Married With Mr. Arrogant

Married With Mr. Arrogant
Aku harus mengikutinya kemana - mana


__ADS_3

🌹SELAMAT MEMBACA🌹


Mobil yang di kendarai Emir sudah sampai di Mansion Abraham. Terlihat seorang gadis cantik dan sexi tengah berdiri di depan pintu pagar Mansion Abraham dengan koper yang ia pegang di sampingnya.


Pintu pagar Mansion Abraham terbuka otomatis ketika Emir membunyikan klakson mobilnya.


“Nona Nerissa.” Panggil Emir saat sadar dengan kehadiran gadis itu. Wajahnya sedikit terkejut melihat Nerissa.


“Jalan kan saja mobilnya, jangan pedulikan orang yang tidak penting.” Tegas Reqy dengan ekspresi dinginnya tanpa melihat Nerissa.


“Baik Tuan Muda.” Emir kembali melajukan mobilnya masuk ke dalam lingkungan Mansion Abraham.


Adelia sedikit penasaran dengan gadis yang di bicarakan Emir dan suaminya. Ia memiringkan kepalanya ke kanan, karena tubuh Reqy yang terlihat menghalangi pandangannya. Ia ingin melihat jelas gadis sexi itu.


“Siapa wanita yang berdiri itu, kenapa orang ini tidak peduli dengannya?” Dalam hati Adelia.


Tiba – tiba Reqy meliriknya. “Apa yang kau lihat?” Tanya Reqy dengan datarnya.


Adelia seketika menegakkan tubuhnya ke depan.


“Tidak ada.” Balasnya dengan santai.


“Jangan lupa, sekarang kau seorang kriminal.” Ucap Reqy dengan ekspresi datarnya.


“Apa?” Dalam hati Adelia yang terlihat kaget. “Aku kriminal, memangnya aku melakukan pembunuhan, perampokan, penganiayaan. Apa sampai segitunya aku mempermalukannya sampai dia mengataiku kriminal?” Dalam hati Adelia yang terlihat sangat kesal dengan ucapan suaminya. Ia sampai memalingkan pandangannya ke samping kiri, tidak ingin melihat suaminya.


Reqy melihat istrinya yang memalingkan wajahnya ke samping. Ia kembali bicara pada Adelia.


“Kenapa kau memalingkan wajahmu. Kau kesal padaku?”


“Tidak.” Balas Adelia tanpa melihat suaminya.


“Lalu, kenapa kau tidak melihatku?” Tanya Reqy sambil mengerutkan keningnya.


Adelia kembali melihat ke depan. “Aku benar – benar tidak kesal. Aku hanya merasa tidak adil kalau Kak Reqy mengataiku seorang kriminal padahal aku tidak melakukan apapun. Ini hanya salah paham.” Jelas Adelia tanpa berani menatap suaminya.


“Huh....kau bilang tidak kesal dan tidak adil, tapi wajahmu itu mengatakan kalau kau sedang kesal padaku. Kau itu sudah melakukan kesalahan pada suamimu. Lihat saja, aku akan memberikanmu hukuman yang setimpal. Beraninya membohongiku dan bersama pria lain di luar sana.” Dalam hati Reqy.


Sementara Emir yang melihat mereka dari kaca tengah mobilnya hanya menggeleng – gelengkan kepalanya.


“Nyonya.....Anda itu seorang kriminal karena sudah mencuri hati Tuan Muda tapi Anda tidak sadar sama sekali. Aku harus apa, masa aku sendiri yang harus bilang pada nyonya kalau Tuan Muda menyukai Anda.” Dalam hati Emir yang terlihat tersenyum seakan mengejek kedua majikannya itu.


Emir memang tahu jika Reqy sudah jatuh cinta dengan istrinya sendiri saat Lumi menjelaskan ketika seisi rumah heboh dengan penyakit jantung Reqy akibat perbuatan Pak Osmar yang membesar – besarkannya.


Mobil Emir sudah terparkir sempurna di depan rumah Abraham. Jarak dari pintu pagar rumah dan depan rumah Abraham memang luas, pekerangannya sangat luas sampai butuh beberapa menit agar mobil sampai di depan rumah Abraham.


Emir kemudian keluar dari mobil untuk membuka pintu mobil untuk Reqy dan Adelia.


Reqy keluar dari mobil di susul Adelia. Dari kejauhan, Nerissa berjalan cepat ke arah mereka. Ia ikut masuk ketika mobil mereka masuk tadi.


“Kakak...” Panggilnya.


Mereka semua menengok ke arah Nerissa dengan tatapan yang berbeda. Reqy menatap Nerissa dengan dingin sedangkan Adelia menatap Nerissa dengan penuh penasaran.


“Kakak...aku sudah menunggumu lama, pengawal di luar tidak mengijinkanku masuk ke dalam.” Nerissa memasang wajah manjanya di depan Reqy. Ia mengeluh tentang pengawal yang berjaga di luar sana.


Reqy kembali melangkahkan kakinya ke dalam sambil menarik tangan istrinya tanpa peduli dengan Nerissa yang bicara padanya.


“Kakak.” Panggil Nerissa dengan keras.


Ia kemudian berjalan mendekati Emir yang ikut masuk ke dalam.

__ADS_1


“Kak Emir....tunggu sebentar.” Panggilnya.


Emir menghentikan langkahnya dan menengok ke arah Nerissa.


“Ada apa nona?” Tanya Emir dengan wajah datarnya.


“Siapa wanita yang bersama dengan kakakku?” Tanya Nerissa penasaran.


“Dia istri Tuan Muda, Nyonya rumah ini, nona.” Jelasnya dengan datar.


“Jadi kakak benar – benar sudah menikah dengan perempuan asing itu. Terus bagaimana dengan kak Jenny.” Dengan wajah tidak sukanya mendengar Reqy sudah menikah dengan wanita yang tidak ia kenal.


“Hati – hati dengan ucapan Anda nona, ini masalah pribadi Tuan Muda. Tuan Muda berhak memilih pasangannya sendiri dan Anda sudah bukan bagian Keluarga Abraham lagi.” Ucap Emir dengan ekspresi datarnya.


“Kak Emir.....kau juga sudah berubah ya, sudah tidak menganggapku lagi. Aku ini masih punya hubungan darah dengan Keluarga Abraham. Biarpun kakak sudah mengusirku, aku masih bagian keluarga Abraham.”


“Saya hanya menuruti apa yang Tuan Muda katakan. Dan sekarang saya adalah asisten nyonya. Jadi Anda harus menjaga cara bicara Anda pada nyonya. Saya tidak segan – segan melakukan hal yang membuat Anda menyesal.” Emir mencoba memperingati Nerissa yang terlihat tidak suka dengan Adelia.


Nerissa hanya menatap Emir dengan wajah tidak percayanya mendengar Emir mengatakan hal seperti itu padanya. Seseorang yang ia anggap sebagai teman masa kecilnya tidak berpihak padanya malah berpihak pada orang asing.


Emir tidak ingin mempedulikan Nerissa, ia kemudian berjalan kembali masuk ke dalam rumah.


“Emir...aku belum selesai bicara.” Teriaknya.


Emir tidak peduli, ia hanya berjalan terus masuk ke dalam, menyusul Reqy dan Adelia.


Sementara Reqy dan Adelia sudah berada di dalam kamarnya. Reqy sedang menatap tajam istrinya yang tengah duduk di menunduk di tepi kasur. Ia melingkarkan kedua tangannya di atas dadanya dengan sorot mata dinginnya.


“Cepat katakan padaku, kenapa kau membohongiku?” Tanya Reqy dengan tegas.


Adelia mengangkat kepalanya melihat suaminya.


“Bohong apa, aku benar – benar tidak punya hubungan dengan siapapun?” Adelia berusaha membela dirinya. Ia masih bingung, apa lagi yang harus ia katakan pada suaminya agar suaminya berhenti salah paham padanya.


“Bukan seperti itu kak.”


“Terus apa, apa kau memang berencana mencari laki – laki lalu kabur bersamanya, begitu.” Teriaknya dengan marah.


“Kak Reqy salah paham. Aku bukan sengaja tidak mengatakannya padamu. Aku pikir masalah teman – temanku tidak terlalu penting. Lagi pula Kak Reqy hanya menginginkan anak dariku, jadi aku pikir tidak masalah kalau aku tidak mengatakannya.”


Reqy sangat marah mendengar ucapan istrinya yang masih berpikiran untuk meninggalkannya.


“Emir....Emir....” Teriaknya dengan keras.


Adelia seketika terkejut. Ia langsung menunduk takut melihat suaminya yang tengah berteriak memanggil Emir.


Seketika Emir membuka


pintu kamar Tuan Mudanya. Ia berjalan dengan wajah menunduk.


“Saya sudah datang Tuan Muda.” Ucap Emir sambil menundukkan kepalanya dengan tubuh tegaknya.


Reqy berjalan dua langkah ke depan Emir dan langsung melayangkan tinjunya di wajah bawahannya itu. Emir berusaha menahan keseimbangan tubuhnya agar tak jatuh akibat pukulan Reqy. Ia kembali berdiri tegak tanpa sekalipun memegang wajahnya yang habis di pukul atau pun meringis kesakitan.


Sementara Adelia langsung mengangkat kepalanya melihat Emir di pukuli. Lagi – lagi wajahnya syok melihat suaminya memukuli wajah Emir.


“Apa kau sudah tahu apa kesalahanmu?” Tanya Reqy dengan sorot mata dinginnya melihat Emir.


“Saya tahu Tuan Muda.”


Reqy kembali melayangkan tinjunya di wajah Emir.

__ADS_1


“Apa kau tahu berapa kesalahanmu hari ini?” Tanya Reqy dengan tegas.


“Saya tahu Tuan Muda. Pertama, saya tidak mengatakan tentang reuni Nyonya Muda pada Anda yang tidak termasuk dalam jadwalnya. Kedua, saya lalai melindungi Nyonya Muda sampai nyonya di permalukan seperti itu.” Jelasnya dengan tubuh tegaknya.


Adelia berdiri dari tempat duduknya untuk membela Emir, menurutnya ia yang salah karena tidak mengatakan masalah reuni pada suaminya.


“Kak Reqy, itu bukan salah Emir. Itu salahku karena tidak mengatakan masalah reuni padamu.” Ucap Adelia sambil memegang lengan suaminya.


Reqy menatap dingin istrinya.


“Adel...apa kau tahu dia siapa?”


Adelia tampak diam tak menjawab pertanyaan suaminya. Ia tidak tahu maksud Reqy bertanya begitu padanya.


“Adel...aku bertanya, dia siapa?” Teriaknya dengan keras sambil menunjuk Emir yang masih berdiri di depannya.


“Dia asistenku.” Jawab Adelia dengan wajah takutnya.


“Benar....dia adalah asistenmu, jadi dia yang akan menerima semua konsekuensinya jika kau bermasalah di luar sana.” Jelas Reqy dengan nada tegasnya.


“Apa?” Adelia tampak syok mendengarnya, bagaimana bisa Emir menerima kesalahannya itu?


Reqy kembali bicara pada istrinya.


“Jadi kau harus ingat. Semua kesalahanmu, dia yang akan menanggung semuanya. Apa kau mengerti?”


“I-iya.” Jawab Adelia dengan gagap.


Reqy kembali melihat Emir. “Keluar lah.”


“Baik. Permisi Tuan Muda, Nyonya Muda.” Sambil membungkuk hormat.


Emir pun keluar dari kamar pribadi majikannya itu. Ia menutup kembali pintu kamar Reqy.


Setelah Emir keluar, Reqy kembali bicara pada istrinya.


“Dan kau, kau sudah berani membohongiku. Sebagai hukumannya, kau harus mengikutiku kemana pun aku pergi. Kau mengerti.”


“Hah....aku harus mengikutinya kemana – mana. Apa dia tidak waras?” Dalam hati Adelia. Ia hanya bisa mengatakan dalam hatinya tanpa berani mengatakannya langsung pada Reqy.


Reqy kembali bicara pada Adelia saat ia melihat Adelia terdiam di sana.


“Apa kau dengar yang aku katakan tadi?”


“Iya...aku mendengarnya, aku mengerti. Aku akan melakukan sesuai permintaan Kak Reqy.”


“Bagus, sekarang bersihkan dirimu sana.”


“Baik.”


Adelia kemudian berjalan menuju kamar mandinya untuk membersihkan badannya yang masih ada bau jus di tubuhnya.


Saat Adelia masuk ke dalam kamar mandi, Reqy terlihat tersenyum. Ia sangat senang bisa melihat Adelia begitu menurut padanya bahkan tidak membantah dirinya ketika ia menyuruh istrinya mengikutinya kemana – mana.


Bersambung.


.


.


.

__ADS_1


Ingat bayar aku dengan tekan LIKE di bawah. Tulis KOMENTAR kalian juga sebagai penyemangatku. Kalau ada koin dan poinnya, silahkan VOTE ya, seikhlasnya saja tidak apa - apa soalnya VOTE kalian juga membuatku semangat menulis dan berimajinasi.


Terima kasih.


__ADS_2