Married With Mr. Arrogant

Married With Mr. Arrogant
Aku tidak mungkin menyukainya


__ADS_3

🌹SELAMAT MEMBACA🌹


Adelia berada di kamarnya, ia sedang duduk di tepi tempat tidurnya dengan perasaannya yang gelisah memikirkan kata – kata suaminya.


“Kenapa sih aku terus memikirkan kata – kata dia. Saat dia mengatakan begitu pada saudaranya, hatiku terasa sakit. Ini bukan karena aku menyukai dia kan, yang aku suka dan cintai itu Kak Rian bukan dia. Benar, aku tidak mungkin menyukainya. Ini pasti karena aku merindukan Kak Rian sampai aku bisa seperti ini?” Gumamnya.


Derrk...derrk.


Tiba – tiba HP milik Adelia bergetar, ia meraih HP-nya di meja nakas tepat di samping tempat tidurnya. Ia melihat panggilan masuk di layar Handphonenya. Ia angkatlah panggilan dari Hana, teman SMA-nya itu.


“Iya Han, ada apa?” Tanya Adelia.


“Del....aku mau bilang kalau Nita sekarang di penjara. Dia di tuntut 6 tahun penjara.”


“Apa...?” Adelia kaget mendengar ucapan Hana. “Kamu bilang 6 tahun penjara. Kamu yakin, aku pikir Kak Reqy hanya mengancamnya.”


“Adel....kamu benar – benar tidak tahu sifat Tuan Reqy. Tuan Reqy itu tidak pernah menggertak seseorang. Kalau dia mengatakannya, dia pasti akan melakukannya. Semua orang tahu itu. Tapi yang menjadi masalahnya sekarang, Nita di penjara selama 6 tahun dan denda sebanyak 1 milyar rupiah.”


“Ya tuhan...padahal kan aku sudah bilang pada Kak Reqy kalau itu hanya salah paham saja.”


“Iya...aku sebenarnya tidak ingin mengatakan ini padamu, karena Nita memang sangat keterlaluan. Tapi Del....ibunya memohon padaku untuk bertemu denganmu. Dia juga meminta nomor telfonmu. Aku tidak bisa memberikan padanya. Aku takut kalau Tuan Reqy tahu.”


Adelia baru ingat kalau ia harus menyiapkan pakaian ganti untuk suaminya. Ia berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju Ruang Gantinya. Di sana ia menyiapkan pakaian santai suaminya sambil bicara pada Hana.


“Hana...ini hanya salah paham saja. Aku akan bilang pada Kak Reqy, siapa tahu dia mau mendengarkan aku?”


“Lebih baik kamu memohon untuk meringankan hukuman Nita. Kamu tidak perlu memohon padanya untuk melepaskan Nita, karena Nita memang salah Del.”


“Baiklah...nanti aku bicara padanya.”


“Oke.”


“Kalau begitu aku tutup ya. Aku harus menyiapkan baju untuk Kak Reqy, sebentar lagi jam makan malam.”


“Oke.”


Adelia pun mematikan panggilannya pada Hana dan kembali fokus menyiapkan pakaian santai suaminya.


Tanpa Adelia sadari, Reqy sudah berada di dalam kamarnya. Reqy berjalan menuju Ruang Gantinya saat ia mendengar suara istrinya yang tengah bicara pada Hana di telfon.


Ketika ada di dalam sana, ia melihat istrinya sibuk mencari pakaian untuknya. Ia datang menghampiri istrinya yang ada di sana. Ia langsung memeluk tubuh Adelia dari belakang, mengecup punggung istrinya dengan lembut.


Adelia terkejut ketika Reqy memeluknya dari belakang apalagi mengecup punggungnya.


“Kau sedang bicara dengan siapa?” Tanya Reqy. Ia terus mencium daun telinga Adelia dengan mesra membuat Adelia merasa canggung dan gugup.


“K-kak Reqy...Kak Reqy sedang apa di sini?” Adelia balik bertanya pada suaminya dengan wajahnya yang terlihat kaget.


“Memang kenapa kalau aku di sini. Ini adalah kamarku. Apa kau bicara dengan seorang pria sampai kau bicara gugup begitu?” Tanya Reqy dengan penasaran.


“Tidak kak. Aku sedang bicara pada temanku Hana.” Jawab Adelia.

__ADS_1


Reqy tidak menanggapi ucapan Adelia. Ia hanya menikmati mencium punggung dan telinga Adelia dengan mesra, sedangkan Adelia menggenggam erat gaun santainya merasakan sentuhan Reqy padanya. Ia merasakan panas dalam dirinya saat menerima sentuhan lembut suaminya.


Adelia kemudian bicara pada suaminya. “Apa aku boleh mengatakan sesuatu?” Tanya Adelia.


Reqy melepaskan pelukannya saat mendengar istrinya yang terdengar serius.


“Kau ingin mengatakan apa?” Tanya Reqy dengan serius.


Adelia membalikkan badannya berhadapan dengan Reqy. Ia menunduk tidak melihat suaminya. Ia menyatukan kedua tangannya dan memainkannya di sana dengan perasaannya yang gelisah.


Reqy kembali bicara pada Adelia.


“Kalau kau ingin bicara serius padaku. Kenapa kau menunduk begitu, apa aku akan memakanmu. Hah...?” Tanya Reqy dengan kesal.


Adelia mengangkat kepalanya melihat suaminya yang tengah berdiri tegak di depannya.


“Apa Kak Reqy bisa mencabut hukuman penjara Nita, dia tidak bersalah?”


Reqy langsung menghela nafasnya dan melingkarkan kedua tangannya di depan dadanya sambil menatap Adelia dengan serius.


Adelia melanjutkan ucapannya. “Dia hanya salah paham padaku, dia tidak salah kak.”


“Apa kau senang kalau aku melepaskannya?” Tanya Reqy sambil mengerutkan keningnya.


“Apa?” Adelia sedikit kaget saat suaminya bertanya seperti itu.


Reqy kembali bertanya. “Aku bilang, apa kau senang kalau aku mencabut laporan temanmu itu?”


“Baiklah...”


Adelia langsung tersenyum senang di depan suaminya.


“Kak Reqy serius mau melepaskan Nita.” Tanya Adelia kembali meyakinkan dirinya kalau ia tidak salah dengar.


“Iya...apa aku orang yang suka bercanda?”


Adelia seketika melemparkan tubuhnya pada Reqy. Ia secara refleks melingkarkan tangannya di leher suaminya, memeluk Reqy dengan erat sampai membuat Reqy kaget.


“Apa yang di katakan Emir memang benar kalau aku harus menunjukkan perasaanku padanya supaya dia bisa lebih santai lagi padaku?” Dalam hati Reqy.


Reqy menggerakkan kedua tangannya untuk membalas pelukan istrinya, tiba – tiba Adelia tersadar dengan tingkahnya yang secara refleks memeluk Reqy. Ia langsung melepaskan pelukannya dari Reqy saat Reqy ingin membalas pelukan istrinya.


“Maaf...aku tidak sengaja melakukannya.” Ucap Adelia tanpa melihat suaminya. Ia hanya memalingkan wajahnya ke samping karena malu melihat wajah Reqy.


Reqy memegang dagu istrinya dengan lembut lalu mengangkat wajah Adelia agar ia bisa melihat wajah istrinya dengan jelas.


“Kalau kau bicara pada orang, kau harus melihat wajahnya baik – baik. Dan satu lagi, kau tidak perlu meminta maaf padaku karena memelukku. Aku ini suamimu bukan orang lain. Apa kau mengerti?”


“Iya...aku mengerti.”


“Bagus kalau kau mengerti.”

__ADS_1


Reqy kemudian melepaskan tangannya dari dagu istrinya. Ia berjalan tiga langkah melewati istrinya untuk melepaskan baju kemejanya di depan lemari pakaiannya. Ketika ia melepaskan baju kemejanya, ia melirik ke samping untuk melihat istrinya yang masih berdiri di belakangnya.


“Besok kita akan ke Italia. Siapkan barang – barang yang ingin kau bawa.”


“Apa?” Adelia kaget mendengar Reqy ingin pergi ke Italia bersamanya. “Kenapa Kak Reqy ingin ke Italia?” Tanya Adelia penasaran.


“Turuti saja keinginanku, jangan membantah. Kau sudah lupa dengan hukuman yang aku berikan.” Tegasnya tanpa melihat Adelia. Ia hanya sibuk memakai baju mandinya di sana.


“Tapi Visaku belum di perpanjang kak.”


“Paman sudah mengurus semuanya. Kau hanya duduk manis saja.”


“Kak Reqy mengambil barang – barangku di rumah paman dan bibi.” Tanya Adelia.


Reqy langsung berbalik ke belakang melihat istrinya. Ia terlihat tidak suka dengan pertanyaan Adelia yang seakan tidak suka kalau ia menyentuh barang – barang milik istrinya.


“Kenapa, kau tidak suka kalau aku mengambil barang – barangmu?” Tanya Reqy dengan ekspresi dinginnya.


“Bukan begitu kak. Aku hanya bertanya saja. Aku pikir masih ada di rumah paman dan bibi.”


“Kau adalah istriku, tentu saja aku mengurus semua masalahmu.” Tegasnya.


“Iya.” Balas Adelia sambil menunduk.


“Sudah...aku mau mandi dulu.” Ucap Reqy sambil memegang bagian atas kepala istrinya. Ia menatap istrinya dengan wajahnya yang tiba – tiba tersenyum melihat Adelia.


Adelia seketika kaget saat Reqy memegang dan mengusap bagian atas kepalanya.


Reqy kemudian melepaskan tangannya dari kepala istrinya dan berjalan keluar dari Ruang Gantinya.


Sementara Adelia masih kaget dengan perlakuan lembut Reqy padanya.


“Kenapa dia tiba – tiba bersikap begitu padaku. Apa dia begitu karena aku salah bicara lagi. Tapi kalau aku salah, biasanya dia langsung marah?” Gumamnya. Ia memegang bagian atas kepalanya yang telah di pegang Reqy tadi.


Selesai mandi, Reqy dan Adelia turun ke bawah untuk makan malam. Setelah makan malam, mereka berdua kembali ke lantai 3 rumahnya. Adelia berjalan menuju kamarnya, sedangkan Reqy berjalan ke Ruang Kerjanya untuk menghubungi Pak Osmar tentang masalah Nita. Ia menyuruh Pak Osmar untuk meringankan hukuman Nita. Tapi ia tidak melepaskan Nita dari penjara seperti permintaan istrinya. Ia tidak bisa membiarkan orang begitu saja meremehkan keluarganya meskipun orang itu adalah teman istrinya sendiri.


 


 


Bersambung.


.


.


.


Tekan LIKE di bawah, jangan sampai lupa lagi. Harus loh. Tulis KOMENTAR kalian di kolom komentar, apa saja terserah yang penting positif. Tolong di VOTE juga ya novelku biar bisa dapat rangkin.


Readers: Halu loh thor, mau dapat rangkin. Author: Hahaha...iya,sekali - kali halu tidak apa - apa dong seperti kamu yang halu dengan Reqy&Adelia.

__ADS_1


Terima Kasih


__ADS_2