
🌹SELAMAT MEMBACA🌹
Mobil Emir terparkir sempurna di depan Mansion Abraham. Adelia keluar dari mobil ketika Emir membuka pintu mobil untuknya. Ia masuk ke dalam rumah bersama Emir. Saat masuk, ia berpapasan dengan Dokter Berry yang baru saja mau keluar dari lift.
“Dokter Berry di sini.” Tanya Emir yang merasa ada hal aneh yang terjadi di rumah.
“Oh....saya datang periksa Tuan Muda. Pak Osmar bilang kalau Tuan Muda sakit jantung.”
Adelia langsung kaget mendengarnya.
“Sakit jantung, apa penyakitnya parah dok.” Tanya Adelia yang terlihat sedikit khawatir.
“Oh....tidak nyonya. Beliau tidak apa – apa.” Balas Dokter Berry sambil tersenyum.
“Oh begitu. Kalau begitu saya naik dulu dok.”
“Iya...silahkan nyonya, saya juga mau pamit. Permisi.” Dokter Berry membungkuk hormat di depan Nyonya Mudanya itu.
“Iya dok.” Balas Adelia sambil tersenyum.
Adelia berjalan masuk ke dalam lif bersama Emir sedangkan Dokter Berry berjalan keluar dari rumah keluarga Abraham.
Saat Adelia sampai di lantai 3, Emir pamit pada Adelia untuk turun kembali ke bawah.
Adelia tersenyum mengiyakan, ia kembali berjalan ke kamarnya setelah melihat pintu lift tertutup. Ia masuk ke dalam sana sambil memikirkan keadaan suaminya. Ia duduk di tepi tempat tidurnya dengan semua pertanyaan dalam dirinya tentang Reqy.
“Apa dia benar – benar sakit, apa dia mneghubungiku tadi karena dia sakit parah. Kasihan juga kalau dia sakit. Tapi....dimana dia sekarang, dia tidak ada di sini. Apa dia ada di ruang kerjanya lagi.” Gumamnya
Ia kemudian berdiri dari tempat duduknya. “Lebih baik aku berganti pakaian dulu baru mencarinya.”
Sementara di Ruang Kerja Reqy.
Ia duduk di kursi kerjanya sambil memikirkan ucapan Dokter Berry. Di sana ia duduk sendiri tanpa di temani Pak Osmar. Pak Osmar yang selalu menemaninya tengah berada di lantai dua mengambil beberapa dokumen yang harus Reqy selesaikan di ruang penyimpanan dokumennya.
“Apa benar kata Dokter tua itu kalau jantung bisa tidak normal gara – gara menyukai seseorang. Kenapa aku baru tahu masalah sebesar ini. Tapi mendengar penjelasan si Berry itu membuatku pusing.”
Reqy terus memikirkan ucapan Dokter Berry, ia masih tidak terlalu jelas dengan apa yang di alaminya sekarang. Ia pun membuka komputernya untuk mencari beberapa alasan seseorang mengalami hal seperti dirinya. Ia menemukan sebuah aplikasi dimana seseorang bisa mengatakan semua isi hatinya. Di sana ia masuk menggunakan nama samaran Pria sejati agar orang – orang tidak tahu dirinya. Ia hanya iseng menggunakan nama samarannya itu.
Penjaga hati
“Hai Pria Sejati, selamat bergabung....masalah apa yang kamu alami. Silahkan cerita pada kita semua?”
Pria Sejati
“Secara tiba – tiba aku mengalami detak jantung tidak normal.”
__ADS_1
Suami Idaman
“Sebaiknya Anda periksa ke dokter jantung saja.”
Penjaga hati
“Apa penyebab kamu bisa mengalami hal seperti itu?”
Pria Sejati
“Tadi siang aku memikirkan seorang wanita, jantungku tiba – tiba berdetak kencang. Aku sampai ingin melihat wajahnya dan ingin mendengar suaranya. Ini baru pertama kalinya aku mengalami hal seperti ini.”
Pria Terkeren
“Hai tuan pria sejati, sepertinya loh itu tidak sadar kalau loh sedang jatuh cinta pada wanita itu.”
Reqy menatap komputernya dengan mengerutkan keningnya ketika membaca komentar pria terkeren.
Suami Pemalas
“Aduh....namanya pria sejati tapi masalah sepele seperti ini saja tidak tahu, apa kau tidak pernah pacaran dan tidak pernah berhubungan dengan seorang wanita ya. Sepertinya ini adalah cinta pertamamu.”
Reqy kesal membaca komentar dari suami pemalas.
Pria Terkeren
Reqy sudah sangat marah ketika membaca komentar kedua dari pria terkeren. Ia sampai mengepalkan kedua tangannya di depan komputernya karena ia menahan amrahnya.
Penjaga hati
“Kalau tuan pria sejati melihat wanita itu dan jantung kamu tidak normal lagi itu berarti kamu sedang jatuh cinta padanya. Itu bukan rasa suka tuan, tapi kamu sudah jatuh cinta. Itu bukan masalah besar tuan pria sejati. Itu semua di alami semua orang.”
Suami Idaman
"Ternyata di zaman modern ini masih ada orang yang tidak tahu jatuh cinta, bahkan tidak pernah berpacaran. Hai pria sejati, Anda itu hidup di hutan ya. Harusnya nama Anda jomblo sejati saja bukan pria sejati."
Wajah Reqy terlihat dingin dan marah ketika membaca komentar penjaga hati dan suami idaman. Ia langsung melempar komputernya ke lantai.
 “Apa – apaan orang – orang itu, mereka mengatakan kalau aku jatuh cinta bahkan bilang aku hidup di hutan. Brengsek, cinta apa namanya tadi, cinta pertama. Dasar kampungan, masa hanya karena aku memikirkannya bisa di bilang jatuh cinta. Dasar orang – orang aneh. Apa netizen zaman sekarang itu tidak bisa berpikiran positif. Memang apa masalahnya kalau aku tidak pernah berhubungan dengan wanita. Huh...menjengkelkan.” Reqy sampai berdiri dan menunjuk – nunjuk komputer yang ia lempar. Seakan – akan ia memarahi komputernya sendiri.
Tiba – tiba Adelia mengetuk pintu ruang kerja suaminya. Tok....tok.....tok...
Reqy sampai kaget mendengarnya, ia kembali duduk di kursinya dan menegakkan tubuhnya di kursi.
Tok.....tok.....tok....Adelia kembali mengetuk pintu ruang kerja suaminya.
__ADS_1
“Masuk.” Suara tegas Reqy dari dalam ruangan.
Adelia masuk ke dalam ketika mendengar suara Reqy di dalam ruangan. Ia membawa secangkir kopi tanpa gula untuk suaminya. Ketika masuk, ia di kejutkan dengan komputer yang ada di lantai. Layarnya sudah pecah akibat perbuatan Reqy.
“Apa yang terjadi di sini, apa dia melempar komputernya itu?” Dalam hati Adelia.
Reqy mencoba duduk santai ketika melihat istrinya datang mendekatinya.
“Apa yang membawamu ke sini?” Tanya Reqy.
“Tadi aku bertemu Dokter Berry di bawah, katanya Kak Reqy sakit jantung. Terus aku ke bawah mau buatkan teh hangat, tapi pelayan bilang kalau Kak Reqy minta di buatkan kopi.”
“Eem...simpan saja kopinya.” Balas Reqy tanpa melihat istrinya. Ia merasa malu menatap istrinya apalagi mengingat semua ucapan orang – orang tadi.
“Apa Kak Reqy butuh sesuatu?” Tanya Adelia yang masih berdiri di depannya.
“Tidak, kau duduk saja di sana menemaniku.” Reqy menggerakkan kepalanya ke arah sofa di samping meja kerjanya.
“Oh....baiklah.”
Adelia kemudian berjalan ke arah sofa yang ada di samping meja kerja suaminya, seperti kemarin ia menemani Reqy bekerja.
Sementara Reqy yang duduk di kursi kerjanya hanya melirik istrinya yang duduk diam di sana tanpa melihatnya.
“Wanita ini, hanya duduk seperti patung. Bicara manis padaku tapi senyum saja tidak pernah. Huh....menjengkelkan.” Dalam hati Reqy.
Reqy mulai kesal lagi melihat Adelia yang seperti itu padanya.
“Bagaimana bisa aku jatuh cinta pada wanita yang sama sekali tidak pernah tersenyum padaku. Huh....benar – benar keterlaluan. Tapi mengingat komentar orang – orang tadi membuatku penasaran. Apa yang membuatku sampai jatuh cinta pada wanita yang bisanya hanya menunduk ini. Cantik, biasa saja. Aku menikahinya kan hanya karena kagum padanya. Apa itu termasuk jatuh cinta juga. Kalau seperti itu berarti aku adalah laki – laki murahan yang gampang jatuh cinta. Huh...” Dalam hati Reqy yang terus melirik istrinya yang duduk menunduk di sana.
Mendengar komentar orang – orang tadi membuat Reqy sadar kalau ia benar – benar jatuh cinta pada istrinya sendiri. Dan yang menjadi pertanyaan dalam dirinya adalah kenapa dia bisa jatuh cinta pada Adelia yang menurutnya biasa – biasa saja.
Bersambung.
.
.
.
.
Ingat tekan LIKE di bawah ya, harus. Tulis KOMENTAR kalian juga sebagai penyemangat Author. Terserah mau berkomentar apa, yang penting positif. Kalau punya kelebihan poin, silahkan VOTE untuk mendukung karya Author ini.
Terima kasih.
__ADS_1