Married With Mr. Arrogant

Married With Mr. Arrogant
Menyuapi Bubur


__ADS_3

🌹SELAMAT MEMBACA🌹


Kotak musik yang dulu di berikan Adelia pada Reqy adalah tanda kalau Adelia pernah menyukai Reqy. Tapi baginya, Reqy hanyalah orang yang sambil lalu di hatinya ketika ia bertemu dan jatuh cinta dengan Rian.


Adelia memang tidak pernah melupakan anak laki – laki yang ia berikan barang milik ibunya bahkan ia berharap jika suatu hari nanti ia dapat bertemu kembali dengannya. Dan ia tidak pernah menyangka kalau ia tidak mengenali Reqy ketika bertemu kembali dengan lelaki yang menikahinya beberapa bulan yang lalu itu.


Bagaimana bisa ada orang yang memberikan barang berharganya, barang peninggalan ibunya pada orang asing yang baru ia temui kalau bukan karena ia menyukai orang itu?


***


Kini Adelia tengah berada di dapur. Ia memasak bubur untuk suaminya bersama dengan pelayan yang ada di rumahnya itu.


“Ini di masaknya sampai kapan?” Tanya Adelia pada pelayannya.


“Di cobain dulu nyonya.”


“Oke.” Adelia menyendok bubur yang ia masak untuk suaminya, dan mencicipinya di sana.


“Eem....enak sekali. Wah, aku senang sekali masakan pertamaku berhasil. Terima kasih banyak ya mba, sudah bantuin saya.” Ucapnya sambil menengok ke samping melihat pelayannya.


“Iya nyonya. Itu karena nyonya memang cepat mengerti, saya hanya mengarahkannya saja.”


Adelia kembali mengaduk – aduk buburnya. Ia kemudian bicara pada pelayannya yang masih berdiri di sampingnya.


“Jadi mba ini orang Indonesia juga.”


“Iya nyonya. Saya tinggal di Italia sudah beberapa tahun nyonya. Kemarin saya senang sekali waktu saya tahu kalau pemilik Villa ini datang liburan.”


“Mba sudah menikah.” Tanya Adelia sambil melihat pelayannya.


“Iya....suami saya orang Italia nyonya.”


“Terus mba cuma sendiri di sini.” Tanya Adelia sambil sibuk mengaduk – aduk buburnya tanpa melihat pelayannya itu.


“Tidak nyonya. Di sini ada empat orang, tapi mereka semua orang Italia.”


“Kemana mereka semua?”


“Mereka semua di liburkan sama Tuan Emir. Hanya saya yang tinggal di sini.” Jelasnya.


“Sepertinya Emir tidak mau membuatku bingung pakai bahasa Italia ya.” Ucap Adelia sambil tersenyum.


“Bukan seperti itu nyonya. Katanya tuan hanya butuh satu orang, jadi mereka di liburkan semua.”


“Apa tuan kalian sering datang ke sini?” Tanya Adelia penasaran.


“Tuan Muda hanya datang satu kali dalam satu tahun untuk berbisnis, kalau Tuan Emir sering datang ke sini. Ini kan kota kelahiran Tuan Emir.” Balasnya dengan serius.


“Begitu, jadi Emir orang Italia.”


“Wah, kalau itu saya tidak tahu nyonya karena kedua orang tua Tuan Emir sekarang ada di Inggris. Saya hanya tahu kalau Tuan Emir lahir di sini. Dan yang memberikan saya pekerjaan di sini adalah Tuan Emir.” Jelas wanita paruh baya yang sudah menjadi pelayan di Villa itu selama bertahun – tahun.


“Eh...sepertinya buburnya sudah matang nyonya.” Ucap si pelayannya ketika sadar dengan bubur yang di aduk – aduk Adelia.


“Sudah matang ya.”


“Iya, airnya sudah mau habis nyonya.”


Adelia pun mengangkat panci yang berisi bubur lalu menuangkan di mangkuk yang di letakkan si pelayannya itu di atas meja dapurnya.


***


Terlihat Reqy dari lantai atas yang baru saja keluar dari kamarnya. Ia menuruni tangga untuk mencari keberadaan istrinya. Ketika di bawah, ia melihat Lumi dan Emir sedang duduk di ruang tamunya sambil minum teh dan menyantap sandwich yang ada di atas meja tepat di depannya. Ia berjalan menghampiri kedua bawahannya itu.


Dengan sigap, Lumi dan Emir berdiri saat melihat Reqy berjalan ke arah mereka.


“Selamat pagi Tuan Muda.” Lumi dan Emir menayapa secara bersamaan sambil membungkuk hormat di depan Reqy.

__ADS_1


“Apa kalian menginap di sini tadi malam?” Tanya Reqy dengan wajah datarnya.


“Iya tuan. Tadi malam nyonya menyuruh kami bermalam.” Balas Emir.


“Dimana Adelia?”


“Nyonya Muda ada di dapur tuan.” Jawab Emir.


Reqy kembali melangkahkan kakinya menuju dapur untuk menemui istrinya saat ia selesai bertanya pada Emir dan Lumi.


Di sana ia melihat Adelia tengah sibuk menuangkan susu di gelas yang ada di atas meja makannya. Saat Adelia mendengar suara langkah kaki tegas suaminya, ia seketika berbalik melihat Reqy.


“Kenapa Kak Reqy turun ke bawah, aku baru mau naik ke atas bawa sarapannya?” tanya Adelia.


“Aku baik – baik saja, tidak sakit.” Jawab Reqy dengan ekspresi dinginnya. Ia masih kesal dengan istrinya tentang masalah tadi malam.


Adelia kemudian menarik kursi untuk Reqy ketika Reqy sudah ada di dekatnya.


“Ayo duduk, aku sudah buatkan bubur untukmu.” Pinta Adelia sambil tersenyum.


Reqy duduk di sana sambil mengerutkan keningnya melihat istrinya dengan heran.


“Apa yang terjadi, kenapa aku merasa wanita ini sedikit berubah?” Dalam hati Reqy.


Ia tidak melepaskan pandangannya dari istrinya yang tengah berdiri di sampingnya.


“Kak Reqy kan tadi malam demam tinggi jadi hari ini aku masak bubur.” Ucap Adelia sambil sibuk menyendokkan bubur ke mangkuk Reqy. “Nih buburnya.” Adelia menyodorkan buburnya di depan Reqy yang masih menatapnya dengan heran. Ia tidak sadar dengan tatapan suaminya yang terus melihatnya.


Ia kemudian berjalan ke arah kursi tepat di depan suaminya. Di sana ia duduk sambil menikmati sandwich dan secangkir teh yang di sediakan pelayannya tadi. Ia terlihat santai menikmati sarapannya sedangkan Reqy hanya diam melihat Adelia yang tengah sibuk menguyah sarapannya tanpa sekalipun melihat ke arahnya.


Adelia tersadar dengan Reqy yang hanya menatapnya tanpa menyentuh makanannya.


“Ada apa?” Tanya Adelia melihat wajah datar suaminya.


“Ada apa denganmu hari ini?” Tanya Reqy. Ia tidak menjawab pertanyaan istrinya malah bertanya kembali tentang sikap Adelia hari ini.


“Katakan saja kalau ada keluhanmu tentang ku. Jangan bersikap seolah – olah tidak ada yang terjadi.”


Adelia menyimpan sandwichnya di piring lalu melihat suaminya dengan ekspresi serius.


“Aku tidak bersikap seperti tidak ada yang terjadi. Aku hanya tidak ingin merusak liburan Kak Reqy. Kata Emir, Kak Reqy mau mengajakku jalan – jalan. Kalau Kak Reqy sudah sehat kita bisa keluar jalan – jalan seperti yang Kak Reqy inginkan.”


“Setelah kejadian tadi malam aku memperlakukanmu dengan kasar, hari ini kau tiba – tiba bersikap santai di depanku.” Reqy tidak menanggapi kata – kata istrinya itu. Ia hanya membahas tentang masalah tadi malam dan perubahan sikap Adelia yang santai di depannya, tidak seperti kemarin – kemarin yang selalu menunduk ketika berhadapan dengannya.


“Bukannya tadi malam Kak Reqy marah karena Kak Reqy merasa kalau aku selalu menganggap kakak itu sebagai orang asing bukan sebagai suami. Sekarang aku melakukannya seperti yang Kak Reqy inginkan.”


Reqy menghela nafasnya mendengar kata – kata istrinya dengan wajah kesalnya. Biasanya Adelia tidak banyak bicara padanya, tapi hari ini Adelia berbeda, apalagi panggilan kakak terlalu sering di ucapkan Adelia membuatnya terganggu.


Ia kemudian bicara pada istrinya.


“Lihatlah sikapmu itu. Hari ini kau terus – terusan memanggilku kakak dengan wajahmu yang selalu tersenyum. Apa kau sedang bermain – main denganku?” Ucapnya dengan nada sedikit tegas.


“Kak Reqy tidak suka dengan nama panggilan itu.” Tanya Adelia.


“Hari ini aku merasa aku bukan seoang suami tapi seorang kakak. Apa kau sengaja?” Reqy menatap Adelia dengan kesal.


Adelia tertawa kecil melihat suaminya di sana. Ia tidak tahan tertawa ketika mendengar kalimat yang di ucapkan suaminya. Sedangkan Reqy mengerutkan keningnya dengan wajahnya yang semakin heran melihat tingkah Adelia.


“Kau menertawaiku.”


Dengan sigap Adelia menghentikan tawa kecilnya ketika mendengar suara tegas suaminya.


“Eh..tidak, aku tidak menertawai Kak Reqy.” Adelia menggoyangkan kedua tangannya di depan Reqy kalau ia tidak bermaksud seperti itu.


“Kau pikir aku buta.” Kesalnya.


“Aku minta maaf. Aku tidak sengaja.” Adelia meminta maaf sambil menatap suaminya dengan ekspresi kasihan. Ia tidak lagi menunduk ketika meminta maaf pada suaminya seperti yang ia lakukan selama ini.

__ADS_1


“Sebenarnya ada apa sih denganmu hari ini. Kau sedang mengerjaiku?” Tanya Reqy dengan ekspresi serius melihat Adelia.


“Tidak. Aku tidak mengerjai Kak Reqy.”


“Terus kenapa kau bersikap begini?” Tanya Reqy.


“Tadi kan aku sudah bilang kalau aku bersikap begini karena Kak Reqy tadi malam marah karena foto itu. Kak Reqy merasa kalau aku tidak menganggap Kak Reqy sebagai suami melainkan orang lain. Aku hanya bersikap seperti yang Kak Reqy inginkan. Bukannya Kak Reqy....


“Stop...apa kau bisa berhenti bicara. Aku pusing mendengarnya. Hari ini kau cerewet sekali. Menjengkelkan.” Reqy langsung memotong kalimat istrinya membuat Adelia seketika berhenti bicara di sana.


Ia hanya diam dengan kesal sambil menguyah kembali sarapannya.


“Huh...harusnya yang marah itu aku karena perlakuan kasarnya tadi malam. Sekarang aku sudah bersikap santai padanya tapi dia tidak suka. Mau dia apa sih?” Dalam hati Adelia.


Reqy juga terlihat diam menatap istrinya dengan heran. Ia bingung dengan sikap Adelia yang tiba – tiba berubah.


“Sikapnya hari ini mengingatkanku saat pertama kali bertemu dengannya, banyak bicara. Tidak pernah berhenti memanggilku kakak. Biasanya panggilannya tidak banyak begini. Aku merasa tidak nyaman, aku seperti kakaknya saja. Huh.” Dalam hati Reqy.


Adelia kemudian bicara pada suaminya yang belum sama sekali menyentuh sarapannya.


“Kak Reqy.”


“Apa?” Balas Reqy dengan suara tegasnya.


“Ayo makan buburnya, aku masak sendiri tadi.”


“Aku bukan anak kecil yang harus makan bubur. Lagi pula aku sudah tidak sakit lagi” Reqy memalingkan wajahnya ke samping, karena gengsi dan malu kalau harus makan bubur di depan istrinya. Menurutnya itu adalah makanan anak kecil.


Adelia menghela nafasnya melihat suaminya. Ia kemudian meraih mangkuk yang ada di depan Reqy. Ia menyendok buburnya dan meniupnya disana lalu menyodorkan sendoknya di depan mulut suaminya.


Reqy seketika kaget melihat Adelia yang ingin menyuapinya.


“Apa yang kau lakukan?” Tanya Reqy dengan ekspresi kaget melihat sendok dan wajah senyum istrinya secara bergantian.


“Aku sedang menyuapimu.” Jawab Adelia dengan santai.


“Tidak usah, aku kan sudah bilang kalau aku bukan anak kecil.” Ucap Reqy. Ia memalingkan kembali wajahnya ke samping karena merasa canggung melihat istrinya yang ingin menyuapinya.


Adelia menarik tangannya yang memegang sendok ketika melihat Reqy tidak ingin di suapi. Ia kemudian bicara pada suaminya dengan ekspresinya yang seketika berubah serius melihat Reqy.


“Aku tahu kalau Kak Reqy adalah pria dewasa dan tegas. Tapi ada saatnya kita bersikap manja. Seperti sekarang, di saat sakit dan tidak berdaya. Semua orang pasti butuh di manja dan di perhatikan ketika mereka sakit dan sekarat.”


Reqy langsung menengok melihat Adelia yang terus berbicara padanya.


Adelia kembali bicara di depan Reqy tanpa henti. “Orang yang sudah menjadi ibu, ayah, nenek atau pun seseorang yang sudah menjadi kakek perlu bersikap manja layaknya anak kecil ketika mereka sakit, agar mereka merasa bahagia dan nyaman, agar mereka merasa kalau mereka masih punya orang yang memperhatikannya. Sekarang Kak Reqy sudah punya aku di sini, jadi jangan tahan semua rasa sakit yang ada di dalam hati Kak Reqy. Berdua itu lebih baik daripada sendiri, benarkan.” Ucap Adelia sambil tersenyum.


Adelia mengatakan semua itu pada suaminya karena ia tahu tentang rasa sakit kehilangan seseorang yang di cintai. Apalagi ia tahu tentang kematian kedua orang tua Reqy yang membuatnya sering mengigau saat tidur.


“Kau...” ucap Reqy dengan kaget. Ia tampak tercengan mendengar kata – kata istrinya yang membuatnya kembali tersentuh seperti kejadian tujuh tahun lalu.


Adelia kembali menyodorkan sendok di mulut suaminya. Ia kembali ingin menyuapi Reqy di sana.


“Ayo di makan.” Pintanya sambil menaikkan kedua alisnya dengan wajahnya yang tersenyum.


Reqy terpaksa menerima suapan istrinya sambil terus menatap istrinya dengan heran. Ia tak pernah melepaskan pandangannya dari Adelia yang terus menyuapinya bubur. Sementara Adelia hanya tersenyum melihat Reqy yang terus menatapnya.


Bersambung.


.


.


.


Ingat tekan LIKE  di bawah. silahkan KOMENTAR di kolom komentar. Kalau punya koin dan poin silahkan VOTE si Tuan Arrogant ya.


Terima kasih. love you semua.

__ADS_1


__ADS_2