Married With Mr. Arrogant

Married With Mr. Arrogant
Ancaman


__ADS_3

🌹SELAMAT MEMBACA🌹


Pemilik Gedung tadi langsung masuk ketika sudah berada di ruangan dimana Pak Ferdi berada.


“Permisi Pak Ferdi. Saya mengganggu sebentar.” Ucapnya pada Pak Ferdi yang tengah duduk di sofa.


“Ada apa pak?” Dengan wajahnya yang terlihat bingung.


“Silahkan ke ruangan sebelah. Tuan Reqy ingin bertemu dengan Anda.”


Pak Ferdi dan Bu Susan sangat syok mendengar nama Tuan Reqy begitu pun dengan Darel dan kedua orang tua Rian.


Pak Ferdi dan istrinya saling melihat dengan wajah mereka yang terlihat ketakutan.


Pak Ferdi lalu melihat ke arah pemilik gedung yang berdiri di depannya.


“Baik....saya akan kesana.” Ucap Pak Ferdi.


“Ayah....biar ibu temani ya.” Sahut Bu Susan.


“Tidak usah bu. Ibu temani Adelia dulu. Dia belum siuman sejak tadi.” Sambil memegang tangan istrinya.


“Tapi Yah.......


Dengan sigap, Pak Ferdi memotong ucapan istrinya.


“Tidak apa – apa bu. Ayah akan bicara baik – baik pada Tuan Reqy.”


Pak Ferdi kemudian berdiri dari tempat duduknya dan keluar dari ruangannya bersama dengan pemilik gedung tadi.


Sedangkan Bu Susan terus gelisah memikirkan suaminya yang pergi sendiri. Darel dan kedua orang tua Rian merasa penasaran dengan Bu Susan yang terlihat gelisah itu apalagi Pak Ferdi di panggil Tuan Reqy untuk bertemu.


“Bu...sebenarnya ada apa. Kenapa ayah di panggil Tuan Reqy?” Tanya Darel yang penasaran.


“Iya Bu Susan. Sebenarnya ada apa ini. Kenapa Pak Ferdi bisa kenal dengan seorang pengusaha sukses seperti Tuan Reqy. Apalagi sampai datang ke acara pernikahan yang sederhana ini?” Sahut Pak Amar yang memang tahu tentang Tuan Reqy meskipun tak pernah bertemu dengan orangnya.


“Sebenarnya Adelia sudah di lamar oleh Tuan Reqy. Dia ingin sekali menikahi Adelia bahkan tidak mau menerima penolakan dari kami. Tuan Reqy sangat bersikeras untuk menikah dengan Adelia. Kami berusaha mencari gedung yang tidak terlalu menonjol karena tidak ingin kalau Tuan Reqy tahu tentang pernikahan Adelia. Tapi sekarang, dia malah menemukan kami di sini.”


“Jadi ibu mencari gedung yang seperti ini karena Tuan Reqy.” Ucap Darel yang terlihat kaget dengan apa yang ia dengar dari ibunya.


“Iya nak.”


“Bu....Tuan Reqy itu orang berkuasa di kota ini. Dia bisa menemukan di manapun kita berada. Kenapa ibu tidak memikirkan hal itu. Sekarang ibu dan ayah malah menyinggungnya. Pasti dia akan melakukan sesuatu pada keluarga kita?” Ucap Darel.


“Ibu dan ayah hanya ingin Adelia bahagia nak.”


“Lalu...kenapa ibu dan


ayah tidak katakan saja langsung kalau Adelia punya pacar?”

__ADS_1


“Kalau ibu dan ayahmu mengatakan kalau Adelia ingin menikahi pacarnya. Apa kamu pikir Rian dan Adelia punya kesempatan. Makanya ibu sekarang tidak beritahu dulu pada Tuan Reqy. Rencananya ibu dan ayahmu beritahu Tuan Reqy kalau Adelia sudah menikah dengan Rian. Tapi sekarang Rian saja tidak muncul di pernikahannya.” Jelas Bu Susan.


“Maafkan saya Bu Susan. Ini kesalahan saya. Saya dan suami saya benar – benar sangat bersalah. Kalau saja saya tadi ikut di mobil Rian, mungkin Rian tidak akan kabur.” Sahut Bu Rani dengan wajah sedihnya.


“Bu Susan. Kami sebaiknya mencari keberadaan Rian terlebih dahulu. Saya dan istri saya akan mencari Rian di bandara. Siapa tahu dia masih di sana bersama dengan temannya itu?” Sahut Pak Amar.


“Iya Pak Amar.”


Kedua orang tua Rian pun pergi keluar mencari keberadaan Rian dan Jhon sedangkan Pak Ferdi sekarang sudah berada di Ruangan dimana Reqy berada.


Reqy hanya menatap dingin Pak Ferdi dengan posisi kaki ia silangkan ke depan dan kedua tangannya saling menggenngam. Kedua tangannya itu ia letakkan di  pahanya sambil bersandar di sofa.


Dengan gaya sombongnya itu, ia terus menatap orang yang sudah berani menghianatinya. Reqy kemudian melihat ke arah Pak Osmar.


Dengan sigap, Pak Osmar berbicara pada Pak Ferdi.


“Pak Ferdi tolong jelaskan pada Tuan Muda. Tuan Muda memberikan kesempatan untuk Anda menjelaskan masalah apa yang terjadi sekarang?”


Pak Ferdi langsung membungkuk hormat di depan Reqy.“Tolong maafkan saya, tuan. Saya sudah mengatakan pada Adelia tentang lamaran Anda tapi dia ingin menikahi orang yang dia cintai. Saya hanya ingin keponakan saya bahagia tapi saya tidak menyangka kalau mempelai pria telah kabur sebelum acara pernikahan di mulai. Ini adalah kesalahan saya. Saya sangat bersalah pada Anda.”


“Aku paling benci kalau ada orang yang menghianatiku. Kau sudah sangat menghinaku di sini. Berani sekali kau menikahkan anakmu ketika aku ingin menikahinya. Apa kau menganggap remeh diriku?” Dengan wajahnya yang sangat marah.


“Tidak tuan. Sama sekali tidak. Saya hanya ingin melihat anak saya bahagia.”


“Apa anakmu sudah bahagia sekarang?” Tanya Reqy dengan dinginnya.


Pak Ferdi terlihat diam mendengar ucapan Reqy. Ia tidak bisa mengatakan apa – apa karena pernikahan keponakannya sudah gagal bahkan membuatnya sangat malu.


Reqy kembali bicara pada Pak Ferdi.


Pak Ferdi langsung berlutut di depan Reqy.


“Tolong tuan. Jangan buat anak – anak saya menderita. Ini adalah kesalahan saya karena menghina Anda. Saya bersedia melakukan apa saja agar Tuan Muda melepaskan anak – anak saya.” Dengan wajahnya yang tak berdaya.


“Aku tidak menginginkan apapun darimu. Aku hanya menginginkan Adelia bersedia menikah denganku.” Tegasnya.


Pak Ferdi terdiam sejenak. Ia berpikir di sana.


“Adelia....maafkan paman nak. Mungkin jodohmu memang Tuan Reqy. Paman harus menikahkanmu dengan Tuan Reqy apalagi paman sangat malu kalau harus mendengar omongan orang tentangmu.” Dalam hati Pak Ferdi.


Reqy kembali bicara pada Pak Ferdi.


“Jadi kau lebih memilih kalau aku menghancurkan keluargamu.” Tegasnya dengan sombong.


“Tidak Tuan Muda. Saya setuju. Saya akan menikahkan Adelia dengan Anda.”


“Aku beri kau waktu sepuluh menit untuk persiapkan semua. Hari ini juga aku akan menikah dengan anak perempuanmu itu.”


“Baik. Akan saya lakukan.”

__ADS_1


“Pergilah.” Perintahnya dengan wajahnya yang sangat sombong.


“Baik.”


Pak Ferdi pun keluar dari ruangan itu dan kembali ke ruangannya tadi.


Ia masuk ke dalam ruangannya dan sudah melihat Adelia duduk di sofa. Ia sudah sadarkan diri dari pingsannya ketika Pak Ferdi masih di ruangan Reqy.


“Paman....apa paman pergi mencari Kak Rian. Apa Kak Rian sudah datang?” Tanya Adelia yang masih terlihat lemah.


Pak Ferdi berjongkok di depan Adelia yang sedang duduk di sofa. Ia memegang kedua tangan keponakannya dengan wajahnya yang terlihat sedih.


“Kak Rian tidak datang ya.” Ucap Adelia kembali dengan wajahnya yang menangis.


“Adelia....maafkan paman nak. Sekarang situasinya menjadi sangat rumit.”


“Apa maksud paman?” Sambil mengerutkan keningnya.


“Adelia....orang yang pernah melamarmu sekarang datang ke sini untuk menikah denganmu. Kamu mau kan menikah dengannya. Dia bersedia menggantikan Rian untuk menikah denganmu.” Ucap Pak Ferdi sambil menatap keponakannya.


“Paman...Kak Rian pasti kembali. Tolong jangan menikahkanku dengan orang lain.” Pinta Adelia dengan wajahnya yang menangis.


“Paman tidak bisa menolaknya nak. Kalau kita menyinggungnya, semua keluarga kita akan hancur. Paman dan bibimu tidak masalah tapi masa depanmu dan Darel akan hancur. Kamu tidak lihat tamu yang sudah menunggu di luar sana. Paman sangat malu kalau harus membatalkan pernikahanmu dengan alasan pengantin pria kabur. Keluarga kita akan semakin di remehkan. Kalau kamu menikah dengan Tuan Reqy, kamu pasti bisa bahagia. Paman yakin, daripada kamu harus menunggu orang yang sudah meninggalkanmu.”


Gadis lembut itu menangis. Gadis yang tidak pernah menerima perlakuan kasar oleh keluarganya. Gadis yang selalu di manjakan paman, bibi dan kakaknya. Ia hanya menangis tanpa mengatakan apa – apa pada pamannya. Apa yang akan terjadi jika gadis lembut seperti Adelia menikah dengan Reqy si Tuan Arrogant. Adelia memang selalu berpenampilan tomboi tapi sifatnya sangat lembut. Itu karena dari kecil ia tidak pernah mendengar kata - kata kasar dari keluarganya.


Darel yang melihat adiknya menangis ikut bicara pada ayahnya.


“Ayah....apa sebaiknya aku cari Rian dulu. Ayah jangan menikahkan Adelia dengan orang lain?”


“Tidak bisa Darel. Ayah sudah berjanji kalau ayah akan menikahkan Adelia dengan Tuan Reqy hari ini. Kalau Adelia tidak menikah hari ini, masa depanmu dan Adelia akan hancur. Ayah juga sangat malu sekarang dengan tamu – tamu kita yang ada di luar. Mereka pasti sudah membicarakan keluarga kita.” Jelas Pak Ferdi dengan wajahnya yang serius.


“Ayah....”


Bu Susan menyahut membuat Pak Ferdi marah. “Cukup.” Teriak Pak Ferdi sambil berdiri.


Wajahnya sudah sangat marah mendengar istri dan anaknya yang membantahnya. Adelia sampai kaget melihat teriakan pamannya yang baru pertama kali ia lihat itu begitu pun dengan Darel.


“Aku tidak ingin mendengarnya lagi. Aku sudah sangat malu sekarang. Dari awal aku seharusnya tidak menyetujui pernikahanmu dengan pria yang tidak bertanggung jawab itu. Kalian pikir kalau pria itu datang ke sini, aku akan setuju dengan pernikahan Adelia. Tidak akan pernah. Aku sudah sangat bersabar menahannya sejak tadi. Aku tidak akan mempertaruhkan keluarga kita hanya karena pria seperti Rian. Aku sudah salah menilainya. Pokoknya, Adelia harus menikah dengan Tuan Reqy hari ini. Aku tidak ingin menanggung malu di depan banyak orang dengan laki – laki tidak berguna itu.” Ucapnya dengan marah.


Bu Susan hanya bisa diam melihat suaminya yang sangat marah. Sedangkan Adelia hanya bisa menangis di sana tanpa mengatakan apa – apa.


Pak Ferdi kembali bicara.


“Perbaiki dandanan anakmu. Dalam dua menit dia harus keluar untuk menikah dengan Tuan Reqy. Jangan ada yang membantah lagi.” Ucapnya pada istrinya dengan wajahnya yang masih marah.


Setelah mengatakan itu pada istrinya. Ia pun keluar dari sana untuk bertemu kembali dengan Reqy.


Bersambung.

__ADS_1


Jangan Lupa Like And Vote ya.


__ADS_2