
🌹SELAMAT MEMBACA🌹
Reqy tengah memeriksa beberapa dokumen yang di berikan Pak Osmar. Tadi Pak Osmar masuk ke dalam ruangan kerja Reqy, dan membawa beberapa dokumen yang Reqy harus kerjakan.
Setelah memberikan dokumen untuk tuannya, ia kembali keluar karena tak ingin mengganggu Reqy yang sibuk bekerja apalagi Reqy tengah di temani Adelia.
Kini Adelia sudah mulai lelah duduk sendiri di sana tanpa melakukan apapun.
“Sampai kapan aku harus duduk terus di sini, aku bosan sekali. Hanya duduk tidak bisa melakukan apapun. Punggung ku sudah sakit.” Dalam hati Adelia. Ia mengangkat bola matanya, melihat suaminya yang masih memeriksa dokumennya.
Tanpa sadar, Reqy juga melirik ke arahnya. Dan terjadilah aksi saling tatap, seketika Adelia menurunkan kembali kepalanya ketika tidak sengaja bertatapan dengan suaminya.
“Jadi sejak tadi, dia sedang mencuri – curi pandang. Sepertinya dia terpesona melihatku serius bekerja seperti ini. Apa jangan – jangan dia juga ingin mencium dan memelukku seperti aku yang menginginkannya. Wanita ini, munafik sekali. Lain di hati, lain di bibir. Baiklah....aku akan memberikanmu ciuman dan pelukan sampai kau puas.” Dalam hati Reqy.
Reqy menghentikan kesibukannya, dan menengok ke arah istrinya.
“Hei...” Panggilnya. Reqy memanggil istrinya dengan ekspresi datarnya itu.
Adelia langsung mengangkat kepalanya melihat Reqy yang menatapnya dengan datar.
“Ya.”
“Kemarilah.”
Adelia berdiri dari tempat duduknya lalu berjalan ke arah suaminya. Ketika Adelia sudah berdiri di depannya, Reqy langsung menarik tubuh Adelia sampai tubuh Adelia duduk di pangkuannya.
“Kak Reqy ingin melakukan apa?” Tanya Adelia. Adelia mendorong tubuh Reqy yang terus mendekatkan kepalanya ke dadanya. Tapi...kekuatan suaminya yang lebih kuat darinya membuat ia tak bisa menghindar bahkan membuatnya semakin dekat.
Reqy seketika mencium bibir istrinya sambil memeluk tubuh Adelia dengan erat. Adelia hanya diam menerima ciuman yang di berikan Reqy padanya.
Reqy kemudian melepaskan ciumannya dan menatap istrinya yang menunduk karena merasa canggung.
Reqy mengangkat dagu istrinya dengan jari telunjuknya sampai Adelia menatap wajahnya.
“Cium aku.” Pinta Reqy sambil melihat bibir merah Adelia.
__ADS_1
“Ya.” Adelia sedikit kaget mendengar suaminya meminta menciumnya.
“Aku bilang, cium aku.” Pinta Reqy dengan nada rendahnya.
Adelia diam melihat suaminya yang memintanya untuk menciumnya. Ia merasa canggung jika harus mencium lelaki keturunan Inggris itu. Meskipun ia sudah melakukan hubungan badan, tapi rasa canggung dalam diri Adelia masih ada karena ia merasa kalau Reqy masih lelaki asing baginya.
“Kenapa, kau tidak ingin mencium ku. Hem?” Tanya Reqy dengan tatapan dinginnya melihat istrinya terdiam di depannya.
Adelia memajukan kepalanya dengan pelan dan menutup matanya untuk mencium suaminya. Seketika senyum di bibir Reqy kembali tampak menghiasi wajahnya. Ia pun ikut memejamkan matanya ketika bibir Adelia sudah dekat dengan bibirnya. Dan mereka pun berciuman kembali, Reqy menarik kepala Adelia untuk memperdalam ciumannya di bibir wanita itu. Nafsu lelakinya kembali naik, ia melepaskan ciuman bibirnya dan turun mencium di leher Adelia. Ia mengangkat gaun santai istrinya lalu meraba – raba paha istrinya di sana.
“Kak, hentikan.” Adelia menahan tangan Reqy yang semakin memasukkan tangannya di pahanya.
Reqy kemudian melepaskan ciumannya dan langsung menggendong tubuh istrinya tanpa peduli dengan Adelia yang menolak dirinya. Ia berjalan ke arah sofa yang ada di samping meja kerjanya. Ia menurunkan Adelia di sofa dan langsung berada di atas tubuh istrinya.
“Kak Reqy, apa yang ingin kamu lakukan sekarang?” Tanya Adelia dengan wajahnya yang lagi – lagi khawatir dengan apa yang akan di lakukan suaminya padanya.
Reqy mendekatkan kepalanya di telinga istrinya. “Adel, aku menginginkanmu sekarang. Kau jangan menolakku ya, aku menginginkanmu sekarang.” Bisik Reqy di telinga istrinya.
Reqy mencium daun telinga istrinya sambil memegang kedua tangan Adelia. Ia sangat menginginkan tubuh istrinya sampai ia tak bisa menahannya.
Adelia hanya menerima dengan pasrah setiap sentuhan yang di berikan Reqy padanya tanpa membantah atau pun menolak. Ia ingin menepati janjinya kalau ia akan memberikan anak untuk Reqy lalu pergi dari tempat ini yang menurutnya sangat mengerikan.
Reqy menegakkan tubuhnya untuk membuka kemeja yang ia pakai sementara Adelia hanya memalingkan wajahnya tak ingin melihat Reqy membuka bajunya di depan matanya.
Reqy kembali melanjutkan aksinya yang tadi tertunda. Ia memegang kedua tangan Adelia, memasukkan jemari tangannya di sela jemari istrinya dan memegangnya dengan erat. Ia lalu menarik tangan kiri Adelia meletakkannya di bibirnya. Ia mencium telapak tangan Adelia, mencium aroma tangan istrinya sambil menatap wajah Adelia yang memalingkan wajahnya. Hanya dengan mencium telapak tangan istrinya saja membuatnya semakin menginginkan tubuh wanita di depannya itu.
Ia kembali meletakkan kedua tangan Adelia di samping kiri kanan kepala istrinya sambil menggenggam erat jemari tangan istrinya dan melakukannya di sana. Kali ini Adelia tak menolak sedikit pun, membuat Reqy semakin memperlakukan istrinya dengan lembut.
Tak lama kemudian, Reqy puas menikmati tubuh wanita yang sudah membuatnya jatuh cinta itu. Ia melemparkan tubuhnya di sofa, menyandarkan tubuhnya di sana yang tak memakai baju. Sementara Adelia mencoba bangun dari sana sambil memperbaiki kembali pakaiannya. Ia kembali menunduk di depan Reqy yang hanya memakai celana panjangnya dan tak memakai baju.
Reqy langsung berbalik melihat Adelia yang menunduk sambil terus memperbaiki gaun santainya.
Tiba – tiba ia menegakkan tubuhnya membantu Adelia memperbaiki rambutnya yang berantakan akibat perbuatannya tadi.
Adelia seketika mengangkat kepalanya melihat Reqy yang tengah mengusap – usap rambutnya mencoba untuk merapikan rambutnya yang berantakan. Wajahnya kaget dan bingung melihat suaminya seperti itu.
__ADS_1
“Kenapa kau melihatku begitu, apa kau tidak suka aku menyentuh rambutmu?” Ucap Reqy yang terus merapikan rambut panjang istrinya. Sesekali ia melirik istrinya yang terus melihatnya dengan wajahnya yang terlihat bingung.
“Biar aku yang melakukannya sendiri.”
“Huussst....diamlah, kau pikir aku tidak bisa melakukan ini.”
Reqy juga membantu Adelia merapikan gaunnya yang terlihat berantakan, membuat Adelia merasa canggung.
“Dia ini kenapa sih, apa dia merasa bersalah karena melakukan hal seperti tadi di tempat ini?” Dalam hati Adelia yang baru pertama kali melihat suaminya memperhatikannya.
Meskipun perhatian yang di berikan Reqy padanya itu biasa saja, tapi itu sudah membuat Adelia bingung dan bertanya – tanya. Tidak seperti sifat Reqy yang selalu menatapnya dingin.
Kali ini sorot mata Reqy padanya terlihat berbeda walaupun masih tidak tampak senyum di wajahnya tapi sorot matanya  itu membuat Adelia bingung.
Setelah gaun dan rambut Adelia sudah rapi, Reqy menyuruh istrinya ke kamar untuk membersihkan dirinya apalagi sekarang ini sudah waktunya makan malam. Adelia berdiri dari tempat duduknya dan meninggalkan Reqy yang masih duduk di sana.
Ketika berada di kamarnya, Adelia menerima pesan Whatsapp dari Hana, teman SMA-nya yang ia temui kemarin di pesta pernikahannya. Hana mengajaknya untuk datang besok ke reuni sekolahnya, tentu saja ia tidak bisa menolak temannya itu.
 
Bersambung.
.
.
.
.
.
Ingat tekan LIKE di bawah ya, harus. Tulis KOMENTAR kalian juga sebagai penyemangat Author. Terserah mau berkomentar apa, yang penting positif dan jangan komentar novel orang di sini. Kamu salah kamar loh. Kalau punya kelebihan poin atau koin, silahkan VOTE untuk mendukung karya Author ini.
Terima Kasih.
__ADS_1