
🌹SELAMAT MEMBACA🌹
Nita tidak tahan melihat Jaden terus mengobrol dengan Adelia apalagi semua teman – temannya asyik mengobrol dengan mereka tanpa memperhatikan dirinya.
“Apa hebatnya wanita itu, sampai kalian semua menyukainya bahkan Jaden masih menyukainya meskipun sudah di tolak beberapa kali. Benar – benar wanita rubah. Lihat saja, aku akan mempermalukanmu di depan mereka semua agar mereka tahu kamu wanita seperti apa. Cih...hanya bisa memasang senyum di depan mereka.” Dalam hati Nita yang terus menatap Adelia dengan tatapan permusuhan.
Ya, Nita sangat marah sekarang karena semua teman – temannya tertuju pada Adelia tanpa peduli padanya. Apalagi dengan Jaden, lelaki yang ia sukai sejak lama. Lelaki itu masih menyukai Adelia meskipun sudah di tolak beberapa kali oleh Adelia.
Nita sudah tidak tahan melihat Adelia yang terus memasang wajah tersenyum itu. Ia berdiri dari tempat duduknya memegang sebuah gelas jus minumannya. Ia berjalan ke arah Adelia dan semua teman – temannya itu.
Ketika berada di dekat Adelia, ia langsung menyiram jus yang ia pegang tadi. Seketika Adelia berdiri kaget melihat pakainnya yang basah akibat jus yang di siram Nita. Semua orang juga ikut kaget melihat adegan yang ada di depan mata mereka itu.
Jaden berdiri menatap Nita dengan kesal.
“Nita, apa – apaan sih kamu. Kenapa kamu menyiram Adel begitu?” Tanya Jaden. Ia kemudian memegang bahu Adelia. “Kamu tidak apa – apa.” Jaden melihat wajah Adelia yang terkena jus.
“Tidak apa – apa kok.”
Jaden membuka jas panjangnya lalu memasangkannya di tubuh Adelia.
“Pakailah ini, tubuhmu basah semua dengan jus.”
Nita tidak tahan melihat Jaden begitu memperhatikan Adelia.
“Jaden...”Teriaknya dengan keras.
Hana dan kedua temannya maju di dekat Nita.
“Nita, kamu kenapa sih tiba – tiba menyiram Adelia jus begitu. Apa yang dia lakukan padamu?” Tanya Hana dengan wajah bingungnya.
“Biar ku beritahu kalian semua, dari dulu sampai sekarang. Wanita yang selalu kalian anggap teman itu hanya berpura – pura tersenyum di depan kalian.” Ucap Nita mengeluarkan unek – uneknya.
“Jaga bicaramu Nita, Adelia memang dari dulu seperti itu. Dia baik pada semua orang.” Jelas Hana.
“Huh...kau tidak usah membela sahabatmu itu.” Ucap Nita melihat Hana dengan kesal. Ia kemudian melihat ke arah teman – temannya. “Kalian semua lihatlah penampilan dia. Kita semua tahu kalau dia itu hanya wanita dari keluarga miskin bahkan membeli baju semahal itu saja dia tidak mampu. Apa kalian tidak bisa melihatnya dengan baik?”
“Nita, hati – hati dengan bicaramu itu.” Ucap Serly salah satu teman Adelia dan Nita.
“Asal kalian tahu saja. Dari dulu aku sudah tidak suka dengannya yang sok berwajah polos dan memasang senyumnya itu pada semua orang. Hanya untuk menarik perhatian kita semua.” Nita kembali bicara. Ia mengeluarkan semua yang selama ini ia pendam.
Ia melanjutkan kembali ucapannya. “Lihat, aku dan Jaden sudah bertunangan. Tapi dia berusaha mendekati Jaden lagi saat Jaden sudah punya uang dan karir yang bagus.” Nita menunjukkan cincin tunangannya di depan semua orang.
Adelia maju ke depan Nita. “Nita, aku tidak seperti itu. Kamu salah paham. Aku datang kesini tidak ada maksud apa – apa. Apalagi mau merebut Jaden darimu. Aku sungguh menganggap kalian semua adalah teman baikku.” Adelia mencoba memberikan penjelasan pada temannya itu sambil memegang tangan Nita.
__ADS_1
“Kamu tidak usah berpura – pura baik di depanku.” Nita menghempaskan tangannya dari Adelia.
“Jadi kamu sudah bertunangan dengan Jaden, tapi kenapa tadi kamu tidak katakan pada kami?” Sahut Hana yang tidak tahu sama sekali dengan pertunangannya dengan Jaden.
“Iya...kami sudah bertunangan, dan sebentar lagi akan menikah.” Jawab Nita dengan tatapan angkuhnya.
Jaden tiba – tiba maju ke depan ketika mendengar Nita mengatakan itu pada semua orang apalagi semua teman – temannya beranggapan kalau ia dan Nita tunangan. Ia tidak ingin Adelia salah paham pada hubungannya dengan Nita. Ia masih berpikir untuk mendapatkan wanita yang sejak SMA itu ia sukai.
“Aku dan dia memang tunangan tapi aku sama sekali tidak mencintai dia.” Jelasnya kepada teman – temannya.
Nita sangat malu mendengar ucapan Jaden di hadapan teman – temannya.
Plakk....Nita menampar Jaden dengan keras. Itu karena ia sangat malu dengan ucapan Jaden yang mengatakan kalau ia tidak mencintainya.
Jaden sangat marah pada tunangannya itu.
“Nita, beraninya kau menamparku. Hari ini juga kita putus hubungan. Aku akan bilang pada ayahku kalau kita berdua tidak cocok.” Ucap Jaden dengan marah.
“Jaden, apa hebatnya wanita itu...hah?” Teriak Nita.
“Apa kamu tidak bisa melihatnya dengan jelas, Nita. Kenapa kamu mempertanyakannya lagi. Dari dulu kita semua tahu sifat Adelia. Sekarang semua orang sudah melihat, perbedaanmu dengan dia seperti apa?”
Semua teman – temannya syok mendengar pertengkaran mereka.  Salah satu temannya datang mendekati Jaden yang tengah marah.
“Jaden, Nita. Kenapa kalian harus marah – marah di sini. Hari ini adalah hari reuni sekolah kita. Kalau kalian punya masalah pribadi, selesaikan di luar sana. Kita semua sudah susah payah mengatur acara reuni ini, tapi kalian malah bertengkar tidak jelas.” Ucap Brian, salah satu teman Jaden dan Adelia.
“Hei...kita semua adalah teman dekat kan. Kami semua tidak membela siapapun, tapi kalian tidak pantas bertengkar di sini.” Sahut Maya.
Nita sangat marah mendengar ucapan semua teman – temannya seakan – akan membela Adelia.
Plakk...ia langsung menampar Adelia dengan keras, membuat semua orang lagi – lagi syok dan kaget.
“Nita, apa yang kamu lakukan sekarang?” Teriak Hana. Hana langsung memegang bahu Adelia yang hampir jatuh karena tamparan Nita.
Adelia hanya menunduk memegang pipinya yang kesakitan.
“Kenapa?” Teriaknya dengan mata melotot. “Aku memang sudah lama ingin memukul wajahnya itu. Lihat dia, dia hanya bisa menunduk di depan kalian seakan aku yang sangat salah padanya. Aku di sini adalah korban, dia berusaha merebut tunanganku. Apa kalian semua buta...hah, lihat pakaian yang dia pakai. Dia itu perempuan tidak benar, dia simpanan om – om. Kalian semua tertipu dengan tampangnya, sekarang dia ingin merebut Jaden dariku setelah ia tahu Jaden kaya. Kalian sungguh keterlaluan?” Teriaknya dengan keras sampai urat nadinya terlihat jelas.
Adelia seketika menangis mendengar hinaan dari Nita. Itu pertama kalianya ia di perlakukan seperti itu, di tampar dan di hina apalagi seorang yang ia anggap teman.
Jaden kasihan melihat Adelia di perlakukan seperti itu pada Nita, ia langsung menarik tangan Adelia untuk pergi dari sana.
“Jaden, apa yang kau lakukan. Kembali?” Teriak Nita dengan marah.
__ADS_1
Adelia yang di tarik Jaden, berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Jaden.
“Tolong lepaskan aku, aku mohon. Jangan membuat suasana menjadi kacau seperti ini.” Ucap Adelia berusaha melepaskan tangan Jaden.
Jaden tidak peduli dengan ucapan Adelia. Ia terus menarik tangan Adelia untuk keluar dari sana. Ketika sudah keluar dari ruangannya itu, ia berhenti dan menengok ke arah Adelia.
“Apa kamu mau tetap di sana di permalukan seperti itu. Lihatlah pakaianmu itu, semuanya basah dan kamu terlihat kedinginan?”
“Aku bisa menjaga diriku sendiri, tolong lepaskan tanganku.” Adelia memohon pada Jaden untuk melepaskan tangannya.
“Tidak bisa, aku akan mengantarmu pulang.”
Adelia langsung menggigit tangan Jaden.
“Adelia apa yang kamu lakukan?” Tanya Jaden menahan sakit di tangannya, ia tetap memegang tangan Adelia dengan erat.
“Aku mohon, lepaskan aku. Tolong.”
Tiba – tiba Nita ikut keluar dari ruangannya, ia sudah sangat marah. Harga dirinya terluka karena di permalukan oleh tunangannya sendiri. Teman – temannya ikut keluar dari sana untuk menghentikan pertengkaran mereka.
“Hei...kalian berdua. Berhenti, beraninya kalian.” Teriak Nita dengan marah.
Semua pengunjung menengok melihat Nita yang tengah berteriak keras terutama Emir. Ia langsung berdiri melihat wanita itu berteriak, tapi ia masih tidak sadar dengan Nyonya Mudanya, karena Adelia tengah menunduk dan pakaiannya tertutup dengan jaket Jaden.
“Hari ini juga aku akan mempermalukanmu Adelia.” Dalam hati Nita.
Dari luar, tampak sebuah mobil Limousine mewah baru saja tiba. Pak Osmar keluar membuka pintu mobilnya untuk Tuan Mudanya itu. Reqy keluar dari mobil dengan wajah dinginnya. Ia tak bisa menahan kekesalannya pada Adelia yang seakan membohonginya.
 
Bersambung.
.
.
Hai Readers semua, satu episode itu banyak loh tidak termasuk kata2 seperti ini. Kadang orang bisa buat 2 episode, tapi aku nulis satu episode supaya kalian puas. Dan masih saja membuat kalian semua tidak puas, mungkin karena kalian semangat membacanya. Kenapa aku kadang up 2, sampai 3, itu karena aku butuh pikiran tenang. Kadang terganggu dengan hal2 di kehidupan nyata, tahu lah emak2 rempong hihihi. Aku tidak bisa nulis sembarangan hanya karena ingin up banyak, aku nulisnya dari hati. Jadi maaf sekali kalau up -nya cuma satu episode buat menghibur kalian hehehe. Jadwal Up datenya pukul 23:00 WIBA.
.
.
.
__ADS_1
Ingat tekan LIKE di bawah ya. Harus. Berikan KOMENTAR kalian juga sebagai penyemangat Author. Kalau punya kelebihan koin dan poin boleh lah VOTE novel ini.
Terima kasih.🤗🙏🏻