Married With Mr. Arrogant

Married With Mr. Arrogant
Kau tidak diizinkan keluar rumah


__ADS_3

Rian berdiri menatap tajam Reqy yang terus memandangnya dengan penuh amarah.


Reqy kembali maju mendekati Rian, memegang kerah baju kemeja Rian, menatapnya dengan seksama. Ia merasa kalau ia pernah melihat Rian di suatu tempat. Tiba – tiba Rian mendekatkan kepalanya di telinga Reqy.


“Apa kau sudah mengingatku dengan baik. Orang yang pernah kau culik dua tahun lalu?” Bisik Rian di telinga Reqy.


Tentu saja Reqy sangat syok mendengar perkataan Rian. Ia baru tersadar kalau lelaki yang ada di depannya adalah mantan tunangan istrinya. Pantas saja ia merasa tidak asing dengan wajah lelaki yang ada di depannya.


Reqy semakin mencengkram kerah baju Rian, menatapnya dengan tatapan dingin.


“Kau masih hidup,” Tanya Reqy.


Rian tersenyum sinis. “Kenapa, kau terkejut kalau aku masih hidup. Kau tidak menyangka bukan. Tuhan masih berpihak padaku, membuatku masih berdiri tegak disini. Tuhan menginginkan aku untuk menuntut keadilan pada orang yang sudah membuatku seperti ini?”


“Sejak kapan kau muncul dan menemui istriku?” Tanya Reqy yang terlihat tidak suka melihat kedatangan mantan tunangan Adelia.


“Kau menanyakan sejak kapan aku menemui Adelia. Apa kau tidak takut kalau semua orang tahu dengan perbuatanmu yang berencana membunuhku?” Tanya Rian menatap serius lelaki arogan di depannya itu.


“Jangan mengancamku. Aku bisa membuatmu tidak bisa berjalan kalau kau mau.” Ancam Reqy.


Rian kembali tersenyum sinis mendengar ancaman Reqy. “Apa kau mau membunuhku lagi seperti yang kau lakukan dua tahun yang lalu. Apa kau mau menjatuhkanku lagi ke jurang?” Tanya Rian menatap sinis Reqy. Pandangan matanya sangat marah melihat Reqy tak hentinya untuk mengancam dirinya.


“Apa sebenarnya yang kau inginkan?” Tanya Reqy yang masih mencengkram kerah baju Rian.


“Ceraikan Adelia. Biarkan dia bebas dari laki – laki penjahat sepertimu.” Jawab Rian.


Reqy kembali melayangkan tinjunya pada Rian setelah mendengar ucapan Rian. Reqy tidak terima mendengar permintaan Rian agar ia menceraikan istrinya. Saat itu, Rian hanya tersenyum sambil menghapus darah di sudut bibirnya.


Reqy kembali menarik kerah baju Rian, mendekatkan kepalanya di telinga Rian.


“Dengar, aku tidak takut kalau semua orang tahu apa yang sudah kulakukan padamu. Tapi sampai mati pun, aku tidak akan pernah menceraikan istriku.” Jelas Reqy menegaskan ucapannya pada Rian.

__ADS_1


Seketika wajah tersenyum Rian berubah dengan tatapan penuh amarah.


“Kalau begitu, kau siap – siap saja menerima konsekuensi hasil dari perbuatanmu. Dan satu lagi, meskipun kau tidak mau menceraikan Adelia, apa kau pikir dia masih bisa tinggal dengan orang kejam sepertimu, setelah dia tahu semua yang kau lakukan padaku. Pembunuhan berencana yang kau lakukan dua tahun lalu, Adelia tidak akan sanggup menerimanya.” Rian semakin mendekatkan kepalanya, berbisik di telinga Reqy. “Adel adalah wanita yang tidak akan pernah bisa menerima perbuatan kejam yang kau lakukan, meskipun kau adalah suaminya. Kau sudah berusaha mengambil hatinya, tapi saat dia tahu semuanya, dia akan semakin membencimu. Apa kau tahu kenapa,


karena dia tidak suka dengan kebohongan, apalagi kau berencana untuk membunuhku?”


Reqy melepaskan cengkraman tangannya dari kerah baju Rian, menatap Rian dengan dingin. Ia terlihat khawatir kalau istrinya akan tahu semuanya.


“Apa yang sudah kau katakan pada istriku?” Tanya Reqy menatap dingin Rian.


“Kalau aku mengatakan sesuatu padanya tadi, apa kau pikir dia masih bersedia ikut denganmu.” Jawab Rian sambil memperbaiki kerah kemejanya.


Reqy kembali maju, kali ini ia mencengkram leher Rian di sana. “Jangan macam – macam. Kalau kau menemui istriku lagi. Aku jamin, aku akan menghancurkanmu lagi.” Ancamnya dengan marah.


Rian hanya diam menatap Reqy, tanpa takut mendengar ancaman Reqy. Ia tidak akan takut dengan orang yang sudah berencana membunuhnya dua tahun lalu. Harusnya yang takut adalah Reqy, karena melakukan perbuatan kejam padanya. Kali ini ia bertekad untuk membongkar semua perbuatan Reqy padanya kalau Reqy tidak mau menceraikan Adelia.


Reqy mendorong Rian sambil melepaskan cengkramannya tadi, kemudian membalikkan badannya membelakangi Rian untuk pergi dari sana.


“Jika aku melihatmu berada di dekat Adelia. Aku pasti akan mematahkan kedua kakimu sampai kau tidak bisa berjalan.” Ancamnya kembali melirik Rian yang berada di belakangnya.


Ia kemudian maju mendekati Reqy, mengatakan sesuatu pada Reqy. "Kau juga harus memikirkan permintaanku tadi Tuan Reqy. Kau tidak mau kan kalau seluruh dunia tahu kau seorang pembunuh." Ancamnya.


Reqy tampak diam mendengar perkataan Rian. Ia seperti tidak takut dengan ancaman Rian, yang ia takutkan adalah Adelia. Ia takut kalau Adelia meninggalkannya gara - gara masalah itu.


Sesaat setelah mendengar ucapan Rian, ia melangkahkan kakinya menuju mobil yang letaknya hanya beberapa langkah dari tempatnya itu. Disana sudah terlihat Adelia dengan ekspresi khawatir melihat pembicaraan mereka, namun ia tidak mendengar apa yang mereka bicarakan. Pikirnya kalau Reqy sangat cemburu pada Rian dan dirinya.


Reqy masuk ke dalam mobilnya, dan duduk tegak di samping Adelia dengan pandangan lurus ke depan tanpa melihat istrinya. Ia terlihat dingin memandang lurus ke depan. Ia berusaha mencerna semua perkataan Rian tadi. Kenapa Rian berpikir kalau ia melakukan pembunuhan berencana. Setauh dirinya kalau ia hanya menculik Rian agar Rian tidak bisa datang di hari pernikahannya, bukan untuk membunuhnya. Lalu siapa yang sudah dikubur menggantikan Rian. Ia begitu penasaran dengan semua teka – teki di pikirannya.


Sementara Adelia hanya diam disana tanpa bicara pada suaminya. Sesekali ia melirik Reqy tanpa ingin mengatakan sesuatu pada Reqy. Ia tidak ingin menambah amarah suaminya jika ia terus bicara pada Reqy.


Tak lama kemudian, Reqy bicara pada Pak Osmar yang sedang fokus menyetir mobilnya.

__ADS_1


“Paman.”


“Ya tuan.”


“Hubungi Emir. Katakan padanya untuk membawa Ikrar pulang sekarang.” Perintahnya.


“Baik tuan.”


Pak Osmar pun menghubungi Emir, menyuruhnya kembali ke Mansion Abraham.


Beberapa menit kemudian, mobil Pak Osmar telah sampai di depan Mansion Abraham. Pintu pagar langsung terbuka saat ia membunyikan klakson mobilnya. Pak Osmar melajukan mobilnya dengan cepat masuk ke dalam Mansion, tepat di depan pintu rumah besar Abraham.


Reqy turun dari mobil sesaat setelah mobilnya berhenti. Ia menarik tangan istrinya turun dari mobil, kemudian berjalan cepat masuk ke dalam rumah. Ia naik ke lantai atas menggunakan lift rumahnya sambil terus memegang tangan istrinya.


Ia kembali menarik tangan Adelia untuk keluar dari lift sesaat setelah pintu lift terbuka. Reqy tampak dingin, tanpa mau bicara dengan Adelia.


Adelia mulai khawatir melihat suaminya yang seperti itu. “By...”


Reqy tak menanggapi panggilan istrinya. Ia hanya berjalan terus menuju kamarnya sambil terus menarik tangan Adelia.


Saat sudah berada di kamar pribadinya, Reqy langsung melepaskan tangannya dari Adelia.


“Mulai hari ini kau tidak diijinkan untuk keluar rumah.” Tegasnya menatap serius istrinya.


Adelia memegang kedua lengan suaminya. “By...yang tadi itu hanya salah paham. Tolong jangan marah begini. Aku cuma bicara biasa dengan Kak Rian. Dia tiba – tiba datang tanpa aku tahu. Aku tidak punya hubungan apapun dengannya. Sekarang aku hanya menghargainya sebagai teman, sebagai kakak tidak lebih.” Jelasnya dengan tatapan sedihnya.


“Apa kau membantahku lagi gara – gara mantanmu itu. Aku sudah bilang bukan. Kalau kau tidak diijinkan keluar dari rumah?” Tegasnya kembali menatap istrinya dengan marah.


“Aku punya banyak pekerjaan yang harus aku tangani by. Kumohon jangan seperti ini.”


Reqy tidak menaggapi lagi ucapan istrinya, ia hanya berjalan keluar meninggalkan Adelia di dalam kamar, sedangkan Adelia hanya melemparkan tubuhnya di sofa. Ia duduk di sana sambil mengusap wajahnya ke atas dengan kedua tangannya. Ia menghela nafasnya dengan kasar melihat tingkah suaminya yang sangat marah dengannya melihat dirinya bertemu dengan Rian. Pikirnya kalau Reqy sangat cemburu pada Rian.

__ADS_1


Padahal Reqy tidak mengizinkan istrinya keluar rumah, karena tidak ingin kalau Rian sampai mengatakan yang bukan - bukan pada istrinya.


Bersambung.


__ADS_2