
🌹SELAMAT MEMBACA🌹
Dalam perjalanan kembali ke Villa pribadinya. Adelia meminta Emir memberhentikan mobilnya di tengah jalan ketika ia melihat beberapa jajanan di pinggir jalan.
“Emir.”
“Ya nyonya.”
“Apa kamu bisa berhenti sebentar?”
“Baik nyonya.”
Emir kemudian menghentikan mobilnya di pinggir jalan, sedangkan Reqy mengerutkan keningnya melihat istrinya yang menyuruh Emir berhenti.
“Kau mau apa menyuruh Emir berhenti di tengah jalan. Sekarang sudah sore, kita harus kembali ke Villa?” Tanya Reqy.
“Aku ingin sekali makan itu, apa boleh?” Adelia menunjuk salah satu jajanan yang ada di sana.
“Itu makanan tidak sehat. Buat apa kau makan makanan begitu. Aku bisa membawamu makan ke Restoran mahal?”
“Aku ingin sekali makan itu. Aku tidak mau makan di Restoran. Boleh ya.” Ucap Adelia yang terlihat memohon pada suaminya. Ia begitu menginginkan jajanan yang terlihat menggiurkan itu.
Reqy kemudian melihat Emir yang masih duduk di kursi mobil, tepat di depannya.
“Emir, turun belikan makanan yang dia mau.” Perintah Reqy dengan suaranya yang terdengar tegas.
“Tidak usah. Aku mau turun sendiri untuk membelinya.” Ucap Adelia.
Bibir Emir tertahan saat Adelia yang menjawab kalimat tuan mudanya. Ia hanya menatap Reqy dan Adelia lewat cermin tengah mobilnya.
“Kenapa kau yang turun, ada Emir yang akan membelikannya untukmu?” Reqy kekeh melarang Adelia untuk turun dari mobil, dan hanya ingin Emir yang turun ke sana.
“Kalau begitu tidak usah.” Jawab Adelia dengan wajahnya yang cemberut. Ia memalingkan wajahnya ke samping kirinya agar tidak di lihat Reqy jika ia sedang kesal.
Dan tanpa Adelia sadari kalau Reqy tahu ia tengah kesal karena keinginannya tidak tercapai.
“Baiklah....kau boleh turun.” Ucap Reqy. Dengan terpaksa ia mengijinkan Adelia untuk turun sendiri karena melihat Adelia yang ngambek.
Adelia langsung menengok melihat suaminya. Seketika wajah cemberutnya berubah senyuman lebar melihat Reqy duduk tegak di sampingnya.
“Benar, aku boleh turun.”
“Eem.” Balas Reqy tanpa melihat Adelia dan hanya melihat lurus ke depan.
Adelia bergegas turun dari mobil tanpa menunggu Emir turun membuka pintu untuknya.
__ADS_1
“Tunggu sebentar.” Reqy langsung memanggilnya ketika Adelia sudah turun dari mobil.
Adelia menghentikan langkahnya saat mendengar suara tegas suaminya. Ia menengok melihat Reqy yang menggerakkan tubuhnya untuk turun dari mobil.
“Hubby mau kemana?” Tanya Adelia melihat suaminya yang sudah turun dari mobilnya.
“Kau pikir aku akan membiarkanmu kesana sendirian.” Reqy memegang tangan istrinya yang saat itu masih berdiri di depannya. “Ayo...kau mau makan itu kan.” Ajaknya.
“Iya.” Adelia kembali merasakan kenyamanan ketika Reqy memegang tangannya.
Mereka berdua pun berjalan bersama sambil bergandengan tangan menuju jajanan yang di maksud Adelia. Lumi dan Emir juga mengikuti mereka dari belakang.
Ketika sampai di sana, penjual jajanan pinggir jalan itu langsung menyapa Adelia yang sudah berdiri melihatnya.
“Silahkan nona.”
Adelia langsung mengambil jajanan yang sangat ia inginkan itu. Jajanan bola nasi dengan isian daging, langsung ia lahap di mulutnya dengan wajahnya yang terlihat sangat menikmati setiap gigitan di mulutnya.
Sementara Reqy mengerutkan keningnya melihat istrinya yang seperti itu. Ia masih terus memegang tangan Adelia tanpa sekali pun melepaskannya.
“Apa kau sangat lapar sampai kau langsung mengambil makanan orang tanpa bertanya dulu pada penjualnya?” Tanya Reqy.
“Maaf...melihatnya tadi benar – benar membuatku tidak bisa menahannya.” Jawab Adelia yang sedang menguyah bola nasi yang cukup terkenal di sana.
“Ya tuan.”
“Bungkuskan yang banyak baru kita pulang.”
“Tidak usah. Aku mau makan di sini saja. Kalau di rumah sudah tidak enak. Aku tidak berselera.” Jawab Adelia yang terus menguyah jajanan yang ia pegang.
“Nyonya seperti orang hamil saja. Makannya lahap sekali.” Dalam hati Lumi yang merasa aneh dengan tingkah Adelia. Ia berdiri di samping Adelia, menatapnya dengan heran.
“Apa kau nyaman makan dengan cara berdiri seperti itu?” Tanya Reqy.
“Tidak masalah.”
Adelia lalu mengangkat tangannya yang dipegang Reqy, memperlihatkannya di depan suaminya.
“Tapi lepaskan dulu tanganku ini. Aku tidak bisa makan dengan nyaman kalau hubby memegangku terus begini.” Adelia merasa tidak nyaman dengan satu tangan, karena saat itu Reqy terus memegangnnya dengan erat.
“Ini kota besar, aku tidak bisa melepaskan tanganmu.” Jawab Reqy dengan ekspresi datarnya.
“Hubby....aku ini bukan anak umur 5 tahun yang harus di pegang dan di awasi. Aku tidak akan hilang” Ucapnya dengan nada sedikit lembut.
Reqy tak menjawab ucapan istrinya atau pun mau melepaskan genggaman tangannya. Ia hanya memalingkan wajahnya ke samping tak ingin melihat Adelia yang berusaha melepaskan tangannya.
__ADS_1
"Hubby....lepaskan dulu. Hubby." Adelia berusaha melepaskan tangannya dari suaminya.
Reqy kembali menengok melihat Adelia.
"Makan saja, tidak usah membantah, atau kau mau aku menggendongmu pulang sekarang." Ancamnya.
Adelia lalu menghela nafasnya karena tingkah Reqy yang menurutnya sangat ke kanak - kanakan.
“Terserah lah. Dia ini egosi sekali. Memangnya aku mau kemana sampai dia begini. Kekanak – kanakan.” Dalam hati Adelia.
Reqy tidak ingin melepaskan tangan istrinya, karena sangat menyukai dan menikmati ketika ia memegang tangan mungil Adelia.
Adelia kembali melanjutkan menggigit makanan yang ia pegang dengan tangan kanannya.
Tak lama kemudian, Reqy kembali melihat istrinya yang masih menikmati jajanan bola nasi yang di pegangnya.
“Apa itu sangat enak sampai kau makan banyak begitu?”
“Ini enak sekali. Baru kali ini aku sangat menikmati makanan yang baru kulihat.”  Adelia kemudian menyodorkan jajanan yang ia pegang saat Reqy terus menatapnya. “Habby mau.”
Reqy tidak menjawab ucapan istrinya dan hanya menatap bibir Adelia yang masih menguyah. Ia kemudian menarik tubuh Adelia sampai tubuh istrinya berada dalam dekapannya. Ia menarik kepala istrinya dan langsung mencium bibir Adelia di sana membuat Adelia kaget dengan mata melotot.
Adelia sampai menjatuhkan jajanan yang ia pegang. Ia tidak menolak sama sekali ciuman yang di berikan Reqy padanya bahkan ia menikmatinya. Hanya saja ia terkejut karena Reqy tiba – tiba menciumnya di depan umum.
Sementara Lumi dan Emir yang menyaksikan itu pura – pura tidak melihatnya. Mereka berdua menyibukkan dirinya dengan jajanan yang ada di depannya. Itu mereka lakukan  untuk mengusir rasa canggung mereka ketika menyaksikan adegan kedua majikannya itu.
Adelia tersadar dengan keadaan di sekitarnya sekarang. Ia mendorong pelan suaminya dengan kedua tangannya untuk melepaskan ciumannya.
Secara refleks Adelia langsung menutup mulutnya dengan tangannya.
“Hubby...apa yang kamu lakukan. Kita sekarang berada di depan umum?” Tanya Adelia yang merasa malu saat itu.
“Eem...rasanya memang enak. Sangat enak.” Reqy tak menjawab pertanyaan istrinya. Ia hanya menguyah makanan yang ia ambil dari mulut Adelia, tanpa melihat istrinya yang malu karena tingkahnya. Tidak ada rasa malu atau pun rasa bersalah ketika ia melakukan hal itu, ia hanya memalingkan wajahnya lalu tersenyum tipis di sana. Ia tidak peduli dengan orang – orang yang melihatnya, yang penting ia bahagia mencium orang yang sudah menguasai hati dan pikirannya itu.
Bersambung.
.
.
.
Ingat tekan LIKE di bawah sampai berwarna merah. Tulis KOMENTAR positif kalian juga ya di kolom komentar. Kalau punya koin dan poin lebih silahkan VOTE Adelia dan Reqy.
Terima kasih.
__ADS_1