resleting celananya sementara Adelia berusaha bangun dengan wajah ketakutan.
Reqy langsung mendorong kembali tubuh Adelia yang baru saja ingin bangun itu. Reqy seketika merobek gaun putih istrinya sampai memperlihatkan semua bagian depan tubuh Adelia. Ia kembali memegang kedua tangan Adelia yang berusaha menahan dirinya. Ia menekan tangannya seperti yang ia lakukan tadi.
“Aku akan membuatmu mengingat siapa dirimu itu. Aku tidak peduli dengan penolakanmu atau tangisanmu yang kau tunjukkan itu. Tubuhmu sekarang adalah milikku bahkan senyumanmu itu milikku.”
Reqy menatap bibir istrinya sambil menyeringai. “Bibirmu ini suka sekali tersenyum pada orang lain, jadi aku akan membuatnya sampai kau tidak bisa tersenyum.” Ancamnya.
Adelia hanya memejamkan matanya tak ingin melihat wajah suaminya. Air matanya terus mengalir di sana.
“Buka matamu dan lihat aku.” Teriaknya dengan keras.
Adelia langsung membuka matanya melihat suaminya. Reqy langsung mencium bibir istrinya ketika Adelia melihatnya. Ia mencium bibir, daun telinga, leher, dan dada Adelia. Reqy semakin bergairah ketika mencium bau harum tubuh istrinya.
Reqy kemudian mengangkat gaun bagian bawah istrinya ke atas sampai memperlihatkan paha putih Adelia. Ia menarik paha Adelia sampai ia melakukannya. Adelia meringis kesakitan, ia sampai menggigit bibir bawahnya karena manahan sakitnya apalagi itu adalah pertama kali baginya.
Adelia tidak lagi menolak suaminya, ia diam dengan pasrah. Hanya wajah meringis dengan air mata menetes yang ia tunjukkan di sana.
Sementara Reqy yang melihat istrinya sudah tak menolaknya lagi atau pun berusaha melepaskan dirinya dari cengkramannya, mulai melakukannya dengan lembut agar wanita di depannya itu bisa merasakan apa yang ia rasakan sekarang.
Ia tak ingin jika malam pertamanya hanya membuat wanita itu tersiksa, ia ingin jika Adelia juga menikmati sentuhan yang ia berikan.
Bersambung.
.
.
.
.
Ingat tekan LIKE di bawah ya, harus. Tulis KOMENTAR kalian juga sebagai penyemangat Author. Terserah mau berkomentar apa, yang penting positif. Kalau punya kelebihan poin, silahkan VOTE untuk mendukung karya Author ini.
Terima kasih.
__ADS_1