Married With Mr. Arrogant

Married With Mr. Arrogant
Hubby


__ADS_3

🌹SELAMAT MEMBACA🌹


Selesai sarapan pagi, Reqy kembali naik ke lantai 2 kamarnya. Di sana ia mandi dengan shower sambil memikirkan perubahan sikap istrinya hari ini.


Reqy menahan tubuhnya dengan kedua tangannya di dinding tembok tepat di depannya. Ia menghela nafasnya di sana dengan kepala menunduk, air shower terus mengalir di tubuhnya.


“Sebenarnya apa yang terjadi dengan istriku hari ini. Apa dia bersikap begitu karena dia takut kalau aku memaksanya lagi untuk melakukan hubungan intim. Itu tidak mungkin, kalau dia takut dia pasti menunduk di depanku dan tidak santai seperti tadi, atau dia sudah sadar kalau aku ini lelaki yang mempesona.” Dalam hati Reqy. Reqy kembali mengangkat kepalanya dan menghadap ke atas membiarkan air shower mengenai wajah tampannya.


Seketika bibirnya tersenyum dengan mata terpejam. Ia mengira kalau pesonanya lah yang membuat istrinya berubah sikap padanya. Jika menurutnya Adelia berubah sikap karena takut kalau ia akan memaksa Adelia lagi seperti tadi malam, Adelia tidak mungkin santai padanya ketika bicara.


Setelah puas mandi di sana, ia keluar dari kamar mandi dengan handuk yang sudah melingkar di pinggangnya. Ia masuk ke dalam ruang gantinya dan melihat istrinya yang sudah berpakaian rapi.


Adelia langsung menengok melihat suaminya ketika ia sadar dengan suara langkah kaki Reqy yang berjalan ke arahnya sambil mengusap rambut basahnya dengan handuk kecil yang ia pegang.


Sesekali ia mengibas – ibas rambutnya yang basah ke kiri dan ke kanan membuat Adelia tiba – tiba merasakan ketampanan Reqy saat mengibaskan rambutnya. Ia menatap tubuh kekar dan wajah suaminya secara bergantian dengan wajahnya yang canggung.


“Ada apa denganku, kenapa dia terlihat berbeda hari ini?” Dalam hati Adelia.


Ia tersadar dengan lamunannya ketika suaminya sudah berada di dekatnya. Ia sampai menggeleng – gelengkan kepalanya di depan Reqy membuat Reqy terlihat bingung sampai mengerutkan keningnya melihat tingkah Adelia.


“Kau kenapa?” Tanya Reqy sambil mengerutkan keningnya.


Adelia seketika menatap lurus ke depan Reqy dengan wajahnya yang terlihat sedikit kaget. “Apa?”


“Aku tanya kau kenapa sampai geleng – geleng begitu?” Tanya Reqy sambil mengusap kembali rambut basahnya, menatap Adelia yang sedang berdiri di depannya.


“Ti-tidak. Aku tidak apa – apa. Hanya pusing saja.” Jawab Adelia. Ia sampai gugup menjawab pertanyaan suaminya. Kedua pipinya memerah karena malu melihat suaminya yang terus menatapnya tanpa melepaskan pandangan darinya.


Reqy langsung menempelkan punggung tangannya di jidat istrinya membuat Adelia kaget dengan mata melotot. Ia memeriksa apakah Adelia demam seperti dirinya tadi malam.


“Apa kau sakit karena aku?” Tanya Reqy dengan wajahnya yang khawatir.


“Ti-tidak. Aku baik – baik saja.” Jawab Adelia. Ia menurunkan bola matanya karena malu bertatapan mata dengan suaminya.


“Kau benar tidak apa – apa, bukannya tadi kau bilang sedang pusing?” Tanya Reqy kembali memastikan keadaan istrinya.


“Benar, aku tidak apa – apa. Hanya pusing sedikit, tidak apa – apa kok.” Jawabnya sambil melihat Reqy yang masih menatapnya.


“Baiklah, kau tunggu aku di bawah. Aku segera berpakaian.” Pintanya sambil memegang atas kepala istrinya dengan wajahnya yang tersenyum tipis.


“Iya.”


Adelia pun berjalan melewati Reqy dengan wajahnya yang masih terlihat malu. Tiba – tiba Reqy menarik tangan Adelia membuat gadis berambut panjang itu menghentikan langkahnya. Ia menengok ke belakang melihat Reqy yang masih memegang tangannya.


“Ada apa kak?” Tanya Adelia. Tangannya masih di pegang Reqy di sana.


Reqy lalu menarik tangan Adelia sampai tubuh Adelia berada di dekatnya. Ia memegang kedua pinggang Adelia lalu mengangkat tubuh kecil istrinya ke lemari kaca jam tangannya yang tingginya sama dengan tinggi pinggangnya.


Ia kemudian meletakkan kedua tangannya di lemari berwarna putih itu dengan posisi kedua tangannya bertumpu di lemari jam tangannya, tepat di sisi kiri kanan tubuh istrinya yang sudah duduk di sana. Tubuhnya membungkuk di depan Adelia.


Seketika Adelia terlihat sangat kaget ketika wajah Reqy begitu dekat dengannya.

__ADS_1


“Kak Reqy mau melakukan apa?” Tanya Adelia.


“Menurutmu.” Jawab Reqy. Ia menarik dan memegang ujung rambut istrinya dan mencium bau harum rambut Adelia di sana.


“Ka-kak...kita bukannya harus keluar jalan – jalan. Lagi pula Kak Reqy masih sakit kan, tidak baik melakukan hal ini sekarang.” Ucap Adelia. Ia berpikir kalau Reqy ingin berhubungan suami istri lagi di sana. Ia sampai memalingkan wajahnya karena malu saat ia mengatakan hal seperti itu pada suaminya sendiri.


Reqy langsung tersenyum tipis ketika mendengar kalimat istrinya.


“Sekarang kau sudah mulai berpikiran kotor ya.” Ucap Reqy tanpa melepaskan pandangannya dari wajah Adelia.


Adelia kembali melihat suaminya dengan wajahnya yang terlihat kaget.


“Apa?” Ucapnya dengan nada yang sedikit kaget. “Aku tidak berpikiran begitu.”


“Wajahmu tidak bisa menutupi isi pikiranmu. Apa kau selalu memikirkan hal seperti ini dengan kepala kecilmu itu?” Tanya Reqy sambil tersenyum melihat wajah malu Adelia.


Adelia diam tanpa membalas ucapan suaminya. Ia kehabisan kata – kata sekarang, tak tahu harus bicara apa pada Reqy. Ia diam sambil memalingkan wajahnya kembali ke samping.


Reqy kemudian memegang dagu istrinya lalu menariknya agar wajah Adelia bisa kembali berhadapan dengannya.


“Hei, lihat aku.” Reqy menatap mata Adelia. Ia kemudian menurunkan bola matanya melihat bibir merah Adelia dengan tangannya yang masih memegang dagu istrinya. Ia mengusap lembut bibir istrinya dengan ibu jarinya di sana.


“Bagaimana seorang wanita luar negri memanggil pacarnya, hem?” Tanya Reqy kembali menaikkan bola matanya menatap mata Adelia.


“Maksud Kak Reqy?” Tanya Adelia. Ia tidak menjawab pertanyaan Reqy dan malah bertanya kembali karena merasa bingung dengan pertanyaan suaminya.


“Kau sudah lama tinggal di luar negri kan. Kau jawab saja pertanyaanku.” Ucap Reqy dengan ekspresi datarnya.


“Kalau memanggil seorang suami seperti apa?”


“Dia ini kenapa sih, apa dia sedang main tebak – tebakan denganku?” Dalam hati Adelia yang bingung dengan tingkah suaminya.


“Kenapa diam saja, ayo jawab?” Tanya Reqy kembali.


Dengan sigap, Adelia menjawab pertanyaan suaminya.


“Hubby.” Jawab Adelia tanpa tahu maksud Reqy yang sebenarnya.


“Lalu...aku ini siapa bagimu?” Tanya Reqy.


“Ah.” Adelia semakin bingung dengan pertanyaan suaminya. Tidak tahu apa maksud semua pertanyaan Reqy padanya.


“Aku bertanya padamu, aku ini siapa bagimu?” Reqy kembali bertanya ketika melihat Adelia diam dengan ekspresi wajahnya yang bingung.


Adelia masih diam di sana, menatap suaminya yang menunggu jawaban darinya.


“Hah...dia bertanya dia siapa bagiku. Apa dia masih merasa kalau aku tidak menganggapnya sebagai suami?” Dalam hati Adelia.


“Hei, jawab. Kenapa kau diam lagi. Hah?” Tanya Reqy dengan wajahnya yang sudah mulai kesal dengan istrinya yang hanya diam tak menjawabnya.


Adelia langsung kaget, dengan sigap Adelia menjawab Reqy dengan singkat.

__ADS_1


“Suami.”


“Karena aku suamimu jadi kau harus memanggilku seperti yang di lakukan orang luar negri kan.” Ucap Reqy.


Ia ingin di panggil seperti orang luar negri memanggil suami mereka dengan sebutan seperti itu, karena Reqy tahu kalau Adelia pernah tinggal di Amerika, jadi ia ingin kalau Adelia juga memanggilnya seperti orang di sana. Apalagi panggilan kakak membuatnya merasa seperti bukan seorang suami melainkan seorang kakak.


“Hubby maksud Kak Reqy?”


“Eem.” Balas Reqy sambil menegakkan kembali tubuhnya melihat istrinya.


“Astaga...dia mau di panggil hubby tapi kata – katanya mutar – mutar begitu. Apa dia tidak bisa mengatakannya langsung. Dia seperti pria yang tidak pernah pacaran saja. Dasar kuno.” Dalam hati Adelia.


Reqy kembali bicara pada Adelia.


“Mulai sekarang kau harus memanggilku seperti itu, dari pada kau memanggilku dengan sebutan kakak. Aku merasa tidak nyaman dengan panggilan itu.” Tegasnya.


“Oh...oke. Kalau itu yang Kak Reqy inginkan. Aku akan lakukan.”


“Eem.” Balasnya dengan singkat. Reqy lalu membalikkan badannya berhadapan dengan lemari pakaiannya. Ia membelakangi istrinya yang masih duduk di sana sambil membuka lemari pakaiannya. Ia kemudian menengok ke samping, melirik Adelia. “Kau boleh keluar sekarang.”


“Iya.”


Adelia kemudian berusaha untuk turun dari tempatnya duduk. Reqy kembali berbalik ke arah istrinya ketika sadar kalau Adelia berusaha untuk turun. Ia langsung mengangkat tubuh Adelia untuk turun dari sana.


“Kenapa kau tidak bilang kalau kau tidak bisa turun?” Tanya Reqy melihat istrinya yang sudah berdiri di depan matanya.


“Aku bisa turun sendiri.”


“Kau bisa turun sendiri dengan caramu tadi. Apa kau tahu akibat kalau kau terjatuh ke lantai. Hah?” Reqy berbicara dengan nada sedikit keras.


“Iya....aku minta maaf.”


“Sudahlah. Kau boleh keluar sekarang, tunggu aku di bawah.”


“Iya.”


Adelia pun keluar dari ruang gantinya dengan wajahnya yang cemberut mendengar omelan suaminya.


“Dia itu kerjanya marah – marah terus. Melakukan itu salah, memanggilnya kakak salah, bersikap santai juga salah. Semuanya salah di matanya. Mau dia apa sih sebenarnya?” Gumamnya ketika ia sudah berada di luar kamar gantinya.


Bersambung.


.


.


.


Tekan LIKE di bawah guys, jangan sampai lupa. KOMENTAR kalian dewi tunggu ya. Kalau punya koin dan poin silahkan VOTE Adelia dan Reqy.


Oyah, kalau dewi telat atau ngga up date berarti dewi punya sesuatu di kehidupan nyata yang harus dewi pentingkan dulu baru dewi urus dunia halu ini. Maaf ya..........

__ADS_1


Terima Kasih.


__ADS_2