Married With Mr. Arrogant

Married With Mr. Arrogant
Pesan Email Rian


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


Adelia baru saja selesai membantu suaminya mandi di dalam kamar mandinya atas permintaan Reqy sendiri. Gara – gara tangan Reqy terluka, ia harus membantu suaminya membersihkan tubuhnya agar lukanya tidak terkena air, apalagi Reqy yang memohon sendiri padanya untuk membantunya. Dengan terpaksa Adelia harus melakukan itu tanpa membantah perkataan suaminya.


Setelah mandi pun, Adelia kembali membantu Reqy berpakaian santai dengan pakaian Darel yang Adelia berikan pada suaminya.


“Kenapa kau memberikan pakaian orang lain padaku?” Tanya Reqy yang enggan memakai pakaian Darel.


“Terus hubby mau pakai baju paman. Cuma baju kak Darel yang cocok dengan hubby. Atau mau suruh Emir mengantarnya lagi ke sini.” Balas Adelia dengan ekspresi serius.


“Tidak usah. Kalau kau yang menginginkannya aku akan pakai ini saja. Kau pasti kesal lagi kalau aku menyuruh mereka ke sini. Apalagi besok kita sudah kembali ke rumah.”


Adelia langsung memegang kedua pipi suaminya dengan lembut.


“Suamiku memang sangat pengertian. Kasihan kalau Emir atau Pak Osmar bolak balik ke sini hanya karena pakaian. Biarkan saja mereka istirahat sementara. Oke,”


Reqy mengangguk.“Eem.”


“Nah....sudah selesai. Ayo tidur.” Ajak Adelia sambil menarik tangan suaminya menuju kasurnya.


Saat di sana, mereka langsung naik ke atas kasur. Terlihat kalau Reqy tampak kepanasan ketika ia naik ke kasurnya. Ia sampai mengibas – ngibas tangannya di dekat wajahnya agar ia bisa merasa nyaman.


“Ada apa?” Tanya Adelia saat melihat Reqy duduk, dan tidak langsung berbaring di kasurnya.


“Apa di sini tidak ada AC sayang. Aku sudah mandi tapi masih bisa merasakan panas. Di sini panas sekali?” Ia mengeluh dengan keadaan kamarnya yang sangat panas, apalagi ia terbiasa dengan suasana dingin seperti di rumah besarnya.


“Ini rumah kecil by. Barang seperti itu tidak ada di sini. Kalau paman pasang AC, pasti mati lampu terus.” Jelasnya.


“Apa aku suruh Emir membawa AC ke sini. Bagaimana kita bisa tidur dalam kondisi panas begini. Kau juga sedang hamil kan, harus tidur nyaman sayang?” Keluhnya.


“Tidak usah membuat heboh hanya karena AC. Aku sudah terbiasa hidup begini. Atau hubby mau pakai kipas angin.”


“Lebih baik tidak usah memakai apapun kalau mau pakai kipas angin. Tidak baik untukmu sayang. Kau lupa kalau sedang hamil. Aku tidak akan mengeluh tentang AC kalau kau tidak suka. Dari pada harus pakai yang tidak sehat. Selama kau tidak apa – apa, aku senang berada di mana saja.” Jelasnya dengan serius sambil membelai rambut istrinya. Dengan terpaksa Reqy harus menuruti kata – kata istrinya itu, apalagi Adelia mengatakan kalau ia baik – baik saja.

__ADS_1


Ia kemudian membaringkan tubuhnya di kasur sesaat setelah mendengar ucapan istrinya. Ia menggerakkan tubuhnya mendekati Adelia yang juga sudah berbaring di kasur.


Meskipun Reqy merasa panas, ia tetap berusaha untuk tidur tanpa mengeluh lagi pada Adelia. Selama Adelia bahagia, dimana pun ia akan berada, menemaninya kemana pun Adelia pergi.


 


***


Pukul 2:00 tengah malam.


Reqy sudah tertidur pulas dengan posisinya tadi, sedangkan Adelia terbangun dari tidurnya ketika ia merasakan bayinya yang terus bergerak – gerak, merasakan bayinya yang menendang – nendang di dalam perutnya. Dan tanpa terduga telfon genggam yang ia letakkan di atas meja nakasnya, tiba – tiba saja bergetar. Ia pun mengambil Handphonnya itu, kemudian membuka layar HP-nya di sana.


Sebuah email dari seseorang masuk membuat Adelia sangat terkejut sampai ia langsung bangun dari tempat tidurnya. Ia duduk di tepi tempat tidurnya sambil menatap jelas email masuk yang ada di HP-nya itu.


Wajahnya seketika pucat, matanya melotot melihat nama email yang masuk di layar HP-nya.


Pesan Email.


“Adelia, Aku Rian. Bagaimana kabarmu selama ini. Apa kau baik – baik saja di sana. Aku sangat merindukanmu selama beberapa bulan ini. Maaf....aku baru bisa mengubungimu. Aku menjalani perawatan di luar negri. Semua berkat tuhan, aku bisa selamat dalam kecelakaan. Dan maaf kalau aku belum bisa kembali untuk saat ini. Tapi aku janji aku pasti akan kembali sayang, memenuhi janji kita. Tolong jangan beritahu siapapun kalau aku masih hidup sampai aku kembali ke Indonesia. Aku mencintaimu. Dari Rianmu?” Pesan itu membuat Adelia sangat syok tak percaya dengan apa yang ia lihat dan baca di layar HP-nya.


Tanpa Adelia sadari kalau Reqy saat itu telah terbangun dari tidurnya.


“Sayang....kau tidak tidur.” Ucap Reqy sambil mengucek – ucek matanya, melihat Adelia duduk di tepi tempat tidurnya.


Seketika Adelia menjatuhkan HP-nya di lantai ketika mendengar suara Reqy. Ia sangat terkejut mendengar suara suaminya di sana.


Reqy kembali bicara saat mendengar HP milik istrinya terjatuh di lantai.


“Apa yang jatuh?” Tanya Reqy penasaran.


“Aaahhh...” Balas Adelia dengan ekspresi yang masih kaget. Ia dengan cepat mengambil HP-nya di lantai, lalu meletakkannya kembali di atas meja nakas. “Ini hanya hp by.”


“Kenapa kau bangun dan bermain hp di jam segini. Ini sudah jam 2 lewat sayang?” Tanya Reqy dengan suaranya yang terdengar serak.

__ADS_1


“Aku terbangun karena Junior terus bergerak dari tadi. Dia terus menendang – nendang perutku. Karena bosan, aku terpaksa membaca novel di HP by,” Ia memberikan alasan pada suaminya dengan senyuman paksa yang ia tunjukkan di depan Reqy. Itu karena ia masih syok mendengar berita mantan tunangannya yang masih hidup.


Reqy kemudian menempelkan telinganya di perut Adelia.


“My prince, jangan nakal ya. Jangan membuat ibumu susah. Hem..biarkan ibu tidur nyaman ya sayang.” Reqy mencoba berbicara dengan bayi di dalam kandungan istrinya. Ia mencoba menenangkan bayinya di sana yang selalu ia panggil dengan sebutan My Prince. Setelah berbicara dengan bayinya, ia kembali melihat istrinya yang saat itu tersenyum bahagia melihat dirinya berbicara dengan bayinya.


“Ayo tidur sayang, aku akan mengelus perutmu supaya dia juga tidur, dan kau juga bisa tidur dengan nyaman.” Ucap Reqy sambil membelai rambut istrinya.


“Iya by.” Balas Adelia.


Adelia kembali berbaring terlentang di kasurnya begitu pun dengan Reqy yang kembali berbaring. Ia memejamkan matanya di sana sambil mengelus – negelus perut istrinya dengan lembut.


Saat itu Adelia belum bisa memejamkan matanya. Ia memikirkan pesan emailnya tadi. Seakan ia sedang bermimpi menerima pesan dari seseorang yang sudah di anggap meninggal. Tapi....ia tahu jelas email pribadi mantan tunangannya itu. Bagaimana mungkin ada orang yang memakai email pribadi mantan tunangannya?


Setauh dirinya kalau hanya ia yang tahu tentang pasword masuk email milik Rian. Apa mungkin ada orang yang tahu selain dia dan Rian? Pikirnya. Itu penuh teka – teki baginya, apalagi ia tidak bisa membalas email kotak masuknya, karena Reqy yang tiba – tiba saja bangun dari tidurnya.


Sekarang ia tidak bisa berpikir dengan jernih, apa itu sebuah kebohongan dari seseorang, atau mantan tunangannya itu memang masih hidup. Tapi....bagaimana bisa Rian hidup. Ia menyaksikan sendiri pemakamannya terjadi bahkan semua keluarga telah hadir di pemakamannya itu. Polisi pun sudah mengidentifikasi jasad mantan tunangannya.


Dengan penuh pertanyaan dalam benaknya, membuat ia tidak bisa tidur nyenyak, meskipun ia sudah berusaha memejamkan matanya di sana. Rasanya ia ingin sekali menghubungi Darel kakak sepupunya yang saat ini ada di Rumah Sakit. Ia ingin menanyakan pada Darel, apa ia juga menerima email dari Rian.


Pikirnya, tidak mungkin Rian tidak menghubungi Darel sahabatnya kalau ia memang masih hidup. Mereka berdua adalah sahabat karib semenjak kuliah. Mereka bahkan sering berbagi rahasia.


Bersambung.


.


.


.


Tekan LIKE ya sayang  sayangku. Tulis KOMENTAR positife kalian di bawah kolom komentar ya. Punya poin dan koin silahkan VOTE untuk mereka.


 

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2