
🌹SELAMAT MEMBACA🌹
Keesokan harinya.
Adelia pergi ke pertemuan reuni teman SMA-nya. Tadi malam, ia meminta izin pada suaminya untuk keluar bertemu dengan Hana. Tentu saja Reqy mengijinkannya asalkan Emir tetap menemaninya pergi. Dan hari ini Adelia sudah berada di dalam mobil bersama Emir menuju Restoran tempat reuni teman SMA-nya. Ia berpenampilan anggun dengan rambut terurai panjang. Baju lengan panjang berwarna putih dan rok pink ketat selutut menambah keanggunannya.
Di dalam mobil.
“Nyonya, apa benar Anda tidak di temani masuk ke dalam?” Tanya Emir melihat Adelia di kaca tengah mobilnya.
“Iya...Emir. Tidak perlu. Kalau kamu masuk, nanti mereka mikirnya kamu adalah pasanganku. Teman – temanku suka sekali berpikir yang aneh – aneh.” Balas Adelia sambil tersenyum.
“Baik nyonya. Saya akan menunggu Anda di ruangan sebelah saja.”
“Terima kasih.”
Emir kembali fokus melihat ke depan.
Tak lama kemudian, mobil Emir sampai di sebuah Restoran mewah yang ada di kota itu. Emir memarkirkan mobilnya di parkiran Restoran, lalu turun membuka pintu mobil untuk Adelia.
“Silahkan nyonya, kita sudah sampai.” Emir mempersilahkan Adelia keluar dari mobil sambil memegang pintu mobilnya.
“Terima kasih.” Adelia berdiri melihat Emir sambil tersenyum.
Ia kemudian masuk ke dalam Restoran diikuti Emir di belakangnya.
Ketika sampai di sebuah ruangan VIP yang ada di dalam Restoran.
Ia menyuruh Emir menunggunya di luar, Emir pun menunggunya di meja restoran yang letaknya tidak jauh dari ruangan VIP yang di masuki nyonya mudanya itu.
Setelah melihat Emir pergi dan duduk di meja restoran, Adelia menarik nafasnya dengan perlahan.
Di dalam sana, sudah banyak teman – teman SMA-nya tengah duduk sambil mengobrol. Suara keras mereka sudah terdengar jelas di telinga Adelia yang masih berdiri di depan pintu ruangannya.
Adelia kemudian mendorong pintu ruangannya lalu masuk ke dalam. Semua teman – teman SMA-nya menengok ke arah Adelia. Mereka terlihat senang melihat kedatangan Adelia.
“Adelia...” Secara bersamaan dari beberapa teman – teman SMA-nya.
Hana langsung berdiri dari tempat duduknya dan datang menghampiri Adelia yang berdiri di dekat pintu.
“Apa kamu sudah datang sejak tadi?” Tanya Hana.
“Tidak, aku baru datang kok.”
“Ayo....kita duduk sama anak – anak.” Ajak Hana sambil menarik tangan temannya itu.
Adelia berjalan ke arah mereka bersama dengan Hana. Di sana terlihat dua orang yang menatap Adelia dengan tatapan berbeda. Salah satunya bernama Nita, ia menatap Adelia dengan penuh permusuhan sedangkan satunya bernama Jaden, ia menatap Adelia dengan tatapan tersenyum melihat penampilan Adelia yang menurutnya sangat cantik.
__ADS_1
Adelia duduk di kursi dekat tempat duduk Hana. Beberapa teman – temannya menanyakan tentang kabar Adelia selama ini. Adelia hanya menjawab mereka dengan kabar baik sambil memberikan senyumannya pada teman – temannya itu.
Jaden terus menatap Adelia tanpa mengalihkan pandangannya sedikit pun.
“Aku tidak menyangka kalau dia benar – benar akan datang.” Dalam hati Jaden yang terus menatap Adelia.
Nita yang melihat Jaden terus menatap Adelia sudah sangat kesal di buatnya.
Nita langsung berdiri. “Jaden...aku perlu bicara denganmu.” Ajak Nita menarik tangan Jaden.
“Ada apa?” Tanya Jaden dengan wajah tak sukanya.
“Ayo keluar.”
Jaden dan Nita pun berdiri dari tempat duduknya. Salah satu temannya menanyakan, kemana mereka akan pergi.
“Kalian mau kemana?”
“Maaf....kami berdua keluar sebentar kok. Tidak akan lama.” Balas Nita sambil tersenyum pada temannya itu.
“Baiklah.”
Mereka berdua keluar dari ruangannya meninggalkan semua teman – temannya itu.
Di luar, Nita langsung berdiri melingkarkan kedua tangannya di dadanya, menatap Jaden dengan marah.
“Kenapa kamu menatapku begitu?” Tanya Jaden.
“Apa sih..memang kenapa kalau aku menatapnya. Kita ini tidak saling cinta. Aku tunangan denganmu karena ayahku yang meminta?”
“Ingat Jaden, dia beberapa kali menolakmu waktu SMA karena kamu hanya lelaki miskin. Sekarang kamu mau menunjukkan padanya kalau kamu sudah punya banyak uang dan sudah menjadi manajer di perusahaan besar. Begitu. Jangan lupa, aku bekerja sebagai asisten pribadi sekertaris pemilik perusahaan Abraham. Aku sangat dekat dengannya. Aku bisa saja memintanya untuk memecatmu.” Ancamnya dengan wajah sombongnya.
“Kamu itu sangat sombong ya, hanya seorang sekertaris pribadi bos saja kamu sudah membanggakannya, memangnya dia bisa apa. Kalau kamu dekat dengan bosnya baru aku takut. Huh...dasar wanita murahan.”
Jaden berjalan meninggalkan Nita yang masih belum puas bicara dengannya.
“Jaden...aku belum selesai bicara.”
Jaden berhenti dan menengok melihat Nita.
“Apa lagi yang ingin kamu katakan padaku?” Tanya Jaden.
“Kamu lihat penampilannya sekarang. Wanita sederhana seperti dia tiba – tiba berpenampilan seperti wanita kaya, menurutmu itu karena apa?”
“Apa maksudmu?” Tanya Jaden sambil mengerutkan keningnya.
“Aku bisa melihat dari pakaiannya, dia itu berpakain mahal. Dia pasti menjadi simpanan om – om. Kamu harus sadar diri, dia bukan wanita baik – baik.” Jelasnya yang berusaha menyakinkan tunangannya itu.
__ADS_1
Jaden tidak peduli, ia hanya berjalan masuk kembali ke dalam ruangan tempatnya reuni.
Ketika berada di dalam, ia langsung mendatangi Adelia yang tengah duduk bersama dengan teman – temannya.
“Hai Del....apa kamu masih ingat padaku?” Tanya Jaden sambil mengulurkan tangannya di depan Adelia.
Adelia menatap Jaden dengan tatapan biasa. Ia kemudian berdiri sambil membalas uluran tangan Jaden.
“Tentu saja aku masih ingat.”
“Apa aku boleh duduk di sini juga?” Tanya Jaden sambil tersenyum.
“Silahkan.”
Jaden duduk di samping kiri Adelia sedangkan Hana di samping kanan Adelia. Hana mendekatkan kepalanya di dekat telinga Adelia.
“Adel, sepertinya dia masih menyukaimu. Tadi waktu dia tahu kalau kamu akan datang. Dia menyombongkan dirinya kalau dia berkerja di perusahaan Abraham. Bahkan dia yang membayar semua ini.” Bisiknya.
“Sudahlah.....jangan berkata seperti itu, nanti dia mendengarnya.” Adelia ikut berbisik di telinga temannya itu.
Sementara Reqy yang tengah berada di kantornya, mencoba menghubungi istrinya. Ia merindukan istrinya, ia ingin sekali mendengar suaranya.
Sedangkan Adelia yang sibuk berbincang dengan teman – temannya tidak merasakan suara getaran HP-nya.
Reqy mulai khawatir, ia pun menghubungi Emir untuk mengetahui kenapa istrinya tidak mengangkat telfonnya.
Tentu saja Emir mengatakan kalau ia sudah berada di reuni SMA Adelia. Reqy kaget mendengar kata reuni dari Emir, karena setahunya kalau Adelia itu hanya bertemu dengan Hana teman SMA-nya.
Reqy langsung menutup telfonnya dan meninggalkan perusahaannya untuk mendatangi istrinya di Restoran yang di sebutkan Emir. Wajahnya terlihat marah, seakan dirinya di bohongi oleh Adelia.
Di Restoran tempat Reuni SMA Adelia.
Nita masuk ke dalam ruangannya kembali dengan perasaan kesal, ia semakin kesal melihat Jaden yang duduk dekat dengan Adelia. Ya, Nita adalah teman satu kelas Adelia sewaktu SMA. Tak tahu kenapa, ia sangat membenci Adelia. Ia merasa jika Adelia selalu menyainginya sewaktu SMA bahkan cowok yang ia sukai malah menyukai Adelia. Menurutnya, Adelia sengaja mengambil hati semua orang untuk menyainginya.
Adelia tidak pernah mempedulikan itu. Meskipun Nita sering menatapnya sinis, tapi ia berusaha agar wanita itu mau berteman dengannya tanpa ia sadari jika Nita sangat membenci sikapnya yang selalu tersenyum.
 
Bersambung.
.
.
.
.
__ADS_1
Ingat tekan LIKE di bawah ya, harus. Tulis KOMENTAR kalian juga sebagai penyemangat Author. Terserah mau berkomentar apa, yang penting positif. Kalau punya kelebihan koin dan poin silahkan VOTE ya untuk mendukung karya Author.
Terima Kasih.