Married With Mr. Arrogant

Married With Mr. Arrogant
Semuanya sudah berubah


__ADS_3

Rian berdiri di dekat mobil tempat dimana Adelia bersembunyi. Ia hanya berdiri diam disana tanpa mau mendekati Adelia. Ia tahu kalau Adelia bersembunyi pasti karena tidak ingin bertemu dengannya.


Rian kembali bicara pada Adelia sesaat setelah ia diam melihat mobil dimana keberadaan Adelia.


“Del, aku minta maaf kalau selama dua tahun aku tidak berada di sampingmu. Maafkan aku sayang.” Ucap Rian.


Adelia masih diam disana, tanpa mengeluarkan suaranya. Ia hanya diam menangis mendengar perkataan Rian tanpa mau beranjak dari tempatnya.


Rian kembali bicara saat ia tak mendengar jawaban dari Adelia.


“Del, aku kembali setelah tahu tentang kabarmu. Aku sudah tahu semuanya kalau kamu sudah menikah dengan orang lain.” Jelas Rian.


Rian memang tahu masalah pernikahan Adelia saat ia mendengar pembicaran Leta dengan ayahnya. Ia sangat syok ketika mendengar semua kenyataan bahwa orang yang sudah menculiknya adalah orang yang sama yang menikahi kekasihnya.


Betapa hancurnya hati Rian, saat ia tahu semua kabar mengejutkan itu. Ia sangat marah mengetahui kenyataan yang sebenarnya. Ia bertekad kalau ia akan kembali merebut cintanya dan menghancurkan orang yang sudah membuatnya cacat.


Karena masalah itulah yang membuat Rian menghentikan pengobatan sebelum ia sembuh total, dan kembali ke Indonesia. Ia datang ke Indonesia untuk membebaskan Adelia, menurutnya kalau Adelia pasti dipaksa menikah oleh lelaki yang sudah menculik dan ingin membunuhnya. Bahkan Leta sama sekali tidak tahu kalau Rian terbang ke Indonesia.


Saat Adelia mendengar perkataan Rian, ia sangat syok, ia tidak menyangka kalau Rian tahu tentang pernikahannya. Ia berdiri dari sana dengan wajah syoknya mendengar Rian. Ia melangkah pelan untuk keluar dari persembunyiannya, kemudian menampakkan dirinya pada Rian.


Ia berdiri di depan Rian, menatapnya dengan mata sayu, sedih, matanya terlihat bengkak akibat tangisan yang tak hentinya mengalir di pipinya.


Rian kembali membentangkan tangannya di depan Adelia, membiarkan wanita yang ada di depannya itu berlari ke pelukannya. Ia tersenyum menatap Adelia yang terus berdiri diam di depannya dengan tangisan yang terus mengalir dipipinya.


Adelia melangkah pelan untuk menghampiri Rian yang jaraknya tak begitu jauh darinya. Ia menghentikan langkahnya saat berada di dekat Rian. Ia mengeluarkan suara tangisannya di depan Rian, kemudian menjatuhkan kepalanya di dada lelaki tampan itu.


Seketika Rian memeluk erat tubuh Adelia, melepaskan kerinduannya pada Adelia. Ia memejamkan matanya, menghirup aroma wanita yang sangat dicintainya itu. Semakin lama, Rian semakin mempererat pelukannya saat mendengar tangisan Adelia yang tak berhenti.


“Maafkan aku, aku tidak bermaksud menghianatimu. Sungguh, aku tidak ada maksud Kak Rian.” Adelia meminta maaf pada Rian atas semua yang sudah terjadi padanya.


Ia membalas pelukan Rian disana sambil menangis, merasa bersalah pada Rian selama ini. Tidak ada kata yang bisa ia ucapkan selain kata maaf dari bibir manisnya.


Adelia sama sekali tidak tega menyakiti perasaan Rian, namun Rian sudah tahu tentang pernikahannya dengan Reqy. Hanya beribu ribu kata maaf yang bisa ia katakan pada Rian tanpa bisa memberikan hatinya lagi pada lelaki yang pernah ia cintai.


“Aku tahu kalau kamu tidak akan pernah menghianatiku Del. Aku tahu kalau semua yang terjadi bukanlah keinginanmu.” Ucap Rian mengusap belakang kepala Adelia.


Ya, semua yang terjadi bukanlah keinginan Adelia, namun semuanya sudah berubah sekarang. Adelia sudah tidak mencintainya, ia mencintai lelaki yang sangat dibenci Rian.


Adelia melepaskan pelukannya, menatap wajah Rian dengan tangisan yang tiada hentinya.


“Kak Rian tahu dari mana kalau aku sudah menikah.” Adelia sangat penasaran tentang masalah pernikahannya yang di ketahui Rian.

__ADS_1


“Aku tahu dari Leta. Kau tahu tentang Leta kan.”


Adelia menganggukkan kepalanya. “Tahu. Aku pikir kalau Kak Darel yang sudah mengatakan semuanya.” Adelia berpikir kalau Darel yang sudah mengatakan semuanya pada Rian.


“Darel sama sekali tidak mengatakan apa – apa padaku. Saat kutanya tentang kabarmu, dia hanya mengatakan hal yang lain.” Jelasnya tersenyum sambil menyingkirkan rambut yang menghalangi mata Adelia.


Adelia menunduk dengan ekspresi rasa bersalahnya pada lelaki yang ada di depannya itu. “Maaf...maafkan aku. Aku benar – benar minta maaf.”


Rian memegang dagu Adelia, mengangkatnya agar ia bisa melihat wajah Adelia yang sudah di penuhi Air mata.


“Jangan menangis. Aku tidak sanggup kalau melihatmu menangis.” Ia menghapus air mata Adelia dengan lembut, mencoba menenangkan hati wanita yang sangat di cintainya itu. “Aku tidak apa – apa Del, aku baik – baik saja.”


Adelia hanya bisa diam memejamkan matanya di depan Rian tanpa bisa mengatakan sesuatu lagi pada Rian.


Meskipun rasa cintanya pada Rian sudah hilang, namun ia tetap menghargai Rian sebagai lelaki yang pernah ia cintai.


Tiba  - tiba sebuah mobil mewah melaju masuk ke dalam parkiran mobil. Seketika mobilnya berhenti saat orang yang ada di dalam mobil melihat Rian memegang kedua bahu Adelia, apalagi menghapus air mata Adelia di pipinya.


Ia turun dari mobil, kemudian berjalan tegak menghampiri Adelia. Ia belum tahu jika lelaki yang bersama dengan istrinya adalah Rian, mantan tunangannya.


“Adel....” Teriak Reqy memanggil istrinya.


Rian menoleh melihat asal muasal suara yang memanggil Adelia. Betapa kagetnya ia saat melihat Reqy berjalan ke arahnya, begitu juga dengan Pak Osmar yang berjalan di belakang Reqy menghampiri mereka. Pak Osmar terkejut melihat orang yang pernah ia culik berdiri bersama Adelia.


Reqy langsung melayangkan tinjunya di wajah Rian tanpa sadar kalau yang ia pukul adalah Rian, mantan tunangan istrinya. Ia belum menyadari Rian ketika ia berjalan menghampiri istrinya, karena perasaannya di penuhi rasa cemburu melihat Adelia bersama pria lain. Berbeda dengan Pak Osmar yang tak bisa percaya dengan apa yang ia lihat di depan matanya.


“Bagaimana bisa pria ini masih hidup. Bukannya dia sudah dikubur dua tahun lalu?” Dalam hati Pak Osmar dengan ekspresi syoknya melihat Rian.


Pandangannya terus melihat wajah Rian dengan jelas. Apa sebenarnya yang terjadi pada pria yang ia culik, kenapa bisa hidup kembali.


Sementara Adelia sangat kaget melihat suaminya memukul wajah Rian sampai Rian hampir tak bisa menjaga keseimbangan tubuhnya.


Reqy kembali maju untuk memukul Rian, namun Adelia menahan tubuh suaminya untuk mendekati Rian.


“By....jangan pukul lagi. Ini salah paham.” Ucap Adelia mencoba menenangkan suaminya disana. Saat itu, tatapan mata Reqy sangat marah melihat istrinya bersama pria lain.


“Paman.” Panggil Reqy dengan suara kerasnya.


“Iya tuan.”


“Bawa Adel masuk ke dalam mobil.” Perintahnya dengan tegas.

__ADS_1


Pak Osmar dengan sigap berjalan menghampiri Adelia. “Ayo nyonya.”


Adelia masih memegang lengan suaminya, tanpa mau menuruti Pak Osmar.


“By...tolong jangan seperti ini. Ini salah paham by. Tolong jangan marah dulu.” Adelia memohon – mohon pada suaminya agar Reqy tak menyakiti Rian.


“Apa kau mau membantahku?” Tanya Reqy dengan marah melihat istrinya.


“Tapi, ini hanya salah paham by. Dia tidak salah apa – apa.” Adelia mencoba memberi pengertian pada suaminya sambil sesekali menoleh pada Rian.


Rian menganggukkan kepalanya ketika Adelia menoleh ke arahnya. Ia memberikan kode pada Adelia agar Adelia menuruti kata - kata suaminya.


Tentu saja Adelia menuruti perkataan suaminya dengan mengikuti Pak Osmar masuk ke dalam mobilnya sesaat setelah Rian menganggukkan kepalanya. Ia terus menatap Rian dengan penuh rasa khawatir kalau kalau suaminya sampai menyakiti Rian.


Bersambung.


.


.


.


Iklan:


Bambang: Kenapa nih loh nggak ngemis - ngemis poin lagi sama kite - kite.😏😏


Author: Kenapa yang nanya - nanya gua, loh terus ya bambang, nggak ada kerjaan loh?🙄🙄


Halimah: Cowok - cowok rumpi Kak Dewi. Cari perhatian terus dia.😂😂😂


Bambang: ya kan gua penasaran halimah, biasanya ngemis - ngemis tuh author satu minta di VOTE.😛😛


Author: Aku lelah, sedih, aku kasihan padamu bambang kalau kamu vote terus, nanti loh teriak - teriak lagi kalau ada masalah.


Bambang: Ah....lebay loh.....lebay, nggak usah sedih loh, hidup loh tiap hari bikin gua emosi terus. Tiap hari loh bahagia, tertawa terus di GC, loh nggak tahu kan kalau gua sakit hati Rian datang.🙄🙄🙄


Author: Gua nggak ngemis juga loh pasti vote kan bambang sayang🤗. Lagian bentar lagi tamat, gua lagi ngerjain season 2nya bambang.😁😁 vote ya.


Bambang: Promosi terus, promosiiii sampai ubanan😒😒😒


Author: Sensi amat sih sama gua.🤧🤧🤧

__ADS_1


__ADS_2