
🌹SELAMAT MEMBACA🌹
Pukul 2:00 malam.
Emir dan Lumi masuk ke dalam Villa pribadi Tuan Reqy. Dua puluh menit yang lalu Adelia menghubungi mereka, dan mereka langsung bergegas mendatangi Villa pribadi Tuan Reqy.
Emir berlari naik ke lantai dua bersama dengan Lumi. Mereka berdua segera masuk ke dalam kamar Reqy saat mereka sampai di depan pintunya.
Di sana Emir melihat Adelia duduk di samping tempat tidurnya sambil sibuk mengompres suaminya. Ia juga melihat HP milik Adelia yang masih tergeletak di lantai dengan kondisi hancur. Ia yakin kalau kedua majikannya itu habis bertengkar.
“Pasti Tuan Reqy habis mengamuk tadi sampai ia melempar HP milik nyonya.” Dalam hati Emir. Ia melihat HP Adelia sambil berjalan menghampiri Adelia.
“Nyonya, apa yang terjadi?” Tanya Emir dengan khawatir saat ia sudah berdiri di depan Adelia, apalagi ia melihat Reqy yang terbaring tidak sadar di kasur.
Adelia langsung berdiri melihat Emir dan Lumi.
“Dia demam tinggi.” Jawab Adelia saat melihat mereka berdua sudah berdiri di depannya. Ia kemudian bicara pada Lumi. “Lumi, tolong cepat periksa dia.”
“Baik nyonya.” Balas Lumi sambil menganggukkan kepalanya.
Lumi segera berjalan ke samping tempat tidur, dan mulai memeriksa keadaan Reqy. Wajah Adelia terlihat sangat khawatir melihat Lumi sedang memeriksa. Ia khawatir kalau suaminya sakit parah apalagi ia menyaksikan Reqy mengigau dan gelisah dalam tidurnya. Meskipun rasa sakit hatinya pada Reqy masih ada saat Reqy memaksanya tadi, tapi rasa tidak tega dalam dirinya mengalahkan itu semua.
Tak lama kemudian, Lumi selesai memeriksa keadaan Tuan Reqy, ia langsung berdiri tegak di depan Adelia.
Dengan cepat Adelia bicara pada Lumi ketika wanita berambut pendek itu melihatnya.
“Apa dia baik – baik saja?” Tanya Adelia. Kedua tangannya saling menggenggam di sana dengan persaaan gelisah menunggu Lumi bicara.
“Tuan Muda hanya kelelahan nyonya. Dia baik – baik saja. Setelah minum obat dan di bantu mengompres tubuhnya, besok pagi demamnya pasti akan turun. Saya juga akan memasang infus supaya dia cepat sembuh.”
“Syukurlah kalau dia baik – baik saja.” Adelia memegang dadanya sambil menghela nafasnya. Ia merasa lega mendengar keadaan suaminya yang baik – baik saja.
Sementara Emir masih terlihat khawatir melihat Tuan Mudanya.
“Ini pasti gara – gara tuan muda tidak pernah istirahat dengan baik kemarin.” Dalam hati Emir. Emir tahu jika Tuan Mudanya kelelahan karena sibuk menyelesaikan pekerjaannya kemarin sebelum berangkat liburan, apalagi mereka tidak naik pesawat pribadi yang membuat Reqy merasa tidak nyaman.
Adelia kembali bicara pada Lumi.
“Aku akan mengompres tubuhnya. Kamu dan Emir tidak perlu kembali ke hotel, kalian tinggal di sini dulu sampai besok.”
“Baik nyonya.” Sahut Lumi.
Emir masih diam di sana tanpa sekalipun bicara pada Adelia. Ia memikirkan tentang masalah majikannya yang tidak akur. Ia tahu jika Adelia masih tidak bisa menerima Tuan Mudanya sebagai suaminya.
“Sepertinya aku harus mengatakan tentang kotak musik itu pada nyonya. Jangan sampai liburan Tuan Muda berantakan kalau mereka terus seperti ini, setidaknya nyonya bisa bersikap baik pada Tuan Muda kalau dia tahu tentang kotak musik itu.” Dalam hati Emir.
Ia kemudian bicara pada Adelia yang tengah fokus melihat Lumi memasang infus pada suaminya.
__ADS_1
“Nyonya.” Panggil Emir.
Adelia langsung berbalik ke arah Emir.
“Ya.”
“Apa saya boleh bicara berdua dengan Anda?” Tanya Emir. Ia ingin kalau Adelia bisa lebih mengerti perasaan Reqy.
“Apa sangat penting?”
“Iya nyonya. Ada yang harus saya katakan pada Anda tentang Tuan Muda.”
“Baiklah, kita bicara di luar saja sambil tunggu Lumi selesai memasang infusnya.”
“Baik nyonya.” Balas Emir sambil membungkuk hormat.
Adelia kemudian melihat ke arah Lumi.
“Lumi, tolong jaga sebentar ya.” Pinta Adelia sambil tersenyum.
“Baik nyonya.”
Adelia dan Emir pun keluar dari kamar menuju lantai bawah. Di sana Adelia langsung duduk di sofa sambil menatap Emir dengan serius.
“Katakan, Emir mau bilang apa?” tanya Adelia.
Emir terlihat diam dengan kepala menunduk di depan Adelia. Ia tidak tahu harus mengatakan apa dulu pada wanita yang sudah menjadi majikannya itu.
Adelia kembali bicara saat melihat Emir diam.
“Emir, kamu ingin mengatakan apa sih. Aku harus ke atas menemani tuanmu?”
Emir menghela nafasnya dengan pelan. Ia kemudian membuka mulutnya untuk bicara.
“Saya tahu kalau Anda tidak menyukai Tuan Muda, nyonya.”
Adelia terlihat mengerutkan keningnya mendengar kata – kata Emir. Emir melanjutkan ucapannya kembali.
“Dan saya juga tahu kalau pernikahan Anda dengan Tuan Muda tidak di dasari dengan cinta. Tapi saya mohon pada nyonya untuk mengerti perasaan Tuan Muda.”
“Kenapa kamu membicarakan hal ini?” Tanya Adelia. Mendengar Emir bicara begitu membuatnya kesal, seharusnya Emir tidak perlu mengurus masalah pribadinya dengan Reqy. Itu antara mereka berdua.
“Maaf kalau saya sudah lancang pada Anda. Saya mengatakan ini karena saya tahu kalau Tuan Muda tadi pasti marah – marah pada Anda. Tuan tidak akan marah tanpa sebab apalagi marah pada Anda, nyonya.”
Adelia semakin kesal mendengar ucapan Emir yang seakan menyudutkannya. Padahal menurutnya yang salah itu adalah Reqy yang tiba – tiba marah dan membentaknya sampai membanting HP-nya.
“Jadi maksudmu, aku salah karena sudah membuat marah tuanmu.”
__ADS_1
“Bukan itu maksud saya nyonya. Saya ingin mengatakan pada Anda kalau Tuan Muda merencanakan liburan ini agar tuan bisa dekat dengan Anda. Dia sampai tidak istirahat kemarin hanya karena ingin menyelesaikan semua pekerjaannya sebelum pergi liburan dengan nyonya. Tuan Muda juga rela tidak memakai pesawat pribadi hanya karena ingin membuat nyonya merasa nyaman. Tuan Muda butuh cinta dan perhatian dari nyonya.”
Adelia tersenyum seringai mendengar ucapan Emir. Ia merasa kalau masalah itu tidak ada artinya saat ia mengingat perlakuan kasar Reqy tadi. Ia sakit hati ketika Reqy berbuat seperti itu padanya bahkan melontarkan kata – kata kasar yang membuat hatinya terluka. Bagaimana bisa Reqy bisa mengatakan padanya kalau ia membayangkan Rian saat mereka berhubungan?
Ia kemudian berdiri dari tempat duduknya menatap Emir dengan tajam.
“Emir, aku memang wanita lemah tapi aku juga punya perasaan. Aku bisa marah dan kesal. Kamu mengira kalau tuanmu itu tersiksa dengan pernikahan ini. Apa kamu tidak tahu kalau aku yang paling tersiksa di sini. Setiap hari aku harus menjaga sikapku di depannya agar dia tidak marah dan menatapku dingin. Dia dari awal sudah memaksakan hal yang tidak mungkin, dan pernikahan ini hanya kesepakatan untuk memberikannya anak. Jadi tolong jangan menyudutkanku dan menyuruhku untuk mencintainya. Aku bisa memberikan semuanya kecuali hatiku. Seharusnya kamu tidak pantas mengatakan ini pada istri tuanmu.”
Emir tampak diam dan tercengan mendengar ucapan Nyonya Mudanya yang terdengar tajam. Itu pertama kalinya ia mendengar Adelia kesal dengan kata - katanya.
Ia tidak tahu harus mengatakan apa pada Adelia agar melihat perasaan Reqy yang sudah mencintainya. Ia memang hanya seorang bawahan, tapi ia sudah hidup di samping Reqy semenjak ia berumur 10 tahun. Ia bisa tahu sifat Reqy seperti apa.
Sementara Adelia berjalan melewati Emir saat ia selesai mengatakan isi hatinya pada Emir.
“Apa nyonya ingin tahu alasan Tuan Muda menikahi Anda?” Tanya Emir ketika menengok dan melihat Adelia berjalan melewatinya.
Adelia langsung menghentikan langkahnya. Ia kemudian berbalik ke belakang melihat Emir.
“Aku tahu. Tuan Mudamu itu menginginkan keturunan kan. Dia sudah mengatakan itu padaku.”
“Nyonya salah besar. Tuan Muda menikahi Anda bukan karena alasan itu.”
“Apa maksudmu?” Tanya Adelia sambil membalikkan badannya berhadapan dengan Emir.
“Apa nyonya pernah memberikan sebuah kotak musik pada seorang lelaki tujuh tahun lalu?” Tanya Emir.
Adelia langsung kaget mendengat ucapan Emir. Matanya sampai melotot menatap Emir. Ia bingung, kenapa Emir tiba – tiba membahas kotak musiknya itu?
“Kenapa kamu bisa tahu tentang kotak musik itu?”
“Karena saya tahu tentang cerita itu, nyonya.”
Adelia kemudian berjalan mendekati Emir. Di sana ia langsung memegang kedua bahu Emir, menatap Emir dengan serius. “Apa kakak laki – laki yang kamu maksud itu adalah Kak Reqy. Hah?” Tanya Adelia dengan wajahnya yang masih kaget.
 
 
 
Bersambung.
.
.
.
__ADS_1
Ingat tekan LIKE sampai berwarna merah ya, berikan KOMENTAR positif kalian untukku. Kalau ada kelebihan poin dan koin silahkan VOTE Reqy dan Adelia.
Terima kasih dukungannya.