Married With Mr. Arrogant

Married With Mr. Arrogant
Mual - mual


__ADS_3

🌹SELAMAT MEMBACA🌹


Pukul 7:00 malam.


Adelia baru saja selesai mandi, ia langsung mengganti pakaiannya lalu turun ke bawah untuk makan malam. Saat menuruni tangga, ia melihat suaminya tengah duduk di ruang tamunya sambil bicara dengan Emir di telfon. Ia berjalan mendatangi Reqy di sana.


“Hubby bicara sama Emir.” Tanya Adelia ketika melihat Reqy selesai bicara pada Emir.


Reqy mengangkat kepalanya melihat Adelia yang sudah berdiri di depannya dengan gaun tidurnya.


“Iya, besok aku akan membawamu ke suatu tempat. Aku menyuruh Emir menyiapkan semuanya.” Jawab Reqy dengan ekspresi datarnya.


“Oh.” Balasnya dengan singkat.


Reqy kemudian berdiri dari tempat duduknya lalu memegang tangan istrinya.


“Ayo kita makan malam.” Ajaknya.


“Iya.”


Reqy memegang tangan istrinya menuju meja makan yang letaknya tak jauh dari tempatnya itu. Sementara Adelia hanya mengikutinya dari belakang sambil membalas pegangan tangan suaminya.


Ketika sampai di meja makannya, Reqy langsung duduk di kursi yang ada di sana. Seperti biasa, Adelia berdiri di samping suaminya dan membantu Reqy mengambil nasi ke piringnya.


Kala itu Reqy tersenyum melihat istrinya yang berdiri di sampingnya. Ia tidak mengalihkan pandangannya ke arah lain dan hanya melihat Adelia yang tengah menyendokkan nasi ke piringnya.


Selesai membantu suaminya mengambil nasi ke piringnya, ia berjalan empat langkah ke depan lalu menarik kursi yang ada di depan Reqy. Ia duduk di sana tanpa ia sadari kalau Reqy sejak tadi menatapnya.


Reqy mulai memakan makanan di piringnya sesaat setelah Adelia duduk di depannya. Sesekali ia


mengangkat bola matanya melihat Adelia yang makan dengan lahap makanan yang ada di atas meja makannya.


“Biasanya dia makan sedikit, kenapa hari ini dia makannya banyak. Apa dia sangat suka masakan pelayan di sini. Walaupun dia senang hanya karena sebuah makanan, tapi rasanya aku ikut senang melihat dia makan dengan lahap, rasa senangku melebihi apapun?” Dalam hati Reqy diikuti senyum tipis di bibirnya.


Saat itu, ia juga merasa heran dengan tingkah tak biasa istrinya. Pikirnya kalau Adelia begitu karena sangat menyukai masakan pelayannya di sana.


Reqy berhenti makan lalu menatap istrinya yang sejak tadi tidak memperhatikannya dan hanya sibuk makan di depannya. Ia sangat senang melihat istrinya makan dengan lahap. Ia lebih memilih melihat Adelia makan dari pada melanjutkan menguyah makanan di piringnya.


Adelia kemudian tersadar dengan suaminya yang terus menatapnya dengan tersenyum. Ia mengangkat bola matanya melihat Reqy yang ada di depan matanya.


“Kenapa by?” Tanya Adelia.


“Kau suka dengan masakan orang di sini?” Tanya Reqy dengan wajahnya yang terlihat serius.


“Sama saja dengan masakan pelayan di rumah, semuanya aku suka” Jawabnya dengan tersenyum.


“Aku pikir kau suka, kalau kau suka masakan pelayan di sini. Aku bisa mengaturnya agar dia bisa ikut pulang ke Indonesia bersama kita. Masak makanan seperti yang kau inginkan.” Ucap Reqy dengan serius.


“Tidak usah. Aku suka semua kok masakan pelayan di rumah.” Balas Adelia sambil tersenyum.


“Istriku, aku senang kalau melihatmu makan begitu.” Dengan wajahnya yang tersenyum. “Biarkan saja dia ikut bersama kita. Di sana aku tidak pernah melihatmu makan dengan lahap seperti ini. Kau pasti tidak suka dengan makanan yang mereka masak kan.” Lanjutnya.


“Hah.” Balas Adelia dengan kaget. Ia tersadar jika saat itu ia makan terlalu banyak.


“Astaga....aku makan sebanyak ini.” Dalam hati Adelia. Ya, Adelia memang tidak seperti biasanya. Kali ini ia makan dua kali lipat dari biasanya.

__ADS_1


Seketika Adelia memalingkan wajahnya ke samping karena rasa malunya pada Reqy.


“Kau kenapa?” Tanya Reqy. Ia terlihat khawatir dengan Adelia yang tak ingin melihatnya.


Adelia kemudian melihat suaminya dengan wajahnya yang masih malu.


“Maaf...aku makannya banyak ya.”


“Kenapa kau minta maaf karena makan banyak. Aku sangat senang kalau kau seperti itu. Lusa aku akan mengatur pelayan di sini untuk ikut bersama kita ke Indonesia. Sepertinya masakan dia cocok dengan lidahmu?”


“Tidak usah by. Aku benar – benar.....


“Jangan membantah, kalau aku bilang begitu harus begitu.” Pinta Reqy dengan wajahnya yang terlihat serius. Ia langsung memotong kalimat istrinya ketika bicara serius padanya.


Reqy tidak membiarkan Adelia membantah kemauannya itu. Memang dirinya tidak suka di tolak jika ada hal yang ingin ia lakukan.


Adelia hanya bisa diam mendengarkan suaminya tanpa membantah sedikit pun ucapan Reqy.


“Terserah lah. Dia itu memang egosi, huh...semuanya harus di turuti.” Dalam hati Adelia.


Reqy kembali melanjutkan untuk menghabiskan makanan yang ada di piringnya ketika Adelia hanya diam di sana, tanpa ingin mengatakan sesuatu padanya. Begitu pun Adelia yang kala itu kembali melanjutkan makan makanan yang tinggal sedikit di piringnya.


***


Selesai makan malam, mereka berdua naik kembali ke lantai dua kamarnya.


Di sana Reqy langsung masuk ke dalam kamar mandinya untuk membersihkan dirinya, sedangkan Adelia hanya duduk berselonjor di kasurnya sambil memainkan HP-nya.


Tidak tahu apa yang harus ia lakukan kecuali memainkan HP-nya untuk mengusir rasa bosannya.


Ketika Reqy sudah berdiri di depan istrinya, ia langsung menatap Adelia dengan kesal karena pada saat itu Adelia tidak menyadari dengan kehadiran dirinya. Apalagi Adelia terlihat tersenyum melihat HP-nya. Entah apa yang ia lihat di sana?


Reqy kemudian merebut HP milik istrinya membuat Adelia langsung kaget. Seketika ia turun dari kasur untuk merebut HP miliknya dari tangan Reqy.


“Hubby, kembalikan.” Adelia berusaha merebut HP miliknya dari Reqy yang saat itu di pegangnya ke atas.


“Kau chat dengan siapa sampai kau tersenyum begitu.” Tanya Reqy.


“Aku tidak chat dengan siapapun” Jawabnya dengan wajahnya yang terlihat khawatir jika saja Reqy melihat isi HP-nya. “Hubby berikan padaku.” Adelia tak ingin kalau sampai suaminya tahu jika ia sedang membaca novel favoritenya. Ia akan sangat malu kalau Reqy tahu dengan hobinya itu.


Reqy kemudian membuka layar HP istrinya sambil menahan Adelia yang berusaha ingin mengambil HP-nya. Ia tercengan ketika melihat novel yang Adelia baca.


“Kau suka baca hal – hal seperti ini.” Tanya Reqy melihat istrinya dengan ekspresi tak percaya.


Adelia langsung memalingkan wajahnya ke samping karena merasa malu jika harus menatap mata suaminya.


Reqy kembali bicara pada istrinya.


“Kau benar – benar wanita aneh. Baca kisah yang tidak nyata begini. Dasar kampungan.”


“Memang apa salahnya kalau aku suka. Itu adalah hobyku dari dulu. Kamu saja yang kampungan. Kaku, setiap hari hanya memasang tampang seriusnya itu.” Dalam hati Adelia yang kesal dengan kalimat suaminya.


Reqy lalu melempar HP milik istrinya, kemudian menarik tubuh Adelia sampai tubuhnya berada dalam dekapannya. Di sana ia melingkarkan kedua tangannya di pinggang Adelia dengan erat membuat wanita itu tidak punya cela untuk melepaskan diri.


“Hubby,” Panggil Adelia dengan ekspresi kagetnya ketika tubuhnya di tarik Reqy.

__ADS_1


“Apa?” Suara tegas Reqy menatap Adelia sambil menaikkan kedua alisnya.


Adelia diam sambil memalingkan wajahnya tanpa membalas ucapan suaminya. Ia melihat ke sembarang arah karena tidak sanggup melihat Reqy yang terus memandang dirinya.


“Harusnya kau memberikanku hadiah hari ini karena aku sudah membawamu jalan – jalan.” Reqy kembali bicara pada Adelia yang kala itu melihat ke arah lain.


“Hadiah apa?” Tanya Adelia yang langsung melihat Reqy sesaat setelah mendengarkan ucapan suaminya.


Reqy tidak menjawab pertanyaan istrinya, ia langsung menggendong istrinya dengan gaya ala - ala Bridal Style.


“Hubby...” Pekiknya.


Adelia terlihat kaget ketika Reqy langsung menggendongnya. Jantungnya seketika berdetak kencang menatap wajah suaminya yang kala itu juga ikut menatapnya.


Reqy kemudian naik di kasur dan meletakkan tubuh istrinya di atas kasur. Ia berada di atas tubuh Adelia dengan kedua tangannya bertumpu di sisi kanan kiri kepala Adelia. Sedangkan Adelia meletakkan kedua tangannya di atas dadanya dengan posisi saling menggenggam karena merasa gugup seakan dirinya baru pertama kali melakukan hal seperti itu.


“Kenapa pipimu bisa merah begitu, kau malu?” Tanya Reqy diikuti senyuman tipis dari bibirnya.


Adelia langsung melihat Reqy di depan matanya.


“Ti-tidak.” Jawab


Adelia dengan gagap. Ia sangat canggung melihat posisi suaminya. Karena pada saat itu jantungnya ikut berdetak kencang yang membuat dirinya gugup dan canggung.


Reqy kemudian meraih rambut istrinya lalu mencium rambutnya di sana. Ia memejamkan matanya, karena menikmati bau harum rambut Adelia yang begitu ia sukai.


Adelia memalingkan wajahnya dengan mata terpejam karena tak sanggup melihat wajah suaminya. Jantungnya semakin berdetak kencang.


“Ya tuhan, ada apa denganku?” Dalam hati Adelia.


Reqy memegang dagu istrinya ketika selesai mencium rambut Adelia. Ia lalu menariknya sampai wajahnya berhadapan dengan dirinya.


Ia tersenyum menatap wajah Adelia yang kala itu memejamkan matanya ketika berhadapan dengannya.


“Buka matamu.”


Adelia langsung membuka matanya, menatap Reqy dengan gugup.


Reqy memajukan wajahnya untuk mencium bibir istrinya sesaat setelah Adelia membuka matanya. Bibirnya terhenti ketika Adelia langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Kala itu Adelia merasa mual – mual ketika bibir Reqy sudah hampir menciumnya.


“Kenapa kau menutup mulutmu?” Tanya Reqy sambil mengerutkan keningnya karena bingung dengan tingkah Adelia yang secara tiba – tiba menutup mulutnya.


Seketika Adelia langsung mendorong tubuh suaminya. Ia segera bangun dari tempat tidurnya lalu turun dari sana. Ia berlari menuju kamar mandi tanpa peduli dengan Reqy yang bertanya padanya tadi. Ia menahan mulutnya yang ingin sekali muntah dengan kedua tangannya.


Sementara Reqy masih duduk di kasur melihat istrinya yang berlari ke kamar mandi. Saat itu wajahnya terlihat bingung dengan istrinya yang tiba – tiba mendorongnya dan langsung berlari menuju kamar mandi, tanpa mengatakan apa – apa padanya.


Bersambung.


.


.


.


Ingat tekan LIKE guys di bawah, tekan sampai berwarna merah ya. Tulis KOMENTAR positif kalian di bawah kolom komentar sebagai penyemangatku. Kalau punya kelebihan poin dan koin silahkan VOTE ya. Dewi tunggu VOTE kalian.

__ADS_1


Terima kasih.


__ADS_2